Senin, 29 Desember 2014

Tip Menulis untuk Majalah Bobo

Beberapa hari yang lalu saya beberes buku dan nemu catatan workshop mini Menulis untuk Majalah Bobo. Seingat saya, saya ikutan workshop ini tahun 2011. Tahun 2011 alhamdulillah saya sudah dipercaya menjadi editor buku cerita anak dan aktif menulis untuk media cetak, termasuk media anak. Sesekali saya menerjemahkan dongeng untuk salah satu majalah anak (majalahnya sampun almarhum nggih). Namun, tak pernah ada kata CUKUP untuk belajar. Apalagi, pemateri workshop Menulis untuk Majalah Bobo adalah Mbak Veronica Widyastuti, yang waktu itu masih menjadi reporter majalah Bobo. Saya pribadi pengagum karya-karya Mbak Vero. Profil Mbak Vero bisa dibaca di SINI.


Nostalgia dongeng terjemahan

Veronica Widyastuti

Teman-teman, dulu media anak hanya sedikit. Sekarang banyak pilihan. Ini kesempatan bagi penulis untuk mengisi. Salah satu media anak, ya, majalah Bobo. Nah, mungkin sudah jadi rahasia umum kalau menembus majalah Bobo cukup sulit. *dikepret Mbak Vero hihihi* Dari pengalaman saya dan teman-teman, rata-rata waktu pemuatannya juga lama, yakni sekitar 1 – 2 tahun. Maklum, yang mengirim bejibun, tapi kapling terbatas. Naskah saya yang dimuat di Bobo bisa dihitung dengan jari. *gigit wajan* Terakhir dimuat dongeng Hati-Hati dengan Cokelat bulan Januari 2014. Salut sama Rae Sita Patappa yang dongengnya rutin dimuat di sana. Pengin belajar dan terus belajar.

Kapan ya dimuat lagi? Hehehe.

Ketentuan mengirim naskah
1. Font: Arial
2. Ukuran font: 12
3. Jarak baris: 1,5
4. Banyak kata: 600 – 700 kata untuk cerita 2 halaman dan 250 – 300 kata untuk cerita 1 halaman
5. Di bawah naskah cerita tersebut, cantumkan:
- Nama lengkap
- Alamat rumah
- Nomor telepon rumah/kantor/ handphone
- Nomor rekening beserta nama bank, dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut (seperti yang tertera di buku bank) untuk pembayaran honor.
6. Lampirkan biodata singkat yang berisi poin nomor 5, tempat tanggal lahir, riwayat pendidikan, dan pekerjaan.
7. Naskah berserta biodata bisa dikirimkan via pos, ke alamat:
Redaksi Majalah Bobo
Gedung Kompas Gramedia Majalah Lantai 4
Jalan Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530 (dikutip dari fanpage Bobo) atau e-mail: bobonet@gramedia-majalah.com

Wajib diingat!
- Kenali karakteristik media. Cerpen majalah Bobo tentu berbeda dengan cerpen majalah Aku Anak Saleh. Sering-sering membaca media yang ingin kita tembus. Untuk Bobo, saya lebih senang menulis dongeng. Sebagai amunisi dan bahan belajar, saya mengoleksi buku Kumpulan Dongeng Bobo. Beli baru atau loakan enggak masalah. Oiya, yang utama, naskah yang ditulis nanti harus bisa dimengerti anak kelas 4 SD, ya.
- Cermati peluang yang ada di setiap media, misalnya di Bobo ada berapa rubrik cerpen, dongeng, dst. Kalau lebih banyak jumlah cerpen, Teman-teman bisa mencoba mengirim cerpen. Kans dimuat lebih luas. Perhatikan juga mana rubrik yang bisa diisi penulis luar, mana rubrik yang cuma bisa diisi oleh pihak majalah. 
- Fokus menulis dan tingkatkan jam terbang. Buat nama kita terekam di ingatan para redaktur majalah. Percaya atau tidak, media mengapresiasi penulis yang gigih. Gigih dan semangat meningkatkan kualitas tulisan pastinya.

Alur naskah di Bobo



Kenapa naskah saya ditolak terus?
1. Tema
Fakta: sebagian besar naskah ditolak Bobo karena tema terlalu biasa dan klise. Sekadar info, Bobo suka sekali cerita yang mengangkat kearifan lokal. Sayangnya, sedikit cerita tema seperti ini yang masuk ke redaksi. Kalaupun ada, biasanya tempelan belaka. 
Tip: bikin cerita unik, amati tren anak, rajin baca jenis fiksi maupun nonfiksi.

2. Ketentuan naskah
Fakta: sebagian penulis mengirim naskah terlalu panjang, pendek, atau tanggung untuk diedit.
Tip: cermati baik-baik ketentuan mengirim naskah. Sudah saya cantumkan di atas, ya.

3. Self editing
Fakta: banyak naskah yang masih belepotan, salah tik, dan ejaan. Naskah yang sudah cantik dan rapi biasanya akan langsung memikat editor. Tinggal menunggu antrean tayang kalau tema dll-nya cocok.
Tip: lakukan self editing!

4. Karakter penulis
- Fakta: penulis mengirim naskah tanpa kata pengantar.
Tip:  buat kata pengantar seperlunya; menyatakan keaslian, tidak sedang dikirim ke media lain, belum pernah dimuat.
- Fakta: jor-joran ngotot bertanya ke redaksi kapan naskah dimuat.
Tip: apabila ada pertanyaan bisa menghubungi langsung editor fiksi redaksi Bobo di nomor telepon: 021-5330170 pswt 33201-33203. Inga-inga, jaga hubungan baik. Bertanya boleh, tapi pakai jeda dan lihat sikon. Ikuti saran redaksi. Kalau ingin naskah dikembalikan, sertakan prangko balasan.

5. Jaga imej sebagai penulis
- Fakta: ada penulis yang mengirimkan naskah yang sama ke banyak media.
Tip: jadilah penulis yang jujur dan bertanggung jawab. Kirim satu naskah hanya ke satu media.
- Fakta: naskah sudah dimuat di Bobo, tapi dikirim ke media lain atau dibukukan tanpa pemberitahuan.
Tip: kalau naskah mau dibukukan, harap beri tahu redaksi.
- Fakta: penulis menjiplak karya orang lain.
Tip: redaksi senang dengan penulis yang ‘aman’. Jadi, jangan coba-coba melakukan plagiat. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang susah percaya. Hayooo, pengin nikmat sesaat atau bahagia jangka panjang? Huehuehue.

Intinya: rajin membaca, rajin menulis, dan rajin mengirim naskah. Sering-sering lakukan evaluasi terhadap naskah sendiri. Semoga bermanfaat, ya! [] Haya Aliya Zaki



Selanjutnya ...

Senin, 22 Desember 2014

KING SULEIMAN; Cinta, Intrik, dan Perebutan Kekuasaan



           Sebulanan ini santer terdengar *duilah* kalau ANTV akan menayangkan serial baru pengganti serial Mahabharata yang berakhir Januari 2015 nanti. Serial ini berasal dari Turki, namanya King Suleiman (sekarang ganti judul menjadi Abad Kejayaan). Uwouwo … kebayang pemain Turki yang cakep-cakep bingit itu! ANTV memang selalu melakukan terobosan-terobosan dengan menghadirkan program-program baru yang variatif. King Suleiman merupakan serial drama yang sukses di 60 negara. Tadi siang kami para blogger dan teman-teman wartawan diundang untuk menyaksikan skrining perdana King Suleiman di Soraya Intercine Film, Jakarta.   




Sejumlah artis, yakni Fardhan Khan, Tasya Kamila, dan Kimberly Rider, ikut hadir menyaksikan skrining perdana King Suleiman. Rencananya, King Suleiman yang diputar pertama kali oleh ANTV pada 22 Desember 2014 ini tayang nonstop 2 jam tanpa iklan. Khusus untuk episode pertama aja, lho. Asyiiik! Bakal fuaaasss nonton! ^^ Dampak negatifnya, jadi males ke toilet walaupun udah kebelet pipis. Tanggung belum kelar! *hadeeeuh apa seh*  



Berhubung judul serialnya King Suleiman, udah pasti tokoh sentralnya bernama King Suleiman. Cerita King Suleiman berbeda dengan Nabi Sulaiman. Catet! King Suleiman adalah raja ke-10 dari Kekaisaran Ottoman yang berhasil menaklukkan sejumlah wilayah Eropa. Beliau diperkirakan lahir tahun 1494 di Trabzon. Pada umur 7 tahun, Suleiman dikirim untuk belajar sains, sejarah, sastra, teologi, dan taktik militer di sekolah Istana Topkapi di Konstantinopel. Pada umur 16 tahun, Suleiman menjadi Gubernur Kaffa (Theodosia), kemudian menjadi Gubernur Sarukhan (Manisa). Cerita King Suleiman memang terinspirasi dari keberadaan Kekaisaran Ottoman (Kesultanan Ustmaniyyah). Terinspirasi dari sejarah, namun tidak untuk membuktikan apa pun tentang sejarah alias fiksi belaka.

King Suleiman

Cerita diawali dengan naik tahtanya King Suleiman (Halit Ergenc). Selain muda, tampan, dan cerdas, di serial ini King Suleiman digambarkan sebagai sosok yang percaya diri dan bijaksana. Berbeda dengan ayahnya, Selim I,  yang kaku dan temperamental. King Suleiman dapat mengambil keputusan tepat dalam waktu cepat.  Semua keputusannya berpihak kepada rakyat. Rakyat mencintainya.
King Suleiman selalu didampingi Ibrahim (Okan Yalabik). Ibrahim adalah saudara, teman, sekaligus penasihat. Hm, entah kenapa, saya kok melihat Ibrahim ini rasa misterius, gitu. Istilahnya GGM atau Ganteng-Ganteng Misterius hahaha. Jadi penasaran!
Di sisi lain, diperlihatkan kondisi pilu Alexandra (Meryem Uzerli) yang akan dijadikan harem di istana King Suleiman. Seluruh keluarga Alexandra habis dibantai hiks. Perempuan cantik berambut merah ini benar-benar depresi. Sepanjang perjalanan di dalam kapal menuju istana, dia terus-menerus histeris. Teman-teman, Alexandra iki orang Turki tapi kayak bule wajahnya. Soale doi blasteran Turki Jerman – info penting enggak penting.

Alexandra

Di istana, Alexandra juga selalu membangkang. Mungkin karena dia anak orang terpandang di Ruthenia, makanya dia tampak paling cerdas di antara harem yang lain. Dia merasa bahwa tidak ada seorang pun yang berhak memiliki dirinya selain dirinya sendiri. Sayang, sepertinya mission impossible untuk kabur dari istana. Penjagaan sangat ketat. Alexandra pun semakin depresi hingga akhirnya dia mendengar petuah salah satu abdi istana.
 Jalan pikiran Alexandra pelan-pelan berubah. Dia mengatur taktik, berusaha ‘bermanis-manis’ untuk merebut hati King Suleiman. Kalau dia dicintai dan diberi anugerah mengandung anak King Suleiman, dia berkuasa untuk membalas dendam. JEDEEERRR!
Apakah King Suleiman sudah punya istri? Sudah! Namanya Mahidevran (Nur Fettahoglu). Mahidevran cantik dan lembut. Mereka dikaruniai putra lucu bernama Mustafa. Mahidevran dan Mustafa riang gembira menempuh perjalanan panjang menuju istana, hendak melepas rindu dengan King Suleiman. Apa daya, ketika sampai, Mahidevran justru harus sabar (luar biasa) karena suaminya tidak boleh diganggu. Suaminya sedang dihibur oleh tarian dan nyanyian para harem. Sebagai sesama perempuan, hati saya teriris-iris menontonnya. Enggak kebayang, deh, kalau saya ada di posisi Mahidevran. Huaaa … jangan sampeee! *kunyah balok* Yang sangat mengganjal di hati saya, di sini King Suleiman ditampilkan memerintah kerajaannya benar-benar berusaha sesuai aturan Alquran dan hadis. Namun, kenapa beliau memperlakukan perempuan-perempuan harem seperti budak seks? Kontradiktif dengan ajaran Alquran bahwa kedudukan perempuan begitu terhormat dan mulia. Sampai-sampai ada surat khusus untuk perempuan di dalam Alquran, yakni An-Nisa'. Bagaimana pemahaman tokoh King Suleiman tentang ini? Hmmm ....


Mahidevran dan Mustafa

Cinta, intrik, dan perebutan kekuasaan menjadi kekuatan drama serial King Suleiman. Hanya, episode pertama ini sepertinya terlalu mengumbar dunia harem di istana King Suleiman. Semoga pada episode berikut ceritanya lebih meluas. Tidak melulu soal persaingan harem-harem King Suleiman yang tjantik-tjantik dan langsing tiada tara ituuuh hahaha. *bikin sirik*

King Suleiman tayang setiap Senin – Jumat pukul 22.00 wib. Fyi, serial ini khusus dewasa, ya. Akankah King Suleiman menjadi salah satu serial favorit pemirsa di Indonesia seperti layaknya Mahabharata dan Jodha Akbar? Silakan share pendapat Teman-teman kalau sudah menonton nanti! ^^ [] Haya Aliya Zaki

Foto-foto tokoh serial King Suleiman diambil dari akun Twitter @Suleiman_ID
Selanjutnya ...

Sabtu, 20 Desember 2014

VLOGGER GATHERING: Mari Bijak Menggunakan Media Sosial



Hampir sebulanan ini bodi kurang fit. Dua minggu blas absen mengisi blog. Alhamdulillah, begitu fit dikit, langsung capcus ke acara Vlogger Gathering yang diadakan VIVA.co.id di resto Boka Buka, Pondok Indah Mall, Jakarta (16/12). Pengin banget datang karena materinya menarik, yakni tentang blog dan media sosial yang mengubah kultur masyarakat kota. Sekalian mau silaturahim sama Puput Utami, salah satu admin VIVAlog dan fashion blogger beken. Huhuy! Kebetulan saya dan Puput pernah sama-sama menjadi narsum tentang media sosial di majalah NooR.


Resto Boka Buka

Saya dan Puput Utami

Sekarang ini VIVAlog sudah menjadi blog agregator paling besar di Indonesia. VIVAlog merupakan platform VIVA.co.id yang bertujuan mempromosikan blog. Kolaborasi yang cantik dengan para blogger. Moto VIVAlog adalah share your blogs, boost your traffic. Saya salah satu blogger yang setia submit link postingan blog di VIVAlog. Berkat VIVAlog, traffic blog saya tambah rame. Alexa mengempis sampai 300 ribuan. Ciyus! Sila Teman-teman coba. Tapi,  yang paling penting bagi saya, traffic semakin rame juga berarti semakin banyak pembaca yang merasakan manfaat dari blog saya. Aamiin yaa Rabb.
Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-6, VIVA.co.id memberikan kado istimewa buat teman-teman blogger. Desain baru VIVA.co.id lebih menarik, minimalis, dan cepat diakses. Ke depannya bakal sering-sering diadakan acara kopdar blogger. Wah, wah, ini VIVA.co.id yang ulang tahun, kok, malah kita yang dikasih hadiah, ya? Baik sangaaat! 

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, Vlogger Gathering diadakan di resto Boka Buka. Fyi, ‘Boka’ berasal dari bahasa Spanyol 'Boca' artinya ‘mulut’. ‘Buka’ artinya ‘buka’. Jadi, Boka Buka berarti buka mulut. Pemilik resto ingin pengunjung ‘buka mulut’; mengobrol bercanda haha hihi dan makan di sini. Intinya, resto tidak hanya menawarkan makanan lezat, melainkan juga suasana yang menyenangkan. Tidak saya sangka, pemilik resto ini dua perempuan cantik dan … muda! Salut, deh, sama orang-orang young on top begini. Mereka adalah kakak adik Ratria dan Sandria.


Ratria dan Sandria

 Boka Buka berawal dari sebuah resto kecil yang menjual belgian waffle bercitarasa unik pada tahun 1999. Kini Boka Buka berkembang menjadi resto homy ala Prancis yang menyajikan makanan-makanan home cooking. Menu andalan escargots de bourgogne, makanan lezat kaya vitamin dan mineral. Escargots dilapisi butter, garlic, dan bumbu-bumbu rahasia lainnya. Tapi, kali ini bukan menu tersebut yang disajikan. Kami menyantap menu lain yang tak kalah lezatnya. Selain di Pondok Indah Mall, Boka Buka juga ada di Cipete Raya no. 1, Jakarta. 

Di acara puncak, tampil narsum Banyumurti, seorang food blogger kondang, relawan TIK, dan aktif di media sosial. Ini dia materi yang ditunggu-tunggu.   
Banyumurti mulai ngeblog di banyumurti.net tahun 2007. Mulanya karena ikut-ikutan. Kebanyakan temannya menulis curhat di blog, sementara doi enggak bisa seperti itu karena doi sosok yang introvert. Jadi bingung. Mau nulis apaan di blog, yak?
Voila! Kuliner! Hobi Banyumurti yang suka menjajal kulinerlah yang disalurkan melalui blog. Doi hanya sharing makanan A ada di tempat X di blog. Sesimpel itu. Ternyata, prospek blog kuliner cukup bagus. “Biasanya blog saya tambah rame pas bulan puasa. Kurang tahu kenapa,” kata Banyumurti setengah tertawa. Menyadari hal ini, semakin hari Banyumurti semakin memperbaiki kualitas tulisan. Semakin lama tulisannya semakin terstruktur. 


Paling kanan: Banyumurti

Teman-teman, pengguna internet di Indonesia didominasi kalangan berusia belasan hingga tiga puluhan. Rata-rata per harinya menghabiskan waktu berinternet 5,5 jam via desktop dan 2,5 jam via mobile. Sekitar 95% yang dikunjungi adalah … media sosial! Bukti bahwa orang Indonesia cinta abeees sama media sosial. *tsaaah* Orang lebih memilih membaca info dari Google tentang mesin jahit daripada mempelajari sendiri mesin jahit yang ada di depan dia. Sebagian orang merasa hebat setelah sharing berita pertama kali di media sosial. Kita enggak perlu menjadi wartawan atau reporter media cetak atau elektronik untuk bisa sharing berita. Selfie udah jadi tren. Referensi produk dari blogger lebih dipercaya daripada iklan biasa. Hare gene blogger begitu bernilai. Ini fakta. Begitu tergantungnya orang-orang sama internet, terutama masyarakat kota. 
Satu hal, masih menggunakan media sosial untuk iseng? Mari kita lihat video di bawah ini.  




Banyak orang berpikir bahwa mentang-mentang akun media sosialnya adalah akun sendiri, maka dia bebas bablas menulis apa saja. Sebenarnya, tidak begitu. Media sosial adalah ruang publik. Akan ramai orang wara-wiri membaca tulisan kita. Berbahaya jika kita terus-menerus merasa bahwa ruang publik adalah ruang pribadi. Apalagi, kalau kita menulis tentang sesuatu yang terkait instansi atau perusahaan. Hati-hati. Hati-hati tersangkut masalah hukum. Kasus Ervani Emihandayani dan Florence Sihombing bisa menjadi pelajaran.


           Nah, semua sudah sepakat kalau blogger termasuk salah satu makhluk *kyaaa ... makhluk* yang paling dicari oleh brand, kan? Berikut tip dari Banyumurti untuk jadi blogger keren.
1. Dengar
Feliiis, no way jadi blogger kudet. Cari tahu ‘keriuhan’ apa yang sedang terjadi di luar sana. Jangan sampai pas kita ngomong, orang komentar, “Idih, itu berita zaman kapan, ya?” Berita-berita yang sedang hangat dibicarakan, bisa jadi bahan postingan, lho.
2. Fokus
Kita boleh menulis apa saja di blog, tapi fokus akan menjadi nilai tambah. Misal, kita fokus jadi food blogger. Kalau orang-orang mau mencari info tentang makanan, maka yang langsung terpikirkan adalah blog kita. Hm, saya pribadi sepertinya tetap bertahan di blog goda-gado ini bwahahaha. Saya senang menulis macam-macam. Berbagai peluang dari brand menghampiri karena banyak hal yang bisa saya tulis di blog ini. Tapi, suatu saat saya ingin membuat blog khusus kuliner. Ada passion terpendam di bidang yang satu ini. *tukang makan* 
3. Konsisten
Wew, percaya atau tidak, sepertinya ini yang paling sulit, ya. Enggak ada cara lain selain harus ‘memaksakan diri’ untuk menulis di blog.
4. Berbeda
Cari sesuatu yang membuat blog kita berbeda dengan blog orang lain. Kalau mau jadi blogger kocak, sebaiknya jangan menjiplak plak plek gaya Raditya Dika atau Bena Kribo. Cari gaya lain. Yang penting, terus ngeblog. Lama-kelamaan Teman-teman akan menemukan gaya sendiri. 
Pesan pamungkas dari Banyumurti, jadilah blogger yang tulus dan jujur berbicara sesuai pengalaman. Tulisan blogger tidak sama dengan iklan biasa. Pertahankan itu. Siyap! ^^


Finally, wefie! (foto: VIVA.co.id)

Boka Buka, boleh saya pinjam motornya buat pulang? Hihi.

Alhamdulillah, selain tambah ilmu dan sambung silaturahim, di acara ini saya memenangi live tweet terbaik. Terima kasih, VIVA.co.id! Selamat ulang tahun! Sukses dan teruslah menjadi partner hebat para blogger! ^^ [] Haya Aliya Zaki




Selanjutnya ...

Sabtu, 06 Desember 2014

Yuk, Tampil Percaya Diri Tanpa Ketombe!

Konferensi pers Relaunching CLEAR Shampoo

Eh, apaan, nih, putih-putih? batin saya sambil melototin pundak. Masih inget banget kejadian ini, kejadian pilu zaman kuliahan. :p Apalagi kalau bukan … ketombe! Langsung grogi usap-usap pundak. Makanya, zaman kuliah saya paling maleees pakai pakaian hitam. Males setelah tahu bakal ada putih-putih salju nemplok di pundak. Apalagi, kalau enggak sengaja garuk rambut. Si putih salju makin banyak yang luruh. Mending kue putih salju, bisa dimakan. Eh, ini kenapa analoginya ke makanan, yak? *elus-elus perut* 

Berdasarkan riset CLEAR Shampoo, ketombe jadi masalah rambut nomor 1 bagi pria dan nomor 2 bagi perempuan di Indonesia. Sebanyak 71% perempuan di Indonesia pernah mengalami rambut berketombe yang menyebabkan mereka jadi enggak pede. Yeah, saya salah satunya. Mau tahu akal-akalan saya supaya ketombe enggak kelihatan? Saya mengikat rambut atau pakai aksesori seperti jepitan, pita, atau bando. Dan, so pasti jauh-jauh dari pakaian hitam!

Kenapa ketombe bisa ada, sih?

“Sebenarnya, setiap orang berisiko mengalami masalah ketombe karena adanya jamur Malassezia di kulit kepala. Jamur ini ada bahkan di kulit kepala sehat sekalipun. Jadi, perawatan lapisan kulit kepala sangat penting,” kata Dr. Andrew Jones, Research Scientist Unilever R&D yang bekerja di pusat penelitian Unilever di Inggris


Dr. Andrew Jones

Penjelasan Dr. Andrew Jones di atas disampaikan di acara konferensi pers Relaunching CLEAR Shampoo di Empirica Lounge & Event Space, Jakarta (13/11). Selain Dr. Andrew Jones, dua narsum lain adalah Johan Lie, Senior Brand Manager CLEAR Shampoo, dan pastinya … Agnez Mo! Huaaa … dulu saya paling suka menonton acara lagu anak-anak Tralala Trilili di RCTI. Terlepas dari kontroversi sebagian orang soal Agnez Mo, sampai sekarang saya masih suka karena sosok Agnez Mo yang kreatif, optimistis, dan pekerja keras. Penyanyi yang kini berkarier di Amerika Serikat ini benar-benar menerapkan moto hidupnya Dream, Believe It, and Make It Happen. ^^

Lalu, kenapa dinamakan ‘Relaunching (Peluncuran Kembali)’?

CLEAR Shampoo menegaskan komitmen untuk menghadirkan solusi anti-ketombe terdepan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Komitmen ini diwujudkan dalam bentuk peluncuran kembali rangkaian CLEAR Shampoo, yang kini dilengkapi formula khusus NUTRIUM 10 yang telah disempurnakan. Penggunaannya mampu menekan pertumbuhan jamur Malassezia. Fakta 9 dari 10 perempuan Indonesia yang mengaku bahwa kekhawatiran terbesar mereka adalah ketombe yang balik lagi menjadi landasan bagi CLEAR Shampoo dalam peluncuran kembali ini.

 “Peluncuran kembali CLEAR Shampoo merupakan momentum penting bagi perjalanan 39 tahun CLEAR Shampoo di Indonesia,” ungkap Johan Lie. Wah, enggak nyangka CLEAR Shampoo udah hampir 40 tahun! Berarti udah hampir 40 tahun pula CLEAR Shampoo konsisten menghadirkan teknologi dan inovasi terdepan untuk membantu masyarakat Indonesia mengatasi masalah ketombe. Keren!


Johan Lie

Di acara ini, saya dan teman-teman blogger enggak melewatkan kesempatan ceki-ceki kesehatan rambut. Alhamdulillah, rambut saya dapat nilai 7 alias cukup sehat wikikik. Semenjak menikah, saya ekstra merawat rambut dengan sampo anti-ketombe. Merawat diri supaya tampil cantik di hadapan suami, kan, ibadah, ya?

Saya juga melihat demo perbandingan CLEAR Shampoo dan sampo anti-ketombe lain. Sampo anti-ketombe lain tidak mampu menembus lapisan kulit kepala. Berbeda dengan CLEAR Shampoo yang bekerja menutrisi lapisan alami kulit kepala. Penggunaan secara teratur adalah kunci untuk mendapatkan rambut indah bebas ketombe. Noted!  




Sebagai sampo anti-ketombe nomor 1 di Indonesia, CLEAR Shampoo merupakan sampo anti-ketombe yang pertama kali mengeluarkan varian berbeda untuk pria dan perempuan. CLEAR Shampoo memang paling mengerti. Kebutuhan kulit kepala pria dan perempuan beda. Kadar kelembapan kulit kepala perempuan lebih rendah sehingga cenderung lebih kering. Sementara, kulit kepala pria lebih berminyak.

“Berkarier sebagai figur publik membuat saya harus selalu tampil pede, termasuk untuk urusan penampilan rambut. Tapi, bukan saya banget kalau menghabiskan waktu di salon untuk perawatan rambut, apalagi sampai berjam-jam. Mending saya ke gym! Minimal saya bisa 4 jam di gym!” kata Agnez tertawa. “Karena itu, saya mempercayakan perawatan rambut saya pada CLEAR Shampoo. Masalah ketombe teratasi dan lapisan alami kulit kepala juga ternutrisi. Ketombe jadi enggan balik lagi. Dengan CLEAR Shampoo, tak ada lagi yang saya sembunyikan!”


Agnez Mo

Oiya, Teman-teman, CLEAR Shampoo mengajak masyarakat Indonesia, terutama perempuan, untuk berpartisipasi dalam program CLEAR Dandruff Awareness Campaign yang bertujuan memberi edukasi tentang masalah ketombe. “Harapannya, seluruh perempuan Indonesia dapat lebih bebas berekspresi dan siap berkata tak ada lagi yang disembunyikan!,” kata Johan Lie.


CLEAR Relaunch Black Party

Sebagai langkah awal dari CLEAR Dandruff Awareness Campaign, malam harinya digelar CLEAR Relaunch Black Party di tempat yang sama. Maksud hati pengin hadir juga di acara CLEAR Relaunch Black Party, apa daya acaranya larut sangat. Anak-anak bakal protes je. Selain Agnez Mo, party dihadiri selebritas Sandra Dewi, Mike Lewis, dan Marissa Nasution. Mereka menyambut positif dan bangga bisa terlibat dalam kampanye ini. Mereka semua tampil pede dengan pakaian hitam, lhooo. Khawatir soal ketombe? Tentu tidaklah! Selain penampilan energik Agnez Mo, CLEAR Relaunch Black Party juga dimeriahkan penampilan DJ Winky dan DJ Yasmin. [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Iklan