Selasa, 12 Desember 2017

Aplikasi “Teman Bumil”, Teman Bumil yang Setia Setiap Saat

         Ketika hamil anak pertama tahun 2003 (udah lama banget, astaga!), saya senang menulis perkembangan janin dari waktu ke waktu di pregnancy diary. Dari mencatat bobot bayi, menempel-nempel foto USG janin, mencatat tip-tip untuk ibu hamil (bumil) yang saya baca di tabloid wanita, cara merawat new born, dst semua saya tulis dan nikmati! Praktis pregnancy diary ini menjadi “teman setia” yang saya bawa ke mana-mana.

             Pengalaman jadi bumil zaman purbakala (halah) itu sebenarnya rada repot juga. Mau konsultasi? Harus menunggu jadwal ke dokter. Tanya-tanya ke keluarga, teman, dll kadang tidak nemu solusi karena pengalaman hamil setiap orang itu unik. Berbagai mitos seputar bumil dan janin sering membuat saya galau. Bumil boleh makan es enggak? Bumil oke naik pesawat? Ngidam itu cuma karena bumil manja? Lebih bagus lahiran normal atau caesar? Begitulaaah, tapi ya namanya bumil harus tetap berusaha semangat support diri sendiri hihi.    

Etapi serius, lho, jika kegalauan ini tidak dikelola dengan baik, bumil bisa stres. Efek negatifnya imbas ke janin. Penelitian menyebutkan bahwa risiko keguguran menjadi lebih tinggi pada bumil yang stres. Bumil butuh dukungan dari semua pihak. Sayang, hanya 47% bumil yang mendapatkannya. Bahkan, ada yang mengaku tidak pernah mendapatkan dukungan sama sekali ketika hamil. Sad.     

Semakin ke sini teknologi semakin ajib. Pastinya perkembangan teknologi mempengaruhi aktivitas bumil, especially kaum urban. Aplikasi turut sumbang peran, yakni dengan menyediakan info-info tepercaya. Bumil zaman sekarang jangan takut galau tanpa teman karena sekarang ada aplikasi Teman Bumil, aplikasi berbahasa Indonesia untuk ibu hamil di Indonesia.
Aplikasi Teman Bumil lahir sebagai bentuk dukungan kepada segenap bumil di Indonesia dari Guesehat.com, tim yang beranggotakan sekelompok anak muda yang memiliki background medis dan IT. “Aplikasi Teman Bumil hadir sebagai jawaban akan sedikitnya aplikasi kehamilan di Indonesia,” kata Robyn Soetikno, Co-founder Teman Bumil.

Aplikasi Teman Bumil

Aplikasi Teman Bumil
Meskipun sedang tidak hamil (haha!), saya tetap antusias menghadiri launching aplikasi Teman Bumil yang berlokasi di Ballroom Grand Hyatt, Jakarta Pusat (29/11). Narsumnya hits semua, yakni dr. Ardiansjah Dara Syahruddin (dr. Dara), Ajeng Raviando, S.Psi., dan artis Sandra Dewi.

Iriii sama bodi Sandra Dewi hamil 36 minggu sama kayak bodi saya lagi hamil 8 minggu. :)) Seru, doi sering mengecek aplikasi Teman Bumil untuk mencari tahu janinnya udah segede apa. “Sekarang janin saya segede semangka. Jadi saya bawa semangka ke mana-mana, nih,” kata artis asal Bangka Belitung ini sambil ketawa.    

Menurut Robyn, memang banyak aplikasi kehamilan buatan luar negeri, tapi belum tentu cocok untuk kita. Kultur dan budaya kehamilan di setiap negara berbeda. Lucky us karena Teman Bumil karya anak negeri. Kontennya disesuaikan sama kultur dan budaya di Indonesia. Contoh, mission impossible juga info mitos fakta bayi ngences karena ngidam bumil enggak kesampaian, bakal dibahas di aplikasi buatan luar negeri kaaan? LOL. So, sekarang mari kita lihat. Apa aja konten yang ada di aplikasi Teman Bumil.     

Konten aplikasi Teman Bumil
1. Checklist
Seru ih waktu Noe, teman saya, coba-coba mengisi data tentang merencanakan kehamilan, Teman Bumil langsung ngejembrengin to do list persiapan kehamilan! Fitur Checklist memberikan info aneka list untuk calon bumil dan bumil. Daftar ini sesuai rekomendasi dari tim medis Teman Bumil.

2. Perkembangan Janin dan Perubahan Mums
            Info perkembangan janin setiap minggu dan perubahan fisik yang dirasakan bumil baik fisik maupun psikologis ada di fitur ini. Janin diilustrasikan seperti benda-benda yang sering kita lihat, misal minggu kesekian janin berbentuk beras, minggu kesekian janin berbentuk apel, minggu kesekian janin berbentuk avokad, dst. Kita yang membayangkannya pun jadi semakin excited. :)

Konten aplikasi Teman Bumil

Selain info tentang janin, tersedia pula info tentang ibunya. “Bumil butuh teman untuk berkeluh kesah. Kadang bumil malu bertanya tentang perubahan tubuhnya, terutama ketika muncul bercak hitam (karena perubahan hormon), stretch mark, dll. Fitur ini sangat membantu,” kata dr. Dara.

