Senin, 11 Maret 2019

Audrey Hepburn, Ikon Kecantikan Dunia yang Tak Lekang oleh Waktu


Apa yang kalian lakukan untuk memberantas (((MEMBERANTAS))) kebosanan jika sedang berada di dalam pesawat untuk perjalanan jauh, Teman-teman? Saya menonton film, membaca buku, atau tidooorrr. Hayooo, pasti banyak yang kayak saya, kan? Ya iyalah masa mau main bola? Dalam perjalanan dari Hong Kong ke Paris bulan Januari lalu, salah satu film yang saya tonton di pesawat adalah film klasik Breakfast at Tiffany’s. Saya suka pemeran utamanya Audrey Hepburn dan kebetulan ada tokoh penulis Paul Varjak (George Peppard) di situ.
Jujur, karakter Holly Golightly yang diperankan Audrey di film Breakfast at Tifanny’s bukanlah karakter yang saya suka. Semacam karakter wanita panggilan gitu. Oke, saya tidak akan membahas review filmnya di sini, melainkan sosok Audrey-nya sendiri. Audrey yang cantik, punya bakat akting keren, dan aktif di kegiatan kemanusiaan, membuat saya tergugah untuk mencari tahu lebih jauh. Pulang dari Eropa, saya hunting novel Breakfast at Tiffany’s (yap, filmnya memang diangkat dari novel karya Truman Capote dengan judul yang sama) dan komik Why? People – Audrey Hepburn! Seusia saya ada yang masih suka baca komik juga? Yuk, ngacung haha!

Why! People – Audrey Hepburn

Penulis: Okran JEON
Ilustrator: Gangho KIM
Alih bahasa: Diya M
Tebal: 176 halaman full color
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo (grup Gramedia)
Terbit: 2016 (di Indonesia)
Kenapa memilih komik untuk membaca biografi Audrey Hepburn? Yaaa ... kenapa tidak? Toh komik bukan hanya untuk anak-anak. Saya suka perpaduan dua elemen utama di dalamnya, yakni gambar (apalagi kalau full color) dan tulisan. Jangan salah, komik bisa digunakan untuk menyampaikan pesan moral, menyebarkan isu politik, memperkenalkan sejarah, dll. Selain dapat wawasan, membaca komik sangatlah menghibur.
Actually, bukan perkara mudah membuat komik. Saya pernah mengedit naskah buku komik. Jadi tantangan tersendiri ketika kita kudu memikirkan ilustrasi yang ciamik sekaligus mengolah kalimat yang efektif untuk dimasukkan ke balon kata dan teks. Konon pula yang namanya komik biografi. Penulis cerita harus pandai-pandai menyeleksi momen penting mana dari kehidupan tokoh yang akan dimasukkan ke buku dan mana yang tidak.       

komik-audrey-hepburn

komik-audrey-hepburn
Komik Why? People - Audrey Hepburn

Back to the story of Audrey Hepburn. Audrey lahir di Belgia, 4 Mei 1929 dengan nama Edda Hepburn Ruston. Audrey merupakan nama Inggris dari Edda (mereka pindah ke Inggris beberapa tahun kemudian). Audrey kecil tumbuh dalam suasana ketakutan akibat Perang Dunia ke-2. Dia mengalami kekurangan gizi karena sulitnya mendapatkan makanan saat perang. Hidupnya kerap berpindah-pindah. Belum cukup, ayah Audrey pergi meninggalkan rumah. Disebutkan di buku bahwa Audrey kecil tak henti-hentinya menangis. Dia selalu iri melihat teman-temannya yang memiliki ayah.     
Sejak kecil, Audrey senang membaca, terutama membaca buku dongeng. Fyi, ketika sudah dewasa, dia tetap membaca buku dongeng, lho! Buku-buku itu jadi pelipur lara yang paling ampuh.
Semua peristiwa pahit di dalam hidupnya, tidak membuat Audrey patah arang. Dia menabur mimpi menjadi balerina seperti Anna Pavlova dan Margot Fonteyn, balerina terkenal dunia. Sayangnya, pada tahun 1947, sekolah balet ditutup.
  Audrey mulai merajut mimpi baru. Di London, dia bekerja serabutan supaya punya uang. Jadi penjual bunga, model, bintang iklan, dll, semua dijabani. Hebatnya Audrey seorang poliglot yang menguasai bahasa Belanda, Perancis, Inggris, Italia, Jerman, dan Spanyol. Keahliannya ini menguntungkan dirinya pada setiap audisi. Suatu hari, Audrey mengikuti audisi drama musikal High Button Shoes dan terpilih. Selanjutnya, dia tampil berturut-turut dalam beberapa drama musikal.

Bakat akting Audrey Hepburn yang luar biasa

Pada tahun 1951, lagi-lagi Audrey mengikuti audisi. Kali ini audisi film Secret People. Dia lolos! Artis pendatang baru yang bertubuh langsing dan bermata rusa, demikian julukan orang-orang kepadanya. Tapi, tentu, Audrey bukan modal jual tampang doang. Bakat aktingnya luar biasa. Film Roman Holiday menjadi gebrakan pertama di mana Audrey mendapatkan peran utama sebagai Tuan Putri. Tidak main-main, Audrey diganjar Oscar untuk kategori Artis Terbaik! Imagine, dia baru 25 tahun saat itu! Psssttt ... awalnya, Elizabeth Taylor (Liz) yang dijadikan kandidat pemeran utama Roman Holiday, tapi rupanya Liz sudah terikat kontrak dengan perusahaan film lain. Namanya rezeki insya Allah enggak ke mana, yeee. Memang rezeki Audrey mendapatkan peran besar ini.    
Sejak film Roman Holiday rilis, Audrey jadi populer. Gaya berpakaiannya yang sederhana tapi menawan, banyak ditiru kaum hawa di seluruh dunia. Teman-teman ingat little black dress Audrey di film Breakfast at Tiffany’s? Itu ikonik banget!  

Jadi Tuan Putri di film Roman Holiday (credit: IG @audreyhepburn.jp)


Gaun hitam yang ikonik (credit: IG @audreyhepburn.jp)

Audrey dikenal sebagai sosok yang cerdas dan menyenangkan di kalangan teman-temannya. Dia kerap memberi masukan kepada sutradara untuk keperluan akting, kostum, make up, dll.
Hidup Audrey sangat disiplin dan menjunjung etika. Dua karakter yang jadi koentji sukses. Mungkin ini hasil didikan ibunya yang keturunan bangsawan Belanda. Satu lagi, Audrey juga aktris yang berprinsip kuat.
Dia menolak ketika sutradara meminta rambutnya dicat pirang seperti Marilyn Monroe. Bagi Audrey, rambut pirang bukanlah ciri khas dirinya. Alasan sutradara, warna rambut itu sedang tren dan mendukung peran Audrey sebagai peri di sebuah drama musikal. Audrey menolak mengecat rambut, tapi dia mengusulkan ide lain yang lebih cetar ke sutradara sehingga pertunjukan pun sukses. Apakah gerangan ide tersebut? Baca sendiri bukunya hihi. 
Boleh dikata tidak pernah ada kasus selama Audrey berkarier sebagai aktris. Sayangnya, kisah percintaan Audrey tidaklah semulus kariernya. Dua kali menikah, dua kali pula gagal.

Tugas kemanusiaan Audrey Hepburn

Audrey, aktris bertalenta yang lahir di Belgia, memiliki darah Irlandia (ayah) - Belanda (ibu), dan di akhir hayatnya jatuh cinta pada Swiss. Masa-masa sulit yang dia alami dulu, menempanya jadi pribadi berempati tinggi.    
Ditemani teman dekatnya, Robert Wolders, Audrey menjalankan misi sebagai duta UNICEF. Popularitas dan keahliannya berbicara di muka umum dimanfaatkan untuk menarik perhatian dunia supaya mau membantu anak-anak kekurangan gizi di daerah tertinggal. Inilah cara Audrey membalas kasih sayang penggemarnya. Sedihnya, jadwal yang padat membuat Audrey mengabaikan kesehatan. Pada tahun 1992, Audrey divonis mengidap penyakit kanker usus dan tidak disangka jatah hidupnya tinggal beberapa bulan saja. :((

Audrey Hepburn dalam misinya untuk kemanusiaan (credit: IG @anything.audrey)

“As you grow older, you will discover that you have two hands, one for helping yourself, the other for helping others.” – Audrey Hepburn
Di atas itu semua, saya paling tersentuh dengan dedikasi Audrey sebagai ibu. Ya, menjadi ibu adalah keinginan luhurnya. Berkali-kali keguguran, akhirnya Audrey dianugerahi dua putra. Dia sungguh-sungguh menikmati perannya mengasuh anak-anaknya sendiri.
Audrey wafat di sebuah desa kecil nan damai di Swiss pada usia 63 tahun. Dunia berduka. Selamat jalan, Audrey Hepburn, aktris yang cantik fisik dan hati. Kecantikanmu tidak akan pernah lekang oleh waktu. Dirimu hampir 26 tahun tiada, namun namamu tetap bersemayam di sanubari.   

Beli buku Why? People lawas di mana?

Cerita yang saya sampaikan di atas cuma sekelumit kisah hidup seorang Audrey Hepburn. Masih banyak episode yang menarik untuk dibaca di buku. Tidak mungkin saya tulis semuanya di sini. Beli bukunya di mana? Pastinya di Tokopedia, dong. Komik Why? People – Audrey Hepburn ini seri lawas yang terbit tahun 2016. Di toko buku kayaknya udah enggak ada. Saya beli di Tokopedia seharga Rp78 ribu aja. Buku ori lho, bukan buku replika atau KW! Harga normal di toko Rp93 ribu. Selisih hampir 20 ribu perak kan lumayan buat belanja telur. Yang bikin lebih senang lagi, saya bisa mendapatkan novel langka Breakfast at Tiffany’s di Tokopedia juga. Kapan-kapan saya tulis review buku dan filmnya sekaligus.   
Terus, saya baru tahu nih, ternyata Tokopedia punya yang namanya Tokopedia Gift Card atau OVO Gift Card yang merupakan sistem dompet digital Tokopedia yang memudahkan kita memberikan hadiah digital untuk membeli semua produk yang ada di Tokopedia, termasuk ... BUKU! Cocok buat dikasih ke teman atau kasih ke diri sendiri juga boleh hihi. Tertarik? Mumpung lagi ada program Promo Maret Mantap Tokopedia. Ikuti juga keseruan Tap-Tap Mantap Tokopedia. Banyak promo cashback dan gratis ongkir sepanjang bulan. Cek kalender promo Tokopedia sekarang!

 
Komik adalah bacaan yang tidak mengenal usia. Semua orang bisa membaca komik Why? People. Bahasanya simpel dan aman untuk anak-anak. Saya suka komik edukatif terutama karena membawa saya terbang menelusuri kisah hidup para tokoh dahsyat pengubah dunia. Kisah hidup mereka membuka mata kita dan generasi penerus bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita gigih berjuang dan berdoa. Seperti kata Audrey, “Nothing is impossible. The word itself says ‘I’m possible’!” Oiya, komik ini dilengkapi list semua penghargaan yang pernah diterima Audrey dan glosarium di bidang perfilman. Nah, siapa tokoh dunia favorit kalian? Apakah Audrey Hepburn salah satunya? Yuk, share di sini! [] Haya Aliya Zaki

4 komentar:

  1. Saya juga masih suka baca komik mbak. Komik milik segala umur. Makasih atas cerita Audrey yang inspiratif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss sama-sama suka baca komik. Makasih udah mampir. :)

      Hapus
  2. Baru-baru ini Pascal lagi cari buku Why Warren Buffet, agak susah di toko buku mbak, aku dapet ahirnya di online shop juga.

    Audrey Herpburn ini gak cuma terkenal sebagai artis yang cantik ya, dia aktif di dunia sosial & gak segan-segan untuk memeluk dan membantu anak-anak yang membutuhkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga beli di ol shop kalau gak nemu di tobuk. Gak usah keluar rumah tinggal nanal nunul hape hehe. Pinjeeem yang Warren Buffet! :))

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan