Rabu, 24 September 2014

Female Daily Blogger Workshop (1): Bagaimana Menyikapi Pencurian Foto?

Ki-ka: Hani, Pru, Fifi, Phira, dan MC

Salah satu tanda kamu terkenal adalah foto-fotomu banyak dicuri orang.

Kalimat di atas saya baca di dinding Facebook teman. Waktu itu foto-fotonya di media sosial dicuri orang. Yang lebih parah, foto-fotonya diikutsertakan si pencuri dalam sebuah lomba dan si pencuri menang! Haduh … sakitnya tuh di siniii *tunjuk dada* dan di siniii. *tunjuk kantong* Soalnya hadiah lombanya uang tunai jutaan rupiah, seingat saya.

Saya tahu banget rasanya karena pernah mengalami. Tulisan dan foto saya dicuri orang. Kebetulan saya dan si pencuri sedang ikut lomba blog yang sama. Saya kalah, sementara si pencuri menang huhuhu. Dan, saya telat melapor ke panitia lomba. Hadiah telanjur diserahkan. Tapi, hal ini jadi perhatian panitia. Si pencuri masuk daftar hitam acara-acara mereka selanjutnya. Pedih ini lumayan terobati. Teman-teman segera lapor ke panitia kalau mengalami hal ini, ya. Jangan bimbang jangan ragu, apalagi malu. Seharusnya yang malu itu yang mencuri! *kompres jidaaat*

Menarik, di antara materi tentang branding, making money from blogging, dst di acara Female Daily Blogger Workshop di ArtOtel, Jakarta (20/9), saya ingin mengulik tentang PENCURIAN FOTO. Seorang ibu peserta workshop curcol.

Suasana workshop

“Saya punya blog resep. Isinya resep-resep masakan dan foto-foto. Awalnya saya semangat ngeblog, tapi belakangan malas. Resep dan foto saya dicuri, dipindahkan begitu saja di blog si pencuri. Saya sudah capek-capek belanja, masak, motret yang bagus, eh, malah dicuri. Saya harus gimana?” 

Siapa yang tidak senang melihat foto makanan? Saya paling sering cuci mata lihat-lihat foto makanan dan foto traveling. Hm, pengin curcol lagi, nih. Teman saya yang lain pernah mengalami kejadian lebih parah dibanding ibu tadi. Foto makanan di blognya dicuri sebuah brand besar! Bayangkan, brand besar yang notabene pasti punya bujet gede untuk bikin foto bagus. Sudah diperingati berkali-kali di fanpage Facebook-nya, brand tersebut tetap bergeming. Wew. Speechless.

Selfie sejenak

Kebetulan narsum Female Daily Blogger Workshop Sabtu lalu adalah blogger beken semua. Marischka Prudence (Pru), travel blogger; Fifi Alvianto (Fifi), Mom Blogger dan Editor in Chief LAIQA Magazine; Saphira Zoelfikar (Phira), Co-Founder Indohoy.com; dan pastinya Hanifa Ambadar (Hani), Co-Founder Female Daily Network. Nah, saya pengin tahu pendapat mereka. Teman-teman juga, kan?

“Web besar seperti Kompas, misalnya, foto-fotonya pasti banyak dicuri orang. Apakah mereka protes? Bagi saya, ini risiko menjadi ‘besar’ dan berkembang. Kita harus siap menghadapi risiko tersebut,” kata Hani. Fifi mengamini. Siap sukses berarti kudu siap juga menghadapi kejadian pahit kayak gini. Hani menyarankan pakai watermark. Sebaiknya watermark-nya nama blog kita. Tapi, hati-hati. Buat watermark sedemikian rupa agar nge-blend dengan foto. Jangan sampai watermark mengganggu estetika foto.

