Kamis, 12 Maret 2020

Senangnya Jumpa Eko Yuli Irawan, Atlet Angkat Besi Dunia Asal Indonesia


Salah satu resolusi 2020 saya adalah mengamalkan gaya hidup sehat. Biasanya niat olahraga selalu maju mundur syantik. Akan tetapi, kali ini dokter sudah memberi ultimatum, saya benar-benar harus menurunkan berat badan. “Ibu jangan memanjakan lidah Ibu terus,” kata dokter dengan syahdunya. Pasalnya, dengkul saya langganan cenat-cenut, apalagi kalau lagi naik tangga. Napas gampang ngos-ngosan, apalagi kalau lagi bulan tua. *eh* Belum lagi penyakit asam lambung yang kumat-kumatan.
Sejak Januari sampai sekarang berat badan sudah turun 5 kg dari 82 kg ke 77 kg. Desember 2019 malah sempat 85 kg. Not bad, ya. Saya masih punya utang nurunin minimal 10 kg lagi. Rajin olahraga, rutin puasa, dan kurangi asupan makan. Itu kuncinya. Alhamdulillah, badan lebih enteng. Kalau dulu saya selalu memulai hari dengan minum kopi, sekarang cukup air putih.  
Ketika sedang semangat-semangatnya olahraga begini, saya berasa ketiban durian runtuh diundang Visa meliput acara mereka di CrossFit 6221, The Bellagio Boutique Mall, Jakarta (5/3). Boleh ajak anak-anak pula! Guess what ... siapa bintang tamunya? Mas Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi dunia asal Indonesia! Wah, mimpi apa saya?


Teman-teman yang pernah jumpa Mas Eko pasti setuju kalau Mas Eko itu orangnya humble masya Allah, padahal prestasinya enggak main-main. Mas Eko meraih medali emas dan menjadi juara dunia dalam ajang International Weightlifting Federation World Championship 2018 untuk kategori 61 kg di Ashgbat, Turkmenistan. Debut internasional pertamanya dimulai saat beliau berusia 17 tahun, yakni dalam ajang Junior World Weightlifting Championship 2006 di Santo Domingo, Republik Dominika. Baru-baru ini Mas Eko meraih medali emas untuk kategori 67 kg dalam ajang Fajr Cup 2020 di Rasht, Iran. Kini Mas Eko fokus latihan demi memenangi medali emas di olimpiade musim panas Tokyo yang digelar tanggal 24 Juli – 9 Agustus 2020 mendatang. Kabarnya, olimpiade tahun ini diikuti atlet dari 216 negara dengan 33 cabang olahraga termasuk beberapa olahraga baru, yakni skateboard (papan luncur), selancar, dan panjat tebing.
            Visa, perusahaan terdepan pembayaran digital dunia, dengan bangga merangkul Mas Eko untuk bergabung dengan tim Visa. Visa bakal punya area khusus bernama Visa Village di olimpiade Tokyo. Siapa tahu teman-teman ada rezeki jalan-jalan ke Jepang dan nonton, jangan lupa mampir. Fyi, Visa masuk jajaran the olympic partnership pada tahun 1986. Sejak saat itu Visa resmi menjadi sponsor olimpiade di seluruh dunia dan akan terus menjadi sponsor sampai olimpiade 2032. Setakat ini, Visa telah mendukung lebih dari 400 atlet berprestasi dunia. Banyak, ya? Mas Eko yang pertama dari Indonesia. Salut!

Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi dunia dari Indonesia

Di balik prestasi yang gemilang, Mas Eko berkisah jatuh bangun beliau meniti karier. Mas Eko lahir dari keluarga pas-pasan. Beliau ingin mengangkat derajat keluarga dengan menjadi atlet. Demi mencapai mimpi, Mas Eko rela jauh dari keluarga untuk mengikuti karantina, padahal waktu itu usianya baru 12 tahun, lo. Pengorbanan latihan jangan dikata. Pokoknya semua tercurah seratus persen. Kata pepatah, usaha tidak mengkhianati hasil. Kejadian, pada usia 12 tahun itu Mas Eko berhasil meraih medali emas pertama olahraga angkat besi tingkat nasional! Kelak pria asal Lampung ini ingin mendirikan akademi olahraga angkat besi. 
            Kira-kira apa pertimbangan Visa memilih Mas Eko?
        Pastinya Visa tidak sembarangan memilih, dong. Menurut Pak Widyananto Sutanto (Director Corporate Communication Visa), nomor satu prestasi dan prestasinya harus internasional. Latar belakang, perjuangan, komitmen, bahkan attitude atlet pun menjadi pertimbangan Visa. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, Mas Eko ini orangnya humble banget, kan.
            Serunya, di acara kami diajari latihan pemanasan dan teknik sederhana mengangkat besi oleh Mas Eko. Sulit ternyata! Gimana mau angkat besi, bawa badan sendiri aja kadang aku tak sanggup hi-hi-hi. Mas Eko berpesan kepada orangtua, anak-anak jangan dipaksa latihan, tapi diarahkan supaya mereka suka dan enjoy.
            Bismillah ya Mas Eko selamat berjuang mengharumkan nama Indonesia di olimpiade Tokyo nanti. Kami bangga padamu! Emas, emas, emas! Terima kasih Visa yang telah mendukung atlet berprestasi Indonesia. Semoga hal ini menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya untuk mendukung atlet Indonesia yang berlaga di panggung akbar olahraga dunia. Oiya, semoga tahun 2032 Indonesia menjadi tuan rumah olimpiade! Semangaaattt! [] Haya Aliya Zaki



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan