Senin, 04 Maret 2019

Waspadai Kanker Darah!


          Pada penasaran enggak sih waktu tahu berita Ibu Ani Yudhoyono, Ibu Negara keenam Republik Indonesia, dirawat di National University Hospital di Singapura? Satu per satu pejabat negara dikabarkan membesuk secara tertutup. Kesannya penyakit Ibu Ani bukan penyakit umum. Berhari-hari info tentang penyakit beliau menjadi teka-teki.
Setelah Pak SBY konferensi pers, publik pun terenyak dan berduka, termasuk saya. Ibu Ani divonis mengidap kanker darah! Kondisi Ibu Ani merajai pemberitaan nasional selama beberapa minggu. Sebelumnya, kondisi Shakira Aurum, putri semata wayang Denada dan Jerry Aurum, juga sempat jadi pemberitaan nasional karena terkena kanker darah leukemia.      
            Actually, penyakit kanker darah bukanlah sesuatu yang asing di telinga saya. Anak teman saya yang berusia 16 tahun (you know who you are, you are a supermom!), wafat karena leukemia. Anak tetangga yang berusia 12 tahun, wafat karena leukemia juga. Setahu saya, leukemia lebih sering menimpa anak-anak. Kasus Ibu Ani membuat saya dibelit rasa penasaran. Apa sebenarnya penyebab kanker darah? Siapa saja yang mungkin terkena? Kanker darah bisa sembuhkah?  
            Seminggu yang lalu, saya tidak sengaja membuka channel CNN Indonesia di teve, Teman-teman. Presenter top Mbak Desi Anwar tampak sedang serius mewawancarai narsum Andika Rachman (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM) dan Lydia Dumaiyanti (pasien leukemia kronis dan pengurus komunitas ELGEKA) dalam tayangan Insight with Desi Anwar topik Waspada Kanker Darah. Waaa ... just what I need! Langsung deh saya merekam wawancara Mbak Desi Anwar, lalu mencoba mengolahnya, dan menuliskannya di blog.

Kanker darah

            Menurut dr. Andika, kanker terbagi dua. Pertama, kanker padat, contohnya kanker payudara, kanker paru, dll. Kedua, kanker yang menyerang saluran dan sistem darah (kanker darah), contohnya leukemia.
“Pertumbuhan kanker darah sangat agresif. Sel kanker menyedot energi, oksigen, dan nutrisi dari tubuh. Sel kanker juga bersifat mendesak (mendorong) dan mengambil ruang di sekitarnya,” jelas dr. Andika Rachman.

            That’s why para pasien kanker mudah lelah dan berat badan mereka turun drastis, ya. Segala energi, oksigen, dan nutrisi diambil dari tubuh dengan semena-mena. Pada kanker darah, sel kanker mengganggu produksi dan fungsi sel darah normal. Kemampuan tubuh bertahan dari infeksi pun ikut menurun. Ok, here we go. Kanker darah terbagi atas tiga jenis, yakni sbb.

Macam-macam kanker darah


1. Leukemia

            Leukemia (kanker sel darah putih). Leu pada leukemia berasal dari kata leukosit (sel darah putih) dan mia adalah darah. Harfiahnya, leukemia berarti kebanyakan sel darah putih, sementara eritrosit (sel darah merah) dan trombosit (sel yang berperan dalam pembekuan darah) jumlahnya rendah.
Gejalanya demam, flu, mimisan, bercak-bercak merah di kulit, nafsu maka berkurang, dan berat badan drop tanpa alasan yang jelas. Leukemia sendiri terbagi lagi atas dua jenis, yakni leukemia akut dan leukemia kronis.

wikihow-hayaaliyazaki.com
Sering mimisan, salah satu gejala leukemia

- Leukemia akut
            Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akut artinya timbul secara mendadak dan cepat memburuk (tentang penyakit). So, sesuai artinya, leukemia akut ini prosesnya cepat banget! Jika tidak segera diobati, masa survive pasien rata-rata hanya 6 bulan dari gejala pertama muncul. Biasanya pasien leukemia akut adalah anak-anak dan dewasa muda.
Terapi untuk pasien leukemia akut berupa kemoterapi kurang lebih 2 tahun. Setelah sumsum tulang bersih dari sel darah putih, dilakukanlah transplantasi sumsum tulang. Donor transplantasi bisa dari keluarga atau kerabat terdekat, yang utama memiliki golongan darah yang sama dengan pasien.     

- Leukemia kronis
            Kronis kebalikan dari akut. Akut = cepat. Kronis = lama. Berdasarkan KBBI, kronis artinya berjangkit terus dalam waktu yang lama atau menahun (tentang penyakit) yang tidak sembuh-sembuh.
Mbak Lydia didiagnosis mengidap leukemia kronis pada tahun 2007. Alhamdulillah, atas izin Allah, beliau masih survive sampai sekarang. Kira-kira sudah lebih dari 10 tahun. “Saya survive, tapi sehatnya bersyarat,” kata Mbak Lydia tersenyum.
Ya, syaratnya MINUM OBAT TERUS. Pasien leukemia kronis harus minum obat seumur hidupnya. Terapi untuk pasien ini berbeda dengan pasien leukemia akut. Terapinya hanya obat minum, tidak ada kemoterapi, dll. Harga obatnya termasuk mihil sekitar Rp250 ribu per butir. Untungnya biaya terapi ditanggung BPJS sampai Rp30 juta per bulan. So, tidak ada alasan tidak berobat! Meski sudah merasa sehat, obat harus tetap diminum. Disiplin jadi harga mati. Sebagian besar pasien leukemia kronis gagal survive karena mereka berhenti minum obat. Catet! 

Pasien leukemia kronis harus minum obat seumur hidup

Btw, Teman-teman pengin tahu enggak, apa gejala awal yang dialami Mbak Lydia? Sejak remaja, beliau sering pingsan karena anemia. Setelah menikah pada tahun 2006, Mbak Lydia mengalami demam. Hampir setahun bolak balik ke RS karena demam kerap hilang dan muncul. Kadang disertai mimisan. Berat badan Mbak Lydia drop sampai 10 kg.   
Pada tahun 2007, Mbak Lydia berobat ke RS di kota. Beliau bertemu dokter ahli dan check up dengan peralatan medis yang lebih canggih. Barulah penyakit leukemia kronis ini terdeteksi. Sejak itu Mbak Lydia rutin minum obat. Salah satu teman Mbak Lydia, juga mengidap leukemia kronis tahun 1989, masih survive sampai sekarang. Kuncinya, selalu minum obat.   

    

2. Limfoma

Limfoma (kanker kelenjar getah bening). Limfosit bermutasi dan berkembang di luar kendali. Fyi, limfosit adalah sejenis sel darah putih yang menjadi bagian dari daya tahan tubuh. Gejalanya terdapat benjolan di beberapa bagian tubuh seperti ketiak, leher, dan selangkangan. Weleh, weleh, saya baru tahu lho ternyata limfoma masuk golongan kanker darah. 
wikihow-hayaaliyazaki.com
Periksa benjolan

Limfoma terdiri atas dua jenis, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Pasien limfoma Hodgkin biasanya anak-anak. Prognosis (angka harapan hidup) pasien limfoma dipengaruhi antara lain oleh usia dan stadium kanker, tapi katanya prognosis pasien limfoma Hodgkin jauh lebih baik daripada pasien limfoma non-Hodgkin. Menurut dr. Andika, terapi untuk pasien limfoma lebih sederhana dibandingkan terapi untuk pasien leukemia.

3. Myeloma

            Myeloma (kanker sel plasma). Jangan salah sebut, sekali lagi, namanya myeloma, bukan milea. Halah. Sel plasma tugasnya memproduksi imunoglobulin (antibodi), tapi pada myeloma yang diproduksi itu sel-sel ganas. Myeloma sering diidap oleh orang dewasa di atas usia 60 tahun dan biasanya adalah PRIA.    
            Gejalanya, pasien myeloma akan merasakan nyeri tulang yang hebat. Sel-sel kanker ini memang menyerang tulang. Jika dirontgen, struktur tulang pasien myeloma tampak rusak (bahkan patah-patah) seperti struktur tulang pasien osteoporosis. Selain tulang, ginjal pun bermasalah. Kenapa? Pada pasien myeloma, jumlah produksi protein sangat berlebih. Protein berlebih inilah yang membuat ginjal rusak dan sering berakhir di cuci darah. Jadi, nanti pasien myeloma berobatnya kudu ke dokter darah, dokter tulang, dan dokter ginjal. 

wikihow-hayaaliyazaki.com
Nyeri tulang pada pasien myeloma


Kanker darah bisa dicegah?

            Hingga kini penyebab kanker darah masih menjadi misteri. Tip mencegahnya standar saja sama seperti mencegah penyakit lainnya; menjaga makanan (hindari pewarna, pengawet makanan, dll), rajin olahraga, tidur cukup, dan jauhi stres.
Perlu diingat, biasanya tidak ada faktor genetik (keturunan) dalam kanker darah, berbanding terbalik dengan kanker payudara yang sangat ditentukan oleh faktor genetik. Perempuan yang terkena kanker payudara, besar kemungkinan anaknya juga terkena kanker payudara. Ini jadi jawaban dari pertanyaan Ibu Ani di Instagram beliau ketika beliau mempertanyakan kenapa bisa terkena kanker darah, padahal beliau tidak memiliki riwayat keluarga yang terkena penyakit ini.  
  
“Lebih baik masyarakat belajar mengenali gejala kanker darah daripada mencari biang keladinya,” tegas dr. Andika.
            Terapi kanker darah bisa dilakukan di RSCM, RS Dharmais, dan RS swasta lainnya. Lalu, kenapa sebagian pasien lebih memilih berobat ke luar negeri? Mungkin, moonmaap nih yeee, mungkiiin ... karena dokter kita kurang komunikatif kepada pasien, begitu perkiraan dr. Andika. Omong-omong, saya jadi inget salah satu dokter yang menangani almarhumah ibu mertua saya ketika sakit kanker otak. Duh, dokternya minta ampun susahnya dihubungi. Kesannya enggak mau diganggu bangetlah. Kalau ketemu, bicaranya irit bin pelit. Hmmm, mudah-mudahan dokter seperti ini cuma segelintir saja. Kebetulan pengalaman saya klop dengan alasan dr. Andika.   

wikihow-hayaaliyazaki.com
Cek darah untuk mendeteksi kanker darah

Saya setuju dengan kalimat pamungkas Desi Anwar, meski disebut-sebut sebagai salah satu penyakit paling mematikan, kanker darah bisa diobati. Cepat-cepatlah ke dokter. Dukungan keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat, sangat penting-ting-ting-ting. Saya pernah menulis tentang tip mendampingi pasien kanker di postingan Tip Mendampingi Pasien Kanker berdasarkan pengalaman saya membantu merawat ibu mertua baik di RS maupun di rumah.
Gimana, Teman-teman? Mudah-mudahan sudah agak tercerahkan, ya. Selama ini kita mengira kanker darah hanyalah leukemia, padahal selain leukemia, ada limfoma dan myeloma juga. Jadi, kanker darah tidak selalu leukemia. Soal jenis yang mana penyakit kanker darah Ibu Ani, saya kurang tahu. Saya sudah browsing, tapi belum ketemu. Doa yang terbaik saja. Semoga Ibu Ani lekas sembuh. Aamiin. Yuk, monggo komen-komen manjah kalau ada info tambahan. Insya Allah bermanfaat buat pembaca. Thank you for reading! [] Haya Aliya Zaki

Foto-foto: wikiHow

8 komentar:

  1. ngeri banget mbak kalo baca soal kanker :( Dan penyebabnya seringkali belum ketauan yaa. Semoga kita selalu diberi kesehatan yaa mbak. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, penyebabnya masih jadi misteri, Rosa. Aamiin. Semoga kita semua sehat-sehat, ya. 🤗

      Hapus
  2. sediih kalo denger ttg pasien kanker ini :(. apalagi kalo yg kena anak2. semoga kita semua slalu diksh nikmat sehat ya mba. mudah2an bu any dan anaknya denada jg bisa sembuh lg.

    jd lbh ngerti skr ttg kanker darah. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga yang sakit segera diberi kesembuhan ya, Mbak Fanny. 😇

      Hapus
  3. Pernah baca alasan pasien kanker ke Singapur. Karna peralatan kemo di Indonesia ketinggalan 15 tahun. Wallahu a'lam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, begitukah, Mbak? Semoga ini jadi perhatian tim medis dan pihak RS di negeri kita. Penginnya semua yang (mendekati) ideal bisa terpenuhi sehingga pasien merasa aman dan nyaman berobat di negeri sendiri.

      Hapus
  4. Thanks infonya Kak Haya.
    Jadi tahu lebih banyak tentang kanker darah ini.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan