Peran Orangtua dalam Menciptakan Anak Cerdas

Pernahkah Teman-teman galau melihat rapor sekolah anak yang nilainya sedang-sedang saja, sementara kalian dulu anak cerdas selalu juara kelas? Pernahkah Teman-teman bingung melihat anak ogah-ogahan belajar musik, sementara kalian menguasai beberapa macam alat musik? Pernahkah Teman-teman heran melihat anak hobi jumpalitan sana-sini, sementara hari-hari kalian duduk anteng sambil menulis buku?

Nah, yang terakhir itu kejadian sama saya haha. Saya dan anak saya, Shafiyya (10 tahun), bagai langit dan bumi. Dia hobi gymnastic, menari, memanah, dan berenang. Apa pun yang namanya aktivitas fisik, dia suka! Ini kebalikan dengan saya yang sering menghabiskan waktu dengan menulis, menulis, dan menulis. Awalnya sih sedih. Pengin banget rasanya Shafiyya juga hobi menulis, tapiii sekarang tidak lagi setelah saya tahu ilmu tentang kecerdasan majemuk.

Dalam buku The Frames of Mind, Howard Gardner menyebutkan bahwa manusia memiliki 8 kecerdasan majemuk, yakni kecerdasan linguistik, kecerdasan matematika-logis, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik jasmani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal,  kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. See, pada dasarnya semua manusia cerdas. Bisa jadi saya memiliki kecerdasan linguistik, sementara Shafiyya kecerdasan kinestetik jasmani.

Apakah anak cerdas itu?

“Anak cerdas itu, yang pertama, adalah anak yang SEHAT baik sehat jasmani maupun mental. Kedua, KREATIF, di mana anak bukan cuma menjadi penikmat, melainkan juga mampu menciptakan sesuatu. Lalu, BERANI dan PEDULI yang berkaitan erat dengan karakter. Penting diketahui bahwa keberhasilan seseorang sangat tergantung kepada kecerdasan sosial emosional,” jelas Mbak Kasandra Putranto, Psikolog dan Pendiri Kasandra & Associates dalam acara talkshow #AnakCerdasItu bersama Cerebrofort di AEON Mall BSD City, Tangerang (9/8).

Btw, berani di sini bukan berarti berani cari ribut atau ngajak gelut teman, ya. Maksudnya berani menyampaikan pendapat, punya inisiatif, dan pelopor aksi positif.

Mbak Kasandra mengibaratkan generasi sekarang sebagai generasi Titanium. Secara makna harfiah, Titanium adalah logam transisi yang kuat dan tahan korosi. Harapannya generasi sekarang bakal jadi generasi yang kuat dan tahan banting. Buang jauh-jauh deh tuh istilah bapergagal move onpewe, dst.

Bantu anak cerdas!

Mustahil anak cerdas terbentuk dengan simsalabim. Orangtua, sekolah, dan masyarakat punya peran penting. Please be noted, cerdas TIDAK SAMA dengan pintar. Contoh cerdas versi Howard Gardner sudah saya sebutkan di atas. Kalau pintar biasanya dikaitkan dengan prestasi akademis. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai orangtua untuk membantu anak cerdas mengembangkan dirinya.

  1. kenalkan anak dengan hal-hal yang mungkin dia suka

            Gimana kita bisa tahu anak punya satu atau lebih kecerdasan jika mereka tidak pernah dikenalkan dengan alam, seni, atau bahasa? Ajak anak traveling, belajar memainkan alat musik, ikut kursus bahasa, dll sejak dini. Biarkan mereka mengeksplorasi dan mencicipi hal-hal baru di sekitarnya.

  1. pilih sekolah yang paling tepat

            Sesungguhnya, tidak ada sekolah yang paling bagus, yang ada hanyalah sekolah yang paling tepat. Ada anak yang cocok masuk sekolah alam, ada anak yang cocok masuk sekolah berbasis sains, ada anak yang cocok masuk sekolah yang materinya condong ke enterpreneur, dst. Sekolah yang dipilih sebaiknya mampu memberikan stimulasi-stimulasi yang optimal untuk mendukung kecerdasan anak.

             Selain sisi akademis, saya bersyukur sekolah Shafiyya ikut mengajarkan kecerdasan sosial emosional. Tempo hari murid-murid diimbau mengumpulkan dana untuk korban musibah gempa di Lombok. Raise our children to care and love for each other. Sekecil apa pun perbuatan baik tetaplah bernilai.

  1. sering chit chat sama anak

            Maksudnya chit chat dua arah, bukan orangtua yang otoriter perintah ini itu, sementara anak yes yes aja hihi. Diskusi kegiatan apa yang anak suka dan kenapa. Kalau tiba-tiba anak mogok ke tempat kursus, cari tahu sebabnya. Anak yang mogok kursus karena berantem sama teman, tidak perlu sampai berhenti kursus, kan. Dengarkan keluhannya dan coba cari solusi bersama-sama.

  1. dukung minat anak

Minat anak bisa berbeda dengan orangtuanya, saudaranya, dst. Jika kita memaksakan kehendak, anak bakal stres, memberontak, bahkan sakit. Alih-alih memaksa Shafiyya menulis, sekarang saya mendaftarkannya di beberapa tempat kursus yang sesuai minatnya.

Pesan Mbak Kasandra, biasakan anak ikut lomba. Ajang lomba bukan untuk gagah-gagahan. Anak belajar berkompetisi secara sehat, sportif, dan menjadi pribadi tangguh. Apresiasi ketika mereka menang. Meski begitu, apresiasi juga anak yang sedang dalam proses belajar, bukan cuma saat mereka menang. Dukungan orangtua membuat anak semakin bandel (tidak mudah putus asa), termotivasi, dan penyaluran minatnya juga lebih terarah. Akur?

  1. ayo bergerak!

            Aktivitas fisik mampu mengaktifkan sel-sel otak dan bermanfaat bagi metabolisme tubuh. Dua faktor ini diperlukan anak untuk membentuk kecerdasannya. Btw, Mbak Kasandra bercerita bahwa blio pernah melihat seorang anak yang terganggu otaknya karena alergi parah, alhamdulillah sembuh karena … bermain sepak bola! Masya Allah. Sebaliknya, aktivitas fisik diimbangi dengan waktu tidur yang cukup. Anak-anak yang kurang tidur akan mudah cranky dan bad mood.

  1. perhatikan nutrisi anak

            Last, but not least, perhatikan nutrisi anak. Anak sulit berpikir dan beraktivitas jika tubuh mereka sering sakit-sakitan. Di Indonesia, angka balita yang kekurangan gizi termasuk tinggi. Duh, jadi ingat tentang kondisi anak-anak Papua yang pernah saya tulis. 🙁 Jangan pada bingung kalau perawat demen banget mengukur kepala bayi kita. Ini bukan karena perawat kurang kerjaan, bukaaan. Bertambahnya besar lingkar kepala menunjukkan kebutuhan nutrisi anak tercukupi.

Berikan anak menu makan seimbang. Satu piring dibagi empat porsi terdiri atas nasi, lauk, sayur, dan buah. Karbohidrat yang disarankan adalah karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, dan kentang. Kebiasaan dari kita, porsi nasinya luar biasa, padahal seharusnya tidak demikian. Hindari makanan yang banyak mengandung gula karena gula termasuk karbohidrat sederhana. Konsumsi gula berlebihan dikhawatirkan menyebabkan anak hiperaktif dan konsentrasi menurun.

Orangtua jadi contoh nyata buat anak-anaknya. Kalau orangtua tidak mau makan sayur dan buah, apalagi anak. – dr. Claudia Anggi, Medical Officer Consumer Health Division Kalbe Farma.

Multivitamin sila diberikan jika perlu. Cerebrofort multivitamin pilihan sejak zaman saya kecil dulu, berpengalaman lebih dari 46 tahun. Kini formulanya hadir lebih lengkap untuk tumbuh kembang anak. Kata Pak Johan Leo, Head of Vitamin Kalbe Farma, keunggulan dari Cerebrofort Gold adalah kandungannya bukan dari minyak ikan langsung. Ikannya ikan tuna, salah satu ikan air dingin yang memiliki Omega 3 tertinggi (lebih banyak 28 kali dibandingkan ikan air tawar). Komposisi DHA 10 mg dan EPA 2,5 mg (4:1) merupakan kombinasi yang tepat dan mudah diserap tubuh. Rasanya pun semakin bervariasi, yakni stroberi, orange, mango, grape, dan mixed fruits.

Selain sirop, ada Cerebrofort Marine Gummy, multivitamin dengan bentuk sediaan gummy yang gemesin! Cerebrofort Marine Gummy merupakan satu-satunya gummy sehat yang mengandung 3,8% minyak ikan tuna dan diperkaya Omega 3 (DHA dan EPA) bagus untuk kecerdasan otak. Shafiyya dan adiknya suka yang gummy ini karena mirip permen jelly! Tidak ada bau amis minyak ikan sama sekali. Kadang saya mengingatkan mereka kalau gummy ini bukan permen biasa, jadi makannya harus sesuai aturan.

Kalbe melalui brand Cerebrofort bekerja sama dengan majalah Sang Buah Hati mengajak keluarga Indonesia untuk mengikuti acara Kids Got Talent di berbagai mal. Menurut Pak Peter Budiono, Creative Director majalah Sang Buah Hati, ini merupakan kerja sama tahun ketiga mereka dengan Cerebrofort.

erikut info jadwal roadshow-nya, ya. AEON Mall BSD City di Tangerang tanggal 9–12 Agustus 2018,  Hartono Mall di Solo 31 Agustus–2 September 2018, AEON Mall Jakarta Garden City di Jakarta 7–9 September 2018, Botani Square di Bogor 5–7 Oktober 2018, Baywalk Mall di Pluit 26–28 Oktober 2018, dan Nipah Mall di Makassar 2–4 November 2018. Terus, acaranya apa aja?

  1. Cerebrofort KGT, event audisi mencari bakat-bakat potensial untuk berkembang bagi anak usia 4 – 12 tahun. Peserta boleh individual maupun kelompok.
  2. Cover Model Competition, audisi untuk mencari model sampul dari majalah parentingSang Buah Hati bagi anak usia 1–6 tahun.
  3. Zona Anak Cerdas, zona yang berisi permainan dan aktivitas anak untuk menumbuhkan kepedulian, kreativitas, dan keberanian pada anak.

Catat tanggalnya, jangan lupa datang ke Kids Got Talent terdekat di kota kalian, dan ajak anak-anak bersenang-senang di sana! [] Haya Aliya Zaki

Dissy Reborn, Momen Kembalinya Brand Kosmetik Lokal Milik Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty

Teman-teman sudah pada baca postingan saya yang Review Dissy Lipstick Matte Rifa belooom? Di situ saya me-review matte lipstick Dissy, sebuah brand kosmetik lokal. Sebelumnya sayup-sayup (((SAYUP-SAYUP))) saya pernah mendengar tentang Dissy, tapi belum jodoh menelaah lebih jauh. Nah, sebulan yang lalu saya mendapat kesempatan mencoba produk Dissy dan lanjut seminggu yang lalu ketemu langsung dengan pemiliknya, artis kondang Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty, di acara launching Dissy Reborn di Agneya Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

            Terus, setelah 4 tahun Dissy hadir di permukaan bumi ini (halah), kenapa sekarang pakai tagline Dissy Reborn?

Dissy Reborn merupakan serangkaian paket kosmetik terbaru Dissy. Segala sesuatunya berbeda dengan produk lama Dissy, baik dari segi logo, formula, maupun kemasan. “Singkatnya sih kami pengin Dissy naik kelas,” ujar Andhika.

Monmaap, saya pernah membaca review kurang apik dari produk lama Dissy, misal soal lipstik yang cracked dan menggumpal (sulit menyatu) di bibir. Tapi, jujur, ini tidak saya rasakan waktu memakai matte lipstick Dissy Reborn. Lipstiknya terasa lembut di bibir dan tidak membuat bibir kering meskipun saya tidak memakai lip balm. “Kalian beli Dissy Lip Velvet (lipstik cair dengan hasil velvet to matte yang ringan), kalau hasilnya cracked dan menggumpal, saya akan kembalikan uang kalian,” janji Ussy. Ussy berkata seperti itu karena dia yakin dengan okenya formula produk Dissy Reborn. Saya pun sudah membuktikannya sendiri saat mencoba Dissy lipstick matte Rifa. Soal kemasan, kemasan Dissy Reborn berwarna rose brown. Kesannya lebih glam dan eksklusif karena ada tanda tangan Ussy. Suka!

Pastinya ada pembelajaran selama 4 tahun. Dissy benar-benar milik Andhika dan Ussy, tidak ada campur tangan dari pihak lain. Ussy menjabat direktur, sementara Andhika komisaris. Meski baru kali ini ketemu, saya bisa melihat, jiwa enterpreneur Ussy menonjol banget.

Di awal lahirnya Dissy, Andhika dan Ussy hanya memproduksi sabun, losion, dan lipstik. Jangan salah, meski tidak diekspos di media, Dissy mengalami proses jatuh bangun yang panjang dan melelahkan. Kompetitor brand komestik milik artis satu per satu bermunculan. Dissy banyak introspeksi, terutama dalam hal kualitas. Proses demi proses dinikmati.

Sekarang produk Dissy sudah komplet, ada lip serum dan lip tint segala, lho. Khusus lip tint, Ussy terinspirasi dari komestik Korea. Soalnya Ussy hobi nonton drakor. Hayooo siapa yang hobi nonton drakor juga? Perhatiin deh bibir pemain drakor pada cakep-cakep semuwah. Omong-omong, itu bibir apa permen Yupi?! Dan, enggak sia-sia, lip tint jadi produk bestseller Dissy. Yay! Produk Dissy bukan asal produksi, ada riset dan survei yang sungguh-sungguh. Salah satu nawaitu Dissy memang membuat produk lokal dengan harga terjangkau.

Produk Dissy sudah mendapat sertifikat HALAL dari MUI dan memiliki nomor POM. Jadi, selain halal, Dissy tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh seperti hidrokuinon, merkuri, dll.   

“Jangan pernah takut memakai produk lokal. Banyak produk lokal yang kualitasnya bagus, termasuk Dissy,” kata Ussy tersenyum.  

Tahun lalu penjualan Dissy sempat tersendat karena kondisi psikologis Ussy yang hamil dan melahirkan. Tahun ini semua diperbaiki dari produk sampai sistem kerja. Produk Dissy bisa dibeli di e-commerce terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Elevania, dan segera di Blibli.com. Ussy menghindari menjual produknya di pasar tradisional karena nanti bakal kecampur sama produk-produk lain.

Namun, menurut Andhika, selama ini omset terbesar mereka justru berasal dari reseller. Dissy dan reseller sudah ibarat keluarga, bukan sekadar rekan bisnis. Berkat reseller, konsumen di Papua dan Taiwan bisa membeli produk Dissy. So, insya Allah Dissy tidak akan pernah melupakan reseller. Nawaitu Dissy yang lain adalah menyejahterakan reseller-reseller mereka. Mulia banget, ya! Salut!

Meski sibuk sebagai artis dan kini pengusaha, Ussy tetap mengutamakan keluarga. Keluarga nomor siji itu harga mati. Kalau jadwal acara anak di sekolahan dan jadwal meeting tabrakan, Ussy akan memilih hadir di acara sekolah anak. Boleh percaya boleh enggak, sampai sekarang Andhika kalau makan masih harus disuapi Ussy! Ya amplop anak-anaknya kalah haha. Ngobrol sama dua sejoli muda ini seru banget tahu-tahu sudah beduk buka puasa aja. Satu pesan Ussy yang nempel di kepala saya, “Jangan mengumbar masalah pribadi di medsos, apalagi masalah rumah tangga. Selesaikan secara intern.” So inspiring!

Tahniah atas lahirnya Dissy Reborn! Semoga Andhika dan Ussy berjaya dalam bisnis dan kehidupan berumah tangga. Kami tunggu produk-produk Dissy Reborn berikutnya! 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Review “Bedak Ajaib” POND’S Magic Powder BB

Pertama kali kenal POND’S Magic Powder BB itu waktu saya butuh touch up setelah shalat, tapi lupa bawa bedak. Alhasil saya pinjem bedak ke Lidya. Saya pikir, ini bedak tabur untuk wajah, tapi kok bentuknya lucu amat. Konon pula setelah googling dapat info kalau beauty influencer sekelas Lizzie Parra memuji-muji kehebatan bedak ini. Saya jadi pengin punyaaa, cuma mau beli di manaaa? :)) Lidya dikasih temannya yang pulang liburan dari Thailand. Di Indonesia belum ada yang jual hiks.

Kemasan Alhamdulillah rezeki blogger solehah (ya iyalaaah masa blogger soleh?) memang enggak ke mana. Akhirnya, kesampaian juga saya punya POND’S Magic Powder BB si bedak ajaib. Kenapa saya sebut bedak ajaib? Yuk, simak review berikut.

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, POND’S Magic Powder BB merupakan bedak tabur untuk wajah. Kemasan mungil dengan twist cap untuk membuka. Tuang ke telapak tangan dan tap tap tap ke wajah. As you can see, penampakannya persis kayak bedak bayi. :)) Gemesin! Asyik dibawa travelling. Warnanya pink, warna favorit saya.

Berhubung bedak ini asli impor dari Thailand, sebagian besar tulisan di kemasannya berbahasa Thailand. Untungnya komposisi bedak ditulis dalam bahasa Inggris. Insya Allah bahan-bahan bedak aman dan tidak ada yang haram. Ada tulisan berbahasa Indonesia yang menyebutkan: POND’S Magic Powder BB didistribusikan oleh PT. Unilever Indonesia dan PERINGATAN: Jangan terlalu lama di bawah paparan sinar matahari walaupun menggunakan produk yang mengandung tabir surya. Baik banget POND’S mencantumkan peringatan seperti ini. Yap, bedaknya memang sudah mengandung UVA dan UVB protection, tapi jangan takabur, mungkin maksudnya begitu. 🙂

Harumnya tergolong kuat cenderung seperti harum deodoran Rexona. Sebagian orang kurang suka. Kata mereka seperti bau bedak ketek, tapi menurut saya ….? Saya suka harumnya! Disebut-sebut seperti bau bedak ketek tidak masyalah, yang penting bukan bau ketek itu sendiri! LOL. Teman-teman jangan buru-buru antipati setelah membaca ulasan beberapa beauty blogger yang mengatakan bahwa bedak ini bau bedak ketek, mending kalian cium langsung aja sendiri. Selera dan sensitivitas daya penciuman seseorang itu berbeda-beda. Saya sih SUKA SUKA SUKA. Oiya, harumnya masih kerasa beberapa saat setelah dipakai di wajah Harum

Baca juga Review QL Cosmetic Matte Lip Cream

Kesan POND’S Magic Powder BB

Bedak POND’S dengan kemasan bedak bayi punya 3 varian, yakni POND’S Magic Powder BB (yang sedang saya review), POND’S Angel Face Pinkish White Glow (kemasan putih pink), dan POND’S Angel Face Natural Mattifying (kemasan putih biru). Saya enggak bisa cerita varian yang kedua dan ketiga karena belum mencoba.

Di kemasan POND’S Magic Powder BB dianjurkan supaya kita memakai pelembap sebelum memakai bedak ini. Bedaknya berwarna natural beige dan semacam ada glitter berkilaunya. Awal dipakai tampak putih, tapi lama-kelamaan berbaur halus sama warna kulit wajah. Tidak cracked sama sekali. Bertahan sekitar 5 jam setelah wajah saya bolak-balik ditabok angin di ojek dan kereta. Setelah 5 jam kelihatan mengilap sedikit di bagian hidung secara hidung saya memang kilang minyak nomor wahid.

Kesimpulan, oil control POND’S Magic Powder BB kece abis! Bedak yang benar-benar menyerap minyak.

Terus, saya coba tes ke wajah teman saya yang berjenis kulit kering dan tanpa pelembap. Hasilnya? Kurang bagus. Kulit wajahnya seperti agak terkelupas. Bedak tidak bisa menyatu. Apakah bedak ini khusus untuk wajah berminyak aja, saya kurang tahu.

Harga POND’S Magic Powder BB

Harga POND’S Magic Powder BB sekitar Rp25 ribuan aja, Saudara-saudara. Murah, khaaan khaaan khaaan?

Beli di mana?

Sekarang POND’S Magic Powder BB udah dijual di Indonesia, dari e-commerce ternama seperti Blibli, Tokopedia, sampai minimarket dekat rumah. Di mana-mana ada! Jadi, kalian tidak perlu repot titip ke teman yang bakal liburan ke Thailand. Iya kalau teman kalian pengin liburan ke Thailand, kalau dia lagi pengin liburan ke Bali gimana? Halah.

Kata magic pada POND’S Magic Powder bukan bo’ongan. Apa sih yang diharapkan dari bedak tabur wajah seharga 25 ribu perak? Nyatanya, kualitas produk ini mampu melampaui ekspektasi saya. Tidak heran jika banyak beauty blogger hits yang merekomendasikannya.

Teman-teman sudah mencoba POND’S Magic Powder BB belum? Yuk, share cerita kalian di sini! 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Disclaimer: produk dikirim oleh Clozette ID. Review ditulis berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Dahsyatnya Manfaat Menulis Tangan

Permisiii … numpang lewat … mau tanya, kapan terakhir kali kalian menulis?

Maksud saya, menulis di atas kertas, bukan mengetik di gadget atau laptop.

Berdasarkan info yang saya kutip dari situs kesehatan, satu dari tiga orang ternyata sama sekali tidak pernah menulis di atas kertas selama lebih dari enam bulan! Ini hasil survei yang dilakukan oleh Docmail, sebuah perusahaan pengiriman surat dan percetakan di Inggris, terhadap dua ribu responden pada tahun 2014.

Kebayang ya itu survei tahun 2014, lho. Sekarang mesti tambah banyak orang yang jarang menulis, Teman-teman. Pasalnya, teknologi yang canggih semakin hari membuat kita semakin pengin say goodbye for good sama kegiatan menulis. Tinggal pencet tombol ini itu kerjaan beres. Hari gini teknologi begitu diagung-agungkan.

Nah, orang dewasa aja males menulis, apalagi generasi milenial? Sejak kecil generasi milenial udah kenal sama yang namanya gadget. Jujur, saya sering adu urat leher setiap kali mengajak si bungsu (7 tahun) untuk menulis tegak bersambung di buku tulis hiks. Kalau saya pribadi sempat mencoba rutin mengisi daily plan di aplikasi Evernote, tapi dasarnya saya generasi jadoel, akhirnya balik lagi ke buku agenda. Sensasi menulis di atas kertas berbeda dengan mengetik di gadget atau laptop. Saya bisa memberi stabilo warna-warni, bikin gambar ala ala, menempel tiket atau foto, aaah … seru!

 Makanya, waktu diundang ke acara Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis di Morrisey Hotel, Jakarta (8/5) oleh SiDU, saya senang banget! Siapa sih yang enggak kenal SiDU?

SiDU atau Sinar Dunia adalah merek buku tulis unggulan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas yang udah hits sejak zaman old. Rupanya, oh, rupanya sekarang SiDU punya wadah baru untuk meningkatkan kompetensi generasi milenial melalui gerakan nasional Ayo Menulis Bersama SiDU!

Terus, apa hubungannya kompetensi generasi milenial dengan menulis?

Menurut Kak Nurman Siagian (Pakar Edukasi Anak dari Wahana Visi Indonesia), kompetensi anak Indonesia sedang mencapai tahap kritis. Hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat 60 dari 72 negara dari sisi kemampuan membaca, matematika, dan science. Wah, wah, asli ini bikin kaget! Indonesia kalah dibandingkan Malaysia dan Kamboja yang masuk 40 besar.

Fakta berikutnya, Pak Muhadjir Effendy (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) menyampaikan kegalauan beliau saat melakukan uji publik RUU Perbukuan tahun 2017 di Universitas Muhammadiyah Malang. Kesulitan anak-anak SMA, bahkan mahasiswa, untuk menulis sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar itu masih cukup tinggi. Hmmm, kebanyakan ngetik status di medsos apa ini, ya. Mana statusnya pada alay dan disingkat-singkat pula.

Fakta berikutnya lagi, berdasarkan hasil studi dari Kemendikbud tahun 2014, skor kompetensi rata-rata guru di Indonesia 44,5 sementara yang ideal adalah 70. Pengamatan Kak Nurman dan tim Wahana Visi Indonesia, guru-guru masih kesusahan menulis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mereka sendiri. Biasanya pada main copy paste aja. Hanya 25% dari 125 guru yang mampu menulis dan mengajarkan apa yang mereka tuliskan itu di dalam kelas. Kondisi guru yang seperti ini jelas berpengaruh pada kondisi siswa.

Di acara juga hadir Ibu Melly Kiong (Praktisi Mindful Parenting dan penulis buku). Saya fans berat buku-buku beliau terutama yang berjudul Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik?. Ibu Melly menjelaskan bahwa sebagai ibu yang bekerja di luar rumah, beliau memiliki lebih sedikit waktu dalam mendidik anak. Lalu, apa kuncinya agar bisa optimal? Jawabannya: menulis!

Ibu Melly punya support system, yakni mbak ART yang sebelumnya udah diajarkan nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada anak-anak di rumah. Istilah Ibu Melly: menjalin kemitraan dengan mbak ART. Selain itu, setiap hari Ibu Melly tidak pernah alpa menulis pesan untuk anak-anak di mocil (memo kecil).

“Pagi hari, ketika saya mulai meraut pensil, anak-anak duduk tekun memperhatikan. Dari situ saja kami bisa menjalin ikatan emosional. Tanpa sadar, anak-anak belajar menyenangi kegiatan menulis. Saat mereka beranjak besar, kami bergantian menulis pesan. Melalui tulisan sederhana anak-anak, saya dapat melihat talenta terpendam mereka atau bahkan masalah yang sedang mereka hadapi di sekolah. Sekarang mereka sudah remaja, mocil masih kami simpan sebagai kenang-kenangan,” kata Ibu Melly dengan wajah terharu. So sweet banget mendengar cerita Ibu Melly. Kami-kami jadi ikutan terharu. Fyi, Ibu Melly masih menyimpan semua gigi susu anaknya di dalam selipan buku tulis!

Ibu Melly yang juga penggagas Komunitas Menata Keluarga (eMKa) ini mencoba menularkan aktivitas menulis yang bermanfaat melalui program SAGITA (Saling Berbagi Cerita) kepada ibu-ibu member komunitasnya. Member diminta memperhatikan aksi baik anak setiap hari dan menuliskannya menjadi cerita. Wih, kece, ya?

Menulis tangan merupakan keterampilan dasar yang mendukung berbagai aktivitas. Dengan menulis tangan, kita belajar mengkonstruksi isi pikiran, mengolahnya, kemudian menuangkannya menjadi kata demi kata yang bisa dipahami pembaca. Daya ingat kuat dipelihara. Kemampuan motorik pun terasah. Penting banget ini untuk anak-anak.

Berbeda dengan mengetik keyboard di gadget atau laptop, semua gerakan monoton dan selalu sama apa pun huruf yang ditik. Dari sisi kesehatan lainnya, mengungkapkan perasaan dan pikiran melalui tulisan tangan, dianggap ampuh membantu menyembuhkan luka traumatis.

Fayanna Ailisha Davianny, peraih penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, turut berbagi di acara ini. Kalau saya punya sepuluh jempol, saya acungin deh semuanya untuk Fayanna. Lha, gimana enggak? Usia 13 tahun, doi rampung menulis 42 buku! Berkat menulis buku, Fayanna bisa jalan-jalan gratis ke Korea Selatan dan mengajak orangtuanya pula. Pasang #LuarBiasa!

Kesukaan Fayanna akan dunia menulis ternyata dimulai dari hal sederhana, yakni dibacakan buku oleh orangtuanya sejak dia berusia 1 tahun. Fayanna sering diajak orangtua main ke toko buku. Seterusnya, Fayanna jadi hobi membaca buku sendiri. Dia berlatih serius menulis cerita pada usia 8 tahun dan menuliskannya di buku tulis. Orangtua juga mengajari Fayanna cara memenej waktu antara menulis, sekolah, dan kegiatan lainnya.

 “Berangkat dari kepedulian kami terhadap pentingnya meningkatkan kompetensi anak, SiDU merintis gerakan Ayo Menulis Bersama SiDU! sejak April 2018 demi mengembalikan kebiasaan menulis pada anak baik di sekolah maupun di rumah,” tutur Pak Martin Jimi (Domestic Business Head – BU Consumer APP Sinar Mas).

Tahap pertama, gerakan ini melibatkan 20 ribu murid dari 100 sekolah dasar di Jabodetabek yang berlangsung hingga Mei 2018. Anak-anak diberikan buku Ayo Menulis Bersama SiDU! untuk berlatih menulis tangan. Teman-teman mau tahu siapa penulis naskah di buku Ayo Menulis Bersama SiDU!? Beliau tak lain dan tak bukan adalah teman saya, Mbak Renny Yaniar, penulis ratusan buku cerita anak. Ikut bangga!

Di dalam buku Ayo Menulis Bersama SiDU! ada aneka topik yang memancing minat anak untuk menulis dari topik mengenal diri sendiri, mengetahui asal mula kertas, dongeng, lembar mewarnai, sampai perhelatan Asian Games 2018, di mana APP Sinar Mas menjadi mitra resmi yang turut mendukung Indonesia sebagai tuan rumah.

Pertanyaan-pertanyaan di dalam buku membantu menstimulus anak untuk mengutarakan ide dan pendapatnya melalui tulisan tangan. Orangtua dan guru dilibatkan mendampingi secara intensif dengan modul yang berlangsung selama 21 hari. 

Btw, kenapa 21 hari, ya? SiDU menyusun modul buku Ayo Menulis Bersama SiDU! berdasarkan studi bahwa kebiasaan baru dapat dibentuk jika kita rutin melakukannya selama minimal 21 hari.

Karena itu, gerakan Ayo Menulis Bersama SiDU! patut kita apresiasi dan support! APP Sinar Mas melalui SiDU berharap program Ayo Menulis Bersama SiDU! dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia dan menjadi motor munculnya program-program sejenis. Semoga kebiasaan menulis, terutama menulis tangan, semakin meluas di Indonesia.

Sekadar info, buku Ayo Menulis Bersama SiDU! tidak dijual bebas. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, buku ini disalurkan GRATIS ke sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan SiDU. Teman-teman pengin sekolah anaknya bekerja sama dengan SiDU? Silakan mendaftar di web situs Ayo Menulis Bersama SiDU. Kita bukan hanya bisa memberikan kebaikan untuk anak kita, melainkan kebaikan untuk satu sekolah. [] Haya Aliya Zaki

Review Dissy Lipstick Matte Rifa

Siapa yang enggak gemas sama pasangan artis Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama? Mereka kelihatan serasi dan kompak banget! Bukan cuma kompak di dunia hiburan, melainkan juga di dunia bisnis. Serunya, semakin banyak anak, kok wajah mereka semakin awet muda. :))

Bicara soal bisnis, berdasarkan info yang saya baca di wollipop.detik.com terbitan tahun 2016, Ussy dan Andhika merintis bisnis Dissy Cosmetics pada tahun 2014. Dissy merupakan singkatan dari nama Andhika dan Ussy. Waktu itu, artis yang melirik bisnis kosmetik masih bisa dihitung dengan jari. Ussy pencinta make up, jadi dia ingin berbisnis sesuai passion-nya.

Sekarang ceritanya saya mau me-review Dissy Lipstick Matte Rifa. Lipstik ini salah satu lipstick matte dari rangkaian produk baru Dissy Cosmetics yang resmi diumumkan di media sosial 1 Maret 2018 lalu bernama Dissy Reborn.

Kemasan

Kemasan kotak berwarna hitam dengan torehan huruf emas, sementara itu kemasan lipstiknya sendiri berwarna cokelat kemilau masih dengan torehan huruf emas. Pembatas tutup atas dan bawah juga berwarna emas. Guess what, ada tanda tangan Ussy jika tutup dibuka yay! Kemasan kelihatan mewah dan elegan. Bentuk lipstiknya mungil imut-imut manjah. Berat 2,5 gram.

Di kemasan kotak tercantum jelas nomor BPOM RI, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa. Adanya nomor POM membuktikan bahwa lipstik ini tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh seperti formalin, merkuri, atau rhodamin B. AMAN.

Saya mencoba mengecek nomor POM Dissy Lipstick Matte Rifa di web situs pom.go.id. Pilih Daftar Produk – Cek Produk BPOM dan masukkan nomor POM yang tertera pada kemasan kotak. Hasilnya, nomor POM produk ini jelas ASLI, bukan palsu.

Selain memiliki nomor POM, seluruh lipstik Dissy Cosmetics telah memiliki sertifikat HALAL sejak diproduksi tahun 2014. Teman-teman yang muslimah, catet nih nilai plus dari Dissy Cosmetics. Produk halal bikin kita lebih tenang memakainya.

Swatch

            Dissy Lipstick Matte punya 9 koleksi warna yang menggoda, yakni Lily, Diana, Manda, Almira, Sarie, Rifa, Vilda, Sheeva, dan Vina. Namanya cantik-cantik, ya? Jadi ingat nama-nama putri kerajaan. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, warna yang saya punya adalah Rifa.

Dissy Lipstick Matte Rifa bakal masuk koleksi favorit! Kenapa? Warnanya nude soft pink. Warna kesukaan mayoritas kaum hawa syalalala. Saya paling suka lipstik nude dan … pastinya pink! Soalnya lipstik warna gelap bikin bibir saya yang tipis kelihatan tinggal segaris.

Tapi, tapiii, jangan salah, bukan pink sembarang pink, ya. Saya pernah mencoba lipstik warna shocking pink dan entah kenapa meski sudah dipulas berkali-kali, warnanya tidak bisa menyatu dengan bibir saya. Pernah lihat camilan jadul rambut nenek yang warna pink, kan? Kulit sawo matang saya ditempeli rambut nenek, seperti itulah bibir saya saat pakai lipstik warna pink yang salah. LOL.

Nah, kalau warna pink Rifa ini dijamin membuat bibir kita kelihatan natural, enggak norak sama sekali. Oke dipakai sehari-hari. Wajah jadi kelihatan cerah dan lembut-lembut gimana gitu. Uhuk. Bisa juga dipakai untuk ke pesta dipadukan dengan riasan mata yang bold. Please be noted, warna lipstik yang muncul di bibir saya (foto) bisa jadi berbeda ketika dipakai di bibir kalian.

Kesan

Bibir saya tergolong kering kerontang. Biasanya sebelum memulas lipstik, saya harus memulas pelembap bibir. Saya tes memakai Dissy Lipstick Matte Rifa dengan dan tanpa pelembap bibir.

Hasilnya, meski tanpa pelembap bibir, pulasan terasa halus, tanpa butir-butiran yang menggumpal di bibir. Surprisingly, Dissy Lipstick Matte tidak bikin bibir saya kering, lho, padahal katanya lipstick matte, ya? Rupanya, lipstik yang ini mengandung pelembap. Formulanya moist. Selain itu, Dissy Lipstick Matte juga dilengkapi antioksidan dan UV filter.

Lipstik bertahan sekitar 5 jam di bibir saya setelah dipakai makan dan minum berbuka puasa. Warnanya transfer, tapi tidak terlalu. Cocoklah, saya kurang suka lipstik yang super-awet, khawatir wudhu kurang sah karena make up menghalang air menyentuh kulit. Kalau warna lipstik hilang, tinggal touch up. Beres!

So, kalau bibir kalian kering dan pengin pakai lisptick matte, saya amat sangat merekomendasikan Dissy Lipstick Matte. Bibir tidak cracked. Penampilan jadi oke, beraktivitas pun lebih semangat! Saya tipe yang percaya, lipstik yang pas bisa bikin hati perempuan bahagia. 😉

Hanya, bentuk yang langsing sering membuat lipstick matte ringkih. Saya lebih berhati-hati memulaskannya di bibir dibandingkan saat memulas bibir dengan lipstik bentuk lain. Jangan sampai lipstick matte kita patah jiwa huhu. Bukan bermasalah di kualitasnya sih, tapi setahu saya lipstick matte memang seperti itu, kecuali lipstick matte cair.

Harga

Harga Dissy Lipstick Matte cukup mihil, yakni Rp90 ribuan. Hmmm, mungkin nunggu bulan muda kalau mau beli haha. Seandainya beli, insya Allah tidak kecewa. Produknya jaminan mutu. Satu lagi produk kosmetik lokal yang bisa dijadikan andalan. Terus, kalau kita jeli mencari penjual atau reseller, kadang kita bisa membeli lipstik berhadiah produk Dissy Cosmetics yang lain. Lumayaaan.

Beli di mana?

Teman-teman bisa membelinya di toko online seperti Tokopedia dan Bukalapak. Kalian juga bisa menghubungi WhatsApp dissy.id 0812 2012 389 setiap hari Senin–Jumat pukul 09.00–14.00 wib atau di reseller terdekat. Harga setiap reseller berbeda. Hopefully distribusi produk Dissy Cosmetics semakin merata ke depannya.

Teman-teman suka lipstik jenis apa? Kalian pernah pakai Dissy Lipstick Matte juga? Yuk, share pengalaman kalian di sini! 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Disclaimer: produk dikirim oleh Dissy Cosmetics. Review ditulis berdasarkan pengalaman saya sendiri dan hasil mengolah info dari beberapa web situs tepercaya.

ZOYA Eau De Toilette Blossom, Seharum Bunga Khas Musim Semi

Tahukah Teman-teman bahwa wewangian yang dijual di pasaran bermacam-macam? Ada parfum, eau de perfume, eau de toilette, dan eau de cologne. Lalu, apa yang membedakan mereka? Menurut info yang saya kutip dari lama brilio.net (24/2), yang membedakan itu adalah kandungan kadar essential oil (kadar konsentrat wewangian) di dalamnya. Parfum mengandung 40% kadar essential oil paling tinggi, harum paling lama, dan harga paling mahal. Eau de perfume 15%, eau de toilette 10%, dan eau de cologne 10%. Semakin sedikit kadar essential oil-nya semakin cepat menguap harumnya.

            Oke, bicara soal wewangian, kali ini saya mau review produk ZOYA Eau De Toilette (EDT) BlossomWah, selama ini saya pikir ZOYA hanya menjual kerudung. Rupanya ada produk kosmetika dan wewangian juga.

ZOYA EDT punya 3 varian Marigold (gold)Cotton (blue), dan Blossom (pink). Saya spontan memilih ZOYA EDT Blossom berwarna pink dengan kemasan karton beraksen bunga sakura. Entahlah, mungkin karena saya masih terbayang-bayang senangnya liburan ke Jepang bulan Januari lalu haha. Semua kemasan ZOYA EDT sewarna dengan cairan wewangiannya. Botol kokoh terbuat dari kaca bening dengan desain yang mewah. Cakep lho kalau dijadikan props foto.

Daaan, saya tidak salah pilih. Harum ZOYA EDT Blossom benar-benar bikin jatuh hati. Harumnya manis, perpaduan antara bunga khas musim semi; sakura, lilac, daisy, dan sedikit powdery. Ringan untuk aktivitas sehari-hari. Saya senang menghirup harumnya berulang-ulang untuk meningkatkan mood dan menambah rasa percaya diri. Berasa seperti Kareena Kapoor yang sedang berlari riang di antara hamparan bunga-bunga nan cantik.

Saya menyemprotkan ZOYA EDT Blossom di leher, pergelangan tangan, kaki (paha hingga pergelangan kaki), siku, dan pusar. Pusar? Ya, menurut pakar wewangian asal Inggris, pusar merupakan titik nadi yang memancarkan panas sehingga ideal banget kalau kita menyemprotkan wewangian di sini. Alhamdulillah, kulit saya tidak gatal-gatal atau iritasi. Kalian coba, deh. Pernah juga kesemprot di baju, tapi ternyata ZOYA EDT Blossom tidak meninggalkan noda sama sekali.

ZOYA EDT Blossom bertahan tidak sampai 5 jam di tubuh saya. Entahlah, mungkin karena saya bolak-balik terpapar angin saat jalan kaki ke halte busway atau balapan seru bareng babang ojek. Halah.

Semua produk ZOYA Cosmetics AMAN, termasuk ZOYA EDT ini. Aman berarti tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan tubuh seperti formalin, merkuri, dan rodamin B. Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) akan memberikan nomor pada produk kosmetik dan parfum yang aman.

            Teman-teman bisa mengecek apakah nomor POM sebuah produk palsu atau tidak itu di website pom.go.id. Pilih Daftar Produk dan masukkan nomor POM yang tertera di kemasan. Oke, saya coba masukkan nomor POM ZOYA EDT Blossom yang saya punya dan hasilnya produk ini memang tercatat aman di Badan POM.

Selain aman, ZOYA EDT juga HALAL. Buat saya, perusahaan yang jempol adalah perusahaan yang mau mendaftarkan sertifkasi halal produknya (pangan, obat, kosmetika) ke LPPOM MUI. Kalau produk sudah memiliki sertifikat halal dari MUI, kita para muslimah ini kan jadi lebih tenang.

Teman-teman bisa membeli ZOYA EDT Blossom di website zoyacosmetics dengan harga Rp99 ribu isi 50 ml. Website ZOYA Cosmetics diklaim sebagai satu-satunya online shop yang menjual produk kosmetika dan wewangian alami + halal. Mumpung sebentar lagi gajian, mungkin Teman-teman mau membeli produk yang lainnya juga. Kalau belum, cuci mata dulu aja, Sis. Siapa tahu ada yang cocok eheee. [] Haya Aliya Zaki

Disclaimer: produk dikirim oleh Zoya Cosmetics. Review ditulis berdasarkan pengalaman saya sendiri dan hasil mengolah info dari beberapa web situs tepercaya.

7 Tip Mencegah dan Mengatasi Keputihan

Zaman masih hamil, saya cukup terganggu sama keputihan. Kata dokter, keputihan pada ibu hamil itu normal karena adanya perubahan hormon. Selain itu, keputihan merupakan reaksi alami tubuh yang terjadi saat membersihkan area V. Area V mengeluarkan lendir berwarna putih dan tidak berbau. Masya Allah, setiap detail tubuh kita udah diatur sedemikian baiknya oleh Allah Swt. Fabiayyi aala’i rabbikuma tukazziban.

Keputihan akan menjadi berbahaya jika lendirnya bukan lagi berwana putih, melainkan kuning, hijau, bahkan cokelat dan merah. Rasanya gatal, perih, panas seperti terbakar. Bau area V pun sengit sekali. Penyebabnya infeksi jamur. Duh, jangan sampai, deh! Berikut beberapa tip mencegah dan mengatasi keputihan berdasarkan pengalaman saya.

  1. atur gaya hidup

            Gaya hidup di sini meliputi pola makan, aktivitas tubuh, dan kesehatan pikiran. Waktu masih kuliah Farmasi, saya ingat banget perkataan dosen tentang makanan yang baik dikonsumsi saat keputihan, yakni yogurt. Vitamin mineral dalam buah-buahan dan sayur-sayuran termasuk mikronutrien, tapi maha-penting untuk tubuh. Olahraga yang cukup supaya metabolisme tubuh tetap oke.

Hindari stres karena stres bisa memicu terjadinya keputihan.

  1. minum air putih yang cukup

            Buat saya, air putih itu semacam “obat dewa”. Sekitar 80% tubuh kita terdiri atas air. Kita sering mendengar bahwa setiap hari kita harus minum 8 gelas air, padahal kebutuhan air setiap orang tidak sama. Orang yang berat badannya 50 kg tidak perlu meminum air sebanyak orang yang berat badannya 75 kg (seperti saya haha). Teman-teman yang pengin menghitung kebutuhan air di dalam tubuh, saya kasih rumusnya. Rumus ini saya dapat dari dr. Roslan Yusni Hasan, Sp.BS (dokter spesialis bedah syaraf) waktu ikutan di salah satu seminarnya.

1,5 cc x kg berat badan x 24 jam

Berat badan saya 75 kg berarti jumlah air yang saya butuhkan per hari sbb.

= 1,5 cc x 75 kg x 24 jam

= 2.700 cc (2.700 ml)

            Nah, berapa kebutuhan air, Teman-teman? Waspada jika BAK berwarna kuning keruh atau cokelat. Itu berarti kita kurang minum air putih.

  1. jangan sering-sering memakai celana jeans ketat

            Kebayang zaman masih gadis, kalau belum punya celana jeans ketat rasanya kok belum keren. Celana jeans ketat memang tak nyaman dipakai, tapi demi bergaya apalah yang tak awak lakukan. LOL. Celana jeans ketat kurang cocok dipakai di iklim tropis karena akan memicu keluar keringat lebih banyak. Kondisi area V yang lembap menjadi tempat ideal tumbuhnya jamur.

  1. pakai celana dalam berbahan katun

            Saya membiasakan memakai celana dalam berbahan katun, bukan sintetis. Seperti yang kita tahu, bahan katun mampu menyerap keringat dan mencegah lembap area V. Celana dalam berenda berbunga dan terawang apalah apalah bolehlah sekali-sekali dipakai di kondisi tertentu, yaaa. :))))

  1. bawa celana dalam cadangan

            Hari gini jadi mom blogger aktivitasnya bukan cuma ngeblog di rumah, melainkan juga meliput aneka acara talkshow, launching produk, dll. Saya pernah meliput beberapa acara dalam sehari, dari pagi sampai malam. Kebayang pakai celana dalam yang sama seharian pasti risi. Saya berinisiatif membawa celana dalam cadangan di dalam tas. Hari menjelang sore, saya mengganti celana dalam dan lanjut ke aktivitas berikutnya.

  1. jaga area V tetap kering

            Lap area V dengan tisu toilet setelah BAK. Hindari tisu toilet berparfum. Alih-alih memakai pantyliner setiap hari, saya lebih memilih mengganti celana dalam supaya area V tetap kering. Monggo yang mau memakai pantyliner, tapi ingat untuk mengganti setiap 4 jam sekali.

  1. bersihkan area V dengan godokan sirih

            Di rumah, saya pernah menanam daun sirih. Daun sirih saya manfaatkan untuk membantu menghentikan mimisan Faruq, si sulung. Setiap kelelahan atau cuaca terlalu panas, Faruq bakal mimisan. Alhamdulillah beranjak gede, mimisannya tidak kumat-kumat lagi.

Daun sirih juga saya manfaatkan untuk membersihkan area V, terutama ketika keputihan. Caranya, ambil beberapa lembar daun sirih dan rebus. Airnya yang dipakai untuk membersihkan area V. Rasanya hangat, nyaman, dan harum. Jangan salah, remaja sebelum pubertas juga bisa mengalami keputihan. Shafiyya beberapa kali keputihan dan saya pakai godokan sirih untuk mengatasinya.

Suatu hari, tanpa angin tanpa hujan, tetangga membantai habis daun sirih di rumah kami! Huhu alasannya daun sirih kami merambat sampai ke atap rumah mereka dan membuat talang rumah mereka tersumbat. Yaaah … kenapa enggak bilang dulu atuh nanya dulu kek diskusi dulu kek apa kek. Padahal, tidak berapa lama tetangga kami itu pindah rumah. Kabarnya, rumah mereka dijual demi menutupi utang. Lho, malah gosip. Eh.

Alhamdulillah, 2 minggu yang lalu saya mendapat kiriman hampers Resik-V Godokan Sirih dari PT Kino Indonesia. Warna kemasannya hijau segeeer. Baru tahu ada produk godokan sirih dalam kemasan seperti ini.

Resik-V Godokan Sirih terbuat dari AIR GODOKAN SIRIH ASLI sebagai antiseptik alami yang diperkaya dengan ekstrak rumput fatimah. Proses pembuatannya higienis.

Berdasarkan tes mikrobiologi, produk ini diklaim mampu mengurangi jumlah Candida albicans, jamur penyebab keputihan abnormal. PH area V dipertahankan tetap asam. Pas untuk saya yang kadang-kadang area V-nya gatal dan berbau tak sedap karena keputihan. Umminya bersih dan sehat, keluarga pun senaaang. 🙂

Resik-V Godokan Sirih istimewa karena telah mendapat sertifikat HALAL dari MUI. Kita sebagai muslimah pun tenang memakainya.  

Hampir 2 minggu saya memakai Resik-V Godokan Sirih (enggak tiap hari, sih). Saya suka harumnya, bukan seperti harum parfum yang menusuk hidung. Harumnya harum khas sirih. Jadi ingat tanaman sirih saya dulu huhu (lagi). Warnanya kecokelatan, persis seperti warna air rebusan daun sirih. Cara pakainya, tuang secukupnya di telapak tangan dan gosok. Ada busa sedikit. Bersihkan area V, lalu bilas. Area V terasa kesat dan bersih.

Kemasan Resik-V Godokan Sirih enak digenggam dan cocok dibawa travelling. Tahu sendiri, kita enggak selalu mujur bisa nemu toilet yang proper untuk buang air saat travelling. Pengin bersih-bersih area V, tapi di mana pula cari daun sirih? Rebus-rebus lagi? Sungguh tidak praktis, Saudara-saudara. Untung ada Resik-V Godokan Sirih yang tinggal tuang dan pakai. Bagi ibu hamil, harap konsul ke dokter sebelum memakai Resik-V Godokan Sirih. Soalnya ada kandungan rumput fatima itu tadi.

            Gimana, Teman-teman pernah keputihan? Punya tip lain mencegah dan mengatasi keputihan? Yuk, share di sini. Insya Allah bermanfaat buat saya dan pembaca lainnya. 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Hamil dan Menyusui, Perjalanan Luar Biasa Para Ibu

Kalau bicara soal hamil, kehamilan saya tidak pernah ada masalah. Alhamdulillah, semuanya baik-baik aja. Tapiii, kalau bicara tentang menyusui, waw wew wow banyak drama berseri, terutama saat menyusui anak pertama. Rasa sakit akibat melahirkan belum reda dan bayi kuning pula, saya harus menanggung stres karena ASI belum keluar sama sekali! Saya bertanya kepada mama dan ibu mertua, namun mereka kurang tahu kenapa. Kondisi mereka beda sama saya. Info dari buku, komunitas, dan internet belum sebanyak sekarang. Ya Allah, kalau bayi saya mati kelaparan gimanaaa?! Di tengah kepanikan ini, seorang oknum medis RS sekonyong-konyong menawarkan susu formula berharga selangit. :((

Kasus anak pertama saya jadikan pelajaran, Teman-teman. Saat hamil anak kedua dan ketiga, wawasan parenthood kami yaaah boleh dibilang lebih mapanlah daripada sebelumnya. Saya melahirkan di RS yang berbeda dengan RS yang pertama. Syukur, saya dipertemukan dengan tim medis yang tulus dan berdedikasi. Setelah melahirkan, saya terus disuport baik fisik maupun psikis sampai ASI benar-benar keluar. Kalau ingat peristiwa ini air mata saya pasti menetes. Hamil, melahirkan, dan menyusui. What an extraordinary journey for me! 🙂

Well, ketika Anmum mengundang saya untuk hadir di acara kampanye Anmum #CelebratetheExtraordinary di Raffles Hotel, Jakarta (1/8), tentu saya antusias hadir. Anmum mengajak kami para mom blogger sama-sama merayakan Pekan ASI Sedunia. Padahal, saya bukan ibu hamil atau menyusui lagi hehehe. Kini si sulung telah beranjak remaja. Saya antusias hadir karena banyak pakar keren bakal sharing ilmu di acara ini, yakni Dr. dr. Ali Sungkar SPOG(K) (Ketua Perkumpulan Perinatologi Indonesia dan Anggota Dewan Penasihat Obstetri dan Ginekolog DKI Jakarta Indonesia), Rohini Behl (Marketing Teisor Fonterra Brands Indonesia), dan Ines Yumahana Gulardi, MSc. (Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia). Selain itu ada artis humble kesayangan Cynthia Lamusu dan ibu pejuang ASI Maria Wijaya. Saya pikir, postingan blog saya nanti insya Allah bermanfaat buat pembaca. Kini info parenthood tersebar luas di mana-mana, termasuk dari blog para kaum ibu seperti saya. Tinggal kita aja yang pintar-pintar memilah dan memilih info yang tepat dan sesuai.

Sebagian dari kita mungkin mengira bahwa nutrisi diberikan hanya ketika anak lahir. Nah, anggapan ini salah. Mari kita baca UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Di sana disebutkan defenisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Berarti? Sejak masih dalam kandunganlah semua kebutuhan anak, khususnya nutrisi, wajib kita penuhi.

Menurut Dr. Ali, 1000 hari pertama kehidupan sangat penting! Kenapa? Kualitas seorang anak terutama dibangun dari 1000 hari pertama kehidupannya, yakni 9 bulan 10 hari dalam kandungan (270 hari) dan 2 tahun (730 hari). Percaya tidak bahwa 1000 hari pertama kehidupan menjadi penentu masa depan bangsa? Pada masa janin sampai anak berusia 2 tahun inilah terjadi proses tumbuh kembang yang cepat nian, yang tidak terjadi pada kelompok usia lain. Contohnya, pertumbuhan otak. Sekitar 80% pertumbuhan otak anak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Bayangkan, kita akan melahirkan seorang khalifah atau pemimpin ke muka bumi. Pastinya kita ingin melahirkan khalifah terbaik. Sebaiknya ibu hamil tidak mengalami malanutrisi. Kalau iya, kemungkinan besar anak yang dilahirkan juga akan mengalami malanutrisi. Efeknya pada anak antara lain cacat batang selaput otak, bertubuh pendek (bukan karena keturunan), dan tubuh rentan infeksi. Mari kita putus rantai ini,” kata Dr. Ali. 

Btw, saya baru tahu kalau cuti hamil dan menyusui adalah hak anak, bukan hak ibu. Hak ini harus diberikan perusahaan kepada pegawainya yang membutuhkan. Semua udah ada undang-undangnya. Catet!

Selain nutrisi, suport sosial juga dibutuhkan kaum ibu. Jangan sekali-sekali menakut-nakuti ibu untuk berhenti menyusui supaya payudara tidak kendur atau alasan mitos lain. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar ibu hamil dan menyusui yang ditanyakan teman-teman blogger saat di acara. Saya rangkum jawaban dari narsumnya.

  1. Ibu hamil tidak boleh makan makanan yang belum matang

Fakta. Ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang matang. Makanan seperti sate, sayuran mentah, dll dihindari karena bisa jadi mengandung bakteri. Kalau sayuran paling tidak direbus dulu.

  1. Ibu menyusui tidak boleh hamil lagi

Mitos. Ibu menyusui boleh aja hamil lagi. Selama hamil juga tetap boleh menyusui, asaaal nutrisi ibu cukup, ya. Lama-kelamaan ASI akan susut sendiri seiring kehamilan yang semakin besar.

  1. Kebanyakan menyusui, payudara akan kendur

Mitos. Mungkin karena dikira payudara ditarik-tarik anak, terus payudara jadi kendur gitu. >.< Faktanya, semakin sering menyusui justru kulit sekitar dada akan semakin sehat. Banyak faktor yang menyebabkan payudara kendur, yakni aktivitas, lemak tubuh, merokok, dll.

  1. ASI saya sedikit, pasti tidak cukup untuk bayi saya

Mitos. Kekhawatiran ini mungkin muncul ketika kita kelamaan mantengin status teman yang stok ASI-nya sampai bertumpuk-tumpuk di kulkas. Akhirnya, semua baper pada waktunya. *halah* Padahal, jumlah ASI sendiri menyesuaikan, lho. Belum tentu ASI kita yang jumlahnya lebih sedikit daripada teman, tidak cukup untuk bayi kita. Saya termasuk yang jumlah ASI-nya standar aja. Di kulkas saya yang itu yang berjejer stoples camilan, bukan stok botol ASI. LOL. Kuncinya, komit dan konsisten menyusui. Semakin sering bayi disusui, biasanya produksi ASI akan semakin cetaaarrr. Ituh!

  1. Kualitas ASI yang dipompa berbeda dengan kualitas ASI yang diberikan langsung

Mitos. Kualitas ASI-nya sama. Perbedaannya, kalau ASI diberikan secara langsung, kita bisa skin to skin contact dengan anak. Ada bonding yang tercipta saat proses menyusui. Entah kenapa, saya merasa proses menyusui merupakan momen romantis kita dengan anak. Cuma 2 tahun dan sudah berlalu hiks. *terus didorong-dorong bikin anak lagi* *huaaa*

Sesi mengharukan sekaligus bikin kami tertawa tergelak-gelak adalah sesi sharing Mbak Cynthia Lamusu dan Mas Surya Saputra hahaha. Mungkin Teman-teman mengikuti cerita perjuangan mereka mendapatkan dua buah hati lucu Tatjana dan Bima melalui treatment bayi tabung. Setelah melahirkan, dilalah si kembar belum boleh dibawa pulang karena bobot kurang. Di sini perjuangan kembali dimulai. Mbak Cynthia tetap berusaha memberikan ASI eksklusif meskipun anak-anaknya masih menginap di inkubator NICU RS. Pernah hujan-hujan naik ojek sampai hampir selip segala demi memberikan ASI untuk anak-anak di RS. Mas Surya pun tidak pernah lepas tangan, dia selalu berusaha membantu sang istri. “Setiap saya pijit-pijit punggung Cynthia, ASI-nya pasti menderas,” kata Mas Surya tertawa. Demikian pula ibunya Mbak Cynthia. Beliau gantian membantu mengasuh si kembar sementara Mbak Cynthia istirahat.

Saya melihat foto dan caption di Instagram personel AB Three ini sumpah jadi berkaca-kaca je. Mbak Cynthia dan Mas Surya kerap berdialog seolah-olah Tatjana dan Bima bisa mendengar kalimat penyemangat orangtua mereka. Actually, saya yakin anak-anak itu betulan bisa mendengar karena kuasa Allah. Sekarang alhamdulillah keduanya sehat dengan bobot badan normal.

See, betapa numero uno suport keluarga bagi ibu hamil dan menyusui. Hal ini juga diamini Mbak Maria Wijaya, pejuang ASI sekaligus pendonor ASI. Ibunya Mbak Maria yang dulu tidak mampu memberikan ASI eksklusif kepada Mbak Maria, kini menjadi suporter utama agar anaknya mampu memberikan ASI eksklusif kepada cucunya. Alhasil Mbak Maria mampu memproduksi berbotol-botol stok ASI di kulkas. Menyadari anugerah ini, Mbak Maria berinisiatif membantu ibu-ibu lain dengan menjadi pendonor ASI. Hebat, ya? Demikian pula suami dan keluarga besar Mbak Maria. Mereka full support.

Bersamaan acara ini, kami diperkenalkan dengan produk susu ibu hamil Anmum Materna. Anmum Materna yang berada di bawah naungan Fonterra Brands Indonesia ini mengandung nutrisi makro dan mikro dengan gangliosida dan DHA. Rasa cokelatnya enaaak! Berdasarkan survei, 8 dari 10 ibu lebih menyukai rasa baru Anmum Materna yang cokelat dibandingkan dengan produk susu ibu hamil lainnya.

Saya jadi mengenang masa-masa mengonsumsi produk susu hamil yang dikeluarkan oleh sebuah brand, Teman-teman. Eeewww … rasa dan bau mineral besinya itu dominan banget! Aneh. Tahu sendiri kondisi ibu hamil yekan. Sebentar-sebentar pengin ho-ek. Ke mana-mana bawa kantong muntah. Saya yang selalu doyan makan nasi padang, selama hamil asli kurang belaian nasi padang. *penting enggak info ini?* Intinya, pengin makan dan minum normal aja kudu usaha, konon pula kalau disodori minuman yang rasanya tidak enak! Alamat langsung keluar utuh. 🙁 Jadinya saya memilih minum susu biasa. Hmmm, coba kalau dulu pas saya hamil udah kenalan sama Anmum, ya. Saya bisa lebih nyaman mengonsumsi susu untuk ibu hamil. Untuk ibu menyusui, tersedia Anmum Lacta. Anmum Lacta mendukung segala kebutuhan nutrisi ibu menyusui.

Di akhir acara, saya bertanya secara privat kepada Ibu Ines tentang keluhan meminum susu ibu hamil yang pernah saya alami. “Kami paham kondisi ibu hamil yang gampang sekali mengalami mual dan muntah. Karena itu, kami memasukkan mineral besi secukupnya aja (sesuai kebutuhan ibu hamil) ke Anmum Materna. Kalau kandungan mineral besi terlalu tinggi, dikhawatirkan minuman ini malah tidak bisa masuk sama sekali,” jelas Bu Ines. Nah!

“Bagaimana dengan kandungan kalsiumnya, Bu? Dulu saya pernah dikasih tahu mbak mbak SPG bahwa susu yang kalsiumnya tinggi itu tidak enak rasanya. Seandainya enak, berarti kandungan kalsiumnya bohong, “ tanya saya lagi.

Lagi-lagi Bu Ines menjelaskan bahwa semua kandungan nutrisi dalam Anmum Materna dan Anmum Lacta udah disesuaikan sama kebutuhan. Hanya, kandungan lemak dan gulanya DIBATASI demi menjaga kondisi kesehatan ibu hamil dan menyusui. Fonterra Brands Indonesia strict sekali soal ini.

Dari penelitian yang shahih, duo Anum terbukti tidak bikin gemuk. Lagi pula, untuk memproduksi ASI dibutuhkan asupan energi 700 kkal. Banyak, kaaan? Setop diet sembarangan, atur pola makan sehat, minum susu bila perlu, kalau tidak nanti malah kurang nutrisi. Saya dan Bu Ines mengobrol sambil sama-sama menelaah kandungan nutrisi yang tertera di kemasan Anmum. Bu Ines menjelaskan poin per poinnya. So, nutrisi terpenuhi tanpa perlu worry. 🙂

Percaya ya kalau pengalaman hamil dan menyusui adalah extraordinary journey kita? Perjuangan dan tantangannya benar-benar sesuatu. Rasanya kayak join mission impossible. :)) Saya aja sampai sekarang masih amazed mampu melewati masa-masa itu. Secara dulu saya remaja yang manis manjah dikit-dikit merengek ke mama hapalah-hapalah. Yuk, beri dukungan kepada ibu hamil dan menyusui di sekitar kita, terutama buat bapak-bapaknya, nih. Kita bisa berbagi peran mengasuh anak, membiayai, mencarikan info, menyediakan makanan bergizi, atau minimal bantu-bantu pijitlah supaya produksi ASI lancar jaya kayak yang dilakuin Mas Surya Saputra ke Mbak Cynthia Lamusu ehm. Apa pun itu semua suport pasti amat berarti. 🙂 [] Haya Aliya Zaki

Bersyariah Bersama Bisnis MLM K-Link Indonesia

Pada tanggal 6 Juni 2017 lalu saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan dari Komunitas Indoblognet untuk berkunjung ke K-Link Tower, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Bukan, kami bukan akan merayakan ulang tahun Raisa di sana. Jangan sebut-sebut nama Raisa, saya udah mengikhlaskan babang Hamish (mantan saya) jadian sama dia. LOL. Jadi, dalam rangka apa, dong? Jawabannya, dalam rangka menghadiri acara K-Link Ramadhan Festival 1438 H. 🙂 Di sini ada bazaar, demo masak, tutorial hijab, office tour, dan talkshow.

            Asli, baru kali ini saya mendengar tentang bisnis K-Link. Ketika saya tanya ke teman, mereka menyahut, “Itu lhooo yang jualan klorofil!” Tambah bingung lagi deh saya. Kalau kata orang-orang, tak kenal maka ta’aruf. Well, dengan senang hati. Kebetulan tempo hari K-Link memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kami untuk menjajal wawasan tentang K-Link melalui office tour dan talkshow. Libaaasss bleh!

Kenalan dengan K-Link yuk!

K-Link ternyata perusahaan multilevel marketing (MLM) syariah yang hadir di Indonesia sejak tahun 2002. Awalnya berkantor 2 lantai di daerah Mangga Dua, Jakarta Utara. Berhubung bisnis semakin berkembang, K-Link pun pindah ke gedung K-Link Tower yang totalnya terdiri atas 25 lantai! Wow. Bayangkan, gedung ini milik K-Link lahir batin, bukan menyewa. (((LAHIR BATIN))) Hingga kini sebanyak 2 juta orang member K-Link tersebar di seluruh Indonesia. Serunya, di sana kami sempat bertemu member-member K-Link yang sedang training. Aura positif memenuhi ruangan. Semangat mereka luar biasa!

Apa ya yang membedakan MLM syariah dengan MLM biasa? Dalam talkshow Bersyariah Bersama K-LINK, Bapak HM Sofwan Jauhari, Lc, MAg, ASPM. (Dewan Syariah Nasional MUI), mengatakan, “K-Link berbeda karena memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang kompeten, aktif, dan rutin berkantor. K-Link anti money game (semacam judi dkk). Semua produknya bermanfaat dan halal. Tidak ada produk rokok, miras, dll.” Tahun 2010, perusahaan yang dikomandani Dato’ DR. H. MD Radzi Saleh ini mendapatkan sertifikat syariah dari MUI. Per tahun 2017 K-Link terhitung tiga kali mendapatkan sertifikat tersebut (tahun 2010, tahun 2013, dan tahun 2017). Salut, K-Link diklaim sebagai MLM syariah yang paling lama bertahan, yakni sekitar 15 tahun.  

Produk-produk K-Link

            Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, K-Link komit menjual produk yang bermanfaat, berbahan alami, resmi terdaftar di BPOM, dan pastinya halal. Selama ini kita tahunya K-Link menjual produk K-Liquid Chlorophyll aja, padahal … padahaaal … K-Link menjual lebih dari 180 produk dari urusan dapur sampai kasur. Ada makanan, suplemen, perawatan kulit, matras, pupuk, sampai celana dalam berenergi. Ehm. Konsumennya tua, muda, dan anak-anak. K-Link mengakui bahwa produk K-Link Chlorophyll termasuk yang paling laku dan paling dicari konsumen. Mungkin itulah sebabnya ‘branding klorofil’ ini begitu melekat pada mereka haha.

            Di antara sekian banyak produk, saya tertarik dengan produk Pat Pat K-Tupat Mini (ketupat mini). Entahlah, suasana Ramadhan begini, saya rindu ketupat/lontong sayur Medan. Saya lemaaahhh. Katanya, Pat Pat K-Tupat merupakan produk musiman yang dibikin hanya pada waktu Ramadhan dan Idulfitri. Teman-teman tidak perlu repot lagi membuat ketupat, tinggal rebus ketupat mini ini sama kuah sayurnya. Praktis, kan? Satu lagi, saya juga tertarik sama produk-produk skin care K-Link. Di lantai berapa ya lupa ada K-Link House of Beauty, semacam salon di mana semua treatment-nya memakai produk K-Link. Buka Senin–Sabtu untuk customer umum wanita dan pria. Nyaman tenan. Peralatannya pun mapan (lihat foto-foto di bawah). Pada hari-hari tertentu kita bisa tanya-tanya tentang produk kesehatan kepada dokter yang praktik di K-Link Tower. Bicara soal skin care, beberapa hari yang lalu saya mencoba K-Link Hand and Foot Cream di rumah. Wanginya enak, tidak lebay. Teksturnya lembut dan meresap, tidak lengket. Kulit berasa halus setelah pakai. Kandungan madu dan susu kambing membantu melembapkan dan mencerahkan kulit. Semoga saya bisa mencoba produk-produk skin care K-Link yang lain. 🙂

Fyi, K-Link memfasilitasi wanita menjadi mitra mereka dengan membentuk Leader Beauty Club (LBC). Member diberi training dan diikutkan seminar mengenai gizi keluarga, kebugaran tubuh, perawatan kulit, pokoknya macam-macam, deh. Acaranya tersebar di seluruh Indonesia. K-Link juga menawarkan alternatif pekerjaan paruh waktu kepada member yang pelaksanaannya bisa kapan aja dan di mana aja. Fleksibel.

Idealisme K-Link

“K-Link menganut teguh prinsip kekeluargaan,” demikian yang ditekankan Dato’ Radzi. Tidak ada ceritanya leader menjengkali junior. Tidak ada ceritanya leader ongkang-ongkang kaki dapat duit sementara junior kerja over-limit. There is no passive income here. Meskipun sudah berada si atas, leader tetap bekerja, memperhatikan dan membimbing juniornya.

Setiap hari Rabu para member K-Link kumpul-kumpul produktif di lantai 7. Tempatnya asyik banget! Hejo hejo bikin betah. Di sini member junior bebas konsultasi bisnis K-Link ke leader mereka. Makanan dan minuman gratis! More than that, setiap bulan K-Link mengadakan 700 pertemuan di berbagai daerah. Semua fasilitas disediakan dari pemateri, tiket pesawat, gedung, konsumsi, sampai tempat menginap di hotel (minimal 2 malam). Berapa duit itu, Inaaang. Duit itu duiiit, bukan daon siriiih. :)) K-Link memang fokus pada edukasi dan pengembangan potensi member-membernya. Investasinya di manusia. Leader-leader K-Link bukan keturunan hartawan, mereka berjuang dari nol. Yang namanya menuntut ilmu tidak pernah rugi, yes. Ilmu pasti bermanfaat sampai kita wafat.

Kami diajak Pak Herman Oscar, Area Manager K-Link Kalimantan, jalan-jalan menyusuri lantai demi lantai (tidak semua lantai, sih) K-Link Tower. Hahaaay … mirip di Hollywood, rupanya K-Link punya tembok Hands of Fame yang memajang cetakan tangan member-member mereka yang telah berhasil. Kategori Platinum Leader Club (PLC) berpenghasilan minimal Rp50 juta per bulan. Kategori Executive Leader Club (ELC) berpenghasilan minimal Rp80 juta per bulan. Glek. Glek. Glek. Bisa buat beli sawah berapa hektar di kampung bah. Target K-Link tahun 2020 nanti adalah menghantarkan 100 orang lagi member-nya berpenghasilan minimal Rp50 juta per bulan. Aamiin!

K-Link dan kegiatan sosial

            Kalau hidup cuma memikirkan untung, untung, dan untung apakah jiwa tidak terasa kering? Aktivitas membantu sesama membuat hidup kita lebih berwarna. Sebagai perusahaan, K-Link urung alpa soal ini. Kira-kira 6 tahun lalu mereka membangun panti asuhan di Yogya. Tahun ini mereka akan membangun panti resmi untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Sentul. Bukan cuma itu. Seluruh benefit penjualan dari Butik Shamil Collection milik K-Link akan disumbangkan ke anak-anak tidak mampu. Penggalangan dana ini merupakan salah satu program K-Link Care. Wah, mulia sekali, makin salut aja sayanyaaa. 🙂

Gimana, Teman-teman? Keren banget bisnis K-Link ini, ya? Imej marketing yang jempol. Komplet dan sesuai syariah. Kita yang menjalankannya pun jadi lebih adem, gitu. Satu pesan Dato’ Radzi, “Jika ingin berbisnis, hilangkan rasa waswas. Rasa waswas itu ibarat pisau yang tumpul. Selembut apa pun daging kalau pisaunya tumpul tetap tak akan terpotong.” So, yakin dan percaya, insya Allah.

Sekali lagi, berbisnis bukan sekadar mengejar keuntungan di dunia, melainkan juga harus mempersiapkan ‘modal’ untuk ke akhirat. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah akan dikumpulkan bersama Nabi, orang-orang shiddiq, dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti.” Aamiin yaa Rabb. Nah, apakah Teman-teman, terutama yang ibuk-ibuk tertarik menambah penghasilan dari rumah bersama K-Link? Yuk, mariii main-main ke K-Link Tower atau ke website k-link.co.id! [] Haya Aliya Zaki

Windy Ghemary dan Gelisah Hati

Adakah yang mengikuti acara Indonesian Idol 2014 dengan sepenuh hati jiwa dan raga seperti saya? Seru banget nonton Nowela dkk berlaga di panggung spektakuler! Dan, pastinya kalian tidak lupa dengan Windy Ghemary, finalis berkulit putih, berparas cantik, dan bersuara merdu. Hayooo … siapa yang sama-sama menjagokan Windy dulu? 🙂

Terlepas dari prestasi Windy di Indonesian Idol, somehow, saya selalu merasa beruntung bisa menulis sosok anak muda bertalenta dan ‘patuh’ pada proses. Yang kepo sila cek label Profil, ya. Nah, kali ini saya dan teman-teman blogger berkesempatan mengobrol dengan Windy dalam acara launching single keduanya Gelisah Hati dari iSOUND Records di Coffee Bean and Tea Leaf, Gandaria Selatan, Jakarta (27/2). Sebenarnya, ini kali kedua pertemuan kami. Yang pertama saat launching single Masih Mencintamu. Setelah ketemu yang pertama kali itu, kami tetap kontak via medsos. Windy rajin membalas satu per satu komen di medsosnya. Humble pisan euy! Secara dia artis gitu lho. Berikut tanya jawab kami dengan Windy yang saya rangkum.

  1. Sejak kapan menyanyi?

            Windy menyanyi sejak umur 5 tahun. Jelang remaja, hampir setiap minggu dia mengikuti perlombaan menyanyi. Kerja kerasnya berbuah manis. Windy mampu membiayai kuliah dan hidupnya dari aktivitas menyanyi, terutama dari menyanyi di acara-acara wedding.

  1. Pengalaman ikut Indonesian Idol?

Ada yang berkata bahwa ajang audisi menyanyi merupakan jalan pintas meraih ketenaran dan kesuksesan. Ini tidak sepenuhnya benar. Seperti yang udah teman-teman baca di atas, Windy menekuni passion-nya sejak kecil. Weleh, saya aja umur segitu masih main alip-alipan sama tetangga sambil lap ingus. :)) Hanya, Windy mengakui, audisi Indonesian Idol membuka peluang lebih besar agar potensinya bisa berkembang dan dikenal banyak orang. Dua bulan setelah mengikuti audisi lapangan, Windy dipanggil untuk mengikuti audisi teve yey! Penampilannya mampu mencuri hati para juri dan audiens. Alhamdulillah, bisa lolos sampai 7 besar Indonesian Idol itu luar biasa! Secara peserta audisinya sampai ratusan ribu orang dari berbagai kota di Indonesia, Saudara-saudara.

3. Siapa yang paling berperan dalam karier Windy?

“Aku bersyukur memiliki Mama yang selalu support dan menemani aku ke mana-mana. Beliau ‘cambuk’ agar aku mau berusaha untuk terus maju. Aku bisa seperti ini karena Mama,” kata Windy.

Well, doa orangtua memang dahsyat. Berkat Mama, Windy menjadi sosok mandiri. Windy jadi tahu arti tanggung jawab dan belajar konsekuen atas semua keputusan yang dia ambil. “Pernah aku terlambat sekolah dan Mama enggak ngebolehin aku pinjam sepeda motor tetangga. Aku harus tetap naik angkutan umum. Aku terlambat memang karena kesalahanku dan aku wajib tanggung jawab,” lanjut perempuan kelahiran tahun 1993 ini. Saya juga ikut belajar, nih. Jadi orangtua harus ‘tega’ sesekali demi mendidik anak. Noted!

  1. Cerita dong tentang single keduaGelisah Hati!

Berbeda dengan single pertama yang mellow gary barlow, single Gelisah Hati bernuansa electro pop. Windy lebih suka karena lagu ini lebih mewakili dirinya yang masih muda belia. Aaakkk … meski Tante udah enggak muda lagi, Tante juga lebih suka lagu Gelisah Hati, Wiiin. Iramanya nge-beat jadi pengin ajojing. *dadah-dadah anak 90-an*

Mumpung ada Pak Doddy Sukaman, sang pencipta lagu, kami pun kecentilan nanya-nanya proses pembuatan lagu. “Genre lagu harus sesuai sama karakter vokal penyanyi. Bikin lirik pun bukan sembarangan. Tidak semua kalimat cocok dimasukkan ke lagu, perhatikan penggalan kata,” jelas Pak Doddy.

Sebentar lagi Gelisah hati ada di Spotify dan lagu RBT. Wah, siap-siap beli, ya! Lalu, Pak Doddy sharing tentang fenomena penyanyi sekarang yang lebih memilih bikin single daripada bikin album. Jujur, dua tahun lalu saya sempat sedih waktu toko langganan Disc Tarra tutup karena bangkrut! Pak Doddy balik bertanya, “Siapa sih yang masih doyan beli CD (bukan celana dalam, please)?” Benar, kayaknya jarang, deh. Apa boleh buat. Penyanyi juga harus mengikuti zaman. Hari gini dengan modal 3–7 ribu perak kita udah bisa menikmati single kesukaan di iTunes, Spotify, dst. Btw, kalau boleh berharap, saya pribadi ke depannya pengin ada re-make video klip Gelisah Hati yang lebih kekinian dan lebih cetar. Aamiin!

  1. Tip menjaga stamina?

            Eits, jangan salah. Jadi penyanyi itu butuh stamina tinggi, lho. Kebayang kalau baru menyanyi 1–2 lagu napas udah mau putus. Windy punya 3 tip jitu menjaga stamina, yakni makan teratur, tidur yang cukup, dan olahraga! Kedengarannya gampang, tapi asli sulit menjalaninya. Butuh komitmen, terutama soal olahraga. “Olahraga tidak harus ke gym. Di rumah cari video olahraga di Youtube. Pakai baju seadanya pun jadi. Toh enggak ada yang lihat ini,” papar Windy.

  1. Cara menghadapi haters?

            Soal menghadapi haters, saya salut sama artis Syahrini. Doi sante banget kayak di pante. Haters-nya jadi gregetan sendiri hihihi. Ternyata Windy pun sama. Dia males meladeni haters.

Kata Windy, “Ambil sisi positifnya aja. Kadang ucapan haters yang setajam silet itu bisa jadi ‘masukan’ supaya kita berkarya lebih baik lagi.” Keren!

Kalau mau diikuti, obrolan kami dengan Windy mungkin tak bakal habis. Kami bertanya dari soal pacar, target menikah, sampai perawatan kulit. :)) Semua pertanyaan dijawab Windy dengan ramah. Tapi, waktunya cuma satu jam piye. Buat Teman-teman, jangan lupa nonton, subscribe, dan like video Windy di Youtube. Monggo komen-komen di sana, insya Allah semua langsung dijawab oleh Windy sendiri. Sukses buat Gelisah Hati! 🙂 [] Haya Aliya Zaki