Saya jadi ingat pengalaman traveler @DuaRansel. Melalui linimasa Twitter, mereka bercerita. Foto-foto traveling mereka pernah dicuri dan ajibnya, si pencuri seenaknya ngomong, “Siapa suruh fotonya enggak di-watermark!” What?! Jadi, pemilik foto yang salah karena tidak watermark, bukan si pencuri? Dunia benar-benar sudah terbalik! *kompres jidat lagiii*

Banyak fotografer kondang justru TIDAK membubuhkan watermark pada foto-foto mereka. ”There’s something worse than having your beautiful blog’s photos stolen by e-robbers: vandalizing the photos with your gigantic watermark. Kalau sebuah foto yang pertama kali terlihat adalah watermark-nya, bukan keindahan foto itu sendiri, the beauty is wasted,” @DuaRansel berpendapat. “Lagi pula, kasih watermark di pojok bawah foto, pencuri tinggal crop. Watermark di tengah foto bisa di-sotosop. Tergantung pencurinya niat atau enggak,” lanjutnya.       

Kembali ke narsum Female Daily Blogger Workshop. Pru awalnya membubuhkan watermark pada foto-fotonya. Namun, lama-lama dia cuek. “Pencuri yang mengaku-ngaku foto kita sebagai fotonya, sebenarnya dia sedang menggali kuburnya sendiri. Blogging is a small world. Kita semua terkoneksi. Aksi pencurian begini pasti ketahuan. Pencuri bakal masuk daftar hitam,” papar Pru santai. Hal penting yang harus diingat adalah ketika foto kita dicuri, kita jangan malah koar-koar di media sosial dengan menyebutkan link blog si pencuri. Nanti traffic blognya jadi rameee. Untung di dia, dobel enggak enak di kita, dong. So, cuek! Anggap si pencuri seperti titik terkecil di semesta yang tidak pernah ada huehuehue. Jangan lemah semangat. Ngeblog jalan terus!

Marischka Prudence

Phira memilih menegur. Caranya dengan mengirim e-mail dan menulis komen di postingan blog si pencuri. Pas kejadian di Phira, e-mail dan komen Phira tidak dibalas. Tapi, setidaknya si pencuri tahu bahwa Phira tahu dan Phira mengecam pencurian tersebut. Moga aja lain kali si pencuri jera, yak.

 Apakah Teman-teman setuju dengan pendapat blogger beken tadi? Teman-teman punya pengalaman tulisan atau foto yang dicuri? Bagaimana menyikapinya? Boleh share di kolom komentar. Pengin tahu, nih. Yuk, saling tambah wawasan. [] Haya Aliya Zaki

81 komentar:

Dee An mengatakan...

Saya pernah ngalamin mbak.. Foto2 traveling di album yang khusus saya bikin untuk jualan postcard dicuri orang, bahkan dicetak menjadi postcard.
Saya taunya karena kebetulan kami sama2 member grup postcrossing.com... Saya kaget pas ngeliat foto2 itu diposting ama dia, padahal waktu itu saya belum publish kalo saya jual postcard.. Jadi dia selain nyolong foto2 saya, juga nyolong start ide saya :D
Pas saya tanya ke dia, jawabannya juga malah menyalahkan saya...
Kasus ini sempat rame di grup postcrossing Indonesia :D

mutia ohorella mengatakan...

Wahhh...acaranya bagus bangett...sayang, saya baru tau. Terimakasih sudah berbagi. Kita harus lebih hati-hati ya, kalau nggak mau "sakit hati". :)

Nunu el Fasa mengatakan...

Hem setuju sih mak, tinggal laporin aja, hehehe,,,,,,

HM Zwan mengatakan...

Saya pilih watermak mak,ditipisin tp g tebel2 amat.takutnya malah merusak feel di fotonya :)
Tfs...

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Itu kalo lomba. Kalo bukan lomba, kan, ga ada panitia yang bisa dilaporin. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Udah hati-hati juga bisa kecolongan. :))

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Wow! Akhirnya tindakan apa yang dikasih ke dia, Mbak? Moga di-banned selamanya dari grup. Serem banget. Bukan hanya curi foto, tapi curi ide jualan. :(

Shinta Ries mengatakan...

Belakangan aku ngga watermark photo mak, selain kualitas poto sebelum naik web tak turunin, aku juga udah merasa legowo banget kalo diambil. Udah siap mental ceritanya.

Makanya ngga banyak naro photo juga karena kadang masih suka geregetan kalo diambil. Sementara pake no right click, tapi ini ngga jaminan juga.

Karena sebetulnya kalo udah siap ambil traffic dari google image, harus siap juga photo bisa diambil saat searching.

Masalah pencurian, sama aja lah kaya nyuri di dunia nyata pasti hasilnya ngga halal apalgi kalo kita ngga ikhlas.

Anonim mengatakan...

Belum pernah kecurian. Mungkin krn fotonya jelek2 :D

qhachan mengatakan...

baru aja beberapa waktu ini nyoba pake watermark mak. suami yg nyaranin. sayang katanya klo dicomot2 orang seenaknya. sblm ini saya sih ga mslh soalnya smpet ngerasa ribet buat nyisihin waktu nambahin watermark *malesan*..hehe

Dee An mengatakan...

Dia emang gak jual postcard hasil dari ngambil foto2 saya itu sih mbak.. Tapi dia nyolong start untuk nyetak foto2 itu jadi postcard dan dikirim ke postcrosser luar... :(
Saya email aja sih ke dia.. Yang bikin gondok itu dia gak minta maaf, malah balik menyalahkan saya, dan menganggap kalo nyetak foto dari google untuk dijadikan postcard itu adalah hal yang wajar meski tanpa minta ijin dari si pemilik foto :(

Riana Wulandari mengatakan...

Saya tetep pake watermark tipis. Belum pernah ngecek sih, ada yg nyolong atau engga.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Iya, kudu hati-hati banget. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Kyaaa mbak tjantik satu ini kerjanya merendah mulu. I lop yu puuul. :* Ajarin bikin novel kece, Mbaaak. :D

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Kalo dari komunitas sendiri ada tindakan? Supaya namanya masuk daftar hitam di mana-mana. -___-

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Tapi jangan irit-irit banget juga naruh fotonya, Shin. Aku suka cuci mata lihat foto-foto di blogmu. Cantik semua. :D

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Harus ekstra waktu, tenaga, pikiran. Soalnya ga bisa sembarangan kasih watermark, ya. Jangan sampai estetika foto hilang, kalo kata Mbak Hani. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Aih, aku suka lihat foto-foto di Instagram-mu, Mak. Bikin lapeeer. :v

Caroline Adenan mengatakan...

Kalo urusan foto emang bagian yg paling lama utk jd sebuah artikel buatku. Editing foto plus watermark is a must buatku. Terlepas ujung2nya di crop atau disotosop. Dimana2 maling dan copaser jg pasti lebih pinter daripada kita. Jd ya legowo ajalah. Sing penting udah usaha pake watermark :))

Ika Koentjoro mengatakan...

Belum pernah, Mak. Kualitas foto aku biasa aja. Tapi tetep aku watermark biar mantap hahaha...

Anonim mengatakan...

setuju dengan watermark saya mak!... setidaknya ikhtiar dulu biar fotonya gak dicuri (meski fotonya gak bagus2 amat hehehe)

teringat kasus di twitter antara seseorang yg menjelek2kan kota Bandung dengan twitter balasan Ridwan Kamil, yang ternyata foto profil twitter yg menghina itu memakai foto orang lain yaitu anak sma di salah satu sma di Jakarta..

duh...

Nayarini Estiningsih mengatakan...

Foto2 desain baju teman baik saya di payetgaunpesta.com dicuri tim kreatif salah satu production house sinetron Indonesia yg waktu itu sempat populer. Orang2 yg nonton sinetronnya berasa familiar ama foto2 tsb dan lapor ke pemilik blog. Saya sarankan waktu itu untuk mendatangi production house dan minta pertanggungjawaban. Wong tim kreatif kok nyuri, mana sisi kreatifnya ya hehe. Ujungnya hepi ending. Mereka ngaku khilaf krn kejar tayang dan minta maaf, bahkan temanku dpt orderan untuk bikin desainnya di gambar jd baju beneran krn ada scene catwalk di jalan ceritanya.

Blognya Yuni mengatakan...

Saya pernah artikel kontes dicopas. 3 paragraf cuman tapi kecewanya tuh disini *tunjuk dada* untungnya sama2 kalah :D
Dan efeknya sy jadi males ngunjungi blognya. Walau gak sy tegur tapi cukup tau ajalah kelakuannya begitu. Kasihan klo diketahui org banyak soalnya si pencuri ini kondang bnget di sosmed. Sy yakin semua blogger kenal kok sm dia.
Klo foto blm pernah sih dicuri, blm bs foto bgus sih haha

myra anastasia mengatakan...

Saya masih gimana mood untuk urusan ini, Mak.

Dulu foto yang di blog gak saya watermark. Trus pernah nyobain di setting gak bisa di copas. Tapi, sekarang lagi copas. Ceritanya gara2 kesel aja ngeliat beberapa foto saya diambil tanpa disebutin sumbernya. Tapi, giliran foto yang lain disebutin sumbernya. Dan, itu kejadiannya gak sekali. Saya sempet heran aja, kenapa giliran foto punya sy gak disebutin sumbernya? Cuma mau nanya males aja. Saya milih di watermark sekarang.

Gak tau deh bertahan sampai kapan diwatermark. Pokoknya gimana mood :)

Dwina Yusuf mengatakan...

Aku sebenarnya jg lbh seneng ga pk wtrmark...kl pun pake pasti tipis bgt. Dan sebenernya rada cuek sih kl hasil fotoku diambil...(tp kok blm ada yg ambil yaa..:p *fotojelektapipede

Tatit mengatakan...

Belum pernah mbak Haya. Karena fotoku juga biasa aja.
Makasih sharingnya

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Hihihi udah siap mental jadi terkenal ya, Line. :))

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Foto-fotomu bagus, Mak. Bikin laper hahaha.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Serem, foto kita diambil untuk tujuan kejahatan. Jangan sampe, deh. Naudzubillah.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Alhamdulillah, seneng baca cerita happy ending begini. Moga makin banyak orang yang punya kesadaran atas karya cipta. Salam buat temannya, Mbak. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Wah, ikut prihatin. :( Kenapa ga coba japri aja? Setidaknya dia tahu kalo Mbak tahu dan mikir ulang kalo mau melakukan lagi. Semoga ga kejadian lagi ya, Mbak. :(

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Wew, sampe berkali-kali ya, Mak? Perlu dipertanyakan juga itu. Hmmm.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Tahu-tahu foto Mak Dwina nongol di iklan skin care. *kyaaa* *canda* Jangan sampe kejadian, Mak. Aku suka lihat foto-fotomu. Macam foto model. :))

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Sama-sama. :)

Helda Fera Puspita mengatakan...

Saya mah bantu meresin kompresan Mak Haya aja lah. Aku belum pake watermark, selain blm bisa tekniknya, juga saat ini aku pikir belum perlu Mak. Nantilah...hehehe (kok pilihan komen gak dibuka untuk open url, Mak?)

angkisland mengatakan...

Wahhh workshop yang mencerahkan banget mbak mendamaikan hatiku yang sedang galu gundah gulana hehe mantep dah ^-^ aduh saya jadi tersepoi hehe pas s am suasana hati...setuju sama mbak Prue nge blog jalan terusss dah mantap ^-^.9 mksih mbak

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Setting komen udah diubah, Say. *peres kompres*

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Anggap aja salah satu ujian menjadi blogger sukses. Semangat! :v

Agustinadian Susanti mengatakan...

wah penting banget watermark foto ya mak.. kalau ambil foto di istockphoto yang ada watermarknya termasuk nyuri ga mak itu?

Evi mengatakan...

Kalau aku yang sering dicuri adalah foto2 gula aren dan gula semut, Mbak Haya. Dulu belum ngeh watermark. Es setelah di watermarkpun gak mengjalangi pencurian tuh. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Justru di sini dikatakan bahwa para fotografer dan blogger kondang biasanya tidak watermark foto karena mereka lebih care sama estetika foto. Watermark dikhawatirkan merusak keindahan foto, Mak. Tapi, semua kembali ke pilihan masing-masing. Kalau mau watermark, monggo. Asal hati-hati. Untuk ambil foto kalo nyebutin sumbernya gpp, Mak. Atau watermark foto tsb tidak kita dihapus. Cmiiw.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Udah watermark ga menghalangi pencurian juga ya, Mbak? Berarti kita terapkan cara Pru. :))

Adi Pradana mengatakan...

Foto saya biasa aja, jadi ga ada yang copas. hehehe

bunda lily mengatakan...

Terima kasih banyak krn sdh berbagi hal yg bermanfaat ini mak Haya.
Buat bunda sendiri sih biar aja lah kl mmng diambil fotonya oleh sang copas....berarti fotonya bagus yaa....hehehe

Salam

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Jangan sampe kejadian ya, Mas. ^^

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Sip, Bunda. Makasih udah mampir, Bun. ^^

Santi Dewi mengatakan...

setuju mak. Cuek. Tapi bukan berarti kita tdk melakukan apa2 ya...
dengan cara menegur si pencuri, kita sudah melakukan sesuatu.

Muhammad Lutfi Hakim mengatakan...

Salah satu risiko jadi orang terkenal: foto-fotonya dicuri dan disalahgunakan orang tak dikenal. Hmm, selalu ada selfie di sela-sela acara, ya, Mak.

Yudy Ananda mengatakan...

selain watermark ada beberapa cara lain juga untuk memproteksi image atau foto diantaranya adalah cukup memasang image yang resolusinya kecil, sembunyikan image source atau bisa dengan javacsipt yang mendisable pengunjung untuk melakukan klik source blog, seperti yang dikutip http://www.naturefocused.com/articles/image-protection.html

salam :D

iwok mengatakan...

Foto karikatur keluaga saya dua kali dijadikan iklan! Huhuhu ....

momtraveler mengatakan...

Aku jg sekarang males watermark mak..toh kl tu org niat seperti mak haya bilang bisa aja dia edit ulang. Terserah deh mo diambil jg monggo....itu berarti foto2ku bagus kan hihihi
Btw beberapa bulan lalu aku terima email dr salah satu hotel di Lombok minta izin pake fotoku utk promosiin Lombok di web mereka di fotonya langsung ngelink ke blogku... nah ini baru sip..meskipun ga dibayar seneng aja udah ikut andil memasarkan pariwisata Lombok :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Iya, betul, Mbak. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Embyeeer! :))

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Makasih tips-tipsnya. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Huaaa iyaaa. Jadi billboard gede untuk tujuan komersil pula ya, Mas. :(( *puk puk*

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Nah, kalo nge-link ke blog kita, sih, gpp ya, Mun. Aku juga ngeliat traveler-traveler kondang biasanya pada ga makai watermark, sih. Rupanya dah siap mental qeqeqe. *_*

obatherbalku24 mengatakan...

seperti fans yang mencuri foto kesukaannya ..

Erlina Fitriani mengatakan...

Belum pernah kecurian, mak. Soalnya foto saya masih amatiran sih..hehehe..

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Foto2ku ndak ada yg istimewa, Mak Haya, tapi yo tetep kukasih watermark :)

miafauzia mengatakan...

Aku pernaah brapa kali tutorialnya dicopas orang sekaligus sama kata-katanya jugak. Tp yabgitulah, biarin aja. Cm skrg aku tambahin aja watermark gitu. Ini tulisannya bikin smangat mba

Vivi nafisah mengatakan...

Assalamualaikum salam kenal mba, utk bisnis fotografiku pernah mba, diakui fotonya org itu... tp utk blogku sih belum tau mba, tp aku pake watermark, kebetulan emang sengaja diperjelas bangt logonya dan dibikin lucu logonya...

Riski Fitriasari mengatakan...

Watermark is a must for my pic Mak.. saya pasang jelas-jelas.. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Mencuri dan mencuri terus....

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Jangan sampe, ya. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Watermark foto-fotomu lucu, Jeng. Bentuknya kacamata, sesuai karakter pemilik blog xaxaxa.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Tetap semangat berkarya, Mia. Dikopas pasti karena bagus. ;)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Waalaikumsalam. Jadi pengin lihat watermark-nya. :D Oiya, apa yg Mbak lakukan kepada si pencuri waktu itu?

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Asal jangan sampai watermark 'ngalingin' foto alias 'menyia-nyiakan' keindahan foto seperti yang disebutkan @DuaRansel di atas ya, Ris.

r-auLia mengatakan...

Salam kenal Mbak :)
Aku kemarin ikutan juga acaranya, sayang ga dapat tempat untuk workshopnya. Padahal pengen banget.

Bener banget tuh sama yang dibilang Mbak Hani dan Prue. Jadi gak kesel-kesel amet lagi deh kalo dicuri fotonya. (Walaupun saya belum pernah dicuri sih hehehe)

Idah Ceris mengatakan...

Foto2 saya enggak ada yang bagus. Watermarknya juga cethar banget. Alias norak, kak.

Bener. Sudah dimark, tetap saja dicuri dg cara dicrop. Saya pernah beberapa kali ngerasain.

Jadi, saya ikutan orang2 beken di atas, ah. Cuek saja sajo. Nanti toh ada balasannyo.


Nurul Wachdiyyah mengatakan...

Meh. Jangankan dicuri orang lain, dicuri surat kabar juga pernah :D kayaknya wartawannya ngambil deh dari blog. Tapi gak kasih keterangan sumber foto. Tapi udah lama banget sih kejadiannya, tahun 2005 :D mau protes ah yasudahlah, saya tetep gak ikhlas. biar nanti di akherat aja hukumannya. heuhuehue

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Salam kenal juga. Semoga kapan-kapan bisa ikutan workshopnya kalo diadakan lagi. :)

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Hihihi ya kalo kayak gitu caranya ga berkah ya, Dah. Pasti adalah ganjarannya nanti.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Beuh parah, ya. :( Jurnalis mestinya amat sangat paham etika. Semoga ga kejadian lagi. *puk puk*

Ratri Puspita mengatakan...

Kalau saya, Alhamdulillah, dan jangan sampai ada yang ambil tanpa permisi foto-foto yang ditempelkan di blog pribadi saya (walaupun kualitas foto saya juga nggak bagus-bagus amat). Saya bisa memahami perasaan rekan-rekan blogger yang mengalami peristiwa yang pastinya nggak diinginkan oleh siapa pun ini.

Pengalaman berkaitan dengan tempel-menempel foto, biasanya kalau foto itu bukan hasil karya saya pribadi, saya cantumkan, "pinjam dari sini", kemudian dilink-kan, supaya pembaca tahu sumbernya dari mana sekaligus menyatakan bahwa gambar/foto itu bukan milik saya. Trus, gambar/fotonya pun nggak saya edit, misalnya, ditambah gambar atau tulisan. Tidak. Khawatirnya kalau malah menyalahi aturan hak cipta. Sedangkan kalau fotonya hasil jepretan saya sendiri, sejauh ini, baru dilengkapi watermark aja, pakai nama beken saya: "Ratri Puspita". Hihihi.

Apakah ada sistem pengaman foto? Kalau nggak salah, untuk tulisan sudah ada ya, dengan cara nggak bisa dicopas langsung. CMIIW. Kalau foto bagaimana? Adakah semacam perangkat lunak atau aplikasi yg menjadikan foto-foto koleksi pribadi yang diunggah ke blog tidak bisa dicopas sembarangan?

Hilda Ikka mengatakan...

Alhamdulillah Mak, belum pernah dicuri. Alamat memang belum terkenal Mak. Sekaligus gak jago jepret-jepret foto. :D

Maureen Hitipeuw mengatakan...

Hi Mak salam kenal :) Ternyata kita barengan kmaren yah. Besok kalau ngikut acara blogger lagi semoga bisa ketemuan dan ngobrol ya.

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Kurang tahu kalo soal prangkat lunak atau aplikasinya. Saya ga pernah pakai. Pasrah wae. :))))

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Moga kalo dah terkenal ga kejadian juga. :D

Haya Aliya Zaki mengatakan...

Halo, salam kenal, Maureen. :) Tempo hari acaranya seharian dan banyak orang. Ga ada kesempatan kenalan satu-satu kita, ya. Next time hopefully. ;)

Priest mengatakan...

Dulu waktu jaman friendster foto ku kadang di curi orang, mbak, saya mah seneng-seneng aja sih, tapi idu dulu, kakau sekarang mah nggak dong *sok cakep banget ya aku hahaha

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan