Dahsyatnya Manfaat Menulis Tangan

Permisiii … numpang lewat … mau tanya, kapan terakhir kali kalian menulis?

Maksud saya, menulis di atas kertas, bukan mengetik di gadget atau laptop.

Berdasarkan info yang saya kutip dari situs kesehatan, satu dari tiga orang ternyata sama sekali tidak pernah menulis di atas kertas selama lebih dari enam bulan! Ini hasil survei yang dilakukan oleh Docmail, sebuah perusahaan pengiriman surat dan percetakan di Inggris, terhadap dua ribu responden pada tahun 2014.

Kebayang ya itu survei tahun 2014, lho. Sekarang mesti tambah banyak orang yang jarang menulis, Teman-teman. Pasalnya, teknologi yang canggih semakin hari membuat kita semakin pengin say goodbye for good sama kegiatan menulis. Tinggal pencet tombol ini itu kerjaan beres. Hari gini teknologi begitu diagung-agungkan.

Nah, orang dewasa aja males menulis, apalagi generasi milenial? Sejak kecil generasi milenial udah kenal sama yang namanya gadget. Jujur, saya sering adu urat leher setiap kali mengajak si bungsu (7 tahun) untuk menulis tegak bersambung di buku tulis hiks. Kalau saya pribadi sempat mencoba rutin mengisi daily plan di aplikasi Evernote, tapi dasarnya saya generasi jadoel, akhirnya balik lagi ke buku agenda. Sensasi menulis di atas kertas berbeda dengan mengetik di gadget atau laptop. Saya bisa memberi stabilo warna-warni, bikin gambar ala ala, menempel tiket atau foto, aaah … seru!

 Makanya, waktu diundang ke acara Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis di Morrisey Hotel, Jakarta (8/5) oleh SiDU, saya senang banget! Siapa sih yang enggak kenal SiDU?

SiDU atau Sinar Dunia adalah merek buku tulis unggulan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas yang udah hits sejak zaman old. Rupanya, oh, rupanya sekarang SiDU punya wadah baru untuk meningkatkan kompetensi generasi milenial melalui gerakan nasional Ayo Menulis Bersama SiDU!

Terus, apa hubungannya kompetensi generasi milenial dengan menulis?

Menurut Kak Nurman Siagian (Pakar Edukasi Anak dari Wahana Visi Indonesia), kompetensi anak Indonesia sedang mencapai tahap kritis. Hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat 60 dari 72 negara dari sisi kemampuan membaca, matematika, dan science. Wah, wah, asli ini bikin kaget! Indonesia kalah dibandingkan Malaysia dan Kamboja yang masuk 40 besar.

Fakta berikutnya, Pak Muhadjir Effendy (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) menyampaikan kegalauan beliau saat melakukan uji publik RUU Perbukuan tahun 2017 di Universitas Muhammadiyah Malang. Kesulitan anak-anak SMA, bahkan mahasiswa, untuk menulis sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar itu masih cukup tinggi. Hmmm, kebanyakan ngetik status di medsos apa ini, ya. Mana statusnya pada alay dan disingkat-singkat pula.

Fakta berikutnya lagi, berdasarkan hasil studi dari Kemendikbud tahun 2014, skor kompetensi rata-rata guru di Indonesia 44,5 sementara yang ideal adalah 70. Pengamatan Kak Nurman dan tim Wahana Visi Indonesia, guru-guru masih kesusahan menulis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mereka sendiri. Biasanya pada main copy paste aja. Hanya 25% dari 125 guru yang mampu menulis dan mengajarkan apa yang mereka tuliskan itu di dalam kelas. Kondisi guru yang seperti ini jelas berpengaruh pada kondisi siswa.

Di acara juga hadir Ibu Melly Kiong (Praktisi Mindful Parenting dan penulis buku). Saya fans berat buku-buku beliau terutama yang berjudul Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik?. Ibu Melly menjelaskan bahwa sebagai ibu yang bekerja di luar rumah, beliau memiliki lebih sedikit waktu dalam mendidik anak. Lalu, apa kuncinya agar bisa optimal? Jawabannya: menulis!

Ibu Melly punya support system, yakni mbak ART yang sebelumnya udah diajarkan nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada anak-anak di rumah. Istilah Ibu Melly: menjalin kemitraan dengan mbak ART. Selain itu, setiap hari Ibu Melly tidak pernah alpa menulis pesan untuk anak-anak di mocil (memo kecil).

“Pagi hari, ketika saya mulai meraut pensil, anak-anak duduk tekun memperhatikan. Dari situ saja kami bisa menjalin ikatan emosional. Tanpa sadar, anak-anak belajar menyenangi kegiatan menulis. Saat mereka beranjak besar, kami bergantian menulis pesan. Melalui tulisan sederhana anak-anak, saya dapat melihat talenta terpendam mereka atau bahkan masalah yang sedang mereka hadapi di sekolah. Sekarang mereka sudah remaja, mocil masih kami simpan sebagai kenang-kenangan,” kata Ibu Melly dengan wajah terharu. So sweet banget mendengar cerita Ibu Melly. Kami-kami jadi ikutan terharu. Fyi, Ibu Melly masih menyimpan semua gigi susu anaknya di dalam selipan buku tulis!

Ibu Melly yang juga penggagas Komunitas Menata Keluarga (eMKa) ini mencoba menularkan aktivitas menulis yang bermanfaat melalui program SAGITA (Saling Berbagi Cerita) kepada ibu-ibu member komunitasnya. Member diminta memperhatikan aksi baik anak setiap hari dan menuliskannya menjadi cerita. Wih, kece, ya?

Menulis tangan merupakan keterampilan dasar yang mendukung berbagai aktivitas. Dengan menulis tangan, kita belajar mengkonstruksi isi pikiran, mengolahnya, kemudian menuangkannya menjadi kata demi kata yang bisa dipahami pembaca. Daya ingat kuat dipelihara. Kemampuan motorik pun terasah. Penting banget ini untuk anak-anak.

Berbeda dengan mengetik keyboard di gadget atau laptop, semua gerakan monoton dan selalu sama apa pun huruf yang ditik. Dari sisi kesehatan lainnya, mengungkapkan perasaan dan pikiran melalui tulisan tangan, dianggap ampuh membantu menyembuhkan luka traumatis.

Fayanna Ailisha Davianny, peraih penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, turut berbagi di acara ini. Kalau saya punya sepuluh jempol, saya acungin deh semuanya untuk Fayanna. Lha, gimana enggak? Usia 13 tahun, doi rampung menulis 42 buku! Berkat menulis buku, Fayanna bisa jalan-jalan gratis ke Korea Selatan dan mengajak orangtuanya pula. Pasang #LuarBiasa!

Kesukaan Fayanna akan dunia menulis ternyata dimulai dari hal sederhana, yakni dibacakan buku oleh orangtuanya sejak dia berusia 1 tahun. Fayanna sering diajak orangtua main ke toko buku. Seterusnya, Fayanna jadi hobi membaca buku sendiri. Dia berlatih serius menulis cerita pada usia 8 tahun dan menuliskannya di buku tulis. Orangtua juga mengajari Fayanna cara memenej waktu antara menulis, sekolah, dan kegiatan lainnya.

 “Berangkat dari kepedulian kami terhadap pentingnya meningkatkan kompetensi anak, SiDU merintis gerakan Ayo Menulis Bersama SiDU! sejak April 2018 demi mengembalikan kebiasaan menulis pada anak baik di sekolah maupun di rumah,” tutur Pak Martin Jimi (Domestic Business Head – BU Consumer APP Sinar Mas).

Tahap pertama, gerakan ini melibatkan 20 ribu murid dari 100 sekolah dasar di Jabodetabek yang berlangsung hingga Mei 2018. Anak-anak diberikan buku Ayo Menulis Bersama SiDU! untuk berlatih menulis tangan. Teman-teman mau tahu siapa penulis naskah di buku Ayo Menulis Bersama SiDU!? Beliau tak lain dan tak bukan adalah teman saya, Mbak Renny Yaniar, penulis ratusan buku cerita anak. Ikut bangga!

Di dalam buku Ayo Menulis Bersama SiDU! ada aneka topik yang memancing minat anak untuk menulis dari topik mengenal diri sendiri, mengetahui asal mula kertas, dongeng, lembar mewarnai, sampai perhelatan Asian Games 2018, di mana APP Sinar Mas menjadi mitra resmi yang turut mendukung Indonesia sebagai tuan rumah.

Pertanyaan-pertanyaan di dalam buku membantu menstimulus anak untuk mengutarakan ide dan pendapatnya melalui tulisan tangan. Orangtua dan guru dilibatkan mendampingi secara intensif dengan modul yang berlangsung selama 21 hari. 

Btw, kenapa 21 hari, ya? SiDU menyusun modul buku Ayo Menulis Bersama SiDU! berdasarkan studi bahwa kebiasaan baru dapat dibentuk jika kita rutin melakukannya selama minimal 21 hari.

Karena itu, gerakan Ayo Menulis Bersama SiDU! patut kita apresiasi dan support! APP Sinar Mas melalui SiDU berharap program Ayo Menulis Bersama SiDU! dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia dan menjadi motor munculnya program-program sejenis. Semoga kebiasaan menulis, terutama menulis tangan, semakin meluas di Indonesia.

Sekadar info, buku Ayo Menulis Bersama SiDU! tidak dijual bebas. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, buku ini disalurkan GRATIS ke sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan SiDU. Teman-teman pengin sekolah anaknya bekerja sama dengan SiDU? Silakan mendaftar di web situs Ayo Menulis Bersama SiDU. Kita bukan hanya bisa memberikan kebaikan untuk anak kita, melainkan kebaikan untuk satu sekolah. [] Haya Aliya Zaki

Review Dissy Lipstick Matte Rifa

Siapa yang enggak gemas sama pasangan artis Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama? Mereka kelihatan serasi dan kompak banget! Bukan cuma kompak di dunia hiburan, melainkan juga di dunia bisnis. Serunya, semakin banyak anak, kok wajah mereka semakin awet muda. :))

Bicara soal bisnis, berdasarkan info yang saya baca di wollipop.detik.com terbitan tahun 2016, Ussy dan Andhika merintis bisnis Dissy Cosmetics pada tahun 2014. Dissy merupakan singkatan dari nama Andhika dan Ussy. Waktu itu, artis yang melirik bisnis kosmetik masih bisa dihitung dengan jari. Ussy pencinta make up, jadi dia ingin berbisnis sesuai passion-nya.

Sekarang ceritanya saya mau me-review Dissy Lipstick Matte Rifa. Lipstik ini salah satu lipstick matte dari rangkaian produk baru Dissy Cosmetics yang resmi diumumkan di media sosial 1 Maret 2018 lalu bernama Dissy Reborn.

Kemasan

Kemasan kotak berwarna hitam dengan torehan huruf emas, sementara itu kemasan lipstiknya sendiri berwarna cokelat kemilau masih dengan torehan huruf emas. Pembatas tutup atas dan bawah juga berwarna emas. Guess what, ada tanda tangan Ussy jika tutup dibuka yay! Kemasan kelihatan mewah dan elegan. Bentuk lipstiknya mungil imut-imut manjah. Berat 2,5 gram.

Di kemasan kotak tercantum jelas nomor BPOM RI, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa. Adanya nomor POM membuktikan bahwa lipstik ini tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh seperti formalin, merkuri, atau rhodamin B. AMAN.

Saya mencoba mengecek nomor POM Dissy Lipstick Matte Rifa di web situs pom.go.id. Pilih Daftar Produk – Cek Produk BPOM dan masukkan nomor POM yang tertera pada kemasan kotak. Hasilnya, nomor POM produk ini jelas ASLI, bukan palsu.

Selain memiliki nomor POM, seluruh lipstik Dissy Cosmetics telah memiliki sertifikat HALAL sejak diproduksi tahun 2014. Teman-teman yang muslimah, catet nih nilai plus dari Dissy Cosmetics. Produk halal bikin kita lebih tenang memakainya.

Swatch

            Dissy Lipstick Matte punya 9 koleksi warna yang menggoda, yakni Lily, Diana, Manda, Almira, Sarie, Rifa, Vilda, Sheeva, dan Vina. Namanya cantik-cantik, ya? Jadi ingat nama-nama putri kerajaan. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, warna yang saya punya adalah Rifa.

Dissy Lipstick Matte Rifa bakal masuk koleksi favorit! Kenapa? Warnanya nude soft pink. Warna kesukaan mayoritas kaum hawa syalalala. Saya paling suka lipstik nude dan … pastinya pink! Soalnya lipstik warna gelap bikin bibir saya yang tipis kelihatan tinggal segaris.

Tapi, tapiii, jangan salah, bukan pink sembarang pink, ya. Saya pernah mencoba lipstik warna shocking pink dan entah kenapa meski sudah dipulas berkali-kali, warnanya tidak bisa menyatu dengan bibir saya. Pernah lihat camilan jadul rambut nenek yang warna pink, kan? Kulit sawo matang saya ditempeli rambut nenek, seperti itulah bibir saya saat pakai lipstik warna pink yang salah. LOL.

Nah, kalau warna pink Rifa ini dijamin membuat bibir kita kelihatan natural, enggak norak sama sekali. Oke dipakai sehari-hari. Wajah jadi kelihatan cerah dan lembut-lembut gimana gitu. Uhuk. Bisa juga dipakai untuk ke pesta dipadukan dengan riasan mata yang bold. Please be noted, warna lipstik yang muncul di bibir saya (foto) bisa jadi berbeda ketika dipakai di bibir kalian.

Kesan

Bibir saya tergolong kering kerontang. Biasanya sebelum memulas lipstik, saya harus memulas pelembap bibir. Saya tes memakai Dissy Lipstick Matte Rifa dengan dan tanpa pelembap bibir.

Hasilnya, meski tanpa pelembap bibir, pulasan terasa halus, tanpa butir-butiran yang menggumpal di bibir. Surprisingly, Dissy Lipstick Matte tidak bikin bibir saya kering, lho, padahal katanya lipstick matte, ya? Rupanya, lipstik yang ini mengandung pelembap. Formulanya moist. Selain itu, Dissy Lipstick Matte juga dilengkapi antioksidan dan UV filter.

Lipstik bertahan sekitar 5 jam di bibir saya setelah dipakai makan dan minum berbuka puasa. Warnanya transfer, tapi tidak terlalu. Cocoklah, saya kurang suka lipstik yang super-awet, khawatir wudhu kurang sah karena make up menghalang air menyentuh kulit. Kalau warna lipstik hilang, tinggal touch up. Beres!

So, kalau bibir kalian kering dan pengin pakai lisptick matte, saya amat sangat merekomendasikan Dissy Lipstick Matte. Bibir tidak cracked. Penampilan jadi oke, beraktivitas pun lebih semangat! Saya tipe yang percaya, lipstik yang pas bisa bikin hati perempuan bahagia. 😉

Hanya, bentuk yang langsing sering membuat lipstick matte ringkih. Saya lebih berhati-hati memulaskannya di bibir dibandingkan saat memulas bibir dengan lipstik bentuk lain. Jangan sampai lipstick matte kita patah jiwa huhu. Bukan bermasalah di kualitasnya sih, tapi setahu saya lipstick matte memang seperti itu, kecuali lipstick matte cair.

Harga

Harga Dissy Lipstick Matte cukup mihil, yakni Rp90 ribuan. Hmmm, mungkin nunggu bulan muda kalau mau beli haha. Seandainya beli, insya Allah tidak kecewa. Produknya jaminan mutu. Satu lagi produk kosmetik lokal yang bisa dijadikan andalan. Terus, kalau kita jeli mencari penjual atau reseller, kadang kita bisa membeli lipstik berhadiah produk Dissy Cosmetics yang lain. Lumayaaan.

Beli di mana?

Teman-teman bisa membelinya di toko online seperti Tokopedia dan Bukalapak. Kalian juga bisa menghubungi WhatsApp dissy.id 0812 2012 389 setiap hari Senin–Jumat pukul 09.00–14.00 wib atau di reseller terdekat. Harga setiap reseller berbeda. Hopefully distribusi produk Dissy Cosmetics semakin merata ke depannya.

Teman-teman suka lipstik jenis apa? Kalian pernah pakai Dissy Lipstick Matte juga? Yuk, share pengalaman kalian di sini! 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Disclaimer: produk dikirim oleh Dissy Cosmetics. Review ditulis berdasarkan pengalaman saya sendiri dan hasil mengolah info dari beberapa web situs tepercaya.

ZOYA Eau De Toilette Blossom, Seharum Bunga Khas Musim Semi

Tahukah Teman-teman bahwa wewangian yang dijual di pasaran bermacam-macam? Ada parfum, eau de perfume, eau de toilette, dan eau de cologne. Lalu, apa yang membedakan mereka? Menurut info yang saya kutip dari lama brilio.net (24/2), yang membedakan itu adalah kandungan kadar essential oil (kadar konsentrat wewangian) di dalamnya. Parfum mengandung 40% kadar essential oil paling tinggi, harum paling lama, dan harga paling mahal. Eau de perfume 15%, eau de toilette 10%, dan eau de cologne 10%. Semakin sedikit kadar essential oil-nya semakin cepat menguap harumnya.

            Oke, bicara soal wewangian, kali ini saya mau review produk ZOYA Eau De Toilette (EDT) BlossomWah, selama ini saya pikir ZOYA hanya menjual kerudung. Rupanya ada produk kosmetika dan wewangian juga.

ZOYA EDT punya 3 varian Marigold (gold)Cotton (blue), dan Blossom (pink). Saya spontan memilih ZOYA EDT Blossom berwarna pink dengan kemasan karton beraksen bunga sakura. Entahlah, mungkin karena saya masih terbayang-bayang senangnya liburan ke Jepang bulan Januari lalu haha. Semua kemasan ZOYA EDT sewarna dengan cairan wewangiannya. Botol kokoh terbuat dari kaca bening dengan desain yang mewah. Cakep lho kalau dijadikan props foto.

Daaan, saya tidak salah pilih. Harum ZOYA EDT Blossom benar-benar bikin jatuh hati. Harumnya manis, perpaduan antara bunga khas musim semi; sakura, lilac, daisy, dan sedikit powdery. Ringan untuk aktivitas sehari-hari. Saya senang menghirup harumnya berulang-ulang untuk meningkatkan mood dan menambah rasa percaya diri. Berasa seperti Kareena Kapoor yang sedang berlari riang di antara hamparan bunga-bunga nan cantik.

Saya menyemprotkan ZOYA EDT Blossom di leher, pergelangan tangan, kaki (paha hingga pergelangan kaki), siku, dan pusar. Pusar? Ya, menurut pakar wewangian asal Inggris, pusar merupakan titik nadi yang memancarkan panas sehingga ideal banget kalau kita menyemprotkan wewangian di sini. Alhamdulillah, kulit saya tidak gatal-gatal atau iritasi. Kalian coba, deh. Pernah juga kesemprot di baju, tapi ternyata ZOYA EDT Blossom tidak meninggalkan noda sama sekali.

ZOYA EDT Blossom bertahan tidak sampai 5 jam di tubuh saya. Entahlah, mungkin karena saya bolak-balik terpapar angin saat jalan kaki ke halte busway atau balapan seru bareng babang ojek. Halah.

Semua produk ZOYA Cosmetics AMAN, termasuk ZOYA EDT ini. Aman berarti tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan tubuh seperti formalin, merkuri, dan rodamin B. Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) akan memberikan nomor pada produk kosmetik dan parfum yang aman.

            Teman-teman bisa mengecek apakah nomor POM sebuah produk palsu atau tidak itu di website pom.go.id. Pilih Daftar Produk dan masukkan nomor POM yang tertera di kemasan. Oke, saya coba masukkan nomor POM ZOYA EDT Blossom yang saya punya dan hasilnya produk ini memang tercatat aman di Badan POM.

Selain aman, ZOYA EDT juga HALAL. Buat saya, perusahaan yang jempol adalah perusahaan yang mau mendaftarkan sertifkasi halal produknya (pangan, obat, kosmetika) ke LPPOM MUI. Kalau produk sudah memiliki sertifikat halal dari MUI, kita para muslimah ini kan jadi lebih tenang.

Teman-teman bisa membeli ZOYA EDT Blossom di website zoyacosmetics dengan harga Rp99 ribu isi 50 ml. Website ZOYA Cosmetics diklaim sebagai satu-satunya online shop yang menjual produk kosmetika dan wewangian alami + halal. Mumpung sebentar lagi gajian, mungkin Teman-teman mau membeli produk yang lainnya juga. Kalau belum, cuci mata dulu aja, Sis. Siapa tahu ada yang cocok eheee. [] Haya Aliya Zaki

Disclaimer: produk dikirim oleh Zoya Cosmetics. Review ditulis berdasarkan pengalaman saya sendiri dan hasil mengolah info dari beberapa web situs tepercaya.

7 Tip Mencegah dan Mengatasi Keputihan

Zaman masih hamil, saya cukup terganggu sama keputihan. Kata dokter, keputihan pada ibu hamil itu normal karena adanya perubahan hormon. Selain itu, keputihan merupakan reaksi alami tubuh yang terjadi saat membersihkan area V. Area V mengeluarkan lendir berwarna putih dan tidak berbau. Masya Allah, setiap detail tubuh kita udah diatur sedemikian baiknya oleh Allah Swt. Fabiayyi aala’i rabbikuma tukazziban.

Keputihan akan menjadi berbahaya jika lendirnya bukan lagi berwana putih, melainkan kuning, hijau, bahkan cokelat dan merah. Rasanya gatal, perih, panas seperti terbakar. Bau area V pun sengit sekali. Penyebabnya infeksi jamur. Duh, jangan sampai, deh! Berikut beberapa tip mencegah dan mengatasi keputihan berdasarkan pengalaman saya.

  1. atur gaya hidup

            Gaya hidup di sini meliputi pola makan, aktivitas tubuh, dan kesehatan pikiran. Waktu masih kuliah Farmasi, saya ingat banget perkataan dosen tentang makanan yang baik dikonsumsi saat keputihan, yakni yogurt. Vitamin mineral dalam buah-buahan dan sayur-sayuran termasuk mikronutrien, tapi maha-penting untuk tubuh. Olahraga yang cukup supaya metabolisme tubuh tetap oke.

Hindari stres karena stres bisa memicu terjadinya keputihan.

  1. minum air putih yang cukup

            Buat saya, air putih itu semacam “obat dewa”. Sekitar 80% tubuh kita terdiri atas air. Kita sering mendengar bahwa setiap hari kita harus minum 8 gelas air, padahal kebutuhan air setiap orang tidak sama. Orang yang berat badannya 50 kg tidak perlu meminum air sebanyak orang yang berat badannya 75 kg (seperti saya haha). Teman-teman yang pengin menghitung kebutuhan air di dalam tubuh, saya kasih rumusnya. Rumus ini saya dapat dari dr. Roslan Yusni Hasan, Sp.BS (dokter spesialis bedah syaraf) waktu ikutan di salah satu seminarnya.

1,5 cc x kg berat badan x 24 jam

Berat badan saya 75 kg berarti jumlah air yang saya butuhkan per hari sbb.

= 1,5 cc x 75 kg x 24 jam

= 2.700 cc (2.700 ml)

            Nah, berapa kebutuhan air, Teman-teman? Waspada jika BAK berwarna kuning keruh atau cokelat. Itu berarti kita kurang minum air putih.

  1. jangan sering-sering memakai celana jeans ketat

            Kebayang zaman masih gadis, kalau belum punya celana jeans ketat rasanya kok belum keren. Celana jeans ketat memang tak nyaman dipakai, tapi demi bergaya apalah yang tak awak lakukan. LOL. Celana jeans ketat kurang cocok dipakai di iklim tropis karena akan memicu keluar keringat lebih banyak. Kondisi area V yang lembap menjadi tempat ideal tumbuhnya jamur.

  1. pakai celana dalam berbahan katun

            Saya membiasakan memakai celana dalam berbahan katun, bukan sintetis. Seperti yang kita tahu, bahan katun mampu menyerap keringat dan mencegah lembap area V. Celana dalam berenda berbunga dan terawang apalah apalah bolehlah sekali-sekali dipakai di kondisi tertentu, yaaa. :))))

  1. bawa celana dalam cadangan

            Hari gini jadi mom blogger aktivitasnya bukan cuma ngeblog di rumah, melainkan juga meliput aneka acara talkshow, launching produk, dll. Saya pernah meliput beberapa acara dalam sehari, dari pagi sampai malam. Kebayang pakai celana dalam yang sama seharian pasti risi. Saya berinisiatif membawa celana dalam cadangan di dalam tas. Hari menjelang sore, saya mengganti celana dalam dan lanjut ke aktivitas berikutnya.

  1. jaga area V tetap kering

            Lap area V dengan tisu toilet setelah BAK. Hindari tisu toilet berparfum. Alih-alih memakai pantyliner setiap hari, saya lebih memilih mengganti celana dalam supaya area V tetap kering. Monggo yang mau memakai pantyliner, tapi ingat untuk mengganti setiap 4 jam sekali.

  1. bersihkan area V dengan godokan sirih

            Di rumah, saya pernah menanam daun sirih. Daun sirih saya manfaatkan untuk membantu menghentikan mimisan Faruq, si sulung. Setiap kelelahan atau cuaca terlalu panas, Faruq bakal mimisan. Alhamdulillah beranjak gede, mimisannya tidak kumat-kumat lagi.

Daun sirih juga saya manfaatkan untuk membersihkan area V, terutama ketika keputihan. Caranya, ambil beberapa lembar daun sirih dan rebus. Airnya yang dipakai untuk membersihkan area V. Rasanya hangat, nyaman, dan harum. Jangan salah, remaja sebelum pubertas juga bisa mengalami keputihan. Shafiyya beberapa kali keputihan dan saya pakai godokan sirih untuk mengatasinya.

Suatu hari, tanpa angin tanpa hujan, tetangga membantai habis daun sirih di rumah kami! Huhu alasannya daun sirih kami merambat sampai ke atap rumah mereka dan membuat talang rumah mereka tersumbat. Yaaah … kenapa enggak bilang dulu atuh nanya dulu kek diskusi dulu kek apa kek. Padahal, tidak berapa lama tetangga kami itu pindah rumah. Kabarnya, rumah mereka dijual demi menutupi utang. Lho, malah gosip. Eh.

Alhamdulillah, 2 minggu yang lalu saya mendapat kiriman hampers Resik-V Godokan Sirih dari PT Kino Indonesia. Warna kemasannya hijau segeeer. Baru tahu ada produk godokan sirih dalam kemasan seperti ini.

Resik-V Godokan Sirih terbuat dari AIR GODOKAN SIRIH ASLI sebagai antiseptik alami yang diperkaya dengan ekstrak rumput fatimah. Proses pembuatannya higienis.

Berdasarkan tes mikrobiologi, produk ini diklaim mampu mengurangi jumlah Candida albicans, jamur penyebab keputihan abnormal. PH area V dipertahankan tetap asam. Pas untuk saya yang kadang-kadang area V-nya gatal dan berbau tak sedap karena keputihan. Umminya bersih dan sehat, keluarga pun senaaang. 🙂

Resik-V Godokan Sirih istimewa karena telah mendapat sertifikat HALAL dari MUI. Kita sebagai muslimah pun tenang memakainya.  

Hampir 2 minggu saya memakai Resik-V Godokan Sirih (enggak tiap hari, sih). Saya suka harumnya, bukan seperti harum parfum yang menusuk hidung. Harumnya harum khas sirih. Jadi ingat tanaman sirih saya dulu huhu (lagi). Warnanya kecokelatan, persis seperti warna air rebusan daun sirih. Cara pakainya, tuang secukupnya di telapak tangan dan gosok. Ada busa sedikit. Bersihkan area V, lalu bilas. Area V terasa kesat dan bersih.

Kemasan Resik-V Godokan Sirih enak digenggam dan cocok dibawa travelling. Tahu sendiri, kita enggak selalu mujur bisa nemu toilet yang proper untuk buang air saat travelling. Pengin bersih-bersih area V, tapi di mana pula cari daun sirih? Rebus-rebus lagi? Sungguh tidak praktis, Saudara-saudara. Untung ada Resik-V Godokan Sirih yang tinggal tuang dan pakai. Bagi ibu hamil, harap konsul ke dokter sebelum memakai Resik-V Godokan Sirih. Soalnya ada kandungan rumput fatima itu tadi.

            Gimana, Teman-teman pernah keputihan? Punya tip lain mencegah dan mengatasi keputihan? Yuk, share di sini. Insya Allah bermanfaat buat saya dan pembaca lainnya. 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Hamil dan Menyusui, Perjalanan Luar Biasa Para Ibu

Kalau bicara soal hamil, kehamilan saya tidak pernah ada masalah. Alhamdulillah, semuanya baik-baik aja. Tapiii, kalau bicara tentang menyusui, waw wew wow banyak drama berseri, terutama saat menyusui anak pertama. Rasa sakit akibat melahirkan belum reda dan bayi kuning pula, saya harus menanggung stres karena ASI belum keluar sama sekali! Saya bertanya kepada mama dan ibu mertua, namun mereka kurang tahu kenapa. Kondisi mereka beda sama saya. Info dari buku, komunitas, dan internet belum sebanyak sekarang. Ya Allah, kalau bayi saya mati kelaparan gimanaaa?! Di tengah kepanikan ini, seorang oknum medis RS sekonyong-konyong menawarkan susu formula berharga selangit. :((

Kasus anak pertama saya jadikan pelajaran, Teman-teman. Saat hamil anak kedua dan ketiga, wawasan parenthood kami yaaah boleh dibilang lebih mapanlah daripada sebelumnya. Saya melahirkan di RS yang berbeda dengan RS yang pertama. Syukur, saya dipertemukan dengan tim medis yang tulus dan berdedikasi. Setelah melahirkan, saya terus disuport baik fisik maupun psikis sampai ASI benar-benar keluar. Kalau ingat peristiwa ini air mata saya pasti menetes. Hamil, melahirkan, dan menyusui. What an extraordinary journey for me! 🙂

Well, ketika Anmum mengundang saya untuk hadir di acara kampanye Anmum #CelebratetheExtraordinary di Raffles Hotel, Jakarta (1/8), tentu saya antusias hadir. Anmum mengajak kami para mom blogger sama-sama merayakan Pekan ASI Sedunia. Padahal, saya bukan ibu hamil atau menyusui lagi hehehe. Kini si sulung telah beranjak remaja. Saya antusias hadir karena banyak pakar keren bakal sharing ilmu di acara ini, yakni Dr. dr. Ali Sungkar SPOG(K) (Ketua Perkumpulan Perinatologi Indonesia dan Anggota Dewan Penasihat Obstetri dan Ginekolog DKI Jakarta Indonesia), Rohini Behl (Marketing Teisor Fonterra Brands Indonesia), dan Ines Yumahana Gulardi, MSc. (Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia). Selain itu ada artis humble kesayangan Cynthia Lamusu dan ibu pejuang ASI Maria Wijaya. Saya pikir, postingan blog saya nanti insya Allah bermanfaat buat pembaca. Kini info parenthood tersebar luas di mana-mana, termasuk dari blog para kaum ibu seperti saya. Tinggal kita aja yang pintar-pintar memilah dan memilih info yang tepat dan sesuai.

Sebagian dari kita mungkin mengira bahwa nutrisi diberikan hanya ketika anak lahir. Nah, anggapan ini salah. Mari kita baca UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Di sana disebutkan defenisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Berarti? Sejak masih dalam kandunganlah semua kebutuhan anak, khususnya nutrisi, wajib kita penuhi.

Menurut Dr. Ali, 1000 hari pertama kehidupan sangat penting! Kenapa? Kualitas seorang anak terutama dibangun dari 1000 hari pertama kehidupannya, yakni 9 bulan 10 hari dalam kandungan (270 hari) dan 2 tahun (730 hari). Percaya tidak bahwa 1000 hari pertama kehidupan menjadi penentu masa depan bangsa? Pada masa janin sampai anak berusia 2 tahun inilah terjadi proses tumbuh kembang yang cepat nian, yang tidak terjadi pada kelompok usia lain. Contohnya, pertumbuhan otak. Sekitar 80% pertumbuhan otak anak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Bayangkan, kita akan melahirkan seorang khalifah atau pemimpin ke muka bumi. Pastinya kita ingin melahirkan khalifah terbaik. Sebaiknya ibu hamil tidak mengalami malanutrisi. Kalau iya, kemungkinan besar anak yang dilahirkan juga akan mengalami malanutrisi. Efeknya pada anak antara lain cacat batang selaput otak, bertubuh pendek (bukan karena keturunan), dan tubuh rentan infeksi. Mari kita putus rantai ini,” kata Dr. Ali. 

Btw, saya baru tahu kalau cuti hamil dan menyusui adalah hak anak, bukan hak ibu. Hak ini harus diberikan perusahaan kepada pegawainya yang membutuhkan. Semua udah ada undang-undangnya. Catet!

Selain nutrisi, suport sosial juga dibutuhkan kaum ibu. Jangan sekali-sekali menakut-nakuti ibu untuk berhenti menyusui supaya payudara tidak kendur atau alasan mitos lain. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar ibu hamil dan menyusui yang ditanyakan teman-teman blogger saat di acara. Saya rangkum jawaban dari narsumnya.

  1. Ibu hamil tidak boleh makan makanan yang belum matang

Fakta. Ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang matang. Makanan seperti sate, sayuran mentah, dll dihindari karena bisa jadi mengandung bakteri. Kalau sayuran paling tidak direbus dulu.

  1. Ibu menyusui tidak boleh hamil lagi

Mitos. Ibu menyusui boleh aja hamil lagi. Selama hamil juga tetap boleh menyusui, asaaal nutrisi ibu cukup, ya. Lama-kelamaan ASI akan susut sendiri seiring kehamilan yang semakin besar.

  1. Kebanyakan menyusui, payudara akan kendur

Mitos. Mungkin karena dikira payudara ditarik-tarik anak, terus payudara jadi kendur gitu. >.< Faktanya, semakin sering menyusui justru kulit sekitar dada akan semakin sehat. Banyak faktor yang menyebabkan payudara kendur, yakni aktivitas, lemak tubuh, merokok, dll.

  1. ASI saya sedikit, pasti tidak cukup untuk bayi saya

Mitos. Kekhawatiran ini mungkin muncul ketika kita kelamaan mantengin status teman yang stok ASI-nya sampai bertumpuk-tumpuk di kulkas. Akhirnya, semua baper pada waktunya. *halah* Padahal, jumlah ASI sendiri menyesuaikan, lho. Belum tentu ASI kita yang jumlahnya lebih sedikit daripada teman, tidak cukup untuk bayi kita. Saya termasuk yang jumlah ASI-nya standar aja. Di kulkas saya yang itu yang berjejer stoples camilan, bukan stok botol ASI. LOL. Kuncinya, komit dan konsisten menyusui. Semakin sering bayi disusui, biasanya produksi ASI akan semakin cetaaarrr. Ituh!

  1. Kualitas ASI yang dipompa berbeda dengan kualitas ASI yang diberikan langsung

Mitos. Kualitas ASI-nya sama. Perbedaannya, kalau ASI diberikan secara langsung, kita bisa skin to skin contact dengan anak. Ada bonding yang tercipta saat proses menyusui. Entah kenapa, saya merasa proses menyusui merupakan momen romantis kita dengan anak. Cuma 2 tahun dan sudah berlalu hiks. *terus didorong-dorong bikin anak lagi* *huaaa*

Sesi mengharukan sekaligus bikin kami tertawa tergelak-gelak adalah sesi sharing Mbak Cynthia Lamusu dan Mas Surya Saputra hahaha. Mungkin Teman-teman mengikuti cerita perjuangan mereka mendapatkan dua buah hati lucu Tatjana dan Bima melalui treatment bayi tabung. Setelah melahirkan, dilalah si kembar belum boleh dibawa pulang karena bobot kurang. Di sini perjuangan kembali dimulai. Mbak Cynthia tetap berusaha memberikan ASI eksklusif meskipun anak-anaknya masih menginap di inkubator NICU RS. Pernah hujan-hujan naik ojek sampai hampir selip segala demi memberikan ASI untuk anak-anak di RS. Mas Surya pun tidak pernah lepas tangan, dia selalu berusaha membantu sang istri. “Setiap saya pijit-pijit punggung Cynthia, ASI-nya pasti menderas,” kata Mas Surya tertawa. Demikian pula ibunya Mbak Cynthia. Beliau gantian membantu mengasuh si kembar sementara Mbak Cynthia istirahat.

Saya melihat foto dan caption di Instagram personel AB Three ini sumpah jadi berkaca-kaca je. Mbak Cynthia dan Mas Surya kerap berdialog seolah-olah Tatjana dan Bima bisa mendengar kalimat penyemangat orangtua mereka. Actually, saya yakin anak-anak itu betulan bisa mendengar karena kuasa Allah. Sekarang alhamdulillah keduanya sehat dengan bobot badan normal.

See, betapa numero uno suport keluarga bagi ibu hamil dan menyusui. Hal ini juga diamini Mbak Maria Wijaya, pejuang ASI sekaligus pendonor ASI. Ibunya Mbak Maria yang dulu tidak mampu memberikan ASI eksklusif kepada Mbak Maria, kini menjadi suporter utama agar anaknya mampu memberikan ASI eksklusif kepada cucunya. Alhasil Mbak Maria mampu memproduksi berbotol-botol stok ASI di kulkas. Menyadari anugerah ini, Mbak Maria berinisiatif membantu ibu-ibu lain dengan menjadi pendonor ASI. Hebat, ya? Demikian pula suami dan keluarga besar Mbak Maria. Mereka full support.

Bersamaan acara ini, kami diperkenalkan dengan produk susu ibu hamil Anmum Materna. Anmum Materna yang berada di bawah naungan Fonterra Brands Indonesia ini mengandung nutrisi makro dan mikro dengan gangliosida dan DHA. Rasa cokelatnya enaaak! Berdasarkan survei, 8 dari 10 ibu lebih menyukai rasa baru Anmum Materna yang cokelat dibandingkan dengan produk susu ibu hamil lainnya.

Saya jadi mengenang masa-masa mengonsumsi produk susu hamil yang dikeluarkan oleh sebuah brand, Teman-teman. Eeewww … rasa dan bau mineral besinya itu dominan banget! Aneh. Tahu sendiri kondisi ibu hamil yekan. Sebentar-sebentar pengin ho-ek. Ke mana-mana bawa kantong muntah. Saya yang selalu doyan makan nasi padang, selama hamil asli kurang belaian nasi padang. *penting enggak info ini?* Intinya, pengin makan dan minum normal aja kudu usaha, konon pula kalau disodori minuman yang rasanya tidak enak! Alamat langsung keluar utuh. 🙁 Jadinya saya memilih minum susu biasa. Hmmm, coba kalau dulu pas saya hamil udah kenalan sama Anmum, ya. Saya bisa lebih nyaman mengonsumsi susu untuk ibu hamil. Untuk ibu menyusui, tersedia Anmum Lacta. Anmum Lacta mendukung segala kebutuhan nutrisi ibu menyusui.

Di akhir acara, saya bertanya secara privat kepada Ibu Ines tentang keluhan meminum susu ibu hamil yang pernah saya alami. “Kami paham kondisi ibu hamil yang gampang sekali mengalami mual dan muntah. Karena itu, kami memasukkan mineral besi secukupnya aja (sesuai kebutuhan ibu hamil) ke Anmum Materna. Kalau kandungan mineral besi terlalu tinggi, dikhawatirkan minuman ini malah tidak bisa masuk sama sekali,” jelas Bu Ines. Nah!

“Bagaimana dengan kandungan kalsiumnya, Bu? Dulu saya pernah dikasih tahu mbak mbak SPG bahwa susu yang kalsiumnya tinggi itu tidak enak rasanya. Seandainya enak, berarti kandungan kalsiumnya bohong, “ tanya saya lagi.

Lagi-lagi Bu Ines menjelaskan bahwa semua kandungan nutrisi dalam Anmum Materna dan Anmum Lacta udah disesuaikan sama kebutuhan. Hanya, kandungan lemak dan gulanya DIBATASI demi menjaga kondisi kesehatan ibu hamil dan menyusui. Fonterra Brands Indonesia strict sekali soal ini.

Dari penelitian yang shahih, duo Anum terbukti tidak bikin gemuk. Lagi pula, untuk memproduksi ASI dibutuhkan asupan energi 700 kkal. Banyak, kaaan? Setop diet sembarangan, atur pola makan sehat, minum susu bila perlu, kalau tidak nanti malah kurang nutrisi. Saya dan Bu Ines mengobrol sambil sama-sama menelaah kandungan nutrisi yang tertera di kemasan Anmum. Bu Ines menjelaskan poin per poinnya. So, nutrisi terpenuhi tanpa perlu worry. 🙂

Percaya ya kalau pengalaman hamil dan menyusui adalah extraordinary journey kita? Perjuangan dan tantangannya benar-benar sesuatu. Rasanya kayak join mission impossible. :)) Saya aja sampai sekarang masih amazed mampu melewati masa-masa itu. Secara dulu saya remaja yang manis manjah dikit-dikit merengek ke mama hapalah-hapalah. Yuk, beri dukungan kepada ibu hamil dan menyusui di sekitar kita, terutama buat bapak-bapaknya, nih. Kita bisa berbagi peran mengasuh anak, membiayai, mencarikan info, menyediakan makanan bergizi, atau minimal bantu-bantu pijitlah supaya produksi ASI lancar jaya kayak yang dilakuin Mas Surya Saputra ke Mbak Cynthia Lamusu ehm. Apa pun itu semua suport pasti amat berarti. 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Bersyariah Bersama Bisnis MLM K-Link Indonesia

Pada tanggal 6 Juni 2017 lalu saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan dari Komunitas Indoblognet untuk berkunjung ke K-Link Tower, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Bukan, kami bukan akan merayakan ulang tahun Raisa di sana. Jangan sebut-sebut nama Raisa, saya udah mengikhlaskan babang Hamish (mantan saya) jadian sama dia. LOL. Jadi, dalam rangka apa, dong? Jawabannya, dalam rangka menghadiri acara K-Link Ramadhan Festival 1438 H. 🙂 Di sini ada bazaar, demo masak, tutorial hijab, office tour, dan talkshow.

            Asli, baru kali ini saya mendengar tentang bisnis K-Link. Ketika saya tanya ke teman, mereka menyahut, “Itu lhooo yang jualan klorofil!” Tambah bingung lagi deh saya. Kalau kata orang-orang, tak kenal maka ta’aruf. Well, dengan senang hati. Kebetulan tempo hari K-Link memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kami untuk menjajal wawasan tentang K-Link melalui office tour dan talkshow. Libaaasss bleh!

Kenalan dengan K-Link yuk!

K-Link ternyata perusahaan multilevel marketing (MLM) syariah yang hadir di Indonesia sejak tahun 2002. Awalnya berkantor 2 lantai di daerah Mangga Dua, Jakarta Utara. Berhubung bisnis semakin berkembang, K-Link pun pindah ke gedung K-Link Tower yang totalnya terdiri atas 25 lantai! Wow. Bayangkan, gedung ini milik K-Link lahir batin, bukan menyewa. (((LAHIR BATIN))) Hingga kini sebanyak 2 juta orang member K-Link tersebar di seluruh Indonesia. Serunya, di sana kami sempat bertemu member-member K-Link yang sedang training. Aura positif memenuhi ruangan. Semangat mereka luar biasa!

Apa ya yang membedakan MLM syariah dengan MLM biasa? Dalam talkshow Bersyariah Bersama K-LINK, Bapak HM Sofwan Jauhari, Lc, MAg, ASPM. (Dewan Syariah Nasional MUI), mengatakan, “K-Link berbeda karena memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang kompeten, aktif, dan rutin berkantor. K-Link anti money game (semacam judi dkk). Semua produknya bermanfaat dan halal. Tidak ada produk rokok, miras, dll.” Tahun 2010, perusahaan yang dikomandani Dato’ DR. H. MD Radzi Saleh ini mendapatkan sertifikat syariah dari MUI. Per tahun 2017 K-Link terhitung tiga kali mendapatkan sertifikat tersebut (tahun 2010, tahun 2013, dan tahun 2017). Salut, K-Link diklaim sebagai MLM syariah yang paling lama bertahan, yakni sekitar 15 tahun.  

Produk-produk K-Link

            Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, K-Link komit menjual produk yang bermanfaat, berbahan alami, resmi terdaftar di BPOM, dan pastinya halal. Selama ini kita tahunya K-Link menjual produk K-Liquid Chlorophyll aja, padahal … padahaaal … K-Link menjual lebih dari 180 produk dari urusan dapur sampai kasur. Ada makanan, suplemen, perawatan kulit, matras, pupuk, sampai celana dalam berenergi. Ehm. Konsumennya tua, muda, dan anak-anak. K-Link mengakui bahwa produk K-Link Chlorophyll termasuk yang paling laku dan paling dicari konsumen. Mungkin itulah sebabnya ‘branding klorofil’ ini begitu melekat pada mereka haha.

            Di antara sekian banyak produk, saya tertarik dengan produk Pat Pat K-Tupat Mini (ketupat mini). Entahlah, suasana Ramadhan begini, saya rindu ketupat/lontong sayur Medan. Saya lemaaahhh. Katanya, Pat Pat K-Tupat merupakan produk musiman yang dibikin hanya pada waktu Ramadhan dan Idulfitri. Teman-teman tidak perlu repot lagi membuat ketupat, tinggal rebus ketupat mini ini sama kuah sayurnya. Praktis, kan? Satu lagi, saya juga tertarik sama produk-produk skin care K-Link. Di lantai berapa ya lupa ada K-Link House of Beauty, semacam salon di mana semua treatment-nya memakai produk K-Link. Buka Senin–Sabtu untuk customer umum wanita dan pria. Nyaman tenan. Peralatannya pun mapan (lihat foto-foto di bawah). Pada hari-hari tertentu kita bisa tanya-tanya tentang produk kesehatan kepada dokter yang praktik di K-Link Tower. Bicara soal skin care, beberapa hari yang lalu saya mencoba K-Link Hand and Foot Cream di rumah. Wanginya enak, tidak lebay. Teksturnya lembut dan meresap, tidak lengket. Kulit berasa halus setelah pakai. Kandungan madu dan susu kambing membantu melembapkan dan mencerahkan kulit. Semoga saya bisa mencoba produk-produk skin care K-Link yang lain. 🙂

Fyi, K-Link memfasilitasi wanita menjadi mitra mereka dengan membentuk Leader Beauty Club (LBC). Member diberi training dan diikutkan seminar mengenai gizi keluarga, kebugaran tubuh, perawatan kulit, pokoknya macam-macam, deh. Acaranya tersebar di seluruh Indonesia. K-Link juga menawarkan alternatif pekerjaan paruh waktu kepada member yang pelaksanaannya bisa kapan aja dan di mana aja. Fleksibel.

Idealisme K-Link

“K-Link menganut teguh prinsip kekeluargaan,” demikian yang ditekankan Dato’ Radzi. Tidak ada ceritanya leader menjengkali junior. Tidak ada ceritanya leader ongkang-ongkang kaki dapat duit sementara junior kerja over-limit. There is no passive income here. Meskipun sudah berada si atas, leader tetap bekerja, memperhatikan dan membimbing juniornya.

Setiap hari Rabu para member K-Link kumpul-kumpul produktif di lantai 7. Tempatnya asyik banget! Hejo hejo bikin betah. Di sini member junior bebas konsultasi bisnis K-Link ke leader mereka. Makanan dan minuman gratis! More than that, setiap bulan K-Link mengadakan 700 pertemuan di berbagai daerah. Semua fasilitas disediakan dari pemateri, tiket pesawat, gedung, konsumsi, sampai tempat menginap di hotel (minimal 2 malam). Berapa duit itu, Inaaang. Duit itu duiiit, bukan daon siriiih. :)) K-Link memang fokus pada edukasi dan pengembangan potensi member-membernya. Investasinya di manusia. Leader-leader K-Link bukan keturunan hartawan, mereka berjuang dari nol. Yang namanya menuntut ilmu tidak pernah rugi, yes. Ilmu pasti bermanfaat sampai kita wafat.

Kami diajak Pak Herman Oscar, Area Manager K-Link Kalimantan, jalan-jalan menyusuri lantai demi lantai (tidak semua lantai, sih) K-Link Tower. Hahaaay … mirip di Hollywood, rupanya K-Link punya tembok Hands of Fame yang memajang cetakan tangan member-member mereka yang telah berhasil. Kategori Platinum Leader Club (PLC) berpenghasilan minimal Rp50 juta per bulan. Kategori Executive Leader Club (ELC) berpenghasilan minimal Rp80 juta per bulan. Glek. Glek. Glek. Bisa buat beli sawah berapa hektar di kampung bah. Target K-Link tahun 2020 nanti adalah menghantarkan 100 orang lagi member-nya berpenghasilan minimal Rp50 juta per bulan. Aamiin!

K-Link dan kegiatan sosial

            Kalau hidup cuma memikirkan untung, untung, dan untung apakah jiwa tidak terasa kering? Aktivitas membantu sesama membuat hidup kita lebih berwarna. Sebagai perusahaan, K-Link urung alpa soal ini. Kira-kira 6 tahun lalu mereka membangun panti asuhan di Yogya. Tahun ini mereka akan membangun panti resmi untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Sentul. Bukan cuma itu. Seluruh benefit penjualan dari Butik Shamil Collection milik K-Link akan disumbangkan ke anak-anak tidak mampu. Penggalangan dana ini merupakan salah satu program K-Link Care. Wah, mulia sekali, makin salut aja sayanyaaa. 🙂

Gimana, Teman-teman? Keren banget bisnis K-Link ini, ya? Imej marketing yang jempol. Komplet dan sesuai syariah. Kita yang menjalankannya pun jadi lebih adem, gitu. Satu pesan Dato’ Radzi, “Jika ingin berbisnis, hilangkan rasa waswas. Rasa waswas itu ibarat pisau yang tumpul. Selembut apa pun daging kalau pisaunya tumpul tetap tak akan terpotong.” So, yakin dan percaya, insya Allah.

Sekali lagi, berbisnis bukan sekadar mengejar keuntungan di dunia, melainkan juga harus mempersiapkan ‘modal’ untuk ke akhirat. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah akan dikumpulkan bersama Nabi, orang-orang shiddiq, dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti.” Aamiin yaa Rabb. Nah, apakah Teman-teman, terutama yang ibuk-ibuk tertarik menambah penghasilan dari rumah bersama K-Link? Yuk, mariii main-main ke K-Link Tower atau ke website k-link.co.id! [] Haya Aliya Zaki

Windy Ghemary dan Gelisah Hati

Adakah yang mengikuti acara Indonesian Idol 2014 dengan sepenuh hati jiwa dan raga seperti saya? Seru banget nonton Nowela dkk berlaga di panggung spektakuler! Dan, pastinya kalian tidak lupa dengan Windy Ghemary, finalis berkulit putih, berparas cantik, dan bersuara merdu. Hayooo … siapa yang sama-sama menjagokan Windy dulu? 🙂

Terlepas dari prestasi Windy di Indonesian Idol, somehow, saya selalu merasa beruntung bisa menulis sosok anak muda bertalenta dan ‘patuh’ pada proses. Yang kepo sila cek label Profil, ya. Nah, kali ini saya dan teman-teman blogger berkesempatan mengobrol dengan Windy dalam acara launching single keduanya Gelisah Hati dari iSOUND Records di Coffee Bean and Tea Leaf, Gandaria Selatan, Jakarta (27/2). Sebenarnya, ini kali kedua pertemuan kami. Yang pertama saat launching single Masih Mencintamu. Setelah ketemu yang pertama kali itu, kami tetap kontak via medsos. Windy rajin membalas satu per satu komen di medsosnya. Humble pisan euy! Secara dia artis gitu lho. Berikut tanya jawab kami dengan Windy yang saya rangkum.

  1. Sejak kapan menyanyi?

            Windy menyanyi sejak umur 5 tahun. Jelang remaja, hampir setiap minggu dia mengikuti perlombaan menyanyi. Kerja kerasnya berbuah manis. Windy mampu membiayai kuliah dan hidupnya dari aktivitas menyanyi, terutama dari menyanyi di acara-acara wedding.

  1. Pengalaman ikut Indonesian Idol?

Ada yang berkata bahwa ajang audisi menyanyi merupakan jalan pintas meraih ketenaran dan kesuksesan. Ini tidak sepenuhnya benar. Seperti yang udah teman-teman baca di atas, Windy menekuni passion-nya sejak kecil. Weleh, saya aja umur segitu masih main alip-alipan sama tetangga sambil lap ingus. :)) Hanya, Windy mengakui, audisi Indonesian Idol membuka peluang lebih besar agar potensinya bisa berkembang dan dikenal banyak orang. Dua bulan setelah mengikuti audisi lapangan, Windy dipanggil untuk mengikuti audisi teve yey! Penampilannya mampu mencuri hati para juri dan audiens. Alhamdulillah, bisa lolos sampai 7 besar Indonesian Idol itu luar biasa! Secara peserta audisinya sampai ratusan ribu orang dari berbagai kota di Indonesia, Saudara-saudara.

3. Siapa yang paling berperan dalam karier Windy?

“Aku bersyukur memiliki Mama yang selalu support dan menemani aku ke mana-mana. Beliau ‘cambuk’ agar aku mau berusaha untuk terus maju. Aku bisa seperti ini karena Mama,” kata Windy.

Well, doa orangtua memang dahsyat. Berkat Mama, Windy menjadi sosok mandiri. Windy jadi tahu arti tanggung jawab dan belajar konsekuen atas semua keputusan yang dia ambil. “Pernah aku terlambat sekolah dan Mama enggak ngebolehin aku pinjam sepeda motor tetangga. Aku harus tetap naik angkutan umum. Aku terlambat memang karena kesalahanku dan aku wajib tanggung jawab,” lanjut perempuan kelahiran tahun 1993 ini. Saya juga ikut belajar, nih. Jadi orangtua harus ‘tega’ sesekali demi mendidik anak. Noted!

  1. Cerita dong tentang single keduaGelisah Hati!

Berbeda dengan single pertama yang mellow gary barlow, single Gelisah Hati bernuansa electro pop. Windy lebih suka karena lagu ini lebih mewakili dirinya yang masih muda belia. Aaakkk … meski Tante udah enggak muda lagi, Tante juga lebih suka lagu Gelisah Hati, Wiiin. Iramanya nge-beat jadi pengin ajojing. *dadah-dadah anak 90-an*

Mumpung ada Pak Doddy Sukaman, sang pencipta lagu, kami pun kecentilan nanya-nanya proses pembuatan lagu. “Genre lagu harus sesuai sama karakter vokal penyanyi. Bikin lirik pun bukan sembarangan. Tidak semua kalimat cocok dimasukkan ke lagu, perhatikan penggalan kata,” jelas Pak Doddy.

Sebentar lagi Gelisah hati ada di Spotify dan lagu RBT. Wah, siap-siap beli, ya! Lalu, Pak Doddy sharing tentang fenomena penyanyi sekarang yang lebih memilih bikin single daripada bikin album. Jujur, dua tahun lalu saya sempat sedih waktu toko langganan Disc Tarra tutup karena bangkrut! Pak Doddy balik bertanya, “Siapa sih yang masih doyan beli CD (bukan celana dalam, please)?” Benar, kayaknya jarang, deh. Apa boleh buat. Penyanyi juga harus mengikuti zaman. Hari gini dengan modal 3–7 ribu perak kita udah bisa menikmati single kesukaan di iTunes, Spotify, dst. Btw, kalau boleh berharap, saya pribadi ke depannya pengin ada re-make video klip Gelisah Hati yang lebih kekinian dan lebih cetar. Aamiin!

  1. Tip menjaga stamina?

            Eits, jangan salah. Jadi penyanyi itu butuh stamina tinggi, lho. Kebayang kalau baru menyanyi 1–2 lagu napas udah mau putus. Windy punya 3 tip jitu menjaga stamina, yakni makan teratur, tidur yang cukup, dan olahraga! Kedengarannya gampang, tapi asli sulit menjalaninya. Butuh komitmen, terutama soal olahraga. “Olahraga tidak harus ke gym. Di rumah cari video olahraga di Youtube. Pakai baju seadanya pun jadi. Toh enggak ada yang lihat ini,” papar Windy.

  1. Cara menghadapi haters?

            Soal menghadapi haters, saya salut sama artis Syahrini. Doi sante banget kayak di pante. Haters-nya jadi gregetan sendiri hihihi. Ternyata Windy pun sama. Dia males meladeni haters.

Kata Windy, “Ambil sisi positifnya aja. Kadang ucapan haters yang setajam silet itu bisa jadi ‘masukan’ supaya kita berkarya lebih baik lagi.” Keren!

Kalau mau diikuti, obrolan kami dengan Windy mungkin tak bakal habis. Kami bertanya dari soal pacar, target menikah, sampai perawatan kulit. :)) Semua pertanyaan dijawab Windy dengan ramah. Tapi, waktunya cuma satu jam piye. Buat Teman-teman, jangan lupa nonton, subscribe, dan like video Windy di Youtube. Monggo komen-komen di sana, insya Allah semua langsung dijawab oleh Windy sendiri. Sukses buat Gelisah Hati! 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Buku sebagai Jendela Dunia dan Inspirasi Kehidupan

“Books were my pass to personal freedom. I learned to read at age three, and soon discovered there was a whole world to conquer that went beyond our farm in Mississippi.” – Oprah Winfrey

Pada suatu masa, kisah hidup Oprah Winfrey begitu menarik perhatian saya (sampai sekarang pun masih). Saya pun membeli komik biografi Oprah (karya penulis Ahn Hyong mo) untuk saya dan anak-anak baca. Ya, siapa yang tidak kenal dengan perempuan asal Mississippi berusia 63 tahun ini? Popularitasnya meroket berkat acara Oprah Winfrey Show. Orang-orang menjulukinya ratu media. Oprah mengakui, dia terbebas dari masa kecilnya yang kelam berkat benda bernama BUKU. Kok bisa? Teman-teman sila baca lengkap kisah hidup Oprah Winfrey di internet, koran, majalah, atau buku. Insya Allah menginspirasi. 🙂

  Dan, kisah hidup Oprah menjadi pembuka yang manis di acara Kafe BCA V bertema Membaca dari Generasi ke Generasi yang berlokasi di gedung Menara BCA, Jl. Thamrin, Jakarta. Waaah … asli saya terpesona melihat dekor di TKP. Di mana-mana ornamen buku bahkan sampai hanging mobile-nya pun buku! Panggungnya? Buku raksasa! Seru! :))

Btw, ada yang belum tahu Kafe BCA? Kafe BCA merupakan wadah berdiskusi yang menghadirkan para pakar dan praktisi untuk membahas tema tertentu. Tujuannya memberikan informasi dan ilmu kepada masyarakat demi kemajuan bersama. Kafe BCA tampil perdana pada tanggal 13 Januari 2016. Pada tanggal 15 Maret 2016 lalu sudah sampai ke acara diskusi yang kelima. Makanya diberi nama: Kafe BCA V.

Di forum Kafe BCA V saya rada takjub soalnya narsum acaranya sampai 5 orang. :)) Mereka adalah Muh. Syarif Bando (Kepala Perpustakaan Nasional RI), Tjut Rifameutia Umar Ali (Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia), Lucia Ratih Kusumadewi (Dosen Sosiologi Universitas Indonesia), Dadang Sunendar (Kepala Badan Pengembangan dan Pembina Bahasa), dan … Andy F. Noya (Duta Baca + presenter acara Kick Andy). Narsum yang paling bikin penasaran pastinya Andy F. Noya dong. Siapa yang tak kepincut sama acara Kick Andy? So inspiring! Saya ulas semua diskusi berdasarkan nama-nama narsumnya, ya. Siapkan energi kalian untuk membaca tulisan panjang. Semoga enggak pada bosan dan pindah ke postingan lain haha.

  1. Muh. Syarif Bando (Kepala Perpustakaan Nasional RI)

            Berdasarkan studi Most Literated Nation in the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, Indonesia dinyatakan sebagai negara yang menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Hampir nomor buncit! :((

Menurut Pak Syarif, sebenarnya minat baca di Indonesia cukup baik. Hanya, buku yang mau dibaca itu SANGAT SEDIKIT. Sekitar 74% perpustakaan bertumpu di Pulau Jawa. Standar UNESCO, 1 orang membaca 2 buku. Faktanya, di berbagai daerah di Indonesia (terutama di pelosok), 1 buku diantre baca oleh 50 orang! Alamak!

Bagaimana dengan internet? Ada 130 juta penduduk Indonesia yang terkoneksi internet dan cuma 2,5% yang menggunakannya untuk browsing ilmu pengetahuan. Bukan apa-apa, kontennya itu kurang sekali. Jadi, Pak Syarif berharap, ke depannya jumlah penulis (terutama penulis buku) bertambah banyak dan jumlah literatur atau buku yang ditulis juga bertambah banyak. Alhamdulillah, tahun lalu dan tahun ini saya mendapat kepercayaan menulis 10 serial moslem fairy tale pictorial book. Semoga bisa sedikit membantu ya, Pak. Aamiin.

  1. Tjut Rifameutia Umar Ali (Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia)

            Kebiasaan membaca tidak muncul sekonyong-konyong. Anak senang membaca jika orangtua dan lingkungannya juga senang membaca. Ketika menunggu, anak melihat ibu membaca buku. Ketika di rumah, anak melihat ayah duduk santai membaca buku. Demikian seterusnya. Kebiasaan ini sebaiknya ditanamkan ketika anak berusia di bawah 6 tahun. Bacakan buku. Dongengkan mereka. Tunjukkan ekspresi kece saat membaca. Obrolkan buku yang telah mereka baca.

  1. Lucia Ratih Kusumadewi (Dosen Sosiologi Universitas Indonesia)

            “Sebagian besar sistem komunikasi di institusi pendidikan kita masih satu arah. Guru ibarat sumber ilmu pengetahuan dan murid ibarat celengan yang selalu menerima,” papar Bu Lucia. Istilahnya, murid punya ilmu pengetahuan, tapi nantinya sulit untuk memproduksi ilmu pengetahuan. Yang lebih parah sih kalau murid jadi generasi penghapal. Baca buku cuma saat ujian dan setelah lulus apa yang dipelajari pun hilang. Hmmm, sounds familiar? :))

            Saran Bu Lucia, alangkah idealnya jika murid ramai-ramai diajak membaca buku. Setelah itu, berdiskusilah tentang apa yang mereka baca. Biarkan mereka menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan. Murid dibiasakan berpikir kritis dan kreatif. Setuju pakai banget, Bu Lucia! Mari kita tinggalkan sistem pendidikan zaman lawas di mana murid cuma bisa manggut-manggut elus janggut ngeliatin gurunya di depan kelas. :p

  1. Dadang Sunendar (Kepala Badan Pengembangan dan Pembina Bahasa)

            Info dari Pak Dadang, sesuai program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) dari Kemendikbud, setiap sekolah mewajibkan murid-muridnya membaca buku selama 15 menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai. Boleh baca buku apa aja, tidak harus buku pelajaran kok. Siswa bebas memilih buku yang disukainya dan buku tersebut memperkaya pengetahuan. Apakah itu dongeng, cerita rakyat, sastra, dll. Kira-kira berat tidak melaksanakannya, ya?

  1. Andy F. Noya (Duta Baca dan presenter acaraKick Andy)

            Eng-eing-eng. Here we go. Kayaknya diskusi dari Bang Andy ini bakal paling panjang sendiri haha. Soalnya saya terkesan banget sama perjalanan hidup beliau. Adakah di antara Teman-teman yang bertanya-tanya kenapa Bang Andy selalu memberikan hadiah buku kepada audiens acara Kick Andy? Aksi bagi-bagi buku ini menjadi ciri khas acara Kick Andy. Audiens di rumah juga berkesempatan mendapat hadiah buku dengan cara ikutan kuis. Nasiiib, beberapa kali ikutan, saya belum pernah beruntung. :p

Ternyata oh ternyata ada cerita pilu di balik bagi-bagi buku tersebut. Kehidupan Bang Andy kecil di Kota Malang sangatlah sulit. Dia suka membaca buku, tapi tidak sanggup membeli. Senang sekali rasanya ketika bu guru rutin memberikan hadiah majalah Si Kuncung. At least Bang Andy punya bahan bacaan. Berkat gemar membaca, laki-laki kelahiran Surabaya ini jadi gemar menulis.

“Dengan hobi menulismu ini, suatu saat kamu akan menjadi hartawan,” kata salah seorang guru sekolah Bang Andy.

       Melihat anaknya sangat suka membaca, ibu Bang Andy tersentuh hatinya untuk menyisihkan uang dan membeli koran setiap hari. Padahal ibu Bang Andy hanya penjahit berpenghasilan pas-pasan. Makan sehari-hari aja sering sama nasi dan garam. Kedua orangtua Bang Andy telah berpisah dan 3 anak menjadi tanggungan ibu Bang Andy. Kalau dipikir-pikir, sepertinya mereka mustahil berlangganan koran. Tapi, ibu Bang Andy mampu melakukannya demi melihat anaknya semangat mencari ilmu. Setiap Bang Andy ulang tahun, ibu memberi hadiah buku. Dari buku, Bang Andy jadi tahu cara membuat macam-macam prakarya bagus. Dia yang selama ini diremehkan karena miskin, tiba-tiba panen pujian di sekolah. Saat bercerita pengorbanan ibu, mata Bang Andy berkaca-kaca. Tenggorokannya tercekat selama sekian detik.

Beberapa tahun kemudian, Bang Andy pindah ke Papua mengikut ayahnya. Dia pikir hidupnya bakal berubah. Ternyata podo wae sami mawon, Saudara-saudara. Ayahnya tukang reparasi mesin tik yang miskin. Soal buku, jangan bandingkan ketersediaan buku di Jawa dengan di Papua. Di Papua, buku luar biasa susah dicari. Kalaupun ada, harganya mahal ampun-ampunan.

Setelah itu, Bang Andy diajak saudaranya pindah ke Jakarta. Dari sisi pengetahuan, dia menyadari banyak tertinggal dengan teman-teman sebayanya. Apa yang dilakukan Bang Andy? Well, dia menebusnya dengan ‘brutal’ membaca buku! Uang dari mana? Alhamdulillah, ada Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Di sana merdeka baca buku. Gratis! Jika punya uang, Bang Andy berburu buku-buku bekas di Kwitang.

Demikian akhirnya hingga Bang Andy berhasil menggapai cita-citanya menjadi wartawan di berbagai media kesohor dan lanjut menjadi presenter teve acara Kick Andy. Di tangan dingin Bang Andy, acara ini telah beberapa kali diganjar award bergengsi. Wah, ucapan guru Bang Andy dulu sudah terbukti. 🙂 Saya pribadi mengukur kata “hartawan” bukan dari materi aja sih. Jangan bandingkan dengan Princess Syahrini yang ke mana-mana naik jet pribadi hihi. Tapi, berkat buku, Bang Andy bisa memeluk profesi yang dia idam-idamkan. Berkat buku, Bang Andy bisa menolong masyarakat di daerah terpencil yang butuh perluasan akses buku. Kalau Amerika punya Oprah WInfrey, Indonesia punya Andy F. Noya. Mereka menunjukkan bagaimana buku mampu mengangkat derajat hidup seseorang. Diskusi bersama Bang Andy diselingi gelak tawa dan rasa haru. Kelihatan memang kalau presenter andal itu, ya. Pandai betul membawa suasana.

“Anak-anak miskin yang tinggal di daerah terpencil akan terbuka wawasannya jika rajin membaca buku. Mereka jadi punya harapan. Mereka jadi punya keberanian untuk mengubah hidup asalkan mereka mau berusaha.” – Andy F. Noya

  Guess what, kita juga bisa ambil bagian seperti Bang Andy! BCA mengajak kita berpartisipasi dalam gerakan berbagi Buku untuk Indonesia. Pilih paket donasi yang tersedia. Dana yang terkumpul akan dikonversi menjadi buku. Buku-buku tersebut nantinya disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, BCA mempersembahkan kaus kebaikan untuk kita yang berpartisipasi dalam gerakan berbagi Buku untuk Indonesia. Detailnya lihat di banner.

Teman-teman ikutan, yuk! 🙂 “Mari sebarkan buku ke seluruh penjuru negeri untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutup Pak Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA. [] Haya Aliya Zaki

Berantas Komedo dan Bekas Jerawat dengan 5 in 1 Microdiamonds Facial di Dr. Nurul Clinic (DNC)

Teman-teman, komedo sepertinya jadi masalah abadi kulit wajah saya pfffttt. Biasanya saya rutin atasi pakai pore strips. Pore strips memang kurang efektif, tapi masih lebih baik daripada facial. Kapok euy. Ngilu rasanya membayangkan jarum mencongkel satu per satu komedo yang membandel.

“Kok nangis, Mbak? Terharu ya rombongan komedonya sukses diambil?” Pernah mbak mbak terapis sebuah salon menggoda saya.

Wong sakit dibilang terharu … huhuhu! Kecualiii kalau ada yang ngajakin saya hydrafacial (facial tanpa rasa sakit) di Singapura seperti dua tahun lalu. Mau banget dong facial lagi. :p

Good news, Sabtu lalu saya mendapat undangan ke acara pembukaan cabang pertama klinik kecantikan Dr. Nurul Clinic (DNC) di Jl. H. Moh. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta. Fyi, DNC pusat berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta. Wah, jelas saya excited! Kabarnya klinik kecantikan ini ditangani oleh tim yang profesional. Meski jauh dari rumah, saya bela-belain datang. Simak terus info lengkapnya di postingan saya. Jangan buru-buru ditutup, lho.

Apa itu DNC?

            DNC merupakan klinik estetika dan perawatan tubuh. “Selama ini orang-orang ke dokter hanya saat sakit. Padahal, mungkin kita juga butuh pelayanan kosmetik medis atau perawatan kulit oleh tenaga ahli,” kata Dr. Nurul yang memiliki nama lengkap Dr. ST. Nurul Wasik.

            Dr. Nurul telah memiliki pengalaman puluhan tahun sebagai dokter umum, akupunturis, dan praktisi estetika + anti-aging. Sejak tahun 2000–sekarang beliau praktik di Seoul Medical Clinic (SMC), Mampang, Jakarta. Cukup banyak selebritas dalam negeri yang mempercayakan penanganan kecantikan wajah dan tubuh mereka kepada Dr. Nurul. Demi mempermudah pasien yang ingin konsul di luar jam kerja SMC, pada tahun 2010 Dr. Nurul membuka praktik pribadi di Lebak Bulus, Jakarta.

Saya terkagum-kagum memandangi aneka sertifikat studi dan pelatihan milik Dr. Nurul yang dipajang berjajar di tembok DNC. Di DNC tentu saja Dr. Nurul tidak bekerja sendiri. Beliau dibantu dokter, apoteker, suster, dan terapis. Nah, ini poin penting yang Teman-teman harus aware. Pasti kalian pernah mendengar kasus malapraktik yang dilakukan oleh klinik kecantikan abal-abal, ya? Mpok Atiek contoh korban. Wajah pelawak kesohor ini jadi aneh gara-gara ditanam silikon.

So, jadilah pasien yang bijak. Pilih klinik yang benar-benar kompeten. Kita berhak menanyakan keabsahan pendidikan tim medis yang akan menangani kita.

Satu lagi, biasanya saya memperhatikan penampilan dokternya. Kalau penampilan dokternya aja tidak meyakinkan (lusuh, jerawatan, flek hitam numpuk, dst), gimana kita percaya mereka bisa memperbaiki penampilan kita? 🙂 Nah, saya senang banget melihat penampilan Dr. Nurul, terutama wajahnya yang mulus dan tampak awet muda. Padahal usia beliau udah lebih dari setengah abad.

Apa aja treatment di DNC? 

            Menurut dr. Renny Indratama, penanggung jawab DNC cabang, mereka tak hanya memberikan pelayanan kosmetik medis dan perawatan wajah. Yang pengin relaksasi (totok aura, totok payudara, dll) atau menurunkan berat badan (akupuntur, aquapuntur, dll) boleh ke sini. Daaan, SPA! Aih, siapa yang tak mupeng bersantai di spa? Harga per treatment bervariasi mulai Rp250 ribu–Rp10 juta.

Selama bulan Februari 2016 tersedia diskon 50% di DNC. Asyik, kan? Khusus botox, filler, dan tanam benang diskon 20%.

Treatment 5 in 1 Microdiamonds Facial + Oxygen

Sebelum treatment, saya konsul dengan Dr. Nurul. Problem utama wajah saya adalah komedo dan lobang bekas jerawat. Pipi juga over chubby. Saya prefer treatment untuk komedo dan lobang bekas jerawat, yakni 5 in 1 Microdiamonds Facial + Oxygen. Treatment untuk pipi chubby nan menggemaskan ini kapan-kapan aja hihihi. Oiya, treatment untuk pipi chubby namanya Hifu (High Intensity Focus Ultrasound).

Bangunan DNC terbagi atas 3 lantai. Lantai 1 untuk konsultasi dokter, lantai 2 untuk treatment, dan lantai 3 untuk spa. Jangan khawatir, ruangan laki-laki dan perempuan dipisah. Selesai konsultasi, saya diajak naik ke lantai 2 untuk treatment. Ruangannya sejuk, bersih, dan harum aromaterapi. Suara musiknya menenangkan.

Pengin tahu kan kayak apa treatment 5 in 1 Microdiamonds Facial + Oxygen? Facial ini menggunakan 1 alat canggih dengan 5 fungsi berbeda, antara lain mengeluarkan komedo, menyamarkan bekas jerawat, dan meremajakan kulit.  Selama facial saya tidak merasakan sakit sama sekali. Pori-pori dibuka terlebih dahulu supaya komedo mudah diangkat. Komedo diangkat pakai alat semacam spatula, bukan jarum. Asli, saya malah ngantuk. Treatment satu setengah jam rasanya kurang hahaha. Suka sama mbak mbak terapisnya yang ramah dan terampil. Sesi paling nagih itu pas terakhirnya kulit wajah disemprot oksigen. Dingin dan segaaarrr.

Sebelum pulang saya dibekali beberapa macam produk DNC, yakni pembersih wajah, krim jerawat, dan serum. Dr. Nurul dan apoteker yang meracik produk-produk di klinik mereka. Harap dicatat, sebagian treatment di DNC tidak memberikan hasil instan. Kita harus datang beberapa kali supaya hasilnya optimal. Salam cantik! 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Dr. Nurul Clinic (untuk laki-laki dan perempuan)

My Sister’s Keeper: Dilema Cinta Ibu

“If you have a sister and she dies, do you stop saying you have one? Or are you always a sister, even when the other half of the equation is gone?” – My Sister’s Keeper

“Jika kamu berjuang untuk Kate, lalu siapa yang berjuang untuk Anna?” tanya sang pengacara dengan pandangan tajam.

Sara terdiam, seolah berusaha mengumpulkan kekuatan. Beberapa detik kemudian, dia membalas garang, “Kamu tidak tahu posisiku sebagai ibu! Anna itu anak yang sehat, sementara Kate sakit. Jika Kate tidak ditolong, dia akan mati! Jika aku tidak berusaha, aku akan mengubur anakku sendiri!” (kurang lebih begitu dialognya)

 Adegan di atas adalah adegan persidangan Sara Fitzgerald (Cameron Diaz), ibu 3 anak remaja, di film drama keluarga My Sister’s Keeper (Penjaga Kakakku). Fyi, film ini diadaptasi dari novel karya Jodi Picoult dengan judul yang sama. Ceritanya, Sara dituntut oleh Anna Fitzgerald (Abigail Breslin), anak bungsunya yang berusia 13 tahun. Iyes, Sara dituntut oleh anak kandungnya sendiri.

What?! Anak durhaka! Malin Kundyaaang … dyaaang … dyaaang … dyaaang!

Pasti itu respons spontan Teman-teman. Wait, baca dulu cerita saya selanjutnya, mungkin … mungkiiin kalian akan berubah pikiran.

Kemarin secara tidak sengaja saya membuka channel HBO Hits dan ternyata film My Sister’s Keeper sedang tayang. Film yang rilis tahun 2009 di Amerika. Sudah lama pengin baca bukunya, belum kesampaian. Sudah lama pengin nonton filmnya, lagi-lagi belum kesampaian. Eh, kali ini saya beruntung bisa menikmati filmnya tanpa direncanakan. 🙂

Sara Fitzgerald dan Brian Fitzgerald (Jason Patric) dianugerahi sepasang anak laki-laki bernama Jesse Fitzgerald (Evan Ellingson) dan anak perempuan bernama Kate Fitzgerald (Sofia Vasilliev). Kebahagiaan mereka lengkap. Namun, kebahagiaan itu tidak lama. Pada usia 4 tahun, Kate divonis mengidap leukemia akut (kanker darah). Menurut dokter, kelak Kate bakal kesulitan mendapatkan donor, kecuali Sara dan Brian melakukan satu cara. Apakah gerangan?

Sara dan Brian disarankan melakukan program bayi tabung. Dokter akan membantu semacam rekayasa genetika untuk “menciptakan” janin yang gen-nya nanti cocok untuk Kate. Istilahnya: design baby. Sara dan Brian setuju.

Lalu, lahirlah anak ketiga yang diberi nama Anna. Sara memutuskan berhenti bekerja sebagai pengacara karena ingin fokus merawat Kate. So here’s the drama. Sejak bayi, Anna sudah menyumbangkan tali pusarnya untuk Kate. Selanjutnya, tak terhitung berapa kali Anna mengalami operasi dan transfusi demi kelangsungan hidup Kate. Ya, Anna melakukan semua kemauan ibunya, dari mendonorkan darah, mendonorkan granulosit, sampai mendonorkan sumsum tulang belakangnya demi sang kakak. Poor little Anna. Bisa kebayang enggak sih anak yang sehat kondisinya jadi sama seperti anak yang sakit? Dari bayi hingga remaja kerjaannya bolak-balik masuk RS aja. Anna TIDAK MEMILIKI wewenang atas tubuhnya sendiri.    

Tahun demi tahun berlalu. Sara semakin “berambisi” supaya Kate sembuh. Dia melupakan hak anak-anaknya yang lain, Anna dan Jesse. Lho, emang Jesse kenapa? Jesse mengidap disleksia. Sekolahnya berantakan. Jesse luput dari perhatian orangtuanya yang sibuk mengurus Kate. Puncaknya ketika Kate berusia 16 tahun. Sara meminta Anna mendonorkan ginjalnya untuk Kate karena ginjal Kate telah rusak. Kate menolak menerima. Dia merasa CUKUP sudah. Enough is enough!

Kate tidak ingin adiknya berkorban lagi, meskipun adiknya mau. Kate tidak mampu membayangkan Anna bakal kehilangan masa depannya sebagai cheerleader dan pesepak bola. Tapi, Sara ngotot terus. Sara sangat takut Kate meninggal. :((

Sara rela membotaki kepalanya supaya Kate tidak merasa sendirian (Kate botak karena terapi kanker)

Apa akal? Bermodalkan 700 dolar hasil dari menjual liontin, Kate menyuruh Anna menyewa pengacara Campbell Alexander (Alex Baldwin). Anna menuntut kebebasan mengiyakan atau menolak permintaan ibunya untuk melakukan macam-macam operasi, transfusi, donor, dll itu. Anna menuntut kewenangan atas tubuhnya sendiri. Ekstrem ya menuntut ibu sendiri? Terpaksa dilakukan karena keinginan Sara tidak pernah bisa dibantah. Kenyataannya, Anna jauh dari kejam kok. Justru dia luar biasa menyayangi Sara dan Kate. Anna melakukan  ini karena dikompori Kate yang kasihan kepadanya. Btw, kenapa Kate dan Anna memilih Mr. Campbell untuk menjadi pengacara? Mr. Campbell mengidap epilepsi. Jadi, Mr. Campbell tahu seperti apa rasanya tidak memiliki wewenang terhadap tubuhnya sendiri (saat penyakitnya kambuh).

Malam usai sidang, Kate duduk berdua di dalam kamar di RS bersama ibunya. Dia menceritakan betapa bahagianya dia selama ini. Meski sakit, keluarga selalu ada untuknya. Kate memohon Sara mengikhlaskan dia pergi dengan damai. Sara urung menjawab. Hanya isakan panjang yang terdengar. Keeesokan pagi, Kate tidak terbangun. Dia benar-benar telah pergi.

Setelah Kate meninggal, kehidupan keluarga Fitzgerald terus berlanjut. Sara kembali bekerja sebagai pengacara. Brian pensiun dini karena ingin menjadi konsultan buat remaja bermasalah. Anna berprestasi di sekolah. Soal sidang? Anna memenanginya. 🙂 Jesse mendapatkan beasiswa sekolah seni di New York. Yey! Jesse melanjutkan sekolahnya lagi! Setahun sekali mereka sekeluarga mengunjungi Montana, tempat favorit almarhumah Kate.

The story behind My Sister’s Keeper novel
Pada usia 5 tahun, Jake (anak Jodi Picoult), terserang choleateatoma, yakni tumor jinak di telinga kiri. Tumor jinak, tapi sewaktu-waktu bisa menyerang otak dan membunuh Jake. Jake harus menjalani 13 macam operasi! 

Film kelar, ada kali setengah jam saya sesenggukan. :(( Dilema betul posisi Sara sebagai ibu. Saya teringat pedihnya perasaan kala merawat anak yang semingguan sakit di RS. Sementara, anak-anak saya yang lain, yang kondisinya sehat, juga tetap harus diperhatikan. Itu “cuma” semingguan. Gimana dengan Sara yang sampai belasan tahun. 🙁 Saya pula teringat satu per satu keluarga di Medan. Jika dikatakan bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga, bagi saya itu benar adanya.

Saya tidak akan membahas soal akting Cameron Diaz dkk. Cukup dua kata: keren gilak! Soal hikmah, banyak hikmah yang bisa dipetik dari kisah My Sister’s Keeper. Sekuat apa pun usaha manusia, kalau Allah menakdirkan lain, kita harus ikhlas. Ikhlas seikhlas-ikhlasnya. Dalam keadaan sulit, sebuah keluarga hendaknya tetap bersatu. Keluarga yang saya maksud di sini bukan hanya keluarga sedarah. Orang-orang yang paling dekat dan paling mengerti kita, bisa jadi saudara kita juga. Seandainya sekarang kalian merasa belum memiliki keluarga, berjanjilah suatu saat kalian akan menjadi pasangan yang baik, orangtua yang baik, dst. Ini sebenarnya sekalian nasihat untuk diri saya sendiri. 🙂 Well, have a blessed Friday, Teman-teman! Jadilah “penjaga” bagi orang-orang tersayang. [] Haya Aliya Zaki