3. Agenda
Teman-teman pernah mendengar istilah pregnancy brain? Sebagian ibu mengeluh jadi pelupa ketika hamil. Beberapa literatur menyebutkan bahwa perubahan hormonlah penyebabnya. Fitur Agenda di Teman Bumil jadi solusi. Kalau kita sign in pakai akun Google, nanti fitur ini terkoneksi langsung dengan kalender Google. Kita input aja to do list harian kita. Teman Bumil ibarat ”asisten pribadi” yang akan mengirimkan reminder ke kita!

4. Janin 360
Melalui fitur Janin 360, kita dapat melihat perkembangan janin dalam kandungan secara keseluruhan. Klik tanda + (pin point), maka akan muncul info terkait perkembangan organ janin. Saya paling amazed sama fitur ini karena tampilan janin seperti foto 3D, bukan foto biasa. Foto janin bisa diputar-putar dan dibolak-balik supaya kita bisa melihat dari depan belakang atas bawah. Begitu nyata.   
5. Album
Tidak perlu lem (atau nasi) untuk menempelkan foto USG janin, foto perut, dll seperti yang saya lakukan dulu. Foto-foto bisa di-upload dengan mudahnya di fitur Album. Tunjukkan kenangan tak terlupakan ini kepada anak kita kelak. So sweet. 

6. Artikel dan Tips
            Menurut psikolog Ajeng, teknologi yang semakin maju bikin banjir info di mana-mana. Bumil tetap galau karena info kesehatan hoax bebas bertebaran. Nah, Teman Bumil punya fitur Artikel dan Tips. Saya udah baca beberapa artikelnya dan bagus-bagus! Referensi dari dokter obgyn, website kesehatan, dan buku-buku. Akurat.

            Next, Teman Bumil punya tambahan fitur menarik, yakni Grafik Mums dan Janin, Resep Makanan Sehat, dan Nama Bayi. Konten video senam hamil sementara hanya available di aplikasi utama Gue Sehat (Januari 2018).
Aplikasi Teman Bumil bukan cuma cocok diinstal oleh calon bumil dan bumil, melainkan juga suami-suami yang istrinya sedang hamil. Penting bagi para suami mengetahui detail perkembangan janin dan kesehatan istrinya.


Launching aplikasi Teman Bumil

Saya punya ide, gimana kalau nanti para suami punya akun sendiri dan konek ke akun istri mereka masing-masing (bukan konek ke akun istri orang yhaaa)? Terus, ada info khusus tentang cara mendampingi bumil dan membantu mengasuh new born. Biar deg-degannya bareng gitu, jangan bumilnya doang yang saban hari deg-degan haha.

Saya berharap Teman Bumil terus bertahan dan berprogres. Saya pernah menulis tentang beberapa aplikasi kesehatan karya anak negeri. Semua bagus dan bermanfaat. Sayang, kini aplikasi-aplikasi tersebut tidak eksis lagi. Saya kurang tahu kenapa.

So, yes, aplikasi Teman Bumil dengan dominasi warna ungu unyu menggemaskan ini siap menemani kehamilan kalian dan membantu menjalaninya dengan nyaman. Sila instal di Apps Store dan Play Store. GRATIS! Modalnya gadget dan akses internet thok. Info lebih lanjut baca website Teman Bumil atau hubungi e-mail info@temanbumil.com. Jangan lupa bahagia karena jadi bumil yang bahagia itu penting! :) [] Haya Aliya Zaki

6 komentar:

HM Zwan mengatakan...

Wah,keren aplikasi bikinan anak negeri..jadi pingin nyobain aplikasinya,tapi nunggu hamil lg

Indri Noor mengatakan...

Wah, asyik ya ada aplikasi buat bumil gini. Jadi berasa punya teman pas hamil. Kontennya seperti bagus bagus ya mba haya...

Nathalia DP mengatakan...

Keren ih aplikasinya, lengkap... Kemarin pas hamil saya pakai aplikasi dr luar, belum ada teman bumil sih...

Yati Rachmat mengatakan...

Halo, Haya, apa kabar? Wuiih, ada-ada-aja ya di jaman now ini menampilkan pulak TEMAN BUMIL. Kalo jaman bunda dulu? Hihihiii...boro-boro, hamil pertama tahun 1968 mau tau sesuatu ya, kudu ke dokter kandungan, hehe... Bahagianya BuMil di era ini yang bisa bersanding dengan Teman Bumil. Alamaaak, senangnya.

retno mengatakan...

aku dulu waktu hamil pertama, segala macem buku aku beli... hamil berikutnya enggak sempat lagi hihihi... beruntung yang hamil sekarang sudah ada aplikasi yang membantu banget...

Lia Harahap mengatakan...

Setuju, ini informasinya lebih pas dibanding apps luar negeri. Soalnya kontennya tentu lebih masuk dong ke kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan