Jumat, 24 April 2020

[Resensi Buku] Pentingnya Belajar Cara Menghadapi Bencana


(Kedaulatan Rakyat, 14 April 2020)


Judul: Jangan Panik! vol.3 Anak Siaga dan Tanggap Bencana
Penulis: Watiek Ideo dan Fitri Kurniawan
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Cetakan: I, 2020
Tebal: 80 halaman
ISBN: 978-623-216-859-6





Sepertinya sudah tidak terhitung bencana yang singgah di bumi Indonesia. Awal 2020 beberapa daerah mengalami (lagi) banjir, tanah longsor, dan gempa. Faktor geografis menyebabkan Indonesia rawan bencana. Indonesia berada di antara tiga lempeng tektonik dunia, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Selain itu, Indonesia terletak di Sabuk Alpine (Alpine Belt) dan dikelilingi Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). 

Sayang, kondisi Indonesia yang rawan bencana belum diikuti aksi siaga dan tanggap bencana. Pendidikan seputar hal ini masih minim, terutama untuk anak-anak. Mungkin kita bisa belajar dari Jepang. Sebagai contoh, Jepang rutin mengadakan simulasi gempa di sekolah-sekolah. Saat simulasi gempa, anak-anak akan merasakan sensasi gempa dan latihan menyelamatkan diri.

Buku juga menjadi sarana penting bagi pendidikan. Bersyukur sekali ketika mengetahui buku Jangan Panik! Vol.3 Anak Siaga dan Tanggap Bencana hadir untuk anak-anak. Di dalamnya ada sepuluh cerita anak tentang berbagai bencana yang akrab terjadi di Indonesia. Rumah Reno bercerita tentang Reno yang malah ingin main air ketika banjir. Suatu Malam di Rumah Kakek bercerita tentang Kakek yang masih menjaga keberadaan pohon untuk mencegah tanah longsor. Bersih-Bersih Rumah bercerita tentang Tio dan Rena yang mengalami gempa ketika sedang membereskan buku-buku di perpustakaan rumah. Cerita yang paling menarik menurut saya adalah Tas Penyelamat. Apa saja isi tas penyelamat? Berapa banyak dari kita yang berinisiatif menyiapkannya sebelum bencana datang? Kelihatannya sepele, tapi ternyata sangat penting! Setiap cerita diakhiri dengan penjelasan tanda-tanda bencana serta hal-hal yang harus dilakukan sebelum dan ketika bencana datang.  
      
Di buku ini, pendidikan siaga dan tanggap bencana disampaikan melalui kalimat sederhana dan dalam dua bahasa (bahasa Indonesia dan Inggris). Semua halaman dihiasi ilustrasi penuh warna yang atraktif. Bukan cuma anak, orangtua juga perlu membaca buku ini supaya bisa duduk bareng membahasnya dengan anak. Mari belajar siaga dan tanggap bencana demi keselamatan bersama. Sikap yang paling pokok, jangan panik berlebihan dan pahami sinyal bahaya. [] Haya Aliya Zaki, penulis dan pemerhati cerita anak


Cara mengirim resensi ke koran Kedaulatan Rakyat
1. Buku yang diresensi harus baru (tahun 2020).

2. Jenis bukunya boleh apa saja, termasuk buku cerita anak.

3. Tulis resensi maksimal 250 kata. Kalau lebih dari 250 kata, resensi akan dipotong redaktur. Kalimat berwarna merah di atas adalah kalimat saya yang dipotong redaktur.

4. Kirim resensi ke rubrik PUSTAKA dengan email resensikrm@yahoo.com dan redaksi@krjogja.com

5.  Lampirkan naskah resensi, scan cover buku, scan halaman keterangan buku (setelah cover), scan KTP, dan foto diri. Ingat, harus komplet lampirannya, ya. 

6. Sertakan biodata, pendidikan terakhir, dan nomor rekening bank di naskah dan badan email.

7. Resensi di atas saya kirim 13 Maret 2020 dan dimuat 14 April 2020 (masa tunggu sebulan).

8. Resensi terbit setiap hari Selasa, Jumat, atau Sabtu (seminggu sekali). Silakan pantau melalui e-paper gratis daftar di epaper.krjogja.com.  

2 komentar:

  1. Kebanyakan indonesia bertindak karena jika sudah terjadi teh.. kayak korona ini.. baru bertindak pasca ada yg kena korona.. dan itu pun menurutku nggak tegas

    BalasHapus
  2. Buku ini cocok dibaca usia berapa kak? Memang penting banget pemahaman dan tanggap bencana sejak dini. Aku langsung kebayang jaman tsunami Aceh dlu pas orang2 liat air laut surut justru mereka pada berlarian mendekati laut dan nangkepi ikan walhasil kesapu semua lah termasuk beberapa sepupu abang yg ga ketemu jenazahnua sampai hari ni :(

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan