Selasa, 30 Juli 2019

Tip Melatih Cinta Kurban kepada Anak


Tidak terasa ya sebentar lagi Iduladha tiba! Umat Islam disunahkan menyembelih hewan kurban untuk disantap bersama keluarga besar dan pastinya dibagi-bagikan kepada kaum miskin. Di negeri kita, perayaan Idulfitri lebih meriah dibandingkan Iduladha, padahal Iduladha diikuti tiga hari tasyrik (hari 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah). Pada hari-hari tersebut umat Islam dilarang berpuasa. Istilahnya hari makan dan minum gitulah. Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir.
Sekadar share, di keluarga kami insya Allah berkurban sudah jadi agenda wajib setiap tahun. Tidak ada alasan tidak berkurban, wong makan enak bisa, beli baju bagus bisa, beli tas cantik bisa. Masa berkurban ogah-ogahan? Malu, ah! *tutup muka pakai wajan* Kebiasaan ini kami turunkan kepada kepada anak-anak. 

Sulthan lagi liat-liat sapi hi-hi


Tip melatih cinta kurban kepada anak


1. ceritakan kisah Nabi Ibrahim

            Tidak bosan-bosannya kisah pengorbanan Nabi Ibrahim kami ceritakan lagi, lagi, dan lagi. Nabi Ibrahim rela menyembelih leher anaknya Ismail demi menaati perintah Allah Swt. Itulah bukti kasihnya kepada Sang Pencipta. Lalu, gimana cara kita membuktikan kasih kita kepada-Nya? Ya ... salah satunya dengan berkurban, dong.

2. sampaikan dengan kalimat sederhana

            Lanjutan dari poin pertama. Kita mungkin bisa setiap hari makan daging. Kalau mau makan daging pun tinggal datang ke pasar. Kaum miskin belum tentu, apalagi mereka yang tinggal di pelosok. Mereka harus jalan kaki berjam-jam lamanya untuk bisa sampai ke pasar yang menjual daging.
Kami mengajarkan kepada anak-anak bahwa berkurban adalah bukti kasih kita kepada sesama yang berarti bukti kasih kita kepada Allah Swt juga. Allah senang kalau sesama manusia saling mengasihi. Lihatlah wajah kaum miskin yang begitu bersukacita saat mencicipi daging yang lezat! Priceless!
“Tapi, aku kasihan sama sapinya, Ummi. Kasihan sapinya dipotong,” kata Sulthan memelas. Di antara ketiga anak saya, memang dia yang paling perasa sama hewan.
“Insya Allah sapinya mati syahid, bukan mati sia-sia, Nak. Dia bakal terbang ke surga dan bergembira di sana,” jawab saya tersenyum.

3. beraktivitas bersama anak

            Aktivitasnya bisa macam-macam. Kadang saya dan anak-anak bernyanyi mengikuti lagu-lagu Syamil Dodo tentang kisah Nabi Ibrahim. Kadang saya menemani anak-anak mewarnai hewan kurban sapi dan kambing. Jika ada acara praktik manasik haji dari sekolah, saya dan suami ikut mengantarkan anak-anak ke lokasi.

Siap-siap manasik hajiii


Berkurban memiliki banyak keutamaan. Kita belajar ikhlas berkorban (harta). Kita belajar berbagi kebaikan kepada sesama. Last but not least, kita belajar bertakwa kepada Allah Swt.      

4. rutin menabung

            Anak-anak rutin menabung sekian ribu perak setiap hari supaya bisa berkurban. Sekolah juga membiasakan hal ini. Ketika tiba waktunya, tabungan tersebut cukup untuk membeli kambing. Kalau masih kurang, saya dan suami bantu nombokin. Dengan memaksakan diri menabung, kita terhindar dari perasaan berat mengeluarkan uang atau perasaan pengin menahan harta (untuk berkurban).  

5. ajak anak memilih hewan kurban

            Pasti seru! Pilih sapi cokelat atau hitam, pilih kambing berbulu tebal atau bertanduk melingkar, ayo, ajak anak-anak memilih! Yang penting berat hewan kurban sesuai, usia cukup, badan tidak cacat, tidak lepas gigi, dan berjenis kelamin jantan. Tapiii, jangan paksa anak-anak menonton proses penyembelihan. Kalau belum siap, mereka bisa trauma.           
            Fyi, sekarang pilah pilih hewan kurban bisa dilakukan secara online di Dompet Dhuafa, lo. Saya dan keluarga selalu memakai jasa layanan kurban Dompet Dhuafa. Saya memperlihatkan cara membeli hewan kurban secara online kepada Sulthan. Hi-hi dia ikut menghitung-hitung sesuai tabungan yang dia punya.  


Ayo, pilih hewan kurban yang mana, Sulthan!
     

#JanganTakutBerkurban bersama Dompet Dhuafa
            Sejak tahun 1994, Dompet Dhuafa menghadirkan program Tebar Hewan Kurban (THK) yang menyebarkan hewan kurban. Program ini awalnya bernama Menebar 99 Hewan Kurban dan pada tahun 1998 berubah nama jadi THK. Distribusi daging kurban dilakukan ke berbagai daerah yang membutuhkan di Indonesia. Daging kurban bukan cuma diterima oleh kaum miskin di perkotaan, melainkan juga di pelosok. Daging kurban bisa tersebar secara merata. Alhamdulillah program THK terus lanjut berkat dukungan dari para pekurban dan donatur yang menyalurkan bantuan melalui Dompet Dhuafa. Hewan kurban dijamin berkualitas karena melewati proses quality control yang ketat. 
            Kenapa berkurban melalui Dompet Dhuafa lebih mudah? Karena, eh, karena konter kurban Dompet Dhuafa ada di mal-mal, ada layanan jemput kurban, transaksi melalui rekening bank, dan kini kita bisa berkurban secara online di kurban.dompetdhuafa.org. 
            Dompet Dhuafa no tipu-tipu, ya. Pekurban dan donatur akan mendapat laporan berupa rincian donasi, foto-foto pelaksanaan, dan informasi kurban dari berbagai daerah. Pekurban dan donatur juga bisa ikut ke lapangan bersama tim Dompet Dhuafa.
Jika sejak kecil anak-anak dekat dengan kebiasaan berkurban, ketika sudah dewasa, mereka tidak akan merasa asing, berat, ataupun takut berkurban. Iya, kan? Sekali lagi, Iduladha sebentar lagi, nih. Libatkan anak-anak kita. Tidak usah bimbang tidak usah ragu, Dompet Dhuafa bisa jadi solusi mantul bagi kalian yang pengin berkurban nanti. Semua urusan dengan Dompet Dhuafa transparan. Jangan takut berkurban! [] Haya Aliya Zaki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan