Hamil dan Menyusui, Perjalanan Luar Biasa Para Ibu

Kalau bicara soal hamil, kehamilan saya tidak pernah ada masalah. Alhamdulillah, semuanya baik-baik aja. Tapiii, kalau bicara tentang menyusui, waw wew wow banyak drama berseri, terutama saat menyusui anak pertama. Rasa sakit akibat melahirkan belum reda dan bayi kuning pula, saya harus menanggung stres karena ASI belum keluar sama sekali! Saya bertanya kepada mama dan ibu mertua, namun mereka kurang tahu kenapa. Kondisi mereka beda sama saya. Info dari buku, komunitas, dan internet belum sebanyak sekarang. Ya Allah, kalau bayi saya mati kelaparan gimanaaa?! Di tengah kepanikan ini, seorang oknum medis RS sekonyong-konyong menawarkan susu formula berharga selangit. :((

Kasus anak pertama saya jadikan pelajaran, Teman-teman. Saat hamil anak kedua dan ketiga, wawasan parenthood kami yaaah boleh dibilang lebih mapanlah daripada sebelumnya. Saya melahirkan di RS yang berbeda dengan RS yang pertama. Syukur, saya dipertemukan dengan tim medis yang tulus dan berdedikasi. Setelah melahirkan, saya terus disuport baik fisik maupun psikis sampai ASI benar-benar keluar. Kalau ingat peristiwa ini air mata saya pasti menetes. Hamil, melahirkan, dan menyusui. What an extraordinary journey for me! ūüôā

Well, ketika Anmum mengundang saya untuk hadir di acara kampanye Anmum #CelebratetheExtraordinary di Raffles Hotel, Jakarta (1/8), tentu saya antusias hadir. Anmum mengajak kami para mom blogger sama-sama merayakan Pekan ASI Sedunia. Padahal, saya bukan ibu hamil atau menyusui lagi hehehe. Kini si sulung telah beranjak remaja. Saya antusias hadir karena banyak pakar keren bakal sharing ilmu di acara ini, yakni Dr. dr. Ali Sungkar SPOG(K) (Ketua Perkumpulan Perinatologi Indonesia dan Anggota Dewan Penasihat Obstetri dan Ginekolog DKI Jakarta Indonesia), Rohini Behl (Marketing Teisor Fonterra Brands Indonesia), dan Ines Yumahana Gulardi, MSc. (Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia). Selain itu ada artis humble kesayangan Cynthia Lamusu dan ibu pejuang ASI Maria Wijaya. Saya pikir, postingan blog saya nanti insya Allah bermanfaat buat pembaca. Kini info parenthood tersebar luas di mana-mana, termasuk dari blog para kaum ibu seperti saya. Tinggal kita aja yang pintar-pintar memilah dan memilih info yang tepat dan sesuai.

Sebagian dari kita mungkin mengira bahwa nutrisi diberikan hanya ketika anak lahir. Nah, anggapan ini salah. Mari kita baca UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Di sana disebutkan defenisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Berarti? Sejak masih dalam kandunganlah semua kebutuhan anak, khususnya nutrisi, wajib kita penuhi.

Menurut Dr. Ali, 1000 hari pertama kehidupan sangat penting! Kenapa? Kualitas seorang anak terutama dibangun dari 1000 hari pertama kehidupannya, yakni 9 bulan 10 hari dalam kandungan (270 hari) dan 2 tahun (730 hari). Percaya tidak bahwa 1000 hari pertama kehidupan menjadi penentu masa depan bangsa? Pada masa janin sampai anak berusia 2 tahun inilah terjadi proses tumbuh kembang yang cepat nian, yang tidak terjadi pada kelompok usia lain. Contohnya, pertumbuhan otak. Sekitar 80% pertumbuhan otak anak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan.

‚ÄúBayangkan, kita akan melahirkan seorang khalifah atau pemimpin ke muka bumi. Pastinya kita ingin melahirkan khalifah terbaik. Sebaiknya ibu hamil tidak mengalami malanutrisi. Kalau iya, kemungkinan besar anak yang dilahirkan juga akan mengalami malanutrisi. Efeknya pada anak antara lain cacat batang selaput otak, bertubuh pendek (bukan karena keturunan), dan tubuh rentan infeksi. Mari kita putus rantai ini,‚ÄĚ kata Dr. Ali.¬†

Btw, saya baru tahu kalau cuti hamil dan menyusui adalah hak anak, bukan hak ibu. Hak ini harus diberikan perusahaan kepada pegawainya yang membutuhkan. Semua udah ada undang-undangnya. Catet!

Selain nutrisi, suport sosial juga dibutuhkan kaum ibu. Jangan sekali-sekali menakut-nakuti ibu untuk berhenti menyusui supaya payudara tidak kendur atau alasan mitos lain. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar ibu hamil dan menyusui yang ditanyakan teman-teman blogger saat di acara. Saya rangkum jawaban dari narsumnya.

  1. Ibu hamil tidak boleh makan makanan yang belum matang

Fakta. Ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang matang. Makanan seperti sate, sayuran mentah, dll dihindari karena bisa jadi mengandung bakteri. Kalau sayuran paling tidak direbus dulu.

  1. Ibu menyusui tidak boleh hamil lagi

Mitos. Ibu menyusui boleh aja hamil lagi. Selama hamil juga tetap boleh menyusui, asaaal nutrisi ibu cukup, ya. Lama-kelamaan ASI akan susut sendiri seiring kehamilan yang semakin besar.

  1. Kebanyakan menyusui, payudara akan kendur

Mitos. Mungkin karena dikira payudara ditarik-tarik anak, terus payudara jadi kendur gitu. >.< Faktanya, semakin sering menyusui justru kulit sekitar dada akan semakin sehat. Banyak faktor yang menyebabkan payudara kendur, yakni aktivitas, lemak tubuh, merokok, dll.

  1. ASI saya sedikit, pasti tidak cukup untuk bayi saya

Mitos. Kekhawatiran ini mungkin muncul ketika kita kelamaan mantengin status teman yang stok ASI-nya sampai bertumpuk-tumpuk di kulkas. Akhirnya, semua baper pada waktunya. *halah* Padahal, jumlah ASI sendiri menyesuaikan, lho. Belum tentu ASI kita yang jumlahnya lebih sedikit daripada teman, tidak cukup untuk bayi kita. Saya termasuk yang jumlah ASI-nya standar aja. Di kulkas saya yang itu yang berjejer stoples camilan, bukan stok botol ASI. LOL. Kuncinya, komit dan konsisten menyusui. Semakin sering bayi disusui, biasanya produksi ASI akan semakin cetaaarrr. Ituh!

  1. Kualitas ASI yang dipompa berbeda dengan kualitas ASI yang diberikan langsung

Mitos. Kualitas ASI-nya sama. Perbedaannya, kalau ASI diberikan secara langsung, kita bisa skin to skin contact dengan anak. Ada bonding yang tercipta saat proses menyusui. Entah kenapa, saya merasa proses menyusui merupakan momen romantis kita dengan anak. Cuma 2 tahun dan sudah berlalu hiks. *terus didorong-dorong bikin anak lagi* *huaaa*

Sesi mengharukan sekaligus bikin kami tertawa tergelak-gelak adalah sesi sharing Mbak Cynthia Lamusu dan Mas Surya Saputra hahaha. Mungkin Teman-teman mengikuti cerita perjuangan mereka mendapatkan dua buah hati lucu Tatjana dan Bima melalui treatment bayi tabung. Setelah melahirkan, dilalah si kembar belum boleh dibawa pulang karena bobot kurang. Di sini perjuangan kembali dimulai. Mbak Cynthia tetap berusaha memberikan ASI eksklusif meskipun anak-anaknya masih menginap di inkubator NICU RS. Pernah hujan-hujan naik ojek sampai hampir selip segala demi memberikan ASI untuk anak-anak di RS. Mas Surya pun tidak pernah lepas tangan, dia selalu berusaha membantu sang istri. “Setiap saya pijit-pijit punggung Cynthia, ASI-nya pasti menderas,” kata Mas Surya¬†tertawa. Demikian pula ibunya Mbak Cynthia. Beliau gantian membantu mengasuh si kembar sementara Mbak Cynthia istirahat.

Saya melihat foto dan caption di Instagram personel AB Three ini sumpah jadi berkaca-kaca je. Mbak Cynthia dan Mas Surya kerap berdialog seolah-olah Tatjana dan Bima bisa mendengar kalimat penyemangat orangtua mereka. Actually, saya yakin anak-anak itu betulan bisa mendengar karena kuasa Allah. Sekarang alhamdulillah keduanya sehat dengan bobot badan normal.

See, betapa numero uno suport keluarga bagi ibu hamil dan menyusui. Hal ini juga diamini Mbak Maria Wijaya, pejuang ASI sekaligus pendonor ASI. Ibunya Mbak Maria yang dulu tidak mampu memberikan ASI eksklusif kepada Mbak Maria, kini menjadi suporter utama agar anaknya mampu memberikan ASI eksklusif kepada cucunya. Alhasil Mbak Maria mampu memproduksi berbotol-botol stok ASI di kulkas. Menyadari anugerah ini, Mbak Maria berinisiatif membantu ibu-ibu lain dengan menjadi pendonor ASI. Hebat, ya? Demikian pula suami dan keluarga besar Mbak Maria. Mereka full support.

Bersamaan acara ini, kami diperkenalkan dengan produk susu ibu hamil Anmum Materna. Anmum Materna yang berada di bawah naungan Fonterra Brands Indonesia ini mengandung nutrisi makro dan mikro dengan gangliosida dan DHA. Rasa cokelatnya enaaak! Berdasarkan survei, 8 dari 10 ibu lebih menyukai rasa baru Anmum Materna yang cokelat dibandingkan dengan produk susu ibu hamil lainnya.

Saya jadi mengenang masa-masa mengonsumsi produk susu hamil yang dikeluarkan oleh sebuah brand, Teman-teman. Eeewww … rasa dan bau mineral besinya itu dominan banget! Aneh. Tahu sendiri kondisi ibu hamil yekan. Sebentar-sebentar pengin ho-ek. Ke mana-mana bawa kantong muntah. Saya yang selalu doyan makan nasi padang, selama hamil asli kurang belaian nasi padang. *penting enggak info ini?* Intinya, pengin makan dan minum normal aja kudu usaha, konon pula kalau disodori minuman yang rasanya tidak enak! Alamat langsung keluar utuh. ūüôĀ Jadinya saya memilih minum susu biasa. Hmmm, coba kalau dulu pas saya hamil udah kenalan sama Anmum, ya. Saya bisa lebih nyaman mengonsumsi susu untuk ibu hamil. Untuk ibu menyusui, tersedia¬†Anmum Lacta. Anmum Lacta mendukung segala kebutuhan nutrisi ibu menyusui.

Di akhir acara, saya bertanya secara privat kepada Ibu Ines tentang keluhan meminum susu ibu hamil yang pernah saya alami. ‚ÄúKami paham kondisi ibu hamil yang gampang sekali mengalami mual dan muntah. Karena itu, kami memasukkan mineral besi secukupnya aja (sesuai kebutuhan ibu hamil) ke Anmum Materna. Kalau kandungan mineral besi terlalu tinggi, dikhawatirkan minuman ini malah tidak bisa masuk sama sekali,‚ÄĚ jelas Bu Ines. Nah!

“Bagaimana dengan kandungan kalsiumnya, Bu? Dulu saya pernah dikasih tahu mbak mbak SPG bahwa susu yang kalsiumnya tinggi itu tidak enak rasanya. Seandainya enak, berarti kandungan kalsiumnya bohong, “ tanya saya lagi.

Lagi-lagi Bu Ines menjelaskan bahwa semua kandungan nutrisi dalam Anmum Materna dan Anmum Lacta udah disesuaikan sama kebutuhan. Hanya, kandungan lemak dan gulanya DIBATASI demi menjaga kondisi kesehatan ibu hamil dan menyusui. Fonterra Brands Indonesia strict sekali soal ini.

Dari penelitian yang shahih, duo Anum terbukti tidak bikin gemuk. Lagi pula, untuk memproduksi ASI dibutuhkan asupan energi 700 kkal. Banyak, kaaan? Setop diet sembarangan, atur pola makan sehat, minum susu bila perlu, kalau tidak nanti malah kurang nutrisi. Saya dan Bu Ines mengobrol sambil sama-sama menelaah kandungan nutrisi yang tertera di kemasan Anmum. Bu Ines menjelaskan poin per poinnya. So, nutrisi terpenuhi tanpa perlu worry. ūüôā

Percaya ya kalau pengalaman hamil dan menyusui adalah extraordinary journey kita? Perjuangan dan tantangannya benar-benar sesuatu. Rasanya kayak join mission impossible. :)) Saya aja sampai sekarang masih amazed mampu melewati masa-masa itu. Secara dulu saya remaja yang manis manjah dikit-dikit merengek ke mama hapalah-hapalah. Yuk, beri dukungan kepada ibu hamil dan menyusui di sekitar kita, terutama buat bapak-bapaknya, nih. Kita bisa berbagi peran mengasuh anak, membiayai, mencarikan info, menyediakan makanan bergizi, atau minimal bantu-bantu pijitlah supaya produksi ASI lancar jaya kayak yang dilakuin Mas Surya Saputra ke Mbak Cynthia Lamusu ehm. Apa pun itu semua suport pasti amat berarti.¬†ūüôā []¬†Haya Aliya Zaki