Minggu, 09 Agustus 2015

Trik Menaruh Banyak Barang di Rumah Kecil


          Mau tahu tempat yang bikin saya “parno”? Bukaaan, bukan kebun kosong atau sepinya kuburan. Bukan pula jembatan angker yang biasanya bikin orang-orang keder. Tapi … itu lho pameran buku! Soalnya, kalau udah ke pameran buku, saya bisa kalap, terutama sama buku cerita anak. Berasa semua buku memohon-mohon minta diborong! *halah* Urusan baca? Yah, urusan nantilah itu bwahahaha! 

Pameran buku!

Sebenarnya, buku yang saya beli bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga disumbangkan ke rumah-rumah baca. Lumayan, kan, bisa dapat banyak buku dengan harga miring di pameran. Hobi membeli buku sering membuat saya lupa kalau rumah saya tuh kecil. Hingga sekarang masih ada beberapa kardus berisi buku yang belum dimasukkan ke lemari. Tempo hari beli satu lemari buku lagi, tapi rupanya belum cukup menampung buku-buku yang ada. Akibatnya, rumah saya rada tampak berantakan, Teman-teman.
Pucuk dicinta nasi timbel pun tiba. *bosen nasi ulam* Baru-baru ini Mama di Medan mengabari bahwa Mama baru aja merenovasi rumah. Terus, Mama sekalian berbagi trik menaruh banyak barang di rumah kecil. Sepertinya Mama tahu trik ini dari majalah. Mau tanya lupa lupa terus. Yang pasti, Mama memang suka banget baca majalah. Makanya, asumsi saya, Mama tahu dari sana.
            Lalu, apa triknya? Oalah … ternyata rak gantung! Rak gantung bisa berfungsi untuk menaruh buku, bumbu dapur, kosmetik, dll. Taruh pajangan yang lucu-lucu, pun seru. Rak gantung memberi kesan luas karena tidak mengambil tempat sampai ke bawah. Lantai lebih mudah dibersihkan. Tidak usah geser-geser lemari. 

*abaikan penampakan kucing Mama saya* :v



Saya melihat foto-foto rak gantung Mama yang dikirim via Line. “Oh, begitu. Sip, deh. Tinggal beli di ….”
“Tunggu!” cegah Mama. “Daripada beli di toko, mending kamu bikin sendiri atau pesan. Panggil tukang furnitur untuk membuatkan rak gantung yang sesuai sama selera kamu. Lebih murah juga harganya.”
Nah, ini dia bocoran bikin rak gantung dari Mama:
Bahan triplek
        Sebaiknya menggunakan bahan triplek. Kenapa triplek? Bukannya triplek gampang patah? Begini, selain berat, harga kayu juga mahal. Ternyata, kata Mama, ketebalan triplek berbeda. Ada yang tipis, ada yang tebal. Untuk menaruh benda-benda yang ringan seperti kosmetik dan bumbu dapur, misalnya, buatlah rak gantung dari triplek yang tidak tebal. Untuk menaruh barang-barang yang cukup berat seperti buku dan karpet, pakai triplek yang paling tebal (12 mm). Bentuk triplek seperti kubus dengan tinggi rongga dalam sekitar 10 cm, lalu lem kuat-kuat.
Jangan dicat
          Triplek jangan dicat karena nanti seratnya jadi jelas kelihatan. Jelek hasilnya. Lapisi triplek dengan taco hpl (high pressure laminate). Permukaannya bakal halus. Banyak motif dan warna. Pilah pilih mana suka.
Atur jarak antar-triplek
           Jarak antar-triplek yang satu dengan yang lain diatur sekitar 15 cm atau sesuai kebutuhan. Ukur benar-benar. Jangan sampai gara-gara salah ukur, triplek harus dibongkar ulang. Kasihan temboknya.
Cara membersihkan
Cukup semprot rak gantung dengan air dan lap sampai kering. Jangan membiarkan rak gantung basah lama-lama. Nanti cepat rusak.
            Bagaimana, Teman-teman? Mudah dan murah, kan, membuatnya? Rak gantung bermanfaat banget terutama kalau barang-barang yang ditaruh adalah barang-barang yang cukup sering dipakai di rumah. Kita tidak perlu bolak-balik buka tutup lemari untuk mengambil. Kekurangannya, barang-barang gampang berdebu. Bila perlu, barang dibungkus plastik atau rajin-rajin dibersihkan.
Semoga rak gantung ala Mama bisa membantu Teman-teman yang punya masalah sama dengan saya. Atau, Teman-teman punya solusi berbeda? Yuk, share di sini, yuk! ^^ [] Haya Aliya Zaki



57 komentar:

rahmiaziza mengatakan...

Ooh jadi pake taco HPL biar bagus ya mak, catet deh, kau juga ada bikin lemari dapur pake triplek soale

Goiq mengatakan...

betul mbak Haya, kalo beli lumayan mahal loh

yozidahfilputra mengatakan...

Bagus juga tips nya mbak, boleh di coba :D

Oh ya, kalau hal yang membuat saya sering parno adalah ketika habis membaca naroh bukunya sering sembarangan, kadang tertinggal di mobil, kadang di bawah sofa, kadang di kamar mandi. Jadilah ketika mau melanjutkan bacaannya, jadi bingung sendiri. Dimana bukunya. Berbagai objek pun kadang jadi sasaran, neror teman yang pernah pinjam buku, atau kadang malah marah2 sama orang seisi rumah..... #GakBolehDitiruItu

Fardelyn Hacky mengatakan...

Bole dicontek nih rak gantungnya. TFS mbak Haya

Pipit Widya mengatakan...


Klo saya pesen Mba, males bikin :)

Anisa Widiyarti mengatakan...

Siiip. Aku juga bikin seperti ini. Tapi lebih murah lagi, cuma modal siku sama papan. Eh, tapi yg kayak gini khusus ditaruh di dapur.

Nurul Al Amin mengatakan...

Yang serba biru sungguh menawan qolbu.
Ide bisa diaplikasikan di rumah masing-masing, makasih mbak sharing manfaatnya

Hidayah Sulistyowati mengatakan...

Wah, bisa dicontoh nih, rumahku juga sempit, pdhal buku masih ada yang disimpan di kardus. Rak hiasnya keren, pintar ya Mama mbak Haya :)

noe mengatakan...

Pingiin euy, rumahku sempit juga soale. tp harus ngalahin rasa males dulu nih kalo mau DIY. Hihi...

Ida Tahmidah mengatakan...

Aih pantes Mak Haya keren bingits ternyata mamanya jg keren pake bingits hihi.....trims tips n triknya yaMak :)

momtraveler mengatakan...

Kayanya bikin sendiri malah lebih awet ya cikgu..aku jg lagi butuh tempat untuk naruh bukuku trs beranak pinak blm lagi mainan nadia.
Thanks for sharing cikgu :)

Kania Ningsih mengatakan...

iya sih ga kepikiran ya, cuma...males bikin sendiri :(

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Kok sama ya, rumah selalu penuh dg buku. Tp klo utk buku rak yg model begitu rawan apa enggak ya mba, takutnya ntar meleyot.

Keke Naima mengatakan...

Maaaakk.. Saya bikinin dong raknya *ngelirik tumpukan buku hahaha

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Ga meleyot. Kuat itu. Liat aja karpet yang tebel-tebel dan berat bisa ditaruh di sana. Pilih triplek yang tebal.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Iya, kalo dicat kurang bagus hasilnya, Mi.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Iya, kudu nabung lumayan banyak kalo mau beli lemari. :v Selain itu lebih hemat tempat, Rie.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Jiahahaha malah jadi hipertensi. :))

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Sama-sama.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Sama, saya juga pesen hahaha. Tapi, kalo mau bikin sendiri, silakan. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Di dapur buat naruh bumbu dapur ya, Nis.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Kyaaa ada puisinya, ya. :)) Sip sip selamat mencoba, Mba. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Makasih, Mba. Semoga bermanfaat. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Bisa dicicil-cicil ngerjainnya. :D

Haya Aliya Zaki mengatakan...

*langsung kesandung* *uhuuukkk*

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Kayak kucing aja beranak pinak wakakakak Munaaaa!

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Peseeen peseeen.

Memez mengatakan...

wiiihhh Mak Haya... jadi terinspirasi nih bikin rak bukunya.... tengkyuhhhh

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Bikin ndiriiii hahaha. :v

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Ayo ayooo semangat! :)

andyhardiyanti mengatakan...

iya banget ini mbak, di rumah saya juga banyak barang-barang kecil yang bikin rumah jadi keliatan berantakan >,<

rak gantung yaa..hmm boleh juga ^_^

Tian LUstiana mengatakan...

terinspirasi nih buat buku dan tempat simpan baju yg belum disetrika :D

Armita Fibriyanti mengatakan...

Mak, itu yg rak bisa, yang di sebelah kanan, yg seperti rak melayang, bikinnya gimana tuh mak? kece deh...

Juvmom mengatakan...

bener mba pake rak gantung memang bikin rmh jd lbh ringkes

Lidya mengatakan...

idenya boleh juga mbak aku bikin untuk tempat mainan anak2 ah

Nefertite Fatriyanti mengatakan...

Wah, sama kaya aku, suamiku bikin almari tempel di dinding, buat naruh yang kecil-kecil, jadi lebih rapi

Tanti Amelia mengatakan...

Aku sih udah bikin satu, iyaaaa satuuuuu!

Maya Siswadi mengatakan...

Aku pengen bikin gini, sama suamiku dilaraaang "jangaaann!! Temboknya ga kuat, kita benerin tembok dulu" hiyaaahhh. Tembok rumahku memang rapuh, jadi ga kuat kayaknya dibuat model2 gini, pengen bikin udah lama padahal

Bunda Shidqi mengatakan...

lucu bentuknya, kemarin sempet kepikiran mau bikin rak2 spt itu, tapi yaa tetep blm dikerjain hehe

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Monggo monggo dicoba. ^^

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Jadi hemat tempat, kan. :D

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Itu dari triplek juga, Mba. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Iya, ga makan tempat kayak lemari.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Nah, cucok tuh, Lid.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Bikin lagiiii!

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Betul betul betul

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Wah, kalo tembok rumahnya rapuh memang harus pikir dua kali, Mba. Kira-kira kenapa rapuh begitu, ya?

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Ayo bikin, Mba. Saya juga pengin bikin kayak punya mama saya ini.

liannyhendrawati mengatakan...

Wah praktis dan keren nih. Cuma memang kalo rak nggak ada tutupnya, gampang berdebu, jadi mesti rajin2 bersihin. Btw mamanya suka warna biru ya mb Haya? :D

indah nuria Savitri mengatakan...

rapih bangeeet mak hayaaa..kalau aku pakai boxes, warna warni hehehe...tapi kalau sudah kepenuhan jadinya ya amburadul juga hehehe

Wiwiek mengatakan...

Boleh dicoba ini. Buku-buku di rumahku juga masih banyak yang belum mendapatk tempat yang layak. Tks ya, Hay. :)

Gustyanita Pratiwi mengatakan...

Manis bgt foyonya #gagal fokus

Itu pnataan nya rapiii aneett mb

Alaika Abdullah mengatakan...

Wah, boleh dicoba, nih! Thanks to Mama ya, Haya. Untuk Haya juga dunk yang sudah menuliskan di postingan ini. :)

Nancy Duma mengatakan...

Ide mama boleh juga tuh dicoba. Terima kasih, ya, Hay!

Napitupulu Rodame mengatakan...

Ide yang keren, patut dicoba :)

dWi (nining) mengatakan...

Tfs mb, ide out of the box gini emg bikin kriting mikirinnya hihihi :)

Hana Bilqisthi mengatakan...

sama mba haya :D saya juga suka kalap kalau ke pameran buku :D
Makasih info rak dari papan tripleknya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan