Selasa, 25 Agustus 2020

[Dongeng] Ketika Nara Bersedih

 

(Kedaulatan Rakyat, 21 Agustus 2020)
 

Nara, seekor laba-laba berwarna hitam dan kuning, bersahabat karib dengan Danum, yang juga seekor laba-laba. Mereka tinggal di sebuah hutan di Kalimantan Barat. Sayang, Nara dan Danum harus berpisah. Danum pergi mengikut orangtuanya pindah ke daerah lain.

Seminggu setelah Danum pergi, Nara mengeluh sakit kepala. Hanyi dan Mamut mengantar Nara ke dokter. Hanyi dan Mamut adalah teman-teman Nara. Hanyi seekor bajing berbulu ekor lebat, sementara Mamut seekor katak kepala pipih. Kata dokter, Nara sakit kepala karena terlalu sedih. Hanyi dan Mamut pun merasa kasihan.   

“Nara harus punya kegiatan supaya bisa melupakan kesedihannya,” kata Hanyi.

Mamut berpikir sejenak. “Hm, bagaimana kalau menjahit? Nara kan pandai menjahit?” tanyanya.

Hanyi setuju dengan Mamut. Mereka mendatangi rumah Nara dan menyampaikan maksud mereka.

Nara melakukan saran Hanyi dan Mamut. Dia sibuk menjahit, menjahit, dan menjahit. Benang yang keluar dari tubuhnya seolah tidak pernah habis. Dia juga menjahit baju untuk Hanyi dan Mamut. Hanyi dan Mamut senang. Mereka senang bukan cuma karena dikasih hadiah oleh Nara, melainkan karena Nara sudah kembali ceria.

Akan tetapi, sebulan kemudian, Hanyi dan Mamut mendengar kabar Nara sakit kepala lagi. Kali ini ditambah bersin dan batuk. Hanyi dan Mamut bingung. Apakah Nara masih sedih teringat kepergian Danum?

Hanyi dan Mamut mendatangi rumah Nara. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat rumah Nara yang berdebu tebal! Isi rumah juga berantakan. Sepertinya karena sangat sibuk menjahit, Nara jadi tidak sempat membersihkan rumah. Rumah yang kotorlah yang menyebabkan Nara sakit!

“Ayo, kita bantu Nara membersihkan rumahnya!” kata Hanyi.

Mamut mengangguk. Dia yang terbiasa hidup di sungai yang bersih, langsung merasa tidak betah melihat kondisi rumah Nara.

Hanyi sigap menyapu debu dengan ekor lebatnya. Mamut cekatan mengambil air sungai untuk mencuci baju, taplak, dan seprai. Nara ingin membantu, tapi mereka menyuruh Nara istirahat saja supaya cepat sembuh. Seharian Hanyi dan Mamut bekerja membersihkan rumah Nara. Kini rumah Nara telah bersih dan rapi.

Beberapa hari berikutnya, Nara gantian mendatangi Hanyi dan Mamut. Dia telah sembuh. “Terima kasih, Hanyi, Mamut. Selama ini aku selalu bermain dengan Danum, padahal ada kalian yang juga teman-temanku. Kalian baik sekali. Aku akan tetap menjahit, tapi tentu tidak lupa menjaga kebersihan rumah,” kata Nara panjang lebar.

Hanyi dan Mamut tersenyum.

“Oiya, nanti malam kalian datang ke rumahku, ya? Aku memasak sup yang sangat enak. Kalian pasti suka!” lanjut Nara.

Hanyi dan Mamut mengangguk. Mereka jadi tidak sabar menunggu nanti malam! [] Haya Aliya Zaki

 

Cara mengirim cerpen anak atau dongeng ke koran Kedaulatan Rakyat

1.  Tulis cerpen anak atau dongeng maksimal 500 kata.

2. Kirim naskah rubrik CERNAK ke alamat redaksi KR Jl. P. Mangkubumi, Gowongan, Jetis no. 40–46 Yogyakarta 55232. Tidak perlu mengirim soft copy via e-mail.

3.  Lampirkan scan KTP.

4. Sertakan biodata dan nomor rekening bank di naskah dan badan email.

5. Dongeng di atas saya kirim 25 Mei 2020 dan dimuat 21 Agustus 2020 (masa tunggu 3 bulan).
6. Rubrik CERNAK terbit setiap hari Jumat (seminggu sekali). Silakan pantau melalui e-paper gratis daftar di kr.co.id/epaper.  

 

 

1 komentar:

  1. Wah ceritanya menarik dan saya lagi belajar bkin cerita anak jadi buat referensi, terima kasih :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan