Sabtu, 07 November 2020

7 Alasan Kalian Harus Baca Berita di IDN App

 

Pada 2003, saya membaca sebuah novel futuristik karya teman. Setting novel berupa dimensi masa depan yang serbacanggih. Robot mengambil alih tugas manusia. Lalu lintas udara padat oleh helikopter mini. Demi efisiensi waktu, orang-orang cukup menelan beberapa butir kapsul sebagai pengganti makanan. Hanya, di novel dituliskan kalau orang-orang masih membaca koran cetak.

Hm, saya pikir, alat baca berita kita di masa depan pastilah ikut berubah. Mungkin kita akan membaca berita via tablet, who knows. Sekitar lima tahun lalu, apa yang saya pikirkan terbukti. Terdesak teknologi, satu per satu media cetak mengalami senja kala. Media daring mulai menjamur menggantikan media cetak. Kini kita tidak lagi asing melihat orang-orang wira-wiri sambil baca berita dari laptop, tablet, bahkan ponsel. Kehadiran teknologi yang masif sulit ditolak. Tambahan pula ketika pandemi melanda. Kita semakin bergantung pada teknologi.

Media daring berbeda dengan media cetak, terutama dari sisi kecepatan waktu dalam menyampaikan informasi. Sayangnya, faktor ini sering dijadikan pembenaran dalam menakhlikkan artikel asal-asalan. Judul clickbait di mana-mana, bahasa gaul bertebaran, narsum tidak jelas, dll. Ampun.

IDN Media

            Tentu tidak semua media daring bisa disamaratakan. Aplikasi baca berita IDN Times (IDN App) jadi media daring pilihan saya dari sekian banyak yang ada. Konten di IDN App memang ditujukan untuk Millenials (25–40 tahun) dan Gen Z (usia 5–24 tahun) di Indonesia. Meski begitu, kualitasnya tetap terjaga.           

 

Millenials dan Gen Z baca berita di IDN App

IDN App

            IDN Times merupakan bagian dari IDN Media. Dikutip dari laman web situs IDN Times, IDN Media didirikan pada tanggal 8 Juni 2014 oleh dua anak muda kece bernama Winston Utomo dan William Utomo. Visi IDN Media adalah menjadi corong suara yang efektif dari Millenials dan Gen Z dan memberikan impak yang positif kepada masyarakat. IDN Media mengoperasikan empat media digital, sbb: IDN Times, Popbela.com, Popmama.com, dan Yummy; agensi digital kreatif: IDN Creative; agensi acara: IDN Event; dan agensi marketing kreator: IDN Creator Network.

IDN Media menganut delapan nilai, yakni kesetaraan gender, persatuan  berbagai ras dan etnis, persatuan dalam agama yang berbeda, persatuan dalam pandangan dunia yang berbeda, anti-pelecehan seksual, anti-perundungan, anti-stereotip, dan redefinisi kecantikan. Delapan nilai inilah yang diperjuangkan IDN Media setiap hari. Keren! 
      

            Terus, kenapa saya memilih baca berita di IDN App? Yuk, simak jawabannya!

7 kelebihan artikel di IDN App

1. Aktual dan beragam

Siapa pemenang pemilu AS? Benarkah Indonesia mengalami resesi? Apa kabar vaksin Merah Putih? Kita bisa membaca semua berita terbaru di IDN App. Beragam kategori ada di sana. Tinggal pilih. News, Business, Sport, Tech, Hype, Life, Health, Automotive, Science, Travel. Komplet! Ada kategori Fiction buat kalian pencinta cerpen, novel, dan puisi. IDN App juga punya kategori Regional, semacam paguyuban wartawan dari berbagai daerah, seperti Yogya, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dll. Ini bagus sekali. Kita jadi tahu lebih dalam perkembangan daerah-daerah di Indonesia. Semoga ke depannya semakin banyak daerah yang dikupas.

2. Edukatif

Saya pernah membaca artikel media daring yang memberikan list web situs film-film bajakan. Ini berarti media daring tersebut berani terang-terangan mengajak pembaca menonton film ilegal?!    

Hati-hati, tingkat kepercayaan masyarakat kepada media cukup tinggi. Seyogianya media bertanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan. Karena selain menambah wawasan, informasi juga dapat mempengaruhi perangai masyarakat. Setuju? Semoga media daring tersebut bisa diberi sanksi dan ditertibkan.         

Saya suka baca berita di IDN App karena beritanya edukatif dan berbobot. Bahasanya ringan, tapi tidak murahan. Artikel primadona saya adalah artikel kisah inspiratif, artikel anak & wanita, dan artikel kesehatan. Berikut contohnya. Mudah-mudahan lebih banyak aplikasi baca berita kita yang seperti IDN App ini, ya.

- Kisah Nur Rohim, Guru Honorer yang Berjuang untuk Pendidikan Merauke

- Perempuan dan Anak Rentan Saat Terjadi Bencana, KPPPA Bikin Pedoman

-  5 Alasan Kamu Berjemur di Pagi Hari, Bikin Bahagia

Artikel yang saya suka di IDN App

3. Sesuai kaidah bahasa Indonesia

Tidak dimungkiri, sebagian besar pembaca media daring adalah generasi belia. Wajar jika media daring saling berlomba merebut perhatian mereka. Yang tidak wajar itu jika menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

Bahasa gaul (kadang alay) bablas dipakai. Riskan jika pembaca berasal dari luar Jakarta. Mereka bisa saja tersendat-sendat membaca karena tidak paham bahasa gaul ibu kota. Ini kejadian ketika saya remaja dan masih menetap di Kota Medan. Saya sering tidak paham bahasa gaul di dalam artikel beberapa majalah remaja ibu kota. Hiks. Selain bahasa gaul yang berlebihan, bahasa amburadul juga jadi favorit media daring. Berikut contoh judul berita media daring yang bikin sakit kepala.

- Via Vallen Beli Mobil Alphard yang Diduga Dibakar Orang Secara Cash!

- Neymar dan Pacar Berondong Ibunya Dulu Akur Sekarang Tusuk Dubur

- Goreng Tempe & Tahu, Nia Ramadhani Lompat Mundur Karena Parno Minyak Meletus-Letus

Kalau artikel di IDN App, termasuk artikel taat kaidah bahasa Indonesia. Sesekali menggunakan bahasa gaul dan bahasa Inggris, tapi masih dalam koridor aman. Berikut contohnya.   

- 10 Potret Kompak Indra Bekti dan Jirayut Jadi Backstage Host POPA

- 10 Pesona Juli JKT48 yang Bikin Penggemar Klepek-Klepek!

- Meski Jadul, 9 Game Ini Masih Seru Dimainkan di Zaman Now, Lho

4. Bukan asal catut konten narsum

Dulu media harus menyambangi dan mewawancara narsum secara langsung untuk mendapatkan informasi yang akurat. Sekarang? Media daring sudah merasa cukup dengan mencatut caption medsos selebritas beserta komentar-komentar netizen. Setelah itu, ta-daaa ... jadilah sebuah berita, kadang tanpa paragraf pembuka dan paragraf penutup pula. Berita yang seharusnya berbasis fakta menjelma menjadi artikel “bisik-bisik tetangga” alias artikel gosip belaka.

Kalau di IDN App, ada kategori Hype yang mengulas segala polah selebritas. IDN App sering mengeposkan foto-foto kebersamaan selebritas dan keluarga, yang diambil dari medsos selebritas tersebut. Contohnya, berita Anak Alam Banget, 10 Momen Asyik Gisel dan Gempi Nikmati Liburan. Sekadar saran, sebaiknya konten ditambahkan hasil wawancara (via telepon, mungkin) Gisel tentang tip-tip berlibur di alam bareng anak, misalnya.

5. No clickbait clickbait club

Apakah kalian pernah mengalami, begitu selesai membaca sebuah berita, rasanya pengin gigit meja? Soalnya, judul dan isi, kok, enggak nyambung! Itu tandanya kalian terjebak artikel clickbait!

Clickbait (umpan klik) maksudnya adalah pembuat konten (entah itu artikel, video, atau yang lain) yang memanfaatkan judul untuk mendapatkan klik dari audiens. Judul harus menarik dan lain daripada yang lain. Sebenarnya tidak apa-apa, sih, kalau isi sesuai dengan judul. Hanya, yang sering terjadi, alih-alih membuat judul yang menarik, kebanyakan media daring malah membuat judul yang nyeleneh. Isi juga tidak sesuai dengan judul. Jadi, jangan heran kalau setelah melahap konten, audiens misuh-misuh komentar, “Kembalikan kuotaku!” atau “Kembalikan waktu lima menit aku membaca berita ini!”

Lebih parah lagi kalau audiens langsung share konten tanpa menelaahnya sama sekali. Hebohnya bakal berkali-kali lipat. Berasa  ada tawuran di dunia maya. Menurut hemat saya, sebaiknya kita tidak “memberi panggung” pada berita-berita semacam ini. Tidak usah diklik, tidak usah dibaca, apalagi share. Berikut contoh berita-berita clickbait media daring yang bikin kesal tujuh turunan lima tanjakan tiga belokan.

- Judul: Sniper Mati Ditembak Orang Gila, Pasukan Elit Raider TNI Tiba di Papua

Isi: cerita tentang TNI yang sedang melakukan patroli batas negara, lalu loncat ke cerita sniper Amerika, lalu loncat lagi ke cerita Presiden Turki yang ingin membangkitkan kekuatan Islam.  

- Judul: Jawaban Giring Ditanya Modal Nyapres 2024: Saya Pengalaman Memimpin Band

Isi: di dalam artikel Giring bercerita bahwa dia belajar dari pemimpin lain dan dari membaca buku-buku otobiografi, bukan mengandalkan pengalamannya sebagai pemimpin band seperti yang tertera di judul.   

- Judul: Seorang Ayah Tega Lempar 3 Anaknya ke Kereta Api yang Tengah Melintas

Isi: kejadian di Kairo, tapi foto yang dicantumkan foto kereta api Indonesia.

Baru saya kasih tiga contoh, tapi teman-teman sudah mangkel berat, kan? Syukurlah, berita di IDN App bukan berita clickbait yang aneh-aneh. Isi selalu sesuai dengan judul. Betapa beruntung mereka yang memiliki keahlian menulis. Hasil ukiran pena bisa menjadi amal jariah di akhirat kelak. Kenapa tidak sekalian kita kejar bonus ini? Kejar cuan dunia sah-sah saja, tapi jangan sampai menistakan diri jadi bulan-bulanan kemarahan pembaca. Ngeri, ah.          

Artikel IDN App keren-keren

6. Tanpa tombol klik halaman

Kalian pasti kesal dengan artikel yang memuat banyak sekali tombol klik halaman. Perasaan kita baru membaca dua paragraf, tahu-tahu disuruh klik halaman selanjutnya, begitu seterusnya sampai hati dan jari ini lelaaahhh. Saya bahkan pernah menemukan sepuluh tombol klik halaman pada sebuah artikel di media daring! Bayangkan, sepuluh! Sungguh menguji keimanan dan kesabaran, Saudara-saudara.    

Iya, iya, saya paham kenapa media daring begitu “mendewakan” klik halaman. Sebagian penghasilan media daring memang dari iklan. Traffic yang riuh bakal membuat perusahaan tergiur memasang iklan. Akan tetapi, artikel di IDN App tampil beda. Tidak ada satu pun artikel di sana yang memuat tombol klik halaman. Alhamdulillah, kita bisa membaca berita dengan tenang dari awal sampai akhir.

7. Tidak diskriminasi gender

 Media kerap menjadikan perempuan sebagai objek. Saat lagi gaduh-gaduhnya kasus penipuan First Travel, media habis-habisan “menguliti” Annisa Hasibuan. Namun, tidak demikian halnya kepada sang suami, Andika Surachman. Contoh lain, di berita pemerkosaan, korban perempuan sering disalahkan media, dikritik dari cara berpakaian sampai faktor keluar malam. Contoh lain lagi, di berita duka seorang perempuan yang wafat karena kecelakaan, masih saja media memberi embel-embel judul “Perempuan Cantik”.

Seperti yang sudah saya tulis di atas, IDN Media menganut nilai yang menentang pemberitaan-pemberitaan seperti itu. Sebaliknya, IDN Media sangat mendukung pemberdayaan perempuan. Kalian bisa mencari artikelnya #AkuPerempuan di IDN App. Berikut contohnya.     

- Nicky Oliviane, Srikandi Penyapu Ranjau Paku

- Pentingnya Partisipasi Perempuan dalam Sepak Bola

- Kisah Menarik Yacko, Rapper Perempuan yang Merangkap Akademisi

Saya suka! Saya pengin IDN App memperbanyak artikel tentang pemberdayaan perempuan, apalagi di kategori artikel hanya ada Men, tidak ada Women. Hanya, sepertinya artikel seputar perempuan terhimpun di Popbela.com dan Popmama.com. Tolong koreksi kalau saya salah.   

Nilai plus IDN App

Teman-teman sudah pada tahu, kan, kelebihan artikel IDN Times? Dijamin raga dan pikiran tetap sehat. Lebih oke lagi kalau kalian membacanya via IDN App. Ini dia tiga alasan utamanya.

1. Akses cepat

Ini, sih, bukan rahasia umum lagi. Akses via aplikasi seluler biasanya memang lebih cepat, tidak seperti akses web situs yang harus melewati proses loading terlebih dahulu. Akses IDN App termasuk lancar jaya. Selama saya pakai, belum pernah ngadat atau eror. Mungkin yang perlu diperbaiki adalah kemudahan login. Saya harus login 3-5 kali sebelum bisa benar-benar masuk ke akun pribadi.   

2. Fitur atraktif

Tampilan antarmuka IDN App memanjakan mata. Artikel dengan thumbnail dari aneka kategori hadir minimalis, bersih, dan rapi di Home. Fitur-fiturnya atraktif. Si sulung paling suka fitur Tanya Jawab karena dia bisa langsung berinteraksi dan berkenalan dengan user IDN Times yang lain. Seru!     

Guess what, IDN App sudah punya fitur mode gelap atau dark mode. Fitur mode gelap adalah fitur di mana teks berwarna putih, sementara latar belakang berwarna hitam. Saya perhatikan, belum semua aplikasi baca berita memilikinya. Fitur ini sangat disukai Gen Z, termasuk si sulung. Selain menghemat daya ponsel, kesehatan mata terlindungi ketika kita menggunakan ponsel dalam jangka waktu lama dan di malam hari. 

 

Fitur mode gelap IDN App
 

3. Minim iklan

Kalian sering terganggu iklan saat membaca berita? Nah, baca berita via IDN App, minim iklan! Tidak ada iklan yang heboh gentayangan atau muncul tiba-tiba menutupi artikel. Saya hanya melihat satu iklan muncul ketika membuka aplikasi. Itu saja.   

IDN App bisa diinstal di App Store dan Google Play Store. Oiya, selain wartawan, kita juga bisa menulis di IDN Times via IDN App. Kalau lagi senggang, buka IDN App di ponsel, pilih Tulis Artikel, dan cicil ngedraf. IDN Times mewadahi karya-karya tulis Millenials dan Gen Z di IDN Times Community. Semua artikel melalui proses kurasi yang ketat sebelum tayang. Kaidah bahasa Indonesia dan orisinalitas karya tulis sangat dicermati.

Psssttt ... tulisan yang tayang ada honornya, lo. Besar honor tergantung pada views pembaca. Sekian views diganjar sekian poin. Poin akan dikonversikan ke rupiah. Berarti semakin banyak views, semakin besar pula honor kalian. Mantap, kan? Saya berencana menulis di IDN Times. Beberapa hari yang lalu sudah bikin akun. Ayo, kalian juga, dong! Kita ramaikan jagat maya dengan konten positif. Baca berita di IDN App dan coba menulis di sana, ya! [] Haya Aliya Zaki


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan