Sabtu, 29 Desember 2018

Penyandang Disabilitas Perlu Diberi Ruang untuk Berkarya dan Berprestasi


Sekian tahun lalu waktu memenuhi undangan meliput rumah sakit di Singapura, saya dkk blogger diajak makan siang di sebuah resto oleh panitia. Sebenarnya menu makanannya biasa aja, bahkan cenderung kurang cocok di lidah saya. Akan tetapi, satu pemandangan membuat semuanya jadi luar biasa. Di resto Singapura kami dilayani oleh karyawan penyandang disabilitas rungu. Ini kali pertama saya melihat penyandang disabilitas bekerja berbaur dengan karyawan biasa. Masya Allah!
Gimana di negeri sendiri? Alhamdulillah, hari gini di Indonesia, penyandang disabilitas semakin banyak yang berdaya. Terbukti beberapa kali saya mendapati mereka bekerja di berbagai perusahaan.
Daaan, kabar gembira untuk kita semua! Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Sosial RI sepakat berkolaborasi demi meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas di aneka sektor industri formal maupun informal. Saya dkk blogger diundang menghadiri acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas antara Bapak Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian RI) dan Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Sosial RI) di Ruang Garuda, Gedung Kementerian Perindustrian RI, Jakarta (27/12). Harapannya, penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama menikmati pertumbuhan ekonomi dan mengakses kesejahteraan sosial.    

Penandatanganan Nota Kesepahaman

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2015, diperkirakan 8,56% atau 22 juta jiwa penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Data lebih lanjut, 24% dari mereka yang menganggur, berstatus kepala rumah tangga. Rantai kemiskinan merupakan masalah yang cukup krusial bagi penyandang disabilitas. Prioritas pemerintahan kita, memutuskan rantai kemiskinan ini dengan membuat macam-macam program yang membangun penyandang disabilitas menjadi sosok mandiri secara sosial dan ekonomi. What a wonderful new year gift tho! 
Pada acara puncak Hari Disabilitas Internasional tanggal 3 Desember 2015 di Istana Negara, Bapak Presiden Joko Widodo menyampaikan, negara harus adil menegakkan hak-hak penyandang disabilitas. Maka, lahirlah UU no. 8 tahun 2016.
Payung hukum tersebut berguna mengakui, melindungi, dan melindungi hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia. Selain itu, disebutkan bahwa perusahaan swasta wajib memperkerjakan sedikitnya 1% penyandang disabilitas dari jumlah seluruh karyawannya. – UU no. 8 tahun 2016

Komitmen diperkuat pada perayaan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Bekasi. “Pemerintah berjanji menyediakan ruang untuk penyandang disabilitas memberi manfaat, berkarya, dan berprestasi. Kementerian Sosial RI sedang membuat konsep industri yang sepenuhnya untuk penyandang disabilitas,” kata Pak Agus. Perkara industri, mestinya paling klop tek-tokan dengan Kementerian Perindustrian RI. Nah, demikian asal muasal kolaborasi ini, Teman-teman.  
Ruang lingkup Nota Kesepahaman meliputi pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penempatan kerja di perusahaan industri, serta pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas masing-masing pihak.
Berdasarkan isi Nota Kesepahaman, tugas dan tanggung jawab Kementerian Perindustrian RI adalah menentukan jenis pendidikan dan pelatihan untuk penyandang disabilitas, melaksanakan pendidikan dan pelatihan, melakukan sertifikasi kompetensi, dan memfasilitasi penempatan kerja di perusahaan industri.
Sementara itu, tugas dan tanggung jawab Kementerian Sosial RI adalah menyediakan data potensi penyandang disabilitas, melaksanakan rekrutmen, serta memfasilitasi sarana prasarana termasuk operasionalisasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.



Di acara, hadir perusahaan-perusahaan yang bersedia menerima tenaga kerja penyandang disabilitas, yakni PT. Wangta Agung, PT. Ecco Indonesia, PT. Young Tree Industries, PT. Widaya Inti Plasma, PT. Inti Dragon Suryatama, PT. Bintang Indokarya Gemilang, dan PT. Aggio Multimax. Tidak lupa industri garmen, yakni Intima Globalindo, Mataram Tunggal Garmen, Pan Brothers Group, Ungaran Sari Garments, dan Srite Group. Menurut Pak Airlangga, industri makanan, pakaian jadi, dan alas kaki merupakan industri yang punya potensi paling besar untuk menyerap tenaga kerja penyandang disabilitas. Insya Allah Januari tahun depan bisa terlaksana, ya.    
Hal yang paling istimewa buat saya di acara adalah saya bisa bertemu dengan adik-adik dari BRSPDSRW Melati Jakarta (penyandang disabilitas rungu wicara). Saat menyampaikan kata sambutan, Pak Menteri didampingi penerjemah bahasa isyarat supaya adik-adik ini mengerti. Guess what ... mereka jago main angklung! Mereka bisa memainkan lagu Tanah Airku dan Selendang Sutra yang begitu indah yang bahkan mereka sendiri tidak bisa mendengarnya! :( 
Saya jadi penasaran, gimana cara mereka berlatih? Saya pun mewawancara Pak Burhan, pelatih angklung adik-adik BRSPDSRW Melati Jakarta. Pak Burhan pensiunan yang mengabdikan dirinya untuk dunia kesenian. Usianya udah 76 tahun, lho. Beliau bukan penyandang disabilitas, tapi beliau bisa bahasa isyarat sehari-hari dan bahasa isyarat khusus not musik. Sepertinya kami luput melihat tangan Pak Burhan yang memberi isyarat not-not musik tersebut saat di panggung. Bagi saya, Pak Burhan sama hebatnya! Semoga selalu dianugerahi kesehatan ya, Pak! Kalian tertarik belajar bahasa isyarat? Silakan intip akun Instagram @pusbisindo.
Selesai acara, saya mengunjungi bazaar yang menjual hasil karya penyandang disabilitas. Ada tempat tisu, boneka, gantungan kunci, dompet, dll. Bagus-bagus, deh. Saya membeli tempat tisu batik berbentuk baju yang imut. Mereka bilang, mereka belajar membuat kerajinan seperti itu justru dari orang bule. Lumayan bisa dijadikan sumber pendapatan. 

Saya dan adik-adik BRSPDSRW Melati Jakarta


Mereka jago main angklung!


Saya dan Pak Burhan




Hasil karya penyandang disabilitas

Back to Nota Kesepahaman. Semoga Nota Kesepahaman ini menjadi pendorong munculnya upaya-upaya lain dari pemerintah untuk menegakkan hak-hak penyandang disabilitas. Semoga ke depannya terwujud masyarakat penyandang disabilitas yang impulsif dan aktif. Aamiin! [] Haya Aliya Zaki

12 komentar:

  1. Di dekat rumahku ada cafe, pelayannya juga tuli, sepertinya pemiliknya memang punya kepedulian utk memberdayakan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren, Mi. Semoga semakin banyak perusahaan yang seperti ini.

      Hapus
  2. Setuju dengan poin memberikan ruang kepada kaum disabilitas. Jangankan diberi ruang, terkadang masih ada stigma dan pandangan minor terhadap mereka. Padahal, dalam keterbatasan mereka sebenarnya bisa berkreasi. terlepas dari itu semua, mereka adalah juga manusia yang hak-haknya perlu ditegakkan di republik ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal mereka punya skill yang keren. Semoga Januari ini program pemerintah memberdayakan penyandang disabilitas segera terlaksana.

      Hapus
  3. Kerajinan tangannya sangat rapi. Coba kalau dijual online ya?
    Kemarin tuh aku pengin beli keset karakter tapi lupa karena sibuk sana sini.
    Aku berdoa semoga semakin banyak yang terinspirasi dari upaya kolaborasi seperti ini.
    Kudoakan pula adik-adik difabel menjadi wirausaha yang sukses. Aamiin
    Buar Pak Burhan semoga selalu sehat.

    BalasHapus
  4. Senang saya mendengar hadirnya nota kesepahaman ini, semoga dengan hadirnya Nota Kesepahaman ini, semakin banyak ruang bagi para disabilitas untuk menunjukan kemampuan dan bakat mereka yang luar biasa itu.

    BalasHapus
  5. Setuju Madam, dengan adanya 'ruang' mereka kaum difabel ini jadi memiliki kesempatan yang sama ya, setidaknya ada fasilitas dari Pemerintah yang mendukung mereka untuk berkarya dan berprestasi!

    Semoga dengan adnaya MoU ini, makin banyak yang peduli akan keberadaan kaum difabel :)

    BalasHapus
  6. Di Singapore difabel diberi pekerjaan baik, semoga Indonesia dapat melakukan hal yang sama. Melalui program Kemenperin dan Kemensos ini (Diklat 3in1) semoga mampu meningkatkan kemampuan mereka dan menjadikannya lebih baik :)

    BalasHapus
  7. Dengan hadirnya program 3 in 1 ini teman-teman penyandang disabilitas bisa bekerja dan terus berkarya ya mba. Serta berprestasi.

    BalasHapus
  8. Lucu lucu deh kerajinannya 😍 au percaya walau fisik terbatas tapi daya kreativitas mereka ga akan mati!

    BalasHapus
  9. Pas di bazar aku kagum deh liat hasil kerajinan tanganya bagus, rapi, unik, dan menarik, Semoga program kerjasama ini berjalan lancar, dan bisa membantu banyak kaum difabel untuk bisa makin berkarya.

    BalasHapus
  10. Pak Burhan pasti orang yang keren pake banget... Huhu. Bisa sabar banget jadi pemandu anak anak lucu itu....

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan