Selasa, 15 Desember 2020

Belajar Cukur Rambut dan Raih Cuan dari Barberman Presiden RI

 

Kita sudah ada di penghujung tahun 2020, tapi sepertinya belum ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir, ya. Selain sektor kesehatan, tidak ada yang menyangka kalau dampak pandemi di sektor ekonomi pula sedemikian hebatnya. Satu per satu perusahaan bangkrut dan terpaksa melakukan PHK massal. Karyawan dirumahkan tanpa gaji, apalagi pesangon. Jangankan masyarakat kecil, mereka yang selama ini tangannya berada di atas pun kini menjadi tangan yang butuh bantuan. Sedih euy.

Di tengah pandemi, orang-orang berjuang menyambung hidup dengan caranya masing-masing. Mau tidak mau kita kudu beradaptasi. Lihat saja, perusahaan maskapai beralih menjual gorengan olahan sendiri. Perusahaan pakaian ramai-ramai menjual masker. Perusahaan furnitur banting setir menjual peti mati. Janji Allah pasti, tidak ada yang bisa mengubah nasib suatu kaum selain kaum itu sendiri.  

Kalau saya perhatikan, nih, teman saya terutama ibuk-ibuk, pada terjun ke bisnis kuliner. Jualannya macam-macam dari lauk pauk, roti, sampai asinan. Ada yang menyalurkan keahlian di dapur, ada yang hasil dari belajar singkat. Logis, yang namanya manusia meski pandemi tetap butuh makan. Promosi bisa memanfaatkan media sosial dan grup WhatsApp. Yay the power of ibuk-ibuk ha-ha!

Hm, banyak memang yang melirik bisnis kuliner karena dianggap paling punya kans di saat pandemi. Lalu, gimana dengan bisnis cukur rambut? Iya, cukur rambut! Hayooo ... siapa yang sejak pandemi belum berani ke tukang cukur rambut a.k.a barberman? Cowok-cowok mendadak pasrah berambut gondrong. Padahal, cukur rambut bermanfaat untuk kesehatan, bukan cuma gaya-gayaan doang. Cukur rambut secara rutin bisa membantu mengatasi rambut rontok dan rambut bercabang. Rambut pendek tentu lebih mudah dijaga kebersihannya. Poin penting saat pandemi begini.                             

  

BERGURU, mulai bisnis baru dari hobi yang seru

            Terus, solusinya? Teman-teman pernah kepikiran tidak untuk belajar mencukur rambut? Pandemi memaksa kita untuk bisa melakukan segala sesuatu dari rumah, termasuk mencukur rambut. Saya sudah praktik mencukur rambut anak-anak ketika mereka masih bayi ha-ha! Peralatannya alat cukur biasa saja, yang penting baru dan bersih.  

            Tapi, mencukur rambut bayi yang babat habis itu pastinya beda dong dengan mencukur rambut orang gedean. Butuh tip dan trik tersendiri. Waktu googling di YouTube, saya nemu video BERGURU bit.ly/Berguru_E5_HA dari Ninja Xpress tentang belajar mencukur rambut dari rumah. Oiya, udah pada tahu belum kalau Ninja Xpress punya banyak konten inspiratif? Salah satunya konten BERGURU ini.

BERGURU adalah singkatan dari Belajar Ragam Usaha Baru. BERGURU sharing tentang ide bisnis yang berasal dari hobi dan mudah dilakukan dari rumah. Konten BERGURU tayang seminggu sekali dengan topik yang berbeda-beda. Sebelumnya ada topik tentang bisnis aquascape (tanaman hias di dalam akuarium), bertani di rumah perkotaan, tote bag dari sampah plastik, dll. Kali ini topiknya tentang belajar mencukur rambut dari rumah oleh Kang Herman, barberman orang nomor 1 di Indonesia alias barberman Presiden RI Joko Widodo! Cerita punya cerita, ternyata cukur rambut bisa menjadi peluang bisnis yang oke, lo. 


Kang Herman dan bisnis barbershop

Kang Herman bekerja sebagai barberman di barbershop di sebuah mal besar di Jakarta sejak tahun 2000. Lama, ya? Berawal dari Mas Kaesang, putra presiden RI, yang cocok dengan sentuhan tangan Kang Herman, Kang Herman mendapat kesempatan mencukur rambut Pak Jokowi. Dan, jadilah seterusnya Kang Herman barberman kepercayaan Pak Jokowi.

Sekitar tahun 2013, Kang Herman mantap membangun bisnis barbershop sendiri. Modalnya hanya Rp2 juta untuk membeli alat-alat mencukur. Menurut Kang Herman, yang mahal adalah skill mencukurnya. Seorang barberman harus tahu teknik menggunting, apa saja jenis rambut, model rambut yang sedang tren, dll. Tapi, jangan khawatir, skill kan bisa dipelajari. Siapa sangka, bisnis barbershop memiliki prospek bagus. Dari modal hanya Rp2 juta, kini bisnis Kang Herman meraup cuan Rp1 juta setiap hari. Sebulan berapa, Saudara-saudara? Hitung sendirilah ha-ha! Lumayan sekaliii! Kalian tertarik?  `

 



   

Kampanye #ObsesiUntukNegeri Ninja Xpress

Saya sudah sebutkan di atas kalau konten BERGURU merupakan konten akun YouTube Ninja Xpress. Ninja Xpress merupakan jasa pengiriman paket andalan. Hadir sejak 2015, Ninja Xpress mendukung bisnis UMKM dan brand lokal dengan menciptakan solusi pengiriman yang menjangkau beragam skala bisnis dan berbasis teknologi memadai. 

Salut, Ninja Xpress mendukung UMKM dan brand lokal untuk berkembang. Kampanye #ObsesiUntukNegeri diluncurkan. Isinya program inisiatif Ninja Academy. Saat ini Ninja Xpress juga sedang berkolaborasi melalui konten YouTube bersama kreator lokal untuk mendukung UMKM dan brand lokal menghadapi pandemi. Salah satunya adalah konten BERGURU. Bukti nyata kalau Ninja Xpress memiliki program yang sejalan dengan pemerintah demi meningkatkan ekonomi negeri.   

Kembali ke soal cukur rambut. Satu hal yang paling saya suka, acara cukur rambut di rumah bisa jadi momen quality time bersama keluarga, lo. Asyik! Teman-teman jangan lupa tonton terus YouTube Ninja Xpress. Next, topik bisnis apa lagi yang bisa kita pelajari bareng-bareng di BERGURU, ya? Kalian ada usul? Buruan subscribe dan like akun YouTube Ninja Xpress supaya enggak ketinggalan! [] Haya Aliya Zaki

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...