Kamis, 18 Oktober 2018

Keuntungan Berinvestasi Reksa Dana


         Ada satu hal yang saya sesali dalam hidup, yakni tidak berinvestasi selagi usia muda belia manja memesona. Zaman masih ngantor dulu, gaji cakep banget, tapi sayangnya saya kurang peduli sama keuangan sendiri. Hobi nongki-nongki di resto, rutin setor muka ke salon, dan ofkors, belanja-belanji kapan saja di mana saja. Semakin tinggi gaji, semakin tinggi pula tuntutan lifestyle. Alhasil baju dan sepatu branded punya, tapi tabungan dan investasi nihil! Serem enggak, sih. 
            Pakar keuangan, Mbak Prita Ghozie, berkata bahwa semua orang WAJIB KAYA. Kaya, yaaa, bukan matre oooiii. Berprofesi sebagai financial checker, beliau sering mendapati orang-orang yang berpenampilan mentereng, tapi kondisi keuangan bersih mereka minus. Artinya, mereka bergaji besar, tapi tidak punya tabungan dan investasi, jebule utang malah numpuk. Enggak kebayang hidup dikejar-kejar debt collector. Mending dikejar-kejar babang Hamish Daud yekan. Sementara itu, sebagian orang bergaji kecil, tapi kondisi keuangan bersih mereka bisa sampai ratusan juta rupiah. Kesimpulan, jumlah gaji tidak berhubungan dengan kaya, tapi lifestyle.
Nah, balik lagi ke cerita saya. Setelah menikah dan punya satu anak, barulah mata ini terbuka lebar, Saudara-saudara. Ternyata, biaya hidup berumah tangga buaaanyak banget! Lalu saya berpikir, saya dan suami tidak selamanya produktif. Kami harus mempersiapkan diri. Tiada jalan lain selain tobat nasuha hidup foya-foya. Pelan-pelan saya mulai mencari tahu soal investasi dan ... praktik! Praktik yang penting, jangan teori melulu. Alhamdulillah, saat ini kesampaian sudah kami berinvestasi di bank, emas, dan properti. Better late than never, right? *ngeles*
How about investasi reksa dana? Hmmm ... jujur, entah sudah berapa lama saya mendengar tentang reksa dana, tapi masih belum berani mencoba. Khawatir modalnya gede, khawatir ribet, khawatir tidak aman, dll. Nah, sebelum ngalor ngidul lebih jauh, yuk, kita cari tahu apa sebenarnya reksa dana itu?   

Berinvestasi reksa dana


Menurut UU no. 8 tahun 1995 tentang pasar modal, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. 

            Dalam reksa dana, ada istilah bank kustodian dan manajer investasi. Bank kustodian merupakan bank umum yang mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan kegiatan sebagai fungsi kustodian (penyimpanan). Tercatat ada 19 bank umum antara lain, BCA, BNI, dan BRI. Bank kustodian bekerja sama dengan manajer investasi untuk mengurus administrasi, mengawasi, dan menjaga aset reksa dana. Jadi, insya Allah investasi reksa dana aman, ya. 
Berdasarkan alokasi uang yang dikelola, reksa dana terbagi atas 4; reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham (diurut dari risiko terendah sampai tertinggi).  

Keuntungan investasi reksa dana


            Modal kecil, tidak butuh tempat penyimpanan khusus seperti emas, tidak butuh biaya perawatan seperti properti, likuid (pencairan dana 4–7 hari kerja), dan tidak dikenakan pajak final karena bukan objek pajak.  

INVISEE, aplikasi reksa dana online


            PT. Nusantara Sejahtera Investama (NSI) menyadari bahwa minat berinvestasi reksa dana di Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Penyebabnya, kurangnya informasi dan akses untuk jenis investasi ini. Maka, NSI berusaha memberikan solusi bernama aplikasi INVISEE

INVISEE merupakan layanan digital yang membantu nasabah dalam merencanakan dan mengelola keuangan pribadi sesuai tujuan dan kebutuhan mereka. INVISEE resmi launching di Queens Head resto, Kemang, Jakarta (10/10), demi memudahkan masyarakat berinvestasi reksa dana. 

INVISEE ada sejak tahun 2015, terdaftar di OJK tahun 2016 dan diawasi, beroperasi tahun 2017. Indonesia punya 260 juta populasi dan 49,8% adalah bank population. Perkembangan fintech lagi hot-hotnya, dari aplikasi e-money, lending (penyaluran dana dari bank kepada masyarakat), dll. Kondisi ini membuat Pak Jimmy Wijaya (Direktur IT dan Operasional NSI) yakin, peluang industri reksa dana untuk bertumbuh sangat besar. Sementara itu, Pak Eri Primaria (Direktur Utama NSI) berharap aplikasi INVISEE mampu menarik minat masyarakat, khususnya generasi milenials, untuk ikut berkontribusi di pasar modal. 


launching-INIVISEE
Launching aplikasi INVISEE di Kemang, Jakarta

Nah, kebetulan saya hadir di acara launching INVISEE. Tentu saya tertarik jadi Inviseetors (sebutan untuk nasabah INVISEE). Berdasarkan artikel Memahami Investasi Reksa Dana (Kompas, 2018), ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi reksa dana. Infonya saya rangkum dan olah sbb. 

    Pertama, tujuan berinvestasi. Misal, kalau tujuannya untuk naik haji dalam waktu dekat sekitar 1–2 tahun, kita bisa pilih reksa dana pasar uang berbasis syariah.     
Kedua, profil risiko calon investor. Saya tipe penabung tulen (konservatif) yang gampang cekot-cekot melihat perkembangan saham yang fluktuatif. Jadi, saya prefer reksa dana berisiko rendah, yakni reksa dana pasar uang. Kalau kalian tipe yang gimana? Konservatif seperti saya, atau moderat (medium risk taker), atau agresif (high risk taker)? Silakan pilih sesuai kesiapan mental masing-masing.      
Ketiga, cara mendapatkan keuntungan. Pada umumnya reksa dana merupakan jenis investasi yang memberikan keuntungan saat dijual kembali. Akan tetapi, ada juga jenis reksa dana yang rutin memberikan bagi hasil setiap beberapa bulan sekali. The choice is yours.    
Keempat, strategi berinvestasi. Saya tipe yang berinvestasi secara berkala dengan menyisihkan penghasilan setiap bulan. Ada yang sebaliknya, mereka senang berinvestasi jebret jebret sekaligus.
Kelima, pengelola reksa dana. Setelah keempat poin di atas diketahui, sekarang kita tinggal memilih produk dari manajer investasi yang cocok. Sebaiknya pilih manajer investasi yang punya track record bagus, kinerja investasinya konsisten lebih tinggi daripada rata-rata pasar, dan memungut biaya lebih kecil. Soalnya biaya besar akan mengurangi potensi keuntungan kita sebagai investor.  
   

Berinvestasi reksa dana di INVISEE






Kelebihan berinvestasi reksa dana di INVISEE adalah mudah, praktis bisa dilakukan dari rumah, setiap hari bisa dicek, dan modalnya sangat terjangkau. Sepuluh ribu perak saja! Fasilitas pembayarannya beragam, bisa online maupun offline. Daaan, pastinya banyak promo.


Fitur-fitur di INVISEE

Cek profil risiko

Konservatif profil risiko saya

Pilih reksa dana sesuai profil risiko



Yay beneran bisa beli reksa dana 10 ribu!


Saya sudah mencoba membeli produk reksa dana senilai sepuluh ribu rupiah. Beneran bisa! Siap-siap beli reksa dana dengan jumlah yang lebih besar! Proses pembeliannya mudah, lebih mudah lagi kalau punya VISEEPay. Transfer uang antarbank tidak kena biaya admin. Teman-teman yang mengalami kesulitan atau belum paham cara membeli reksa dana, sila langsung kontak CS INVISEE via email, WA, atau telepon setiap hari kerja pukul 09.00–17.30 wib. Mereka ramah-ramah dan akan dengan senang hati membantu. Saya juga masih belajar sambil jalan. Doakan bisa disiplin nyetor yes. Thank God ada fitur Pengingat supaya tidak lupa. Saya pengin ke depannya pilihan manajer investasi di INVISEE lebih beragam. Artikel-artikelnya terus ditambah.
Hopefully teman-teman milenials tidak mengikuti jejak keuangan saya yang pernah amburadul. Segeralah berinvestasi #DemiNanti! Kalian yang (merasa) bergaji kecil harus tetap optimistis. Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, faktanya, justru orang-orang bergaji kecil bisa memiliki kondisi keuangan bersih sampai ratusan juta rupiah. Gaji kecil, tapi kalau kita pandai mengatur keuangan hari ini dan masa depan, peluang kaya bakal menghampiri.
Lagi pula, kini ada aplikasi INVISEE, aplikasi reksa dana online yang memudahkan. Investasi reksa dana bisa dimulai dengan modal sepuluh ribu perak saja. Daripada keseringan jajan tahu bulat, mending uangnya diinvestasikan. See, tidak ada alasan untuk tidak berinvestasi, kan? Saya sudah jadi Inviseetors, kalian kapan? [] Haya Aliya Zaki

4 komentar:

  1. Saya tertarik banget sama reksa dana mbak, karna akhir-akhir ini banyak yg bahas reksa dana. Tapi mau mulai belum berani. Mau belajar dulu lebih banyak lagi soal reksa dana ini. Biar bener-bener paham, gak sekedar ikut-ikutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa langsung tanya-tanya ke INVISEE, Mbak. CS-nya ramah dan sabar. Nanti pilih produk yang sesuai dengan profil risiko kita.

      Hapus
  2. Mba di paragraf pertama nyentil banget hehehehe..kalau dipikir memang benar kalau gaji tinggi memang tuntutan lifestyle juga tinggi dan lupa untuk investasi. Aku juga lagi belajar reksa dana semoga bisa komitmen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga lagi belajar reksa dana. Beberapa hari yang lalu udah coba invest di sana, Vika. 😁

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan