Sabtu, 25 Mei 2019

Bulan Madu Setelah Belasan Tahun Menikah, Kenapa Enggak?


Alhamdulillah, tidak terasa September tahun ini saya dan suami akan merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-17. What?! Tujuh belaaasss? Beneran, nih? *kucek-kucek mata* *halah* Ibarat anak manusia, usia 17 tahun atau sweet seventen katanya usia sakral, semacam pintu gerbang perpindahan fase kanak-kanak ke fase yang lebih matang dan bertanggung jawab. Kalau pernikahan gimana, Teman-teman? Yang pasti usia pernikahan 17 tahun jadi ajang muhasabah saya dan suami untuk terus memperbaiki diri lebih baik lagi dan lagi sebagai pasangan suami istri. 

tip-merencanakan-honeymoon
17 tahun bersama
 
Dipikir-pikir, kok, bisa ya saya dan suami hidup bareng 17 tahun mengingat kami punya sifat yang beda banget-nget-nget! Saya tipe night person, sementara suami morning person. Saya slow but sure, sementara suami penginnya cepat sigap beres. Soal makanan? Contoh kecil aja, saya suka kurma kering, sementara suami suka kurma basah. Dan, perbedaan yang paling mencolok, saya hobi mager baca buku di rumah, sementara suami hobi traveling! Ulala ....
Tapi, soal hobi tadi, setelah menuruti keinginan suami traveling ke mana-mana, lama-lama jadi seru juga! Bisa melihat dan merasakan langsung keindahan ciptaan Allah Swt di belahan bumi lain, itu luar biasa. Sensasinya jelas lain jika dibandingkan dengan sensasi membaca buku. Sekarang saya ikut-ikutan suka traveling. Guess what, kami bahkan berencana merayakan ulang tahun pernikahan dengan honeymoon (bulan madu)! Soalnya kami belum pernah honeymoon. *duh cucian* Setelah menikah, suami sibuk merintis karier dan saya ribet sama kerjaan di apotek. Well, tidak pernah ada kata terlambat untuk sebuah honeymoon bukan? Honeymoon bukan milik pasangan muda thok.
Seyogianya honeymoon bermanfaat mempererat hubungan dengan pasangan, refreshing pikiran + badan dari rutinitas sehari-hari, dan menambah rasa syukur kepada Allah Swt. Jangan sampai salah perencanaan. Nanti honeymoon jadi berantakan. Pulang honeymoon bukannya tambah mesra semelohai, yang ada malah jambak rambut stres.

Tip merencanakan honeymoon


1. waktu yang tepat

            Punya rencana honeymoon setelah punya 3 buntut, mau enggak mau kami kudu mikirin waktu terkait aktivitas anak-anak. Misal, tidak honeymoon saat anak-anak sedang ujian sekolah atau saat anak-anak punya aktivitas penting lainnya. Pada waktu-waktu tersebut, anak-anak butuh support orangtua, minimal saya ada di samping mereka.  
            Selain itu, kami menghindari honeymoon saat liburan massal seperti Lebaran, Tahun Baru, atau Natal. Kami khawatir jadi sulit menikmati momen karena lokasi tumpah ruah oleh manusia. Honeymoon juga tidak perlu lama-lama. Sekitar 3–7 hari cukuplah. Sisanya dilanjutkan di rumah ha-ha.

2. siapkan travel document

            Tidak boleh ada drama ketinggalan dokumen ina inu pokoknya. Siapkan travel document jauh-jauh hari. KTP, paspor, tiket pesawat, semua. Oiya, pastikan paspor belum kedaluwarsa. Ceritanya udah heboh kesenengan dapat tiket pesawat harga promo, eh, ternyata paspor kedaluwarsa. Kan kentaaang.  

3. tentukan bujet

            Bujet, bujet, bujet. Haram menyepelekan faktor yang satu ini, kecuali jumlah saldo rekening bank kalian fantastis bombastis sadis kayak punya Syahrini dan Reino Barack. Seperti yang saya tulis di atas, hindari honeymoon saat liburan massal karena harga hotel, akomodasi, dll bakal jadi lebih muahaaal, Saudara-saudara!
            Btw, saya sering menggunakan jasa Traveloka untuk booking tiket pesawat, hotel, dan macam-macam tiket aktivitas antara lain waktu ke Volendam Marken & Windmills (Belanda), Disneyland Jepang, dan Universal Studios Singapore. So far belum pernah kecewa. Semua mudah dan lancar.
Liburan edisi honeymoon sebaiknya booking hotel yang menawarkan paket hemat untuk pasangan, sekalian mungkin yang bisa menyediakan kamar romantis, couple spa, candle light dinner, dll. Nah, saya punya trik untuk mengirit bujet honeymoon, yakni dengan memilih paket Bulan Madu Traveloka. Wow, memangnya ada?
            ADA! Di paket Bulan Madu Traveloka, kita booking pesawat + hotel sekaligus. Harga hemat sampai 20% lho. Ratusan tawaran eksklusif boleh diubah kombinasinya sesuai keinginan. Ketuk tombol GANTI kalau booking melalui Traveloka apps atau klik Ganti Kamar dan Ganti Penerbangan kalau booking melalui web situs Traveloka. Terus, banyak pilihan pembayarannya, boleh transfer, kartu kredit, atau cicilan. Menarik, kan?    

4. seleksi lokasi

            Meski saya dan suami punya banyak perbedaan, kalau soal lokasi honeymoon, kami harus sepakat dong. Masa saya ngalor, suami ngidul. Nanti ketemunya di manaaa. Kami sangat suka negara Jepang. So, mungkin kami akan memilih honeymoon di sana. Googling destinasi wisata romantis Jepang, tengok-tengok mana yang paling oke. Tinggal mikirin ke Jepang pas musim apa. Suami senang lihat salju, sementara saya takut dingin huaaa. Alternatif lain, ke Jerman. Kebetulan suami akan business trip ke Frankfurt bulan November 2019 nanti. Saya diajak dan kami berencana extend beberapa hari untuk jalan-jalan.  


Next balik ke Jepang untuk honeymoon atau ke mana nih?

  

5. atur kegiatan

            Cari tahu ada aktivitas apa aja di sekitar tempat menginap. Mungkin kalian bisa memilih ikutan aktivitas yang betul-betul baru. Bakal jadi momen tidak terlupakan! Berhubung saya anaknya amat sangat tergantung review dan info, biasanya saya membaca review travel blogger dan komen-komen di TripAdvisor dulu sebelum mencoba sesuatu atau datang ke suatu tempat. Pernah kejadian kami pengin melihat Avenue of Stars di Tsim Sha Tsui dan Cinderella Castle di Disneyland Hong Kong, tapi terpaksa gigit jari karena kedua tempat tersebut sedang direnovasi. Kuciwa, deh. Intinya, rajin-rajin baca review dan info. 

            Itu diaaa tip merencanakan honeymoon ala ala dari saya. Adakah pasangan awet muda (jangan bilang pasangan tua ya ha-ha!) yang pengin honeymoon juga seperti saya dan suami? Kalian pengin honeymoon ke mana? Boleh berbagi tipsnya di sini? Yuk! [] Haya Aliya Zaki

1 komentar:

  1. Mbak Haya, tgl 26 Juni ini pernikahanku smaa suami Alhamdulillah udah 16 tahun. Kok kita deketan aniversary nya hahahaha. Barakallah ya mb Haya. Semoga sakinah mawaddah warahmah. Aamiin

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan