Jumat, 24 Juli 2020

Sedekah Daging Jadi Solusi Berbagi di Kala Pandemi


Beberapa hari lalu saya membaca cerita tentang pilot yang di-PHK, kini menjadi kurir makanan. Dulu sang pilot memiliki penghasilan puluhan juta rupiah per bulan, kini alhamdulillah penghasilan cukup untuk makan. Mereka yang selama ini kelebihan materi, kini harus mengencangkan ikat pinggang, bahkan hidup kekurangan. Pandemi Covid-19 membuat segalanya jadi berbeda, termasuk dalam menyambut Iduladha beberapa hari lagi.
Saya bertanya kepada pedagang hewan kurban yang saya temui, gimana penjualan hewan kurban tahun ini. Namanya blogger kudu sering sering kepo sama sekitar, kan. Siapa tahu bisa jadi bahan postingan he-he. Dugaan saya benar. Tahun ini penjualan hewan kurban menurun sampai sekian puluh persen. Pandemi melibas banyak sektor perekonomian. Masyarakat kehilangan mata pencaharian. “Jangankan membeli hewan kurban, masyarakat untuk makan sehari-hari saja sulit, Mbak,” keluh salah satu pedagang hewan kurban.
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).” – QS. Al-Kautsar: 2
Bagi saya, makna berkurban itu dalam banget. Berkurban merupakan bentuk ketakwaan kita kepada Allah. Layaknya Nabi Ibrahim yang sepenuhnya berserah diri ketika diperintah Allah untuk menyembelih Ismail, anak kandungnya. Saya pribadi belum ada apa-apanya dibandingkan Nabi Ibrahim. Jumlah uang yang dikeluarkan untuk berkurban juga belum ada apa-apanya dibandingkan nikmat yang sudah Allah anugerahi selama ini. Setidaknya berbagi dengan cara berkurbanlah yang mampu saya lakukan.
Sejatinya pandemi tidak menyurutkan langkah kita untuk berbagi saat Iduladha. Teman-teman yang tetap ingin berbagi, tapi belum memiliki tabungan untuk berkurban, kalian bisa ikutan Program Sedekah Daging Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa mengajak #OrangBaik bersedekah daging untuk masyarakat kurang mampu yang tinggal di wilayah pelosok dimulai dari nominal yang terjangkau, yakni Rp100 ribu. Menurut data IDEAS (Indonesia Development Islamic Studies) Dompet Dhuafa, masih banyak masyarakat yang belum merasakan daging kurban, terutama di wilayah luar Jakarta.       
Program Sedekah Daging Dompet Dhuafa

Oiya, perlu diketahui, program Sedekah Daging Dompet Dhuafa tentu BERBEDA ya, dengan berkurban meskipun nominal sedekah akan dikonversi menjadi sejumlah daging hewan. Niat dan akad Sedekah Daging ini untuk bersedekah atau donasi. Jadi, tidak bisa disamakan dengan ibadah kurban. Syarat untuk berkurban adalah satu ekor kambing, domba, atau biri-biri untuk satu orang ATAU satu ekor sapi, kerbau, atau unta boleh patungan untuk tujuh orang.
Teman-teman tunggu apa lagi? Yuk, ikutan Program Sedekah Daging Dompet Dhuafa! Semoga Allah menerima amal ibadah kita. Insyaallah program ini jadi solusi berbagi di kala pandemi. Kita bantu mengukir senyum kebahagiaan mereka yang kurang mampu saat Iduladha nanti. [] Haya Aliya Zaki



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan