Selasa, 14 Agustus 2018

Peran Orangtua dalam Menciptakan Anak Cerdas


Pernahkah Teman-teman galau melihat rapor sekolah anak yang nilainya sedang-sedang saja, sementara kalian dulu anak cerdas selalu juara kelas? Pernahkah Teman-teman bingung melihat anak ogah-ogahan belajar musik, sementara kalian menguasai beberapa macam alat musik? Pernahkah Teman-teman heran melihat anak hobi jumpalitan sana-sini, sementara hari-hari kalian duduk anteng sambil menulis buku?
Nah, yang terakhir itu kejadian sama saya haha. Saya dan anak saya, Shafiyya (10 tahun), bagai langit dan bumi. Dia hobi gymnastic, menari, memanah, dan berenang. Apa pun yang namanya aktivitas fisik, dia suka! Ini kebalikan dengan saya yang sering menghabiskan waktu dengan menulis, menulis, dan menulis. Awalnya sih sedih. Pengin banget rasanya Shafiyya juga hobi menulis, tapiii sekarang tidak lagi setelah saya tahu ilmu tentang kecerdasan majemuk. 

anak-cerdas-berenang

anak-cerdas-memanah

anak-cerdas-memanjat
Shafiyya dan kegiatannya
       
Dalam buku The Frames of Mind, Howard Gardner menyebutkan bahwa manusia memiliki 8 kecerdasan majemuk, yakni kecerdasan linguistik, kecerdasan matematika-logis, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik jasmani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal,  kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. See, pada dasarnya semua manusia cerdas. Bisa jadi saya memiliki kecerdasan linguistik, sementara Shafiyya kecerdasan kinestetik jasmani.   

Apakah anak cerdas itu?


“Anak cerdas itu, yang pertama, adalah anak yang SEHAT baik sehat jasmani maupun mental. Kedua, KREATIF, di mana anak bukan cuma menjadi penikmat, melainkan juga mampu menciptakan sesuatu. Lalu, BERANI dan PEDULI yang berkaitan erat dengan karakter. Penting diketahui bahwa keberhasilan seseorang sangat tergantung kepada kecerdasan sosial emosional,” jelas Mbak Kasandra Putranto, Psikolog dan Pendiri Kasandra & Associates dalam acara talkshow #AnakCerdasItu bersama Cerebrofort di AEON Mall BSD City, Tangerang (9/8).
            Btw, berani di sini bukan berarti berani cari ribut atau ngajak gelut teman, ya. Maksudnya berani menyampaikan pendapat, punya inisiatif, dan pelopor aksi positif.
Mbak Kasandra mengibaratkan generasi sekarang sebagai generasi Titanium. Secara makna harfiah, Titanium adalah logam transisi yang kuat dan tahan korosi. Harapannya generasi sekarang bakal jadi generasi yang kuat dan tahan banting. Buang jauh-jauh deh tuh istilah baper, gagal move on, pewe, dst. 
  

Bantu anak cerdas!


Mustahil anak cerdas terbentuk dengan simsalabim. Orangtua, sekolah, dan masyarakat punya peran penting. Please be noted, cerdas TIDAK SAMA dengan pintar. Contoh cerdas versi Howard Gardner sudah saya sebutkan di atas. Kalau pintar biasanya dikaitkan dengan prestasi akademis. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai orangtua untuk membantu anak cerdas mengembangkan dirinya.
1. kenalkan anak dengan hal-hal yang mungkin dia suka
            Gimana kita bisa tahu anak punya satu atau lebih kecerdasan jika mereka tidak pernah dikenalkan dengan alam, seni, atau bahasa? Ajak anak traveling, belajar memainkan alat musik, ikut kursus bahasa, dll sejak dini. Biarkan mereka mengeksplorasi dan mencicipi hal-hal baru di sekitarnya.
2. pilih sekolah yang paling tepat
            Sesungguhnya, tidak ada sekolah yang paling bagus, yang ada hanyalah sekolah yang paling tepat. Ada anak yang cocok masuk sekolah alam, ada anak yang cocok masuk sekolah berbasis sains, ada anak yang cocok masuk sekolah yang materinya condong ke enterpreneur, dst. Sekolah yang dipilih sebaiknya mampu memberikan stimulasi-stimulasi yang optimal untuk mendukung kecerdasan anak.
             Selain sisi akademis, saya bersyukur sekolah Shafiyya ikut mengajarkan kecerdasan sosial emosional. Tempo hari murid-murid diimbau mengumpulkan dana untuk korban musibah gempa di Lombok. Raise our children to care and love for each other. Sekecil apa pun perbuatan baik tetaplah bernilai.     
3. sering chit chat sama anak
            Maksudnya chit chat dua arah, bukan orangtua yang otoriter perintah ini itu, sementara anak yes yes aja hihi. Diskusi kegiatan apa yang anak suka dan kenapa. Kalau tiba-tiba anak mogok ke tempat kursus, cari tahu sebabnya. Anak yang mogok kursus karena berantem sama teman, tidak perlu sampai berhenti kursus, kan. Dengarkan keluhannya dan coba cari solusi bersama-sama.
4. dukung minat anak
Minat anak bisa berbeda dengan orangtuanya, saudaranya, dst. Jika kita memaksakan kehendak, anak bakal stres, memberontak, bahkan sakit. Alih-alih memaksa Shafiyya menulis, sekarang saya mendaftarkannya di beberapa tempat kursus yang sesuai minatnya.
Pesan Mbak Kasandra, biasakan anak ikut lomba. Ajang lomba bukan untuk gagah-gagahan. Anak belajar berkompetisi secara sehat, sportif, dan menjadi pribadi tangguh. Apresiasi ketika mereka menang. Meski begitu, apresiasi juga anak yang sedang dalam proses belajar, bukan cuma saat mereka menang. Dukungan orangtua membuat anak semakin bandel (tidak mudah putus asa), termotivasi, dan penyaluran minatnya juga lebih terarah. Akur?   

narasumber-talkshow-anak-cerdas-itu
Narasumber acara talkshow #AnakCerdasItu

5. ayo bergerak!
            Aktivitas fisik mampu mengaktifkan sel-sel otak dan bermanfaat bagi metabolisme tubuh. Dua faktor ini diperlukan anak untuk membentuk kecerdasannya. Btw, Mbak Kasandra bercerita bahwa blio pernah melihat seorang anak yang terganggu otaknya karena alergi parah, alhamdulillah sembuh karena … bermain sepak bola! Masya Allah. Sebaliknya, aktivitas fisik diimbangi dengan waktu tidur yang cukup. Anak-anak yang kurang tidur akan mudah cranky dan bad mood.
6. perhatikan nutrisi anak
            Last, but not least, perhatikan nutrisi anak. Anak sulit berpikir dan beraktivitas jika tubuh mereka sering sakit-sakitan. Di Indonesia, angka balita yang kekurangan gizi termasuk tinggi. Duh, jadi ingat tentang kondisi anak-anak Papua yang pernah saya tulis. :( Jangan pada bingung kalau perawat demen banget mengukur kepala bayi kita. Ini bukan karena perawat kurang kerjaan, bukaaan. Bertambahnya besar lingkar kepala menunjukkan kebutuhan nutrisi anak tercukupi.
Berikan anak menu makan seimbang. Satu piring dibagi empat porsi terdiri atas nasi, lauk, sayur, dan buah. Karbohidrat yang disarankan adalah karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, dan kentang. Kebiasaan dari kita, porsi nasinya luar biasa, padahal seharusnya tidak demikian. Hindari makanan yang banyak mengandung gula karena gula termasuk karbohidrat sederhana. Konsumsi gula berlebihan dikhawatirkan menyebabkan anak hiperaktif dan konsentrasi menurun.
Orangtua jadi contoh nyata buat anak-anaknya. Kalau orangtua tidak mau makan sayur dan buah, apalagi anak. – dr. Claudia Anggi, Medical Officer Consumer Health Division Kalbe Farma.

            Multivitamin sila diberikan jika perlu. Cerebrofort multivitamin pilihan sejak zaman saya kecil dulu, berpengalaman lebih dari 46 tahun. Kini formulanya hadir lebih lengkap untuk tumbuh kembang anak. Kata Pak Johan Leo, Head of Vitamin Kalbe Farma, keunggulan dari Cerebrofort Gold adalah kandungannya bukan dari minyak ikan langsung. Ikannya ikan tuna, salah satu ikan air dingin yang memiliki Omega 3 tertinggi (lebih banyak 28 kali dibandingkan ikan air tawar). Komposisi DHA 10 mg dan EPA 2,5 mg (4:1) merupakan kombinasi yang tepat dan mudah diserap tubuh. Rasanya pun semakin bervariasi, yakni stroberi, orange, mango, grape, dan mixed fruits.
Selain sirop, ada Cerebrofort Marine Gummy, multivitamin dengan bentuk sediaan gummy yang gemesin! Cerebrofort Marine Gummy merupakan satu-satunya gummy sehat yang mengandung 3,8% minyak ikan tuna dan diperkaya Omega 3 (DHA dan EPA) bagus untuk kecerdasan otak. Shafiyya dan adiknya suka yang gummy ini karena mirip permen jelly! Tidak ada bau amis minyak ikan sama sekali. Kadang saya mengingatkan mereka kalau gummy ini bukan permen biasa, jadi makannya harus sesuai aturan.      
Kalbe melalui brand Cerebrofort bekerja sama dengan majalah Sang Buah Hati mengajak keluarga Indonesia untuk mengikuti acara Kids Got Talent di berbagai mal. Menurut Pak Peter Budiono, Creative Director majalah Sang Buah Hati, ini merupakan kerja sama tahun ketiga mereka dengan Cerebrofort. 

anak-cerdas-tas-cerebrofort-multivitamin
Tas baru dari Cerebrofort yay!

cerebrofort-marine-gummy
Multivitamin gummy, anak-anak suka!

Booth Cerebrofort di AEON Mall BSD City

zona-kreatif

zona-sehat

zona-peduli
Anak-anak bisa mendonasikan mainan mereka di Zona Peduli

Berikut info jadwal roadshow-nya, ya. AEON Mall BSD City di Tangerang tanggal 9–12 Agustus 2018,  Hartono Mall di Solo 31 Agustus–2 September 2018, AEON Mall Jakarta Garden City di Jakarta 7–9 September 2018, Botani Square di Bogor 5–7 Oktober 2018, Baywalk Mall di Pluit 26–28 Oktober 2018, dan Nipah Mall di Makassar 2–4 November 2018. Terus, acaranya apa aja?
1. Cerebrofort KGT, event audisi mencari bakat-bakat potensial untuk berkembang bagi anak usia 4 – 12 tahun. Peserta boleh individual maupun kelompok.
2. Cover Model Competition, audisi untuk mencari model sampul dari majalah parenting Sang Buah Hati bagi anak usia 1–6 tahun.
3. Zona Anak Cerdas, zona yang berisi permainan dan aktivitas anak untuk menumbuhkan kepedulian, kreativitas, dan keberanian pada anak.
Catat tanggalnya, jangan lupa datang ke Kids Got Talent terdekat di kota kalian, dan ajak anak-anak bersenang-senang di sana! [] Haya Aliya Zaki

18 komentar:

  1. ah senengnya bisa ketemu mama super keceeee ini... acara informatif bgt y moms

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Saaay, iya acaranya informatif banget. Suka sama narsumnya Mbak Kasandra, psikolog yang awet muda. :D

      Hapus
  2. Mendukung anak kita biar menjadi anak yang cerdas salah satunya dengan memberi vitamin yang baik untuk tumbuh kembangnya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Amal. Nutrisi anak harus tercukupi dan beri multivitamin bila perlu, ya.

      Hapus
  3. waa Shafiyaaa kereeennn... Iya sama mba Hay, aku pun begitu, makin paham soal kecerdasan majemuk ini lewat acara kemarin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi gak bingung lagi ya Mbak kenapa anak-anak berbeda-beda kecerdasannya.

      Hapus
  4. Benar Mba Haya, setiap anak itu memang terlahir unik dengan segala bakat dan minat yang memang terkadang beda dari orang tuanya, ini seharusnya penting dipahami oleh orang tua agar tidak selalu memaksakan anaknya untuk menjadi seperti apa yang orang tuanya mau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu aku rada-rada maksa supaya Shafiyya nulis kayak aku Wan haha. Sekarang udah gak lagi. Yang penting dia enjoy dan happy. :D

      Hapus
  5. Aku juga dulu kayak shafiyya rajin ikut semua kegiata..sekarang hobi nulis hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nanti Shafiyya kayak Kak Tuty juga yang senang menulis. 😁 *teteup ngarep*

      Hapus
  6. Uminya ikutan aktivitas Shafiyya juga ya nanti :)

    BalasHapus
  7. Iya sih ya, gak bisa dipaksain kalo semua anak itu memiliki kecerdasan yang sama. Beda anak, bisa berbeda pula kecerdasannya, dan cerdas itu nggak melulu dilihat dari segi nilai akademiknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Wi sekarang aku lebih "santai" jadinya. Gak gusar kayak dulu.

      Hapus
  8. Mba Hay, aku malah pengen anakku aktif kegiatan fisik kaya safeeya, eh tapi dia malah sukanya nulis, crafting, gambar hehehe.....kebalikannya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah kebalikan sama Shafiyya. Seru ya bisa nulis dan crafting bareng Naeema. :D

      Hapus
  9. Wah Cerebrofot kapan ke Medan? 😍 Kayaknya permennya enak ya Kak, multivitamin gummy nya untuk usia brp kak yg boleh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak usia 4-12 tahun, Dek. Kadang-kadang aku juga ikut makan kok. Enak soalnya haha. *doyan*

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan