Minggu, 31 Mei 2020

Cegah Penularan Virus Korona Pada Lansia


Teman-teman mungkin sudah pada tahu kalau lansia lebih rentan terinfeksi virus korona. Tambahan pula jika lansia tersebut memiliki penyakit kronis seperti jantung, kanker, hipertensi, dsb. Mereka lebih rentan lagi dan lagi terinfeksi virus korona karena fungsi organ-organ tubuh yang menurun dan sistem imun yang rendah. Meski begitu, saya punya beberapa tip agar virus korona tidak menulari lansia saat pandemi Covid-19. Yuk, simak tipnya!

1. Jaga kebersihan

            Lansia harus sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama sekitar 20 detik. Kalau tidak ada sabun, boleh pakai hand sanitizer. Oleskan hand cream atau krim pelembap jika tangan terasa kering. Benda-benda yang kerap dipegang seperti ponsel, gagang pintu, pegangan tangga, dll harus dibersihkan pakai disinfektan secara berkala. 

2. Di rumah saja

Sebaiknya lansia di rumah saja untuk sementara waktu. Ketika bepergian, kemungkinan terpapar virus sangat tinggi, apalagi jika lansia bepergian dengan transportasi umum. Ruang publik yang ramai seperti mal, restoran, stasiun, dll, dapat membahayakan kondisi kesehatan lansia. 

3. Pakai masker

            Kalau dulu masker hanya dipakai oleh orang sakit, sekarang WHO mewajibkan semua pakai masker jika bepergian, sekalipun cuma ke minimarket dekat rumah. Pakai masker kain saja, tidak perlu masker N92 atau masker bedah (hijau) demi menjaga ketersediaan masker tersebut untuk tenaga medis. Masker kain kekinian dengan beraneka motif dan warna malah jadi trend fashion yang oke, lo. Teman-teman bisa memberikan hadiah masker kain motif batik, misalnya, untuk ayah, ibu, kakek, atau nenek. Mereka akan senang.       

4. Hindari kumpul-kumpul

Saat kumpul-kumpul di mana lansia banyak bersentuhan dengan orang-orang entah itu berjabat tangan atau berpelukan dan menyentuh macam-macam permukaan benda, potensi penularan virus menjadi lebih besar. 

5. Jangan menerima kedatangan anak cucu

Lansia jangan menerima kedatangan anak cucu dulu. Anak muda yang sudah terinfeksi virus, namun tanpa gejala karena daya tahan tubuh yang bagus, ini terutama yang harus diwaspadai. Secara tidak sadar, mereka bisa menularkan virus. 
Memang berat bagi lansia untuk tidak berinteraksi dengan keluarga besar. Hal ini akan mempengaruhi kesehatan mental dan pikiran mereka. Pastikan agar lansia tidak merasa terkucil dan tetap bahagia. Anak cucu dapat melakukan silaturahmi virtual dengan video call, skype, zoom meeting, dll. 

Lebaran tahun lalu bersama Abah, sekarang silahturami virtual saja

6. Cek protokol kesehatan perawat home care

Perawat home care bertugas melayani kebutuhan harian lansia, seperti menyuapi makan, memberikan obat-obatan, memandikan, dll. Maka, penting untuk mengecek protokol kesehatan perawat lansia saat pandemi. Sebaiknya lansia memakai jasa perawat yang menginap (bukan part time) sehingga risiko perawat keluar masuk zona merah lebih kecil.  

7. Tangguhkan pemeriksaan rutin ke dokter

Lansia sering terkena masalah kesehatan, karena itu mereka kudu rutin periksa ke dokter. Akan tetapi, saat pandemi, hendaknya lansia mengunjungi dokter saat kondisi sangat mendesak saja. Hari gini tenaga medis di rumah sakit memiliki frekuensi tinggi berinteraksi dengan pasien mana pun, termasuk pasien Covid-19. Seandainya terpaksa ke dokter, lansia dan pendampingnya (perawat home care atau anggota keluarga) harus memakai masker dan membawa perlengkapan yang diperlukan seperti hand sanitizer, disinfektan, tisu, serta obat-obatan. 
Di atas itu semua, perhatikan asupan makanan bergizi seimbang, vitamin, dan mineral. Jangan sampai lansia bergadang atau tidur larut malam. Ajak mereka melakukan olahraga ringan di rumah. Bantu mereka mengembangkan hobi yang disuka seperti merajut, melukis, berkebun, dsb. Jika teman-teman ragu dan ingin berkonsultasi dengan dokter, silakan mencoba aplikasi Halodoc. Mudah-mudahan bisa membantu. []

1 komentar:

  1. Apa kabar Mbak Haya, kangeen! Iya, orangtuaku di Bogor sekarang di rumah saja, protokol kesehatannya lebih ketat karena memang lebih rentan, semoga sehat semuanya ya aamiin!

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan