Jumat, 13 November 2020

Aksi Ikan untuk Anak #IUAK adalah Aksi Kepahlawanan Bunda

 

Dulu, kata “pahlawan” bermakna seseorang yang berjuang membela Tanah Air dan gugur di medan perang. Kini, makna kata “pahlawan” bergeser menjadi seseorang yang berjasa mengabdikan diri memajukan masyarakat sekitar dan layak diteladani.

Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan, tanggal 9 November lalu, FoodBank of Indonesia (FOI) meluncurkan aksi Ikan untuk Anak #IUAK di SD Negeri Johar Baru 10 Pagi, Jakarta Pusat. Acara dilaksanakan offline di Jakarta Pusat sekaligus online via Zoom Webinar. Fyi, FOI organisasi nirlaba yang berdiri pada 21 Mei 2015 di bawah Yayasan Lumbung Pangan Indonesia.


 

Aksi Ikan untuk Anak #IUAK

Kata Pak Hendro Utomo (Founder FOI), aksi #IUAK merupakan bagian dari rangkaian kampanye Aksi 1000 Bunda untuk Indonesia. Boleh dikata, bunda adalah pahlawan pangan bagi keluarga. Sejak bayi lahir ke dunia, bunda-bunda secara alamiah memberikan ASI. Ketika anak sudah agak besar, bunda memasakkan makanan, menghidangkannya di atas meja, menyuapi, dst. Aksi 1000 Bunda beranggotakan bunda-bunda dari seluruh Indonesia yang bergerak membagi-bagikan makanan kepada anak-anak terutama balita dan usia dini.

Seperti yang sudah saya tulis di postingan FOI sebelumnya, pola pengasuhan anak sehari-hari sangat berpengaruh pada konsumsi gizi anak. Berdasarkan riset FOI, masih banyak anak Indonesia yang berangkat ke sekolah dengan perut lapar. Tambahan pula dengan adanya kondisi pandemi Covid-19. Jumlah kelaparan anak-anak di Indonesia kian meningkat. FOI bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian UGM dan BeeJay Bakau Resort berusaha memberikan solusi dengan meluncurkan aksi #IUAK.      

 “Kami tergerak untuk membantu karena ini pekerjaan kemanusiaan dan tidak bisa ditunda. Kalau terlambat, kami khawatir efek stunting pada anak menjadi irreversible,” demikian kata Pak Juda Mangitung dari BeeJay Bakau Resort (BBR). BBR berkecimpung di bisnis pengolahan ikan untuk keperluan ekspor selama 20 tahun. Jangan sampai kebutuhan ikan di luar negeri terpenuhi, tapi di negeri sendiri malah terabaikan. Nah lo. Jadi, tanpa berpikir dua kali, BBR menyambut baik program yang ditawarkan oleh FOI.      

Ikan sebagai pangan lokal pilihan

Selama ini kita sering mengimpor pangan dari luar negeri. Padahal, negeri kita punya buaaanyak sekali pangan lokal. Nilai gizinya juga tidak kalah dibandingkan pangan impor. Sudah saatnya kita kembali ke pangan lokal.

Lalu, kenapa ikan?

Kenapa tidak? Kita perlu menanamkan budaya makan sehat kepada anak-anak. Makanan sehat itu makanan yang bergizi, aman, dan halal. Salah satunya adalah ikan. Protein ikan berlimpah. Cara mendapatkannya cukup mudah karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya ikan.

Perlu diperhatikan, ikan merupakan pangan yang gampang rusak. Belilah ikan yang segar. Setelah dibeli, sebaiknya ikan langsung diolah. Kalau dibiarkan terlalu lama, ikan bisa terkontaminasi bakteri. Biasanya ikan yang menyebabkan alergi adalah ikan yang kualitasnya sudah tidak baik. Sebelum diolah, cuci ikan di bawah air keran yang mengalir. Sekali lagi, air keran yang mengalir, ya.  

Di acara, ada demo masak bersama chef dan bunda-bunda. Mungkin selama ini teman-teman bingung, bagaimana mengolah ikan supaya disukai anak-anak? Kan bosan kalau digoreng lagi, digoreng lagi. Ternyata, banyak cara kreatif mengolah ikan. Kita bisa membuat variasi olahan ikan menjadi bakso, naget, sop, steik, pepes, dan masih banyak lagi. Btw, bunda-bunda di acara tetap patuh pada protokol kesehatan. Meski asyik masak-masak, mereka tetap pakai masker dan jaga jarak. Salut!     

Ada yang bertanya, manakah yang lebih bagus, ikan air tawar atau ikan air laut? Menurut Ibu Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, ikan air tawar dan ikan air laut sama-sama bergizi. Hanya, ikan air laut memiliki kelebihan, yakni ada kandungan Omega 3 yang bermanfaat untuk perkembangan otak dan mata.

Selain di Jakarta, aksi #IUAK juga akan diadakan di Yogyakarta pada tanggal 16 November 2020 dan Surabaya pada tanggal 23 November 2020. Acara dilanjutkan dengan roadshow keliling ke enam kota lainnya di Indonesia. Aksi #IUAK berlangsung hingga 22 Desember 2020. Selain berbagi paket ikan, FOI memberikan edukasi pentingnya makan ikan dan cara kreatif mengolah ikan. 




Seru, ih, peresmian acara #IUAK di Jakarta Pusat dilakukan oleh bapak-bapak narsum dengan cara bareng-bareng memukul panci ha-ha. Kapan lagi yekan. Hingga kini sudah dibagi lebih dari 50 ribu paket ikan ke seluruh Indonesia. Semoga ke depannya lebih banyak pihak yang terlibat di kampanye-kampanye semacam ini, ya.

Terima kasih kepada FOI dan seluruh bunda di Indonesia. Bunda adalah pahlawan pangan bagi anak-anak. Sesuai dengan ajaran Alquran surat An-Nisa ayat 9, “Dan janganlah kita meninggalkan generasi yang lemah.” Kiranya tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang kelaparan nantinya. Aamiin. [] Haya Aliya Zaki


 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan