Selasa, 19 Juli 2016

Surat Kecil untuk Tuhan NEW, Secarik Doa dari Anak-Anak Jalanan

Judul: Surat Kecil untuk Tuhan: The Story of Life NEW
Penulis: Agnes Davonar
Tebal: 214 hal
Penerbit: Falcon Publishing
Cetakan: I, 2016

Kalau sekilas membaca judul dan nama penulis di novel bersampul pink ini, mungkin kening Teman-teman mengernyit. Apakah kisahnya sama dengan novel Surat Kecil untuk Tuhan yang dulu? Bukankah novel tersebut juga sudah difilmkan pada tahun 2011?

Eiiits, bukan! Novel Surat Kecil untuk Tuhan yang dulu berkisah tentang Keke, seorang remaja pengidap Rhabdomyosarcoma (kanker ganas yang langka). Sementara, novel Surat Kecil untuk Tuhan NEW (SKuTN) berkisah tentang pejal kehidupan Anton dan Angel, sepasang anak jalanan.

Novel SKuTN terdiri atas 11 bab. Kisahnya diawali oleh kepanikan kakak beradik Anton (9 tahun) dan Angel (6 tahun) ditinggal orangtua. Orangtua mereka tewas karena kecelakaan lalu lintas. Satu-satunya keluarga mereka, Bibi Feli, tidak bisa diharap. Om Marcus, suami Bibi Feli, memiliki sifat temperamental. Tubuh Angel sering lebam-lebam jadi sasaran amuknya. Anton dan Angel memilih kabur dan hidup terlunta-lunta di jalanan.


Segelas hot green tea latte dan novel inspiratif, perfect!

Anton dan Angel bertemu Om Rudy secara tidak sengaja. Mereka diberi makan dan tempat berteduh bersama anak-anak jalanan lainnya. Namun, ternyata, Om Rudy bukanlah sosok malaikat seperti yang mereka kira. Lama-kelamaan watak jahatnya kelihatan. Siang malam Anton dan Angel dipaksa bekerja di jalanan.

Di sela-sela peliknya hidup, Anton dan Angel dianugerahi sahabat berhati emas bernama Wira. Wira anak orang kaya, tapi sakit-sakitan. Mereka bertiga memiliki asa yang berbeda. Doa-doa dilarung dalam selembar surat yang diterbangkan oleh balon warna-warni.

Ada yang kaya, memiliki segalanya, tetapi selalu tampak kesedihan di wajahnya. Ada juga yang sederhana, tak memiliki segalanya, akan tetapi selalu tampak senyum di wajahnya (hal. 82).

Suatu hari, Angel mengalami kecelakaan serius. Demi mendapatkan biaya untuk mengobati Angel, Anton rela mengikuti semua kemauan Om Rudy. Tanpa dia sadari, dia menjadi korban organ trafficking (penculikan orang untuk diambil organ tubuhnya). Anton dan Angel terpisah. Setelah sembuh, Angel diadopsi oleh Ibu Soraya. Perempuan yang bekerja di kedutaan Australia inilah yang membiayai seluruh pengobatan Angel. Angel dibawa tinggal di Perth, Australia. Dia diasuh dengan penuh kasih sayang. Semua kebutuhannya dipenuhi. Bagaimana dengan Anton?  Apakah dia bisa selamat?

Angel tumbuh menjadi gadis lulusan fakultas hukum yang berprestasi. Dia bertekad kembali ke Indonesia untuk mencari Anton sekaligus membuat perhitungan dengan Om Rudy. Bersyukur sekali Angel semua rencananya mendapat dukungan penuh dari sang kekasih, Martin. Akankah Angel bersatu kembali dengan kakaknya? Mampukah Angel menyeret Om Rudy masuk ke jeruji besi? Surprisingly, di bab terakhir terkuak siapa sebenarnya sosok Martin. Wow, konfliknya betul-betul kompleks. Ending novel SKuTN membuat mata saya berkaca-kaca. Tuhan mengatur sedemikian rupa takdir anak manusia, sering di luar batas nalar kita. Sebuah peristiwa yang awalnya kita sangka begitu buruk, bisa menjelma menjadi kebaikan di kemudian hari, demikian pula sebaliknya. Penasaran maksudnya? Baca sendiri, ya. Novel yang sarat hikmah. Konon pula ditulis berdasarkan kisah nyata.         

Sayangnya, ada kejanggalan dalam novel SKuTN. Dialog Anton dan Angel anak-anak terasa kurang kanak-kanak. Kebetulan saya bekerja sebagai editor naskah KKPK dan terbiasa membaca dialog asli yang ditulis anak-anak. Saya juga ibu dari anak-anak yang umurnya persis sama dengan Anton dan Angel. :)) Berikut contoh kalimat Anton dan Angel di novel.

Anton: “Rumah kita digusur. Ayah dan Ibu membangun rumah di tanah pemerintah.”
Angel: “Lalu kita akan tinggal di mana?”

Kejanggalan lain terjadi pada Angel remaja. Angel disebut-sebut sebagai remaja yang cerdas dan kekinian di Perth. How come selama ini dia tidak terpikir sama sekali untuk mencari info Anton melalui internet? Hingga suatu saat sahabatnyalah yang menyarankan untuk googling dan info itu pun didapat.

Typo lumayan bertebaran di novel SKuTN. Juga, tanda baca yang salah. Banyak kata ulang yang tidak diberi tanda strip, contoh anakanak, undangundang, dst. Berhubung saya termasuk tipe grammar nazi (hehehe), saya merasa cukup terganggu. Semoga penyuntingan naskah bisa dilakukan lebih baik lagi jika novel ini cetak ulang. Feeling saya, bakal cetak ulang. Ceritanya bagus, sih. Aamiin!

Kabar gembira, novel SKuTN akan difilmkan! Yeay, tak sabar menunggu! Saya pengin melihat indahnya setting Kota Jakarta dan Perth. Maklum, fakir piknik hihihi. Paling banter jalan-jalan yaaa ke kampung halaman suami di Yogya dan kampung halaman sendiri di Medan. Keluar negeri? Baru ke Singapura thok, Saudara-Saudara! :)) Satu lagi, saya pengin melihat “aksi heroik” Angel dewasa membela anak-anak jalanan melalui sidang di pengadilan. Paling suka, deh, sama karakter perempuan yang punya “power” melakukan perubahan. Nama penulis Agnes Davonar udah jaminan mutu lahirnya novel-novel keren. Berbagai perhargaan telah diraih. Fyi, Agnes dan Davonar adalah dua bersaudara yang mengawali karier menulis mereka melalui blog. Info lengkapnya bisa dibaca di www.agnesdavonar.net.  

So, Teman-teman yang weekend ini main ke toko buku, jangan lupa bawa novel SKuTN ke kasir. Siap-siap tersentuh mata batinmu. Saya teringat kalimat yang pernah saya baca entah di mana. The only thing worse than dying is to live without love. That’s why I’m so sorry for a lot of those street kids out there. :(( Surat Kecil untuk Tuhan … akankah Tuhan mendengar dan mengabulkan doa anak-anak jalanan? [] Haya Aliya Zaki

30 komentar:

herva yulyanti mengatakan...

Bagus y mba ceritanya jd penasaran ktemu ga y sama Anton...

Innnayah mengatakan...

aku penasaran...adakah hubungan antara buku ini dan surat kecil untuk Tuhan yg pernah terbit beberapa tahun lalu

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Hayooo baca bukunya aja, yuk! :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Jiaaaa ... kan udah dijelasin di paragraf pertama. Ceritanya benar-benar beda. :D Surat Kecil untuk Tuhan ini jadi semacam nama seri novel yang berisi kisah inspiratif. Ke depannya bakal terbit lagi novel Surat Kecil untuk Tuhan dengan kisah yang lain. Mirip seri Chicken Soup for the Soul gitu, Inayah. Tapi kalo Chicken Soup for the Soul nonfiksi.

Oline mengatakan...

Aku udah punya and beli bukunya. Tahun lalu aku belinya. Tapi masih rapih tersegel alias belom dibacaa wkwkwk...
Masoj ada PR tuntasin Christian Simamora dulu ^^

Hidayah Sulistyowati mengatakan...

Kalo buku yang pertama aja sukses bikin saya nangis sesenggukan. Yang ini sama nggak ya? Penasaran pengen baca, Mbak.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Oh maksudnya beli novel Surat Kecil untuk Tuhan yang dulu ya? Kalau yang ini baru terbit, Oline.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Ayo Mbak baca! Udah ada di toko buku. :D

Yati Rachmat mengatakan...

Aduduuu, si Cikgu cantix ini dpt aja novel bagus...mau cari bukunya di Gramedia, ah...

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Bunda gak boleh ketinggalan, dong. :v

@unggulcenter mengatakan...

Waah ini versi baru ya trnyata.. pantes rada familiar dgn namanya. Keren

Tri Wahyuni Zuhri mengatakan...

Jadi pengen baca bukunya. Tp yang menggelitik di pikiranku. Kenapa ya penulisnya memberikan judul yang sama untuk kedua novel itu, walau pun ada tambahan New .
Mungkin itu sebuah taktik.promosi juga kah mba? Atau ada pertimbangan lain?

suria riza mengatakan...

itu bener greentea?
pengen baca :") nanti kalau kegramed cari ah

Muna Sungkar mengatakan...

Ranah pemerintah itu apa kak? Kalo anak2 pasti nanya gitu ya cikgu agak aneh juga anak2 ngobrolin hal berat kek gtu tapi mungkin yg nulis belum pernah bikin ato ng3dit cerita anak2 jd rada kaku bikinnya hehhe...
Masuk list buku yg harus dibeli lah buat bln depan

Arinta Adiningtyas mengatakan...

Sayang ya Mba kalo novelnya bagus tp banyak typo.. Semoga kalau dicetak ulang, yang typo sudah diperbaiki. Saya nunggu versi terbaru aja biar ngga pusing..hihi

Frida Herlina mengatakan...

Kayaknya inu buku booming deh. Banyak yang ngomongin sih. Ihihihiii...buku kok diomongin, dibaca kalee *ngomong sama cermin*

Rahmi Aziza mengatakan...

Jalan ceritanya keliatannya menark ya, jadi penasaran.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Iya dulu juga ada novel Surat Kecil untuk Tuhan, tapi ceritanya totally beda.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Jalan ceritanya menarik meski penyuntingan naskah kurang memadai.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Yang dulu booming ya, Miss? Mudah-mudahan yang ini booming juga. Iya sih Miss kalo buku itu dibacaaa qiqiqi.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Meski typo, tetap bisa dinikmati. Ayo mending baca novelnya dulu sebelum tayang filmnya. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Sip sip selamat membaca, Muna!

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Aih dia mah fokus di green tea-nya. :))))

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Katanya udah kadung cinta sama label "Surat Kecil untuk Tuhan", Mbak. Bakal dijadikan nama seri novel-novelnya. Nanti terbit lagi dan lagi novel inspiratif "Surat Kecil untuk Tuhan" tapi ceritanya beda-beda.

Ani Berta mengatakan...

Aku lagi nunggu sekuel Angel nikah sama Wira :D

Frida Herlina mengatakan...

#ini
Pardon my typo, Mi.
Udah mampir di sini pake typo lagi. Ugh...

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Hush gak boleh spoiler! :))

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Minta disetrap nih. :))

Widya Herma mengatakan...

Jadi penasaran sama ceritanya mbak hehehe

ingriana astuti mengatakan...

Mba, kalau mau lihat tanggal cetakan Nya Dari mana ya ?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan