Selasa, 07 April 2020

5 Alasan Kamu Harus Punya Gamis


Tidak terasa sebentar lagi Ramadhan, terus Lebaran, deh. Masya Allah ... tidak sabar! Saat-saat Ramadhan dan Lebaran, baju favorit sejuta umat, eh, sejuta emak tentulah gamis. Betul? Tapiii, tapiii, hari gini beli gamis mau dipakai ke mana? Dunia sedang heboh oleh pandemi Covid-19. Kita wajib #DiRumahAja, tidak boleh ke mana-mana, demi memperkecil risiko tertular atau menularkan virus korona bandel itu. Paling banter jalan-jalan mentok ke dapur, sumur, kasur. Halah.
Sebenarnya, bagi saya, gamis bukan cuma cocok dipakai ke pengajian atau hari raya. Gamis jadi salah satu baju andalan ke ... kondangan! Setelah menikah dan punya tiga anak, badan kok melarnya enggak sopan amat, ya. Pengin pakai kebaya modern, dress anggun, baju ini itu, tapi semua sempit! Alhamdulillah gamis jadi penolong. Berikut 5 alasan kalian harus punya gamis. 

Narsis di kondangan

1. Banyak ukuran

            Senangnya sama gamis karena punya banyak ukuran dari XS sampai XXXL, bahkan ada yang lebih jumbo lagi. Kita jadi punya pilihan. Tidak perlu terlalu serius mengecek ukuran bodi sebelum membeli. Tidak bakal sakit hati gara-gara urusan lingkar dada atau lingkar keti. Meski begitu, Teman-teman yang bertubuh mungil jangan sampai membeli gamis kebesaran. Nanti malah kelihatan tenggelam.   

2.  Bahan beraneka  

            Rata-rata bahan gamis itu tebal, tapi tidak panas. Ada bahan katun, sifon, sutra, jersey, wolfis, dan lain-lain. Saya suka gamis bahan katun dan wolfis. Bahan katun ringan dan menyerap keringat. Saya memakainya ke acara kumpul keluarga atau jalan-jalan santai. Kalau bahan wolfis itu bahan untuk gamis Arab yang syar’i. Bentuknya jatuh dan bagus di badan. Saya selalu memakainya ke kondangan.     

3. Motif beragam

            Zaman sekarang gamis segala motif ada, dari yang polos, polkadot, bunga-bunga, you name it dah. Favorit saya tetap gamis hitam polos dengan hiasan payet, manik-manik, atau benang emas serta perak di ujung lengan dan di ujung bawah gamis. Tidak usah pusing tujuh keliling obrak-abrik lemari baju sebelum berangkat. Gamis hitam netral dipakai ke pengajian, kondangan, atau acara-acara lain yang semi formal.   

4. Praktis

            Model gamis macam-macam ada yang simpel seperti artis Dian Ayu Lestari atau berlapis seperti ustazah Peggy Melati Sukma. Hanya, teteup modelnya ora neko-neko. Kalau mau dipakai, tinggal dimasukkan melalui leher dan blos kejeblos ... beres! Gamis premium yang sudah ada hiasan payet, manik-manik, atau benang emas serta perak, tidak membutuhkan mix and match perhiasan lagi. Begitu saja sudah kelihatan mewah.    

5. Nyaman

Gamis itu longgar dan nyaman dipakai. Berbeda dengan baju atau celana ketat. Meski terasa keren karena mengikuti tren, memakai baju atau celana ketat bisa berakibat buruk pada kesehatan, seperti membuat sakit perut, memunculkan ruam di kulit, dan menyebabkan gatal-gatal pada area kewanitaan. Kalau terjadi hal seperti ini, segera konsultasi ke dokter.

  Teman-teman yang pengin beli gamis, tidak perlu datang desak-desakkan ke toko baju. Nanti pulangnya malah diintilin korona. Hiiiy! Jadi? Pesan online saja dan tunggu paket berisi gamis kesayangan tiba di rumah!
Nah, berhubung lagi pandemi Covid-19, menerima kiriman paket pun ada protokolnya. Sebelum sampai ke kita, paket telah dijamah (((DIJAMAH))) oleh banyak orang. Perlu diketahui, virus korona bisa bertahan di permukaan kardus, kaca, stainless steel, dalam waktu beberapa jam bahkan beberapa hari. Meski menurut pakar penyebaran virus korona melalui paket rendah sekali, tidak ada salahnya kita berjaga-jaga. Sekalian saya sampaikan di sini protokol menerima paket. Duh, kurang baik apa cobaaa.
            Pertama, seandainya memungkinkan, lakukan pembayaran secara online supaya Teman-teman tidak perlu kontak fisik dengan kurir saat membayar. Kedua, mintalah kurir menaruh paket di depan pintu atau jaga jarak minimal 1–2 meter saat menerima paket. Ketiga, bersihkan bungkus paket dengan disinfektan, tunggu sekitar 5 menit, lalu lap kering. Keempat, buang semua bon dan struk ke tong sampah. Kelima, cuci tangan. Ingat, jangan menyentuh bagian wajah sebelum cuci tangan, ya!     
            Semoga kita semua selalu dianugerahi kesehatan dan keselamatan. Aamiin. Yuk, doa yang kenceng supaya pandemi Covid-19 segera berlalu, terus kita jalan-jalan gamisan bareng! Sementara ini, gamisan di rumah saja dan bikin foto keluarga yang cakep hi-hi. Kalau pandemi Covid-19 usai, kalian mau pakai gamis ke mana, nih? Share, dong! [] Haya Aliya Zaki

3 komentar:

  1. Alhamdulillah sampai saat ini aku punya 5 gamis. iya 5 doang yang buat harian. kalo formal sih punya 3. kebanyakan buat menyusui :)))

    BalasHapus
  2. Membuang semua bon dan struk itu berarti mengubah kebiasaan belanja Hay. Tepatnya kebiasaan nyimpen bon dan struk di dompet sampe dompet jadi tebellll :D

    BalasHapus
  3. Dulu aku ga suka pake gamis krn menurutku ribet dan kelihatan gendut kalo aku pake gamis tapi makin ke sini malah nyaman pake gamis. Modelnya juga sekarang bagus2 jd seneng pakenya

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan