Jumat, 24 Agustus 2018

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara


“Jaga shalatmu dan jaga adik-adikmu.”

Ini kalimat Mama sebelum berangkat menuju ruang operasi. Kalimat yang erat melekat dalam ingatan meski sudah 30 tahun lampau. Mama divonis mengidap tumor jinak di payudara kirinya. Saya masih kecil waktu itu, sama sekali tidak paham apa dan bagaimana tumor payudara. Saya hanya tahu Mama sakit. Titik. Beberapa tahun setelahnya, Mama kembali harus menjalani operasi. Saya ikut menemani kontrol ke dokter. Alhamdulillah, Mama sembuh. 
Kini, peristiwa tersebut terulang kembali. Bukan, bukan tumor payudara Mama yang kambuh, melainkan SAYA. Ya, beberapa waktu lalu dokter memvonis saya mengidap tumor jinak payudara. Awalnya seperti ada benjolan di payudara kiri. Belajar dari pengalaman Mama, saya melakukan SADARI (perikSA payuDAra sendiRi) di rumah. Kebetulan pula saya mendapat undangan mammografi di salah satu event blogger di daerah Jakarta Selatan. Mammografi adalah tes pemindaian untuk menangkap gambar jaringan payudara dengan menggunakan teknologi foto rontgen (Alodokter, 2018). Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan. Hasilnya, bukan cuma satu, tumor jinak bersarang di kedua payudara saya!
Pikiran saya berkecamuk dan urung melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit. Saya tahu, perempuan dengan riwayat tumor payudara di keluarganya, memiliki risiko lebih besar untuk terkena. Tapi, rasanya masih sulit diterima. Di satu sisi saya takut, di sisi lain saya berpikir, toh tumor jinak ini, bukan kanker! Saya berusaha menyembunyikan, tidak pernah membicarakannya di publik. Di balik keceriaan bebi bebi bala bala di media sosial, sesungguhnya saya menyimpan gundah. Inilah kali pertama saya memberanikan diri menuliskannya di blog. It’s too damn hard, really. “Kamu pasti sembuh!” Mama selalu menyemangati. Tetap saja saya enggan ke rumah sakit. Hingga akhirnya saya diundang menghadiri event Sorella Goes to Bali di Segarra Seaside Restaurant, Ancol, Jakarta (13/8).

Haya-Aliya-Zaki-Sorella-Lovepink

event-Sorella-Goes-to-Bali
Sorella berkolaborasi dengan Lovepink Indonesia

Kenalan dengan Lovepink Indonesia

    Event Sorella Goes to Bali merupakan kolaborasi antara Sorella dengan komunitas Lovepink Indonesia. Mbak Madelina Mutia (Muti), Pendiri Lovepink Indonesia dan penyintas kanker payudara, hadir sebagai narasumber. Beliau tampil fresh, cantik, dan energik, sama sekali tidak tampak seperti orang yang pernah mengidap kanker payudara.     
Lovepink Indonesia (Lovepink) adalah komunitas dan organisasi yang semua aktivis dan anggotanya penyintas kanker payudara. Mereka sangat peduli dengan kampanye kesehatan payudara dan deteksi dini kanker payudara.

             Lovepink memiliki dua misi, yakni sosialisasi seputar tanda-tanda + pengobatan kanker payudara dan dukungan moral untuk pasien kanker payudara beserta keluarga. Kenapa misi ini penting? Berdasarkan data WHO, 1 dari 8 perempuan di dunia mengidap kanker payudara. Jumlah yang besar. Kebayang enggak sih kita para perempuan hangout berdelapan dan salah satunya dipastikan terkena kanker payudara? Fakta lain, pasien perempuan di rumah sakit kebanyakan mengidap kanker payudara!
Kanker payudara adalah pertumbuhan sel abnormal di jaringan payudara. Eits, jangan salah. Laki-laki juga bisa terkena kanker payudara, lho. Ingat Melky Goeslaw, ayah dari penyanyi dan pencipta lagu kondang Melly Goeslaw? Beliau wafat karena kanker payudara. Kesimpulannya, semua yang memiliki payudara, berisiko terkena kanker payudara, entah dia perempuan ataupun laki-laki. Hanya, jenis kelamin perempuan dan riwayat keluarga dengan kanker payudara (faktor genetis) memiliki risiko lebih tinggi.   
Data-data di atas membuat kanker payudara menjadi semacam momok menakutkan, terutama buat kaum hawa. “Risiko selalu ada, namun HARAPAN juga ada,” kata Mbak Muti bijak. Sayangnya, sekitar 80% perempuan datang ke rumah sakit ketika kanker sudah menyebar dan stadium lanjut.

Please be noted, kanker payudara bisa sembuh jika diobati sesegera mungkin. Tingkat kesembuhannya mencapai 98%. Di sinilah pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Kampanye deteksi dini kanker payudara sudah mendunia, bahkan Paula Abdul, penyanyi senior asal Amrik, ikut menunjukkan kepeduliannya melalui video yang menarik dan dinamis berjudul Check Yourself



Jadi, kapan terakhir kali kita memperhatikan payudara sendiri?

  SADARI dan SADANIS

            Pemeriksaan payudara terbagi dua, yakni SADARI dan SADANIS.  Berikut penjelasannya secara singkat.
1. SADARI (perikSA payuDAra sendiRI)
            Teman-teman boleh rutin memeriksa payudara sendiri di rumah kira-kira 7–10 hari setelah menstruasi di mana jaringan payudara sedang tidak sensitif karena perubahan hormon. Saat melakukan SADARI, cermati bentuk, permukaan, serta puting payudara kita. Pemeriksaan ini sederhana, mudah, dan cepat.   
2. SADANIS (perikSA payuDAra secara kliNIS)
            Mammografi yang saya lakukan termasuk SADANIS. Tidak sakit, kok. Prosesnya singkat. Hasilnya valid. Perempuan yang berusia di atas 40 tahun wajib mammografi setahun sekali, sementara perempuan yang berusia di bawah 40 tahun cukup dengan USG.   
            Omong-omong, Mbak Muti mulanya mengidap tumor jinak payudara. Setelah operasi, beliau rutin kontrol ke dokter. Tidak disangka, enam bulan kemudian, Mbak Muti divonis mengidap kanker payudara. Duh, saya jadi ingat diri sendiri. Berarti tumor jinak payudara memiliki risiko munculnya kanker payudara, apalagi kalau dibiarkan begini, ya.    
 
Mutia-Lovepink
Mbak Madelina Mutia, Pendiri Lovepink Indonesia

Gejala kanker payudara


Belajar SADARI (credit: @unicornadcom)




SADARI


Kampanye #SorellaInnerBeauty

Event Sorella Goes to Bali merupakan sambungan dari event Sorella Lingerie Trunk Show di Skye Bar and Lounge, Jakarta, sebulan lalu. Tujuannya untuk mengenalkan lebih dalam kampanye #SorellaInnerBeauty kepada khalayak.
Brand Sorella pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sorella merupakan brand pakaian dalam asal Taiwan yang lahir pada tahun 1974. Produknya lengkap ada bra, panty, korset baju tidur, koleksi sport, dan aksesoris. Hadir di Indonesia pada tahun 1985 atas lisensi dari PT. Megariamas Sentosa, yang juga memiliki beberapa brand pakaian dalam internasional lainnya seperti Pierre Cardin, Young Hearts, dan Felancy. Hingga kini Sorella telah tersebar di semua negara di Asia Tenggara. Wow, sudah amat sangat berpengalaman pastinya!
Kampanye #SorellaInnerBeauty ingin menunjukkan bahwa kecantikan sejati perempuan Indonesia adalah menebar aura positif, bersikap rendah hati, dan peduli sesama. Salah satunya berbagi pengetahuan tentang topik kanker payudara.

Kali ini, Sorella mendukung Lovepink dengan cara memproduksi MASTECTOMY BRA khusus untuk perempuan penyintas kanker payudara.
            Produk Sorella bukan cuma mengutamakan nilai estetika, melainkan juga fungsi kesehatan. Selain makanan sehat, kita juga butuh bra sehat. Menurut Ibu Agnes Dewi, Marketing Manager PT. Megariamas Sentosa, semua produksi Sorella dibuat berdasarkan full research. Itulah sebabnya butuh waktu cukup lama sebelum diluncurkan. Kalau Body Contour Wellness Bra memiliki kelebihan sbb.  
Far Infrared Rays | memiliki fungsi detoksifikasi, mencegah radiasi elektromagnetik, dan meningkatkan sirkulasi darah pada bagian payudara.
3D Zero Pressure Wire | kawatnya lentur, dibuat mengikuti bentuk payudara, ketika dipakai tidak ada tekanan kawat sehingga tidak terasa sakit di sekitar payudara.
Specialty Bra Bamboo Bra | bahannya mengandung serat bambu yang berfungsi memperlancar peredaran darah, antibakteri, dan menghilangkan bau.
Coffee Yarn | serat kainnya mengandung bahan kopi yang berfungsi mencegah iritasi kulit dan bersifat antioksidan.
Mastectomy Bra | khusus untuk perempuan penyintas kanker payudara pasca pengangkatan payudara agar dapat tetap tampil sempurna. Mastectomy bra memiliki kantong untuk diisi pads yang dapat disesuaikan dengan bentuk payudara.
Beauty Inside | pelengkap mastectomy bra berupa pads pengganti payudara palsu yang lebih dikenal dengan prothesis. Bahannya ultra halus yang nyaman, ringan, dan tidak mudah bergeser. Jadi bukan asal sumpal lho, ya. Beauty Inside bisa dipakai berkali-kali. Next Sorella akan mengeluarkan prothesis silicone. Sorella menunjukkan kepedulian dengan berusaha memenuhi permintaan padding bra prothesis cilicone dari para penyintas kanker payudara di Bali tahun lalu.

Sorella-bra

Sorella-bra

mastectomy-bra
Mastectomy Bra
Enggak nyangka kalau salah satu payudara manekin ini tidak ada berkat Mastectomy Bra dan Beauty Inside dari Sorella

Saya pakai Sorella, Shafiyya pakai Young Hearts


Good friend, the best medicine for soul

DIY-hias-topi
DIY menghias topi di acara

Narasumber acara (credit: @unicornadcom)

Foto bersama, can you spot me? (credit: @unicornadcom)

Sejak divonis mengidap tumor jinak payudara, saya berusaha hidup lebih sehat, antara lain menurunkan berat badan, olahraga rutin, banyak minum air putih, dan mengurangi bergadang. Saya juga mengatur pola makan (sekali-sekali banget-nget-nget cheating kalau lagi jalan-jalan hihi) dan menghindari 4P, yakni Perasa, Pemanis buatan, Pewarna, dan Pengawet. Jujur sekarang saya malah hampir tidak pernah mengonsumsi gula.
Saya senang menulis artikel kesehatan, tapi ternyata mengalami sendiri tidaklah semudah ketika menuliskannya, mempraktikannya pun tidaklah semudah membaca teori yang ada. Acara Sorella Goes to Bali kampanye #SorellaInnerBeauty di Ancol menambah wawasan sekaligus mengingatkan bahwa saya harus berjuang untuk sehat demi orang-orang yang saya cintai. Sosok perempuan, khususnya ibu, merupakan pilar penting bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Penyakit ini tidak menakutkan, tapi HARUS SEGERA DIOBATI. Jangan anggap sepele. Salut buat Sorella yang terus berinovasi untuk mendukung para perempuan penyintas kanker payudara. Terima kasih, Sorella dan Lovepink! Terima kasih juga www.womantalk.com, www.grid.id, www.nova.id, dan www.smartmama.com. Insya Allah minggu depan saya melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit. Please pray for me! [] Haya Aliya Zaki

47 komentar:

zata mengatakan...

ahh sukaaa..., tulisan ini informatif dengan cara yg asik, gak bikin bosen, makasih ya mba Hay, meski kmaren ikutan datang di acara ini, tetep aja masih merasa dapet sesuatu pas baca tulisanmu...

Diyanika mengatakan...

Aku jadi ingat ibuku, Mbak, ada benjolan juga di situ, mengaku nggak sakit, tapi ya aku tetap khawatir. Setiap kuajak periksa selalu menolak.

Winny Widyawati mengatakan...

Semoga selalu dikarunia kesehatan mbak Haya. Kalaupun diberi ujian sakit semoga segera disembuhkan dg kesembuhan yg sempurna, aamiin.

Frida Herlina mengatakan...

Wah, aku sempat speechless baca kisah Ummi. Semoga selalu sehat seperti sedia kala dan tetap semangat menebar manfaat ya, Mi. Makasih untuk info jaga kesehatan terutama bagi kaum Hawa macam kita. Sadari dan sadanis.

Jade Ayu mengatakan...

syafakillah ya mbak. smg Allah mudahkan smuanya . sadari emang penting yaaaa. aku jg hrs rajin nih. tfs mbak

Jade Ayu mengatakan...

syafakillah ya mbak. smg Allah mudahkan smuanya. Sadari emg penting yaaa. Aku suka males jg nih, skrg hrs rutin u jaga2. tfs ya mbak

kurnia amelia mengatakan...

Ya Allah mba Haya,,baca ini nyesss banget huhu. Semangattttt pasti sembuh !!

lubena ali mengatakan...

Makasih Mbak..tulisannya informatif banget.

Melinda Niswantari mengatakan...

Ya Allah Madam...dibalik senyum manis dan guyonan Madam ternytaa ada "something" yang dipendam ya :(
Bismillah, ikut mendoakan semoga Madam sehat dan bugar kembali juga kuat ya, Insha Allah sembuh.

Deteksi dini emang penting banget ya dengan melakukan SADARi, baru tahu ada istilah SADANIS hihihi. Terima kasih buat remaindernya, Semangat buat hidup sehat!

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Makasih, Mbak Zata. Seru ya kita bikin DIY menghias topi pakai pita kursi. :))))

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Semoga ibu bisa dibujuk dan diberi pengertian. Semakin cepat diperiksa semakin baik.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Aamiin yaa Rabb. Makasih, Winnya. Winny juga sehat-sehat, ya.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Makasih, Miss. Ayo kita rutin sadari dan sadanis. :D

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Makasih, Yu. Sadari penting banget, dilakuin aja sambil mandi 7-10 hari setelah menstruasi.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Semangaaattt! :D

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Laksanakan grak! :D

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Hehehe ndak apa, Mel. Kalau dibawa susah terus, nanti malah tambah sakit. Yang penting jangan lupa sadari dan sadanis. Makasih supportnya. :D

Inna Riana mengatakan...

sehat sehat sehat terus ya mak. makasi udah berbagi dan sharing info bermanfaat :*

Qadriea Warastra mengatakan...

Sehat terus ya mbak Hayaku... Pasti suka tulisan mbak Haya yang nggak ngebosenin dan banyak informasi kesehatannya.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Alhamdulillah senang kalau bermanfaat. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Makasih, Qad. Jangan bosan mampir, yo.

Widya Ross mengatakan...

Semoga sehat terus,Mbak Haya. Semangat hidup sehat ya. Trims sudah berbagi info.

lianny hendrawati mengatakan...

Sehat terus ya mbak Haya.
Tanteku (Adik mama) terkena kanker payudara, sekarang masih terus kontrol dokter.
8 bulan lalu waktu pap smear, ada SADARI yang dilakukan dokter di laboratoium, waktu itu normal katanya. Tapi aku kok nggak gitu puas, diperiksanya kok bentar banget. Pengin mamo, aku belum pernah mamo, padahal umur udah 45 th. Masih maju mundur, takut sakit dan takut sama hasilnya hiks.

Dewi S mengatakan...

Mba Hayaaa, semangaaat yaa! Jangan lupa berobat Mbaa, jangan disembunyikan apalagi diabaikan. Dua tante saya juga mengidap kanker payudara. Tante yang satu karena lekas diobati, insya Allah udah gpp Mba..

meti hera mengatakan...

terimakasih sudah sharing kak, semoga sehat selalu yah

oRiN mengatakan...

Syafakillah, Mbak Haya... Insya Allah bisa segera sembuh. Makasih banyak sharingnya. Abis baca ini aku langsung Sadari. Tetap semangat dan menebar manfaat

Nufa Zee mengatakan...

Kakaaaak peluuuuk, T_T semangat sembuh ya Kakakku sayang ❤️

Nunung mengatakan...

Setahun lalu aku juga pernah mamografi mbak. payudara terasa nyeri trus terasa ada grenjel grenjel. Alhamdulilah setwlah diperiksa normal dan tidak apa apa. Itu adalah kelenjar susu karena saaya sedang menyusui. Semoga MbaK Haya cepat sembuh ya. Semangaaat. Thanks informasinya . Bermanfaat banget.

Rosa mengatakan...

Baca tulisan Mbak Haya selalu menyenangkan :) Informatif, tapi tidak membosankan. Terima kasih yaa Mbak. Semoga Allah mengangkat segala penyakit Mbak Haya. Aamiin.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Sama-sama, Widya. Semoga bisa dipraktikkan.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Mammo sama sekali gak sakit dan sebentar, Mbak Percaya deh sama aku. Ayo mammo ke rumah sakit terdekat.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Hahaha iya Dewiii. Dikau suporter nomor satu. Makasih, Wiii. :D

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Aamiin. Semoga bermanfaat, Mbak Meti.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Mari sadari sedini mungkin. Semangat!

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Hahaha iya adekku sayaaang. Makasih, Dek! :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Tempo hari juga saya pikir apa kelenjar susu, ya. Lah, tapi kan saya lagi gak menyusui qiqiqi. Senang kalau info ini bermanfaat, Mbak.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Makasih udah mampir, Rosa. Aamiin yaa Rabb. :)

Damar Aisyah mengatakan...

Sebelum menikah saya pernah USG payudara Mbak, Hasilnya ada cairan tidak wajar di PD saya. Setelah menikah dan menyusui nggak terasa ada apa2. tapi kayaknya emang butuh mamografi.

Putu Sukartini mengatakan...

Wah terimakasih sharingnya mbak
Jadi tau caranya melakukan Sadari di rumah. Semoga kita semua diberi kesehatan ya mbak
Mbak Haya kuaaaat

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Sehat sehat mbaaaa. A;;ah berikan kekuatan dan kesembuhan selalu ya mbaaa. Aamin

Vita Pusvitasari mengatakan...

InsyaAllah segera hilang tumor jinaknya mbak haya, semangat ikhtiar insyaAlloh Alloh beri kesembuhan total nantinya, tidak ada penyakit yang tak ada obatnya, demikian juga dengan ujian sesuai kemampuan kita, hmm begitulah mbak ironis kadang dunia ini ya, aku dan suamiku apoteker dua-duanya, bahkan paham obat -obat kesuburan dan suami malahan di bidang perusahan yang memproduksi hormon kesuburan tersebut, tetapi pernah diinjeksi dengan gonal f pas inseminasi dan tertera lambang perusahan dan progmilnya belum berhasil sampai sekarang, begitulah hidup, tapi yakin semuanya pasti ada hikmahnya, positif thingking aja ma Alloh 😊

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Iya, Dek, coba mammo lagi. Semoga baik-baik aja.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Alhamdulillah, semoga bisa dipraktikkan ya, Mbak. Semangaaattt hehehe.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Aamiin, doa yang sama untuk Mbak Alida.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Makasih penyemangatnya, Vita. Kita memang harus positive thinking terus. Allah tahu yang terbaik dan gak akan mungkin menjerumuskan hamba-Nya. Doa untuk Vita dan keluarga. :)

Helena mengatakan...

Ya Allah, semoga mbak Haya sekeluarga tegar dan sabar. Lekas pulih ya mbak.

Nefertite Fatriyanti mengatakan...

Aku juga penyintas tukot ganas, maka aku selektif pilih makanan.
Sepakat dengan positif thinking, benar-benar bermanfaat bagi management pikiran

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan