Kamis, 13 Desember 2018

Ketika Si Sulung Terkena Herpes Zoster


         Hari Senin pagi dua minggu lalu, Faruq (15 tahun), sulung saya, kirim WA dari asrama. “Mi, bokong kiri aku sakit banget! Duduk, tidur, berdiri semua serba-salah. Badan enggak enak. Awalnya kayak ada bisul kecil, lama-lama lukanya melebar terus, Mi.”
Wah, sakit apa itu, ya? Saya minta Faruq kirim foto. Olala, setelah saya perhatikan, lukanya kok kayak herpes? Somehow saya ingat luka seperti ini pernah dialami almarhumah ibu mertua. Luka kulit karena herpes zoster. Saya pun sibuk googling mencocokkan foto yang dikirim Faruq dengan foto di internet, juga membaca-baca info.
Tengah malam saya membalas WA Faruq, “Besok kita ke RS, Nak!” putus saya. Kebetulan suami lagi dinas di luar negeri. Saya kudu ambil keputusan cepat dan sepihak huhu. Tambahan pula Faruq lagi ujian akhir. Dia jadi susah konsen gara-gara sakitnya ini. Tanggung kalau minta izin libur. Ujian tinggal tiga hari lagi.
Besoknya saya membawa Faruq ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, rumah sakit dekat asrama Faruq. Benar dugaan saya, Faruq terkena herpes zoster! Teman-teman yang belum familiar apa itu herpes zoster, saya bahas singkat berdasarkan konsul dengan dokter dan info dari media online kesehatan yang tepercaya. 

Herpes Zoster

            Herpes umum yang saya tahu ada dua, yakni herpes simplex (herpes kelamin) dan herpes zoster (herpes kulit). Just fyi, herpes simplex menular melalui sentuhan bibir dan berhubungan intim. Berbeda dengan herpes zoster. 
Herpes zoster disebut juga herpes kulit/cacar api/cacar ular. Virus yang menyebabkannya sama dengan virus cacar air, namanya varicella zoster. Jadi, orang yang sudah pernah terkena cacar air dan sembuh, virusnya tidak kabur, tapi tidur di dalam sel-sel saraf tubuh. Kata dokter sih, herpes zoster semacam episode lanjutan dari cacar air. Orang yang daya tahan tubuhnya turun + stres, akan gampang kambuh. Virus yang tadinya tidur, jadi aktif kembali (reaktivasi). Asumsi kami, mungkin Faruq kepikiran lagi mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru (asrama) dan banyak bergadang karena tugas berjibun. Kondisi tubuh drop. So, bagi yang menyangka penyebab herpes zoster adalah masalah higienitas (kotor), itu MITOS.

Ciri-ciri herpes zoster

            Penampakan herpes zoster di kulit awalnya berupa bintik-bintik bisul, lalu melebar warna kemerahan kayak kulit melepuh. Rasanya nyeri nian bagai ditusuk-tusuk pisau. Badan meriang. Saat saya bawa ke dokter, luas kulit bokong Faruq yang terkena kira-kira selebar telapak tangan orang dewasa (empat hari sejak muncul di kulit). Biasanya yang terkena satu sisi tubuh aja kiri atau kanan, tidak pernah kanan dan kiri. Setelah sembuh, luka menyisakan koreng. Satu yang paling saya syukuri (tetap bersyukur) bahwa virus ini tidak muncul di wajah si sulung, tapi di bokong kiri. Ora kebayang kalau ada bekasnya di wajah. Ora kebayang kalau kena mata. Astagfirullah.    

Kulit luka berwarna kemerahan

Hati-hati terkena mata karena dapat menyebabkan kebutaan

Apa yang harus dilakukan?

            Sebaiknya segera bawa ke dokter jika anak terkena herpes zoster. Kasihan kan anak tersiksa banget. Obatnya antivirus asiklovir (obat minum + salep) dan pain killer. Istirahat yang cukup. Hindari stres. Pasien WAJIB MANDI! Kalau tidak mandi, virus dan bakteri semakin enjoy asoy geboy di tubuh yang kotor. Mandinya pakai sabun bayi yang lembut.

Siapa saja yang bisa terkena?

            Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, siapa saja yang sudah pernah terkena cacar air bisa terkena herpes zoster. Apa yang terjadi kalau orang yang belum pernah kena cacar air terinfeksi virus varicella zoster? Ya, orang tersebut akan mengalami cacar air dulu, dong. Setelah cacar airnya sembuh, kemungkinan terkena herpes zoster itu ada.
Jaga kondisi tubuh supaya tidak drop untuk mencegah reaktivasi virus di dalam tubuh. Semakin lanjut usia, peluang terkena penyakit herpes zoster semakin besar. Kata dokter, seandainya orang tua yang terkena, sembuhnya bakal lebih lama. Setelah sembuh, nyeri yang ditinggalkan bisa berasa sampai enam bulan. Berbeda dengan anak-anak dan remaja. Sembuhnya lebih cepat. Begitu kulit kering, nyeri pun hilang. 

Ayo berobat!

Alhamdulillah setelah dua minggu Faruq sembuh. Teorinya, proses sembuh itu sekitar dua sampai tiga minggu. Tempo hari kontrol ke RSPP Jaksel, luka sudah kering. Tinggal nyeri-nyeri sedikit. Biarkan bekas luka yang kering, luruh sendiri. Jangan dikopek-kopek. Alhamdulillah lagi, saya suami dan adik-adik Faruq tidak ketularan. Meski penyebab herpes zoster bukan lingkungan yang kotor, tetap, menjaga kebersihan itu penting. Seandainya terkena, jangan panik, ayo lekas berobat! Apakah teman-teman pernah terkena herpes zoster? Yuk, share pengalaman kalian di sini. Siapa tahu bisa membantu pembaca yang lain. [] Haya Aliya Zaki
Foto: wikihow.com/Recognize-Shingles-Symptoms-(Herpes-Zoster-Symptoms)

6 komentar:

  1. wuah iya bener mbak, beberapa masih ada yang percaya mitos tsb. Kalo kena herpes berarti mainnya kotor-kotor *huhuhu sedih akutu*

    Dan bagusnya cepat penanganannya, karena kalo terlambat makin parah. Aku kemarin begitu masih kecil tryus cepat ketahuan aja, di daerah PD pulak huhuhu trus kudu 23hari minum obat. Mana perihnya ampuuun sakit banget, duh ini kmenku curcol abis deh hehe.

    Sehat selalu ya mbak semuanya aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah, sekarang udah sembuh kan, Mbak? Iya nih penanganannya harus cepat. Kalau gak, lukanya jadi luas banget. Sembuhnya bakal lebih lama. Semoga gak kambuh-kambuh lagi, ya. Sehat-sehat, Mbak.

      Hapus
  2. Aku sering banget tuh mbak kena herpes itu. Mana aku kerja di pabrik yang panas mbak. Nggak kebayang banget rasanya kena keringet. Perih.. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serius, Qad? Herpes zoster atau penyakit kulit lain? Hati-hati, jaga kesehatan. NYerinya ampun-ampunan ini kan.

      Hapus
  3. Berarti ini menular ya mba... Jujur aja yaaa, pertamakali aku kira herpes itu ya penyakit kelamin. Trus pas bosku yg lama kena, aku lgs mikir ga ga dong huahahahah. Dia kena di leher. Aku dan yg lain udh serem aja bakal ketularan :D. Tp alhamdulillah ga. Dan dia bilang memang sakiiit. Moga2 jgn sampai kena deh ke aku dan keluarga :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Herpes zoster menular, Mbak, tapi gak gampang banget menular kayak cacar air. Kalau daya tahan tubuh bagus, insya Allah aman. Ada juga yang namanya herpes kelamin (herpes simplex). Nah, yang aku bahas ini herpes kulit (herpes zoster). :D

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan