Kamis, 20 Juni 2019

Selayang Pandang Penjurian Lomba Blog Dompet Dhuafa #JanganTakutBerbagi


Alhamdulillah, berkah banget buat saya saat mendapat tawaran jadi salah satu juri lomba blog Dompet Dhuafa. Kabarnya, ini kali pertama Dompet Dhuafa memakai jasa juri dari luar. Biasanya semua juri dari tim intern Dompet Dhuafa.  

Dompet Dhuafa merupakan lembaga nonprofit milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat Infak Sedekah Wakaf). Lembaga ini bersifat independen untuk menjaga kepercayaan publik. Seluruh dana dikelola secara profesional. Halal, legal, dan masuk akal. Dompet Dhuafa mendapatkan penghargaan dari Baznas (Badan Zakat Nasional) kategori lembaga dengan administrasi dan pengoperasian dana terbaik.

Periode lomba blog Dompet Dhuafa Jangan Takut Berbagi yang digelar tanggal 19 Maret–20 April 2019 akhirnya selesai juga. Tim juri yang terdiri atas saya sendiri, Suci Nuzleni Qadarsih (Brand Activation Manager Dompet Dhuafa), dan Taufan Yusuf Nugroho (Associate Editor Dompet Dhuafa) selama dua minggu sibuk jambak rambot masing-masing (baca: mikir) menentukan nama pemenang. Mungkin karena tema lomba blognya cukup mudah dan disukai, pesertanya jadi membludak. Bayangkan, mata kami kudu sport membaca sekitar 250 submission! Satu submission dibaca minimal 3 kali. Sehaaattt sehaaattt. :)) Oiya, mohon maaf sebelumnya karena tempo hari pengumuman pemenang sempat diundur, Teman-teman.
Diskusi juri pada hari H yang dimoderatori Finastri Annisa (Digital Content Creative of Dompet Dhuafa) berjalan lancar aman terkendali. Berikut rangkuman diskusinya.   


Dari balik meja juri
 

1. tema

            Poin pertama penilaian adalah kesesuaian tema Jangan Takut Berbagi. Seperti yang saya sebutkan di atas, tema lomba blog cukup mudah dan disukai. Cerita berbagi bisa diulik dari berbagai sisi. Berbagi bukan cuma dari sisi materi yekan. Maka, konten yang melenceng dari tema pada lomba blog kali ini bisa dihitung dengan jari. Huhuy … senangnyaaa!        

2. story

             Story tentu jadi penilaian utama. Sayang, sebagian besar peserta membahas topik berbagi hanya secara global. Mereka sekadar memberi macam-macam contoh berbagi selain dengan materi. That’s it. Padahal, kami mencari story istimewa tentang berbagi yang FOKUS dibahas berdasarkan pengalaman pribadi atau orang lain. Lebih oke lagi jika pengalaman tersebut sudah lama dijadikan kebiasaan.
            Ada pula story yang menarik, tapi peserta kurang mampu mengeksplorasi. Juri sudah excited (saking excited-nya sampai nahan napas, lo) membaca, eh, tahu-tahu cerita kelar begitu saja. Ibarat kata kita masih ngarep masih cinta, tapi tiba-tiba diputusin sepihak itu rasanya gimana, sih? *halaaah*     

Baca: Selayang Pandang Penjurian Lomba Blog Emeron

3. khotbah, khotbah, dan khotbah

             Niat untuk menyampaikan kebaikan melalui cerita (di blog khususnya), lazimnya sukar diterima kalau cerita cenderung menggurui. Banyak peserta jatuh ke dalam situasi ini. Konten blog berubah jadi artikel khotbah yang kaku dan berat. Banyak paragraf diskip karena terasa membosankan dibaca. Tantangan tersendiri memang gimana caranya blogger membungkus sebuah cerita dengan sisipan ayat dan hadis, menjadi sebuah cerita yang lezat dilahap dari awal sampai akhir. Kuncinya tak lain dan tak bukan adalah rajin latihan demi mengasah naluri kepenulisan.   

Bahasa jadi salah satu senjata blogger dalam menyampaikan pesan kepada pembaca. Blogger bebas berekspresi mau pakai gaya bahasa sendiri, mau pakai bahasa gaul pun silakan berkreasi, asalkan tidak alay, typo, dst hal-hal yang membuat juri terserang sakit mata akut.    

4. faktor pendukung

            Juri amat sangat menghargai peserta yang menambahkan faktor pendukung seperti foto, infografis, tabel, maupun video. Faktor pendukung bisa menambah nilai. Hanya, jangan sampai yang terjadi sebaliknya. Bukannya menambah nilai, faktor pendukung malah jadi bumerang. Alih-alih menuliskan cerita yang enak dibaca, keseluruhan konten didominasi infografis dan tabel layaknya laporan saham untuk bos perusahaan.      

5. submit

            Ada beberapa peserta yang mengatakan ikut lomba blog, tapi setelah dicek, nama mereka tidak ada di list. Ternyata mereka lupa submit di form pendaftaran link lomba blog. Submit-nya cuma di form pendaftaran peserta. Mungkin lain kali peserta bisa lebih teliti dan hati-hati, ya. Kalau perlu, setelah submit, baca lagi dan baca lagi persyaratannya, apakah ada yang terlewat atau ada yang kurang.

Pembahasan singkat tentang juara utama

1. Yeni Endah Kusumaningtyas
            Kalau kita mendengar seseorang menjadi relawan mungkin sudah agak agak biasa. Tapi, gimana kalau relawan itu penyandang disabilitas? Yeni memiliki kelainan langka Friedreich’s Ataxia. Friedreich’s Ataxia adalah penyakit genetik yang menyebabkan kesulitan berjalan, kehilangan sensasi di lengan & kaki, dan gangguan bicara. Yeni blogger penyandang disabilitas yang senang berbagi. Keterbatasan tidak membuatnya lemah, sebaliknya malah memotivasinya menyebarkan semangat dan pengetahuan kepada orang lain. Luar biasa. Tulisannya komprehensif. Foto-fotonya bercerita. Penjelasan tentang Dompet Dhuafa ada, meski tidak banyak.       

2. Veronica Gabriella  
            Veronica satu-satunya peserta lomba blog yang fokus membahas berbagi kasih kepada hewan. Yes, she’s the one and only. Ketika peserta lain panjang lebar membahas tentang berbagi kasih kepada sesama manusia, Veronica tampil beda. Postingan ini jadi tampak istimewa di mata kami. Kalimatnya sederhana dan lugas. Foto-fotonya ikut melengkapi. Kebetulan saya juga pelaku animal street-feeding. So … KLOP!

3. Fery Aldina
            Kesan pertama, judul postingan menarik dan Dompet Dhuafa banget! Dari Mustahik Menjadi Muzaki. Fery mewawancarai perempuan inspiratif bernama Bu Asmawati. Bu Aswati ini pedagang di Pasar Candra Baga, Pondok Ungu, Bekasi. Jujur kami bingung gimana cara Fery menemukan sosok Bu Asmawati di antara sekian banyak pedagang di pasar tersebut. Salut sama usahanya. Tulisan Fery simpel dan mengalir. Foto-foto lengkap. Infografis apik. Penjelasan Dompet Dhuafa cukup komplet.
Tidak dimungkiri, selera juri turut berperan dalam penilaian. Di antara kami si Three Musketeers, eh, si tiga juri maksudnya, konten Fery paling mengena di hati Mbak Suci. Mungkin karena Mbak Suci mantan wartawan senior yang biasa melahirkan produk jurnalistik melalui fakta-fakta yang terjadi di masyarakat.    



Selamaaattt!

            Sementara itu, atas usul saya (ehm!), pemenang hiburan yang awalnya berjumlah 5 orang, ditambah jadi 7 orang. Kalau total pemenang genap 10 orang kan cakep toh yooo … haha! Gayung bersambut. Tim Dompet Dhuafa spontan mengiyakan. “Hayuk, siapa takut? Dompet Dhuafa tidak takut berbagi!” kata mereka tertawa. Alhamdulillah. Pemenang harapan tersebut adalah Steffi Fauziah, Triani Retno, Sri Alhidayati, Anggi Perdana, Meirida, Tauhidin Ananda, dan Arina Mabruroh. Sedikit catatan. Kami terkesan dengan ide berbagi yang unik (berbagi sarapan gratis) ala Sri Alhidayati. Kami juga senang membaca gaya bercerita Arina Mabruroh yang cantik menari-nari seperti cerpen.       
            Akhir kata, selamat untuk semuanya! Semoga kita bisa berjumpa lagi di lomba blog Dompet Dhuafa berikutnya, ya. Sesungguhnya kalian semua adalah pemenang. Terima kasih, terima kasih, terima kasih atas partisipasinya. Semoga torehan pena menjelma jadi amal jariah. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. Mari kembali bersibuk ria setelah libur panjang. Semangaaattt! [] Haya Aliya Zaki

1 komentar:

  1. Selamat buat para pemenang, memang layak jadi juara. Saya pun pernah sekali diamanahi menjadi juri oleh komunitas yang disponsori merek telco yang cukup besar. Memang berat untuk pilih pemenang. Lomba Jangan Takut Berbagi ini aku ikut tapi belum beruntung, Mbak. Pasti ada hal yang belum cocok, atau memikat juri. Atau mungkin pendaftarannya melebihi jam ya hehe. Aku suka pokoknya nulis blogpost ini! Terima kasih, DD!

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan