Kamis, 28 Maret 2019

8 Tip Produktif Menulis


Harta yang paling berharga adalah keluarga ….

Kalau ketemu kalimat di atas, pasti Teman-teman spontan nyanyi ya khaaan? Dijamin pada setuju, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya, selain keluarga, faktor kesehatan terutama kesehatan tangan dan mata juga harta yang paling berharga. Kenapa? Sehari-hari pekerjaan saya itu menulis (mengetik). Kesehatan tangan dan mata jadi modal utama. Sedihnya, nikmat kesehatan tangan sudah diambil sedikit. Kadang-kadang tangan kram. Demikian pula nikmat kesehatan mata. Setiap membaca atau mengetik, saya harus memakai kacamata.
Padahal, padahaaal, untuk menjadi penulis yang produktif, saya harus menulis cepat dan tepat sesuai deadline. Nah, berikut ini beberapa jurus ala ala saya supaya kegiatan menulis jadi lancar.

Tip produktif menulis


1. ruangan yang nyaman
Maksud ruangan yang nyaman di sini tidak  harus ruangan indoor, ya. Taman, kebun, atau halaman dengan pemandangan indah (jiaaa) pun bisa jadi ruangan untuk kegiatan menulis. Kalau memang ruangan jadi penyebab  mood kita mandek, segeralah pindah ke ruangan lain yang lebih mendukung proses menulis.

2. duduk dengan  posisi benar
Punggung atau tulang belakang dikenal sebagai kolumna vertebralis yang fungsinya menyangga seluruh tubuh, menekuk, dan memutar ke semua arah, juga melindungi saraf yang melintasinya. Duduk lama dalam posisi yang tidak benar bisa bikin sakit punggung, lho. Sementara, sebagai penulis, kita harus betah duduk berlama-lama. Semakin betah duduk, insya Allah semakin banyak karya yang dilahirkan ihiiiy. Biar terhindar dari sakit punggung, duduklah di kursi bersandaran tegak dan dapat menyangga bagian bawah punggung. Jangan duduk di kursi tanpa atau bersandaran rendah dan kursi malas.

3. minum air!
            Hayooo ngaku, kalau sudah keranjingan mengetik, rasanya malas minum, kan? Sediakan selalu segelas air putih di atas meja kerja. Dehidrasi dapat memicu tangan kram. Menurut info dari artikel Halodoc yang saya baca, kram adalah pengerutan otot yang muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa detik, menit, bahkan jam tergantung lamanya otot berkontraksi. 
            Ketika tubuh kekurangan cairan, sel-sel tubuh sulit berkoordinasi dengan baik. Terjadi gangguan keseimbangan elektrolit yang mengatur kontraksi otot. Alhasil, terjadi kram otot, termasuk kram otot tangan. Seandainya tangan kram, istirahatlah barang 10 menit. Lemaskan otot sambil minum air putih. Selain karena dehidrasi, tangan kram juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu. 


Duh, tangan kram!

4. penerangan yang baik
Say NO to lampu redup! Kurangnya penerangan menyebabkan kerja otot mata terlalu berat. Mata jadi lelah. Dalam satu seminarnya, Dr. H. Raman R. Saman dari RS  Mata Prof. Dr. Isak Salin Aini, Jakarta, menyarankan untuk menggunakan penerangan bola lampu susu 40 watt. “Bola lampu susu tidak silau karena ada filternya. Lampu neon tidak dianjurkan karena sinarnya berupa getaran,” kata dr. Saman. Sinar lampu juga harus dipusatkan pada objek bacaan atau kegiatan yang sedang dilakukan. Biar mata tidak pedas, sesekali arahkan pandangan ke tempat yang jangkauannya jauh dan banyak pepohonan hijau. 

5. tubuh bersih
Bangkitkan perasaan saat menulis melalui aroma. Eits, tapi bukan aroma keti hihi. Aroma keti, sih, bukannya  bikin semangat, yang ada kita malah sekarat! Sebelum menulis, mandilah dulu haaai. Badan segar. Pikiran  jernih. Bila perlu, semprotkan parfum untuk membangkitkan suasana sesuai dengan karya yang sedang kita tulis. Misalnya, lagi menulis cerpen romantis, coba pakai parfum yang aromanya manis-romantis-tis-tiiis. 

6. rileks
Usahakan pikiran dan tubuh sedang rileks sehingga kita bisa menata rasa dan berkonsentrasi penuh.  Syedaaaph. Mood biasanya mempengaruhi isi cerita yang ditulis. Tapi, ada juga penulis yang bisa menulis dalam kondisi  tertekan. Contohnya ... saya haha! Menulis jadi salah satu cara paling ampuh untuk melampiaskan rasa marah dan kecewa. Kalau lagi rileks, saya malah produktif makan.  

7. siapkan data-data pendukung
Kekayaan cara pengungkapan ide atau gagasan muncul karena kecerdasan kita yang terus-menerus diasah melalui pembelajaran secara sengaja. Jadi, menulis bukanlah sekadar bermain kata-kata. Sedahsyat apa pun imajinasi, tapi kitanya minim pengetahuan tentang apa yang akan kita tulis, sama juga bohong namanya. Sebelum nongkrong di depan laptop, siapkan data-data (kepustakaan dan atau responden) yang mendukung materi tulisan.

8. harus tahan kesepian
Lagi asyik-asyiknya menulis, kadang adaaa … saja gangguan. Entah itu temen yang ngajakin nonton atau di teve kabel filmnya lagi bagus. Bunyi notif WA sering bikin tangan gatel untuk ambil ponsel dan ngecek. Kalah deh, tuh, draf tulisan! Sekali-sekali bolehlah untuk selingan supaya tidak jenuh. Cuma, kalau keseringan, kapan selesainya?  


Aplikasi Halodoc

Teman-teman percaya kan, kesehatan jadi salah satu faktor penting supaya kita bisa produktif menulis? Cek info kesehatan lainnya di aplikasi Halodoc. Aplikasi Halodoc adalah salah satu aplikasi kesehatan berbasis online terbaik di Indonesia. Tersedia info medis dari gejala penyakit, penyebab, sampai pengobatan. Chat GRATIS dengan dokter ahli. Ada layanan pengiriman obat dari RS. Masih banyak lagi fasilitasnya. Buruan instal! Btw, kalian punya jurus lain supaya produktif menulis? Yuk, share di sini! [] Haya Aliya Zaki

12 komentar:

  1. Nah itu aku suka lupa gak sedia air putih kalau lagi ngetik, padahal gak bagus ya itu.
    Kekurangan cairan bisa bikin tangan kram ternyata ya, baiklah aku mau banyak minum kalau lagi ngetik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Lid. Aku sering males minum juga kalau udah asyik ngetik. Makanya siap sedia air putih begitu mau ngetik.

      Hapus
  2. Jadi ingat waktu itu tangan saya sakit karena kerjanya kebanyakan klik mouse dan sedikit ngetik (aplikasi kerjaan gitu). Konsultasinya ke halo doc juga. Ikutin saran utk minum pereda nyeri dan mengistirahatkan tangan. Beberapa hari kemudian alhamdulillah sembuh. Kebantu banget ada aplikasi kesehatan seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng ya zaman now ada aplikasi kesehatan Halodoc. Kapan aja bisa chatting gratis sama dokter. :D

      Hapus
  3. yg paling sering mendistraksi saat nulis tu gadget mbak kalo aku. Jadi harus dijauhkan hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa hahaha. Makanya biasanya gadget aku silent kalau mau konsen ngetik. :D

      Hapus
  4. Wah, konsultasi kesehatan jadi lebih mudah ya, Mbak. Tidak perlu antri lagi. Keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua bisa dilakukan dalam satu genggaman. :)

      Hapus
  5. Oya ya, air putih penting. Selama ini yang banyak malah kopi 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, kopi jadi teman favorit blogger dan penulis, ya. :))

      Hapus
  6. Nomer 8 sulit banget tuh, godaan paling besar dan nyata 😁

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan