Kamis, 27 September 2018

Olimpiade Robotika SINDO 2018 Hadir untuk Mengasah Kreativitas Anak


           Bulan Agustus lalu waktu ke Singapura, saya dan anak-anak terkagum-kagum melihat robot lucu yang bisa vakum lantai di Bandara Internasional Changi. Pada praktiknya, robot diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia baik di bawah pengawasan manusia maupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dahulu (kecerdasan buatan). Gimana di Indonesia? Ya, mau tidak mau, Indonesia harus siap memasuki era industri 4.0, yakni industri di mana terjadi kolaborasi antara kegiatan fisik dan kegiatan cyber. 

Olimpiade Robotika 2018

            Hari Minggu lalu (23/9), saya dan kawan-kawan blogger diundang untuk menghadiri acara Olimpiade Robotika SINDO 2018 di Kuningan City Mall, Jakarta. Olimpiade Robotika SINDO 2018 merupakan acara tahunan dan ini kali ketiga diadakan. Setiap tahun pesertanya terus bertambah.
Luar biasa, tempo hari Kuningan City Mall rameee sama anak-anak! Mereka tampak antusias. Bapak Andhika Prastawa (Deputi Kepala BBPT bidang Teknologi Informatika dan Energi) dan Bapak Dr. Khamim M.Pd (Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan), mewakili Bapak Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.A.P (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI), turut hadir.
“Anak-anaklah yang bakal memimpin negara kita di masa 30 tahun mendatang. Mereka harus kreatif, imajinatif, percaya diri, sportif, dan fokus. Olimpiade Robotika salah satu acara yang tepat untuk memupuk itu semua. Sesuai ajaran dalam Alquran juga, didiklah anak-anak sesuai zamannya,“ Bapak Khamim menyampaikan kata sambutannya.
Olimpiade Robotika SINDO 2018 didukung penuh oleh PT. Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) dan bekerja sama dengan Robotik Explorer dan Sindo Media. Generali terlibat aktif sejak roadshow dari sekolah ke sekolah hingga babak final yang diadakan di Kuningan City Mall. Acara yang diikuti oleh 250 Sekolah Dasar kelas 4–6 di Jakarta ini bertujuan mengasah kreativitas anak bangsa di dunia sains, khususnya robotika. Jadi, mereka bukan hanya berkutat di teori, melainkan juga ikut menciptakan robot yang aplikatif. Keren, ya!  

Haya-Aliya-Zaki-olimpiade-robotika

Generali-Indonesia

peserta-olimpiade-robotika

robot
Olimpiade Robotika SINDO 2018

Generali Indonesia

Generali Indonesia bagian dari Generali Group, sebuah perusahaan dari Italia yang berdiri sejak tahun 1831 (187 tahun). Itulah sebabnya iklan Generali di teve kelihatan Italiano banget haha. Di Indonesia sendiri usia Generali sudah 10 tahun. Generali melindungi 55 juta nasabah di dunia dan 100 ribu nasabah di Indonesia.    
Ibu Vivin Arbianti Gautama (Chief Marketing and Customer Generali Indonesia) berkata bahwa Olimpiade Robotika merupakan alternatif kegiatan anak supaya sehari-hari anak tidak terlalu sibuk bermain gadget. Generali berjanji akan mendukung aneka kegiatan positif lainnya. Bulan November 2019, Generali mendukung acara maraton internasional yang bekerja sama dengan Kompas

Talkshow bersama Intan Erlita, M. Psi

            Seperti yang sudah saya mention di atas, di dalam Alquran disebutkan, anak harus dididik sesuai zamannya. Apakah make sense kalau zaman sekarang kita melarang anak bermain media sosial? Sepertinya tidak, ya. Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai orangtua?
            Kontrol.
            Tepatnya mengontrol seperti apa? Topik ini akan dibahas oleh Mbak Intan Erlita, M.Psi (psikolog dan artis). Mbak Intan ibu dari 4 orang anak. Dulu beliau idealis, melarang anak-anaknya bermain media sosial, bahkan gadget pun tidak boleh. Namun, prinsip Mbak Intan goyah ketika pihak sekolah mewajibkan anak-anaknya menggunakan iPad untuk membantu aktivitas belajar di sekolah. Nah, lho. Gimana, nih?
            Akhirnya, Mbak Intan mencoba berdamai. Kudu jadi orangtua asyik untuk bisa melebur dalam dunia anak. Jangankan anak-anak, kita aja suka sama media sosial. Betol? Media sosial jadi wadah untuk mengekspresikan diri, bahkan jadi mata pencaharian. Jangankan anak-anak yang masih butuh aktualisasi diri, orangtua aja ketagihan main media sosial. Sehari enggak posting, rasanya hampa. Hari ini dapat 100 likes, besok berusaha dapat 150 likes, dst.   
            Bu Vivin sebelas dua belas dengan Mbak Intan. Anak tidak bisa dilepaskan dari benda kekinian, gadget. Anak Bu Vivin menggunakan gadget untuk membantunya berlatih paduan suara seperti mengambil video ketika tampil, mendengar ulang rekaman suara, dll.

Tip aman bermedia sosial untuk anak

Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa kecanduan bermedia sosial hampir sama parahnya dengan kecanduan narkoba. Bahaya! Jangan sampai anak kita menjadi korban. Berikut beberapa tip untuk orangtua agar anak aman bermedia sosial.
1. jaga kedekatan dengan anak

            Anak yang kurang perhatian di rumah, biasanya melakukan pelampiasan di media sosial. Lagi senang, marah, galau, semua dijembrengin di media sosial. Anak senang ketika mendapat banyak komen dan like, tapi sebenarnya hidup mereka kosong hiks! So, buat orangtua, beri perhatian kepada anak supaya anak tidak mencarinya di luar. Anak pengin cerita, dengarkan. Anak berprestasi, beri apresiasi. Anak punya masalah, bantu cari solusi.
2. tidak menghakimi

            Hindari menghakimi anak ketika mereka mau membuat akun media sosial. Mungkin di depan kita mereka bilang iya, tapi di belakang? Mereka bisa membuat akun dengan nama lain atau akunnya dikunci sekalian. Apa daya kita melacak?
Beri anak kepercayaan dan sampaikan keinginan kita dengan bahasa yang baik. “Kamu boleh bikin akun, tapi Mama jadi follower kamu, ya?” atau “ Kamu boleh bikin akun, tapi janji nilai sekolah harus bagus, oke?”
3. pegang password media sosial anak

             Meski kita memberi kepercayaan kepada anak, kita tetap mesti tahu password akun media sosial mereka. Pantau tanpa melanggar etika. Soal etika, kita bahas di poin berikutnya.
4. jaga etika

Nah, etika yang seperti apa? Tidak langsung jeplak di postingan anak, tidak langsung menghapus konten yang tidak kita suka tanpa memberi tahu anak, kira-kira seperti itu. Kalau menurut kita, konten yang dishare kurang pantas, kita bisa mendiskusikannya dengan anak, bukan main langsung komen aja. Minta mereka sendiri yang menghapus konten tersebut. Dengan begini, kita memberi contoh bahwa kita tidak menyerobot hak mereka meskipun kita punya power untuk itu.   
5. share konten positif

Arahkan anak share konten hobi, prestasi, dan sejenisnya di media sosial. Siapa tahu konten ini membantu, bahkan menginspirasi orang lain. Beri pengertian untuk tidak share hal-hal pribadi ke publik. Satu lagi, arahkan anak untuk tidak share hate speech. Ada UU ITE yang bisa menjerat mereka.  

6. latih konsentrasi dan kesabaran

            Segala sesuatu yang ada di dunia maya seringnya bersifat instan. Anak jadi pengin yang serba-cepat dan serba-mudah. Sekali-sekali coba lakukan aktivitas yang laian daripada yang lain seperti mewarnai manual atau menulis tangan bareng anak. Cara ini cukup efektif melatih konsentrasi dan kesabaran anak.
7. makan malam sama-sama

            Tidak perlu makan malam sama-sama setiap hari, seminggu sekali juga boleh. Ketika makan, taruh gadget. Ngobrol, ngobrol, ngobrol. Inilah dunia nyata, ngobrol sambil bertatap muka. Anak belajar untuk terbuka kepada orangtua.
8. waspada cyber bullying

            Waktu sekolah, saya beberapa kali di-bully sama teman sekelas. Saya bisa lapor ke Mama dan ibu guru. Sekarang? Bully gencar terjadi di media sosial dan kita tidak tahu siapa pelakunya karena si pelaku menggunakan fake account. Bisa aja pelakunya adalah teman yang kita anggap baik. Seram, kan? Kita harus melindungi anak-anak kita dari hal ini.


Talkshow bersama psikolog Intan Erlita

Manfaat internet

            Internet ibarat dua mata pisau, ada sisi positif dan sisi negatif. Semua tergantung kepada kita. Kita bisa menunjukkan dan mengajarkan kepada anak cara memanfaatkannya.
1. melatih empati

            Ajak anak melakukan kebaikan melalui media sosial, misal memberikan donasi untuk korban bencana Lombok, ikut aksi Mukena Bersih, dll.
2. mencari ilmu

Zaman dulu tuh kalau butuh info, saya akan mencarinya di koran atau majalah. Artikel digunting, terus dikliping. Anak zaman sekarang tidak mengalami hal ini. Mereka bisa langsung searching di Google. Anak Mbak Intan bisa bahasa Korea hanya dengan belajar dari Google dan media sosial.
3. memperluas pertemanan

            Ragam komunitas tersebar di media sosial. Silakan pilih sesuai minat dan kebutuhan.
4. ladang rezeki

            Udah tahu kan berapa tarif para selebgram sekali posting? Beryuta-yutaaa. Kerjanya bisa dilakukan dari rumah pula. Bolehlah peluang ini dilirik.
Pastinya kita pengin yang terbaik untuk anak dari urusan kesehatan, pendidikan, dst. Bu Vivin menganjurkan kita mempersiapkan masa depan dengan membuat asuransi. Berapa pun itu, mulai dari sekarang. Kita tidak tahu kapan musibah datang.

Asuransi menjadi semacam proteksi yang membantu memastikan kualitas hidup keluarga tetap terjaga sekalipun ada risiko kemalangan.   
            Btw, di acara, saya kenalan sama Beauty, robot cantik asal Tiongkok. Sebenarnya kalau di Tiongkok, Beauty termasuk robot kuno. Tugasnya mengantarkan makanan dari meja yang satu ke meja yang lain di restoran. Saya juga kenalan sama Nau, robot pintar asal Perancis. Nau menguasai 40 bahasa. Harganya sekitar Rp400 jutaan. Kini Nau dibeli oleh perusahaan Jepang untuk dijadikan bahan penelitian. 
 
Beauty-robot-Tiongkok
Halo, Beauty!
Beauty-robot-Tiongkok

Beauty-robot-Tiongkok
Beauty membantu membawakan hadiah

Nau-robot-Perancis
Nau, robot pintar asal Perancis


Ada 25 juta siswa Sekolah Dasar di Indonesia. Mudahan-mudahan ke depannya Olimpiade Robotika bisa diadakan secara nasional, bukan cuma di Jakarta, ya. Semakin banyak stakeholder yang terlibat tentu semakin baik. Selamat buat adik-adik! Bidang ini bukan untuk anak laki-laki doang. Anak perempuan juga hayuk! Harapannya, Indonesia bisa menjadi pemain utama di dunia robotika. Jangan mau kalah sama negara-negara lain! [] Haya Aliya Zaki

2 komentar:

  1. ada robot yang bisa nyetrika sendiri ga ya? aku mau pesen mbak :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, semoga ada, ya. Aku juga mau hihi.

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan