Jumat, 01 Februari 2019

7 Tip Jalan-Jalan Bareng Keluarga di Bali


Bali. Bali. Bali.
Pastinya hampir semua sudah pada tahu. Bahkan di luar negeri, Bali lebih dikenal daripada Indonesia. Siapa pun tak akan memungkiri keindahan dan daya tarik magis Pulau Dewata ini. Saya pribadi pernah beberapa kali ke Bali bareng teman dan keluarga.
Omong-omong, kalau ditanya, mana paling berkesan, jalan-jalan sama teman atau keluarga (anak-anak), saya jawab: keluarga. Maaf, bukan kutak sayang kamu, Teman, tapi entah kenapa, setiap jalan sama teman, wajah anak-anak selalu muncul di pelupuk mata hahaha! Kebayang riang gembiranya anak-anak diajak jalan-jalan. Meski kadang capek atau lapar, enggak sekali pun mereka merengek minta pulang tuh. Jalan-jalan lanjooottt terooosss! :))
So, bolehlah saya share tip jalan-jalan bareng keluarga ke Bali ala ala saya. Siapa tahu Teman-teman pengin jalan-jalan ke Bali juga dalam waktu dekat. Mariii!

gunung-batur
Jalan-jalan ke Bali yuk!

Tip jalan-jalan ke Bali


1. pilah pilih waktu jalan-jalan

            Biasanya kami jalan-jalan bukan saat musim liburan. Kebayang ramenya Bali musim liburan! Di mana-mana manusia. Di mana-mana kudu antre luaaama. Saya dan suami khawatir anak-anak kurang nyaman dan malah tidak menikmati. Dua tahun lalu, kami ke sekeluarga ke Bali pada bulan April. Terus, kalau bukan musim liburan, harga tiket pesawat juga jadi lebih murah khaaan khaaan khaaan. Hanya, jadwal sekolah perlu diperhatikan. BIG NO jalan-jalan saat musim ulangan atau ada acara penting di sekolah.   

2. the art of packing

Packing harus dilakukan jauh-jauh hari. Packing untuk jalan-jalan ke Bali, saya lakukan minimal banget seminggu sebelumnya. Packing untuk jalan-jalan ke luar negeri, apalagi seperti ke Eropa tempo hari, saya lakukan sebulan sebelumnya. Pakaian dan segala printilan didata, lalu dicicil masuk ke koper. Sebaiknya enggak packing koboi alias packing dadakan kalau jalan-jalan bareng keluarga, takutnya nanti ada yang kelupaan dibawa. Bisa berabe. Lebih baik ribet di awal daripada rempong di akhir. Betol? Jangan sampai ada deramah di antara kitah gara-gara packing yang tidak terencanah.
Bagi Teman-teman yang berniat membawa stroller, better think twice, deh. Soalnya, trotoar di Bali belum ramah pedestrian. Trotoar di tourist area gradak gruduk (tidak rata), sempit kemakan sama jalan, juga sering disalahgunakan jadi tempat dagang dan parkir motor.  

3. booking hotel sesuai kebutuhan

Pertimbangkan beberapa hal saat memilih hotel, salah satunya, apakah kita akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk jalan-jalan di luar atau santai-santai di hotel? Saya pernah melakukan kesalahan. Itinerary kami di Bali seharian jalan-jalan di luar melulu, di hotel cuma numpang tidur. Sementara, saya booking hotel bintang 5, Saudara-saudara! Alhasil fasilitas hotel enggak kepake sama sekali huhu. Tahu gitu, mending saya booking hotel yang biasa-biasa aja. Oiya, kalau anak-anak senang berenang, paling oke booking hotel dekat pantai.
Di mana booking hotel di Bali?  Pastinya info hotel terbaik bisa dicek di Pegipegi! Pegipegi adalah perusahaan yang melayani booking hotel, tiket pesawat, dan tiket kereta api melalui web situs. Tersedia pula aplikasi gratis di Android dan iOS. 
pegipegi
Booking hotel di Bali di Pegipegi

hotel-di-kuta
Pantai di belakang hotel kami

Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini terhubung langsung ke lebih dari 7.000 hotel di Indonesia, lebih dari 20.000 rute penerbangan, dan 1.600 rute perjalanan kereta api. Pegipegi fokus mengelola kebutuhan liburan dan business trip menjadi fun travelling partner.
Booking hotel di Pegipegi mudah banget bisa kapan aja di mana aja. Pilihan harga, bintang hotel, lokasi, fasilitas, dll semua ada. Berbagai penawaran menarik akan kita dapat kalau menjadi member. Saran saya, meski sudah booking hotel via online, tetap telepon pihak hotel sebelum berangkat. Just make sure nama kita sudah tercatat di sana.  

4. rental mobil is a must

            Sebenarnya, kami sekeluarga paling senang naik transportasi umum. Kalau jalan-jalan ke luar negeri, kesempatan emas bagi kami untuk mencoba MRT dan tram. Sayangnya, di Bali berbeda. Transportasi umumnya belum menjangkau semua lokasi. Jarak lokasi wisata dari satu tempat ke tempat yang lain juga cukup jauh. Mau tidak mau, kami kudu rental mobil selama di sana. Rental mobilnya dilakukan beberapa hari sebelum ke Bali, ya. Jadi begitu kita tiba di Bali, mobil sudah ready menunggu di bandara. Rental mobil lepas kunci manual sekitar Rp250 ribu per 24 jam dan matic Rp300 ribu per 24 jam.   

5.  cari tempat wisata yang cocok

            Senjata saya, browsing internet dan baca-baca review blogger. Kami memilih wisata ke pantai, gunung, dan kota. Cari tahu juga alamat persis tempat wisata. Tempat wisata yang pertama dengan yang berikutnya dekat atau berjauhan? Apakah dalam satu hari memungkinkan jalan-jalan ke beberapa tempat? Kira-kira kalau dijabanin, anak-anak sanggup enggak? Sila didiskusikan. Saya menulis pengalaman jalan-jalan ke Desa Penglipuran, Bali Pulina, dan DMZ Bali. Monggo yang mau baca.   

Nonton Hanoman di Uluwatu

dmz-bali
Anak-anak main di DMZ Bali

6. beli tiket wisata online

            Sejak kenal yang namanya tiket online, saya prefer membeli online daripada membeli di TKP. Keuntungannya, tentu kita tidak perlu antre di TKP. Kami pernah sampai di Uluwatu (untuk menonton tari kecak) saat pertunjukan siap-siap dimulai. Saya dicegat masuk oleh petugas. Tiket sudah habis, kata mereka. Saya keluarin tiket online yang sudah saya beli dong dong dong. Kami pun masuk dengan mulus. Selain itu, harga tiket online LEBIH MURAH. Selisihnya lumayan!

7. riset makanan halal

            Jalan-jalan sendiri atau sama teman, bolehlah ambisius. Urusan makan bisa ntar sok ntar sok. Tapi, kalau jalan-jalan bareng anak, saya enggak berani. Telat makan, anak-anak bakal cranky. Mood jalan-jalan terancam bubar.  
Di Bali, penduduk muslimnya minoritas. Kehalalan makanan wajib diperhatikan. Saya rekomen menu ayam betutu dan sayur gonde di Ayam Betutu Khas Gilimanuk Bali dan nasi campur di RM. Wardani di Kuta. Enak dan halal! Btw, RM. Wardani ini unik, dari luar kelihatan seperti toko kecil aja, tapi begitu masuk, baru deh ketahuan ternyata rumah makannya luaaas. Spot-spotnya cakep dan instagramable.    

sayur-gonde
Sayur gonde


nasi-campur
Nasi campur

Teman-teman mau menambahkan tip jalan-jalan bareng keluarga, khususnya ke Bali? Boleh juga cerita-cerita pengalaman kalian ke Bali di kolom komen di bawah ini. Yuk! :) [] Haya Aliya Zaki

8 komentar:

  1. Jadi kangen Bali
    Terakhir ke sana... 5 tahun yang lalu wkkkk

    BalasHapus
  2. Next jalan-jalan goal: Bali! Pake contekan tulisan Hay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera terwujud liburan ke Bali ya, Nancy!

      Hapus
  3. Aku udah beberapa kali ke Bali bahkan pernah tinggal 6 bulan di Bali tapi belum semua wisatanya kujelajahi. Saking banyaknya tempat wisata apa saking kupernya aku ya hahaha. Desa Penglipuran salah satu whistlist nih. Belom pernah ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa Rahmi pernah tinggal di Bali! Tempat wisatanya dijamin banyak, Mi. Pantainya aja gak tahu ada berapa. Ayok ke Desa Penglipuran, berasa main ke kahyangan saking indahnya hihi.

      Hapus
  4. sering ke bali ya mba. Bali memang amazing, berasa di luar negeri kalo di bali, soalnya lebih banyak bule ketimbang orang lokal hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak sering sih, pernah beberapa kali hehe. Beneeerrr di Bali berasa di luar negeri karena kebanyakan bule ya wkwkw.

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan