Kamis, 21 Mei 2020

[Dongeng] Persahabatan Lutung dengan Manyar



(Kedaulatan Rakyat, 15 Mei 2020)
Yak apa kabare, Manyar? Jadi kita dolan sore ini?” tanya Lutung begitu sampai di sarang Manyar yang unik dan indah seperti anyaman mangkuk. Lutung tampak bersemangat.
Manyar menaruh buku bacaannya. Keningnya mengernyit. “Yak opo seh? Bukannya janjiannya besok sore? Hari ini aku mau meneruskan membaca buku favoritku,” jawab Manyar.
Aaah … iya! Lutung salah. Dia lupa! Hanya, entah kenapa, alasan Manyar soal membaca buku membuat Lutung kesal!
“Lutung, kapan kamu mau belajar membaca?” tanya Manyar. “Kamu tidak harus membaca buku-buku tebal seperti aku. Kamu bisa membaca buku bergambar atau buku lainnya yang kamu suka.”
Pertanyaan Manyar membuat Lutung tambah kesal. Tanpa berkata apa-apa, dia meninggalkan sarang burung manyar tempua itu. Lutung melompat lincah dari satu pohon ke pohon yang lain. Sepertinya dia balik ke pohon asam jawa atau pohon pilang untuk makan-makan lagi.  Kon wes ngerti kan kalau aku tidak suka duduk diam membaca! Aku sukanya dolanan seperti ini!” teriak Lutung sayup-sayup.
Lutung dan Manyar tinggal di sebuah hutan di Jawa Timur. Mereka bersahabat meski memiliki hobi berbeda. Lutung senang bertualang di hutan, sedangkan Manyar senang membaca buku. Manyar memahami itu. Akan tetapi, dia cuma ingin Lutung belajar membaca. Seandainya saja Lutung tahu kalau manfaat membaca banyak sekali.    
Malamnya, Manyar mendengar ribut-ribut. Lutung ditangkap oleh sekelompok manusia! Dia dikurung di dalam kandang yang sempit. Kasihan Lutung. Manyar ingin menolongnya!
Manyar berpikir keras. Akhirnya, dia mendapatkan ide dari buku yang pernah dibacanya. Besok Manyar akan meminta teman-temannya sesama burung manyar tempua untuk berkumpul. Dia juga akan memberitahukan rencananya ini kepada teman-teman sesama lutung.
            Keesokan sore, Manyar dan teman-temannya berkumpul di dahan pohon di dekat tenda manusia. Manyar memberi kode. Dia dan teman-temannya berkicau merdu sekali. Sekelompok manusia yang menangkap Lutung, terpesona. Mereka berlomba menangkap Manyar dan teman-temannya juga.
Begitu kawanan burung manyar tempua beraksi, teman-teman sesama lutung pun bergegas membebaskan Lutung. Ada yang mencuri kunci kandang dan ada yang membantu melepaskan ikatan di tubuh Lutung. Mereka berhasil! Lutung dan teman-temannya kabur meninggalkan halaman tenda, lalu disusul Manyar dan teman-temannya.
            Usut punya usut, Lutung ditangkap saat dia kejeblos ke dalam lobang besar di sekitar tenda. Awalnya Lutung cuma ingin tahu apa yang dilakukan oleh sekelompok manusia itu. Di sekitar situ sudah ada plang kayu bertuliskan “Hati-Hati Lobang!” ditancapkan, tapi Lutung kan tidak bisa membaca.  
            “Manyar, aku mau belajar membaca,” kata Lutung malu-malu.
            Manyar tersenyum. “Sungguh? Dengan senang hati aku akan mengajarimu, Lutung. Setelah belajar, kita dolan bareng-bareng, ya?”
Lutung langsung melompat-lompat kesenangan. [] Haya Aliya Zaki 

Cara mengirim cerpen anak atau dongeng ke koran Kedaulatan Rakyat
1.  Tulis cerpen anak atau dongeng maksimal 500 kata.
2. Kirim naskah rubrik CERNAK ke alamat redaksi KR Jl. P. Mangkubumi, Gowongan, Jetis no. 40–46 Yogyakarta 55232. Tidak perlu mengirim soft copy via e-mail.
3.  Lampirkan scan KTP.
4. Sertakan biodata dan nomor rekening bank di naskah dan badan email.
5. Dongeng di atas saya kirim 5 Mei 2020 dan dimuat 15 Mei 2020 (masa tunggu 10 hari).
6. Rubrik CERNAK terbit setiap hari Jumat (seminggu sekali). Silakan pantau melalui e-paper gratis daftar di epaper.krjogja.com.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan