Senin, 01 April 2019

Pubertas pada Anak dengan Down Syndrome



Teman-teman, apa yang ada di dalam pikiran kalian jika bertemu anak dengan Down Syndrome (ADS)? Mohon maaf, ada yang bilang ADS itu anak terbelakang, imbisil, bahkan ada yang menyebut mereka terkena penyakit kutukan. Mereka dianggap makhluk aneh, dikucilkan, dan dipukul. Jangankan orang lain, orangtua ADS saja masih ada yang belum bisa menerima kondisi anak mereka. Hiks!

Alhamdulillah, berkat hadir di acara Trisomy Awareness Bash 2019 – Let’s Play & Learn yang digagas oleh PT. Cordlife Persada (Cordlife) di Museum Sri Baduga Bandung (23/3), saya jadi lebih paham lebih jauh apa dan bagaimana ADS. 


HayaAliyaZaki
Let's Play & Learn!


Menurut Ibu Retno Suprihatin, Country Director Cordlife, acara Trisomy Awareness diadakan Cordlife melalui program CSR rutin mereka dalam rangka menyambut Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh setiap tanggal 21 Maret. Tahun 2019 merupakan tahun ketiga bagi Cordlife. Minggu lalu para ADS hadir sebagai tamu istimewa bersama orangtua dan guru masing-masing. 

Saya baru tahu lho kenapa Hari Down Syndrome Sedunia diperingati setiap tanggal 21 Maret. “Tanggal tersebut dipilih karena sebagian besar ADS mengalami kelainan pada kromosom 21,” jelas Ibu Rita Suryati, Ketua Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome (Potads) Kota Bandung. Lazimnya manusia punya 46 kromosom, yakni 23 kromosom dari ayah dan 23 kromosom dari ibu. Pada ADS, terjadi kesalahan pembelahan sel kromosom nomor 21. Normalnya hanya 2 sel kromosom nomor 21, tapi ADS punya 3 sel kromosom nomor 21 atau trisomy. Penyebabnya belum diketahui. Nama Down Syndrome sendiri diambil dari nama penemunya, yakni dokter asal Inggris, Dr. John Langdon Haydon Down. Dokter Down memiliki cucu ADS. Itulah sebabnya beliau semangat banget meneliti kasus Down Syndrome. Kasus Down Syndrome ditemukan 1 dari setiap 800 kelahiran.


Pubertas pada Anak dengan Down Syndrome


            Kelainan kromosom menyebabkan terganggunya fungsi organ ADS, seperti jantung, ginjal, dll. Tidak heran jika ADS mengalami macam-macam gangguan kesehatan. Biasanya ADS bertubuh kecil, terutama yang mengidap kelainan jantung.


“Soal pubertas, ADS juga mengalami, di mana akan terjadi perubahan fisik dan psikis. Nah, perubahan inilah yang perlu diperhatikan oleh pendamping ADS. ADS punya hasrat seksual dan keinginan menikah. Mereka pun bisa memiliki keturunan,” kata Dr. Novina, SpA(K), M.Kes. 


            Saya jadi ingat serial teve Born This Way yang bercerita tentang tujuh remaja ADS yang berusaha menggapai mimpi. Mereka mengalami yang namanya kesengsem, jatuh cinta, dan akhirnya menikah. Aaah, so sweet! Serial teve ini berhasil meraih beberapa penghargaan. Bagi orangtua ADS yang bertanya-tanya apakah ADS bisa memiliki keturunan, jawabannya: BISA.

Dari fisik, pubertas pada ADS pria berupa pembesaran testis, sementara pada ADS perempuan berupa pertumbuhan payudara dan menstruasi. Berbeda dengan nonADS, ADS perempuan lebih cepat menopause. ADS harus menjalani pemeriksaan medis khusus jika ingin memiliki keturunan, ya. Satu catatan dari dokter, risiko sekitar 30–50% keturunan yang dilahirkan nanti akan Down Syndrome juga.     


narasumber-cordlife
Narasumber yang keren-keren


Berikut tambahan dari Dr. dr Veranita Pandia, SpKJ(K) terkait pubertas ADS yang perlu kita perhatikan.

1. ADS sulit berbicara
Ya, ADS sulit berbicara dan mengungkapkan sesuatu. Bersabarlah dan bimbing mereka. Sebaliknya, mereka pula sulit memahami sesuatu. Sampaikan informasi secara sederhana. Soal pubertas, jika pendamping ADS mau menjelaskan tentang menstruasi, misalnya, bilang saja, “Kamu akan menstruasi. Nanti kamu mengeluarkan darah. Darahnya ditampung pakai pembalut yang ditempel di celana dalam.” Kira-kira seperti itu. Jika ADS belum paham, ulangi lagi dan lagi.

2. ADS punya hasrat seksual
            Seperti yang sudah saya tulis di atas, ADS punya hasrat seksual dan tertarik dengan lawan jenis. Sebaiknya biasakan memeluk ADS sedari kecil supaya mereka tidak bingung bagaimana mengekspresikan rasa sayang mereka kepada pasangan.

3. ADS butuh pendidikan seks
            ADS memiliki kemampuan intelektual yang terbatas, termasuk dalam hal berpikir dan mengambil keputusan. Berikan pendidikan seks supaya mereka terhindar dari hal-hal yang merugikan. Misalnya, jangan mau diajak berhubungan intim oleh orang yang tidak dikenal. Jelaskan akibat yang terjadi. Tentu dengan bahasa yang sederhana tadi. Bila perlu, gunakan gambar. Saya beberapa kali membaca berita tentang ADS yang mengalami pelecehan dan kekerasan seksual. Kasihan banget. Ada yang hamil di luar nikah. Bahaya infeksi penyakit menular seksual dan virus HIV mengintai.   

Down Syndrome tidak diketahui penyebabnya dan tidak bisa dicegah, so, what should we do? Lakukan skrining Non Invasive Prenatal Testing (NIPT).

NIPT merupakan tes untuk mengetahui kelainan kromosom bawaan pada bayi (terutama kelainan kromosom trisomi 21, trisomi 18, dan trisomi 13) yang dilakukan sejak kehamilan berusia 10 minggu (trimester awal). Hasilnya 99% akurat. NIPT bisa dilakukan di Cordlife. Bonus dari NIPT adalah jenis kelamin bayi jelas diketahui, tanpa ada keraguan seperti hasil USG.

Fyi, ADS mungkin memiliki kekurangan seperti gangguan kesehatan dan kemampuan intelektual yang terbatas, tapi ternyata mereka punya banyak kelebihan yang dianugerahi Allah. Biasanya ADS itu ceria, suka berteman, lembut, dan penyayang. Mereka cerdas sosial. Masya Allah.

Materi acara sangat padat. Selain materi medis, materi sejarah dan budaya tidak ketinggalan dibahas. Kang Asep Kambali, sejarawan dan pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), menyampaikan pesan supaya kami menanamkan rasa cinta sejarah kepada anak-anak sejak dini. Pak Zaini Alif, pendiri Komunitas Hong, mengingatkan supaya anak-anak kami tidak melupakan permainan tradisional Indonesia di tengah maraknya permainan digital.  

Di acara, saya juga bertemu Kang Farhan, artis dan presenter beken. Duh, jadi ingat masa muda belia, masa-masa ditemani suara renyah Kang Farhan di radio haha. Kang Farhan salah satu figur orangtua yang saya kagumi. Pengalaman beliau mengasuh almarhum anaknya yang berkebutuhan khusus, patut diacungi jempol. Kang Farhan tidak pernah sungkan berbagi cerita. “Bapak dan Ibu, ajarkan kami yang tidak mengerti ini tentang Down Syndrome. Keberagaman yang harus diakui itu bukan cuma keberagaman suku, agama, dst, melainkan juga keberagaman kaum disabilitas, termasuk Down Syndrome. Kita semua mesti bersatu,” kata Kang Farhan bijak.   

Oiya, sepanjang acara, saya duduk di sebelah ADS bernama Andra (14 tahun). Awalnya Andra malu-malu berkenalan, tapi setelahnya dia ramah. Dia senang waktu saya ajak berfoto dan langsung bergaya lucu hihi. Salut sama ADS yang hadir. Mereka anteng sampai acara selesai, lho. Tidak ada yang tantrum gimana-gimana. Padahal acaranya lumayan lama pukul 08.30–12.00 wib. Benar kata Dr. Veranita, ADS cenderung sabar, kooperatif, dan toleran terhadap orang lain. 

Alhamdulillah, orangtua dan guru mendapat banyak wawasan dari pemateri seminar yang mumpuni, sementara itu ADS riang gumbirah diajak bermain aneka kaulinan Sunda bersama Komunitas Hong. SERUUU! Acara didukung oleh Bandung Eye Center yang menyediakan pemeriksaan refraksi mata gratis untuk para ADS. Terima kasih kepada e-commerce MumsandBabes yang memberikan hadiah grand doorprize berupa CobyHaus Rocking Chair untuk peserta ADS yang beruntung. 


farhan-penyiar
Kang Farhan, presenter idola

andra-down-syndrome
This is Andra! Dia lucu, ya?

Hadiah grand doorprize untuk ADS yang beruntung

periksa-mata-gratis
Pemeriksaan mata bersama Bandung Eye Center

ADS bermain kaulinan Sunda

cordlife-team
Cordlife team!


foto-bersama
Foto bersama

Trisomy Awareness Bash 2019 – Let’s Play & Learn menyisakan pekerjaan rumah bagi kita semua. Mampukah kita menjadi support system yang baik bagi ADS? Pendamping ADS terutama harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang seluk-beluk Down Syndrome supaya kualitas hidup ADS bisa meningkat. Support system yang baik dari dalam rumah maupun lingkungan akan membuat ADS menjadi pribadi mandiri dan luar biasa. [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Kamis, 28 Maret 2019

8 Tip Produktif Menulis


Harta yang paling berharga adalah keluarga ….

Kalau ketemu kalimat di atas, pasti Teman-teman spontan nyanyi ya khaaan? Dijamin pada setuju, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bagi saya, selain keluarga, faktor kesehatan terutama kesehatan tangan dan mata juga harta yang paling berharga. Kenapa? Sehari-hari pekerjaan saya itu menulis (mengetik). Kesehatan tangan dan mata jadi modal utama. Sedihnya, nikmat kesehatan tangan sudah diambil sedikit. Kadang-kadang tangan kram. Demikian pula nikmat kesehatan mata. Setiap membaca atau mengetik, saya harus memakai kacamata.
Padahal, padahaaal, untuk menjadi penulis yang produktif, saya harus menulis cepat dan tepat sesuai deadline. Nah, berikut ini beberapa jurus ala ala saya supaya kegiatan menulis jadi lancar.

Tip produktif menulis


1. ruangan yang nyaman
Maksud ruangan yang nyaman di sini tidak  harus ruangan indoor, ya. Taman, kebun, atau halaman dengan pemandangan indah (jiaaa) pun bisa jadi ruangan untuk kegiatan menulis. Kalau memang ruangan jadi penyebab  mood kita mandek, segeralah pindah ke ruangan lain yang lebih mendukung proses menulis.

2. duduk dengan  posisi benar
Punggung atau tulang belakang dikenal sebagai kolumna vertebralis yang fungsinya menyangga seluruh tubuh, menekuk, dan memutar ke semua arah, juga melindungi saraf yang melintasinya. Duduk lama dalam posisi yang tidak benar bisa bikin sakit punggung, lho. Sementara, sebagai penulis, kita harus betah duduk berlama-lama. Semakin betah duduk, insya Allah semakin banyak karya yang dilahirkan ihiiiy. Biar terhindar dari sakit punggung, duduklah di kursi bersandaran tegak dan dapat menyangga bagian bawah punggung. Jangan duduk di kursi tanpa atau bersandaran rendah dan kursi malas.

3. minum air!
            Hayooo ngaku, kalau sudah keranjingan mengetik, rasanya malas minum, kan? Sediakan selalu segelas air putih di atas meja kerja. Dehidrasi dapat memicu tangan kram. Menurut info dari artikel Halodoc yang saya baca, kram adalah pengerutan otot yang muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa detik, menit, bahkan jam tergantung lamanya otot berkontraksi. 
            Ketika tubuh kekurangan cairan, sel-sel tubuh sulit berkoordinasi dengan baik. Terjadi gangguan keseimbangan elektrolit yang mengatur kontraksi otot. Alhasil, terjadi kram otot, termasuk kram otot tangan. Seandainya tangan kram, istirahatlah barang 10 menit. Lemaskan otot sambil minum air putih. Selain karena dehidrasi, tangan kram juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu. 


Duh, tangan kram!

4. penerangan yang baik
Say NO to lampu redup! Kurangnya penerangan menyebabkan kerja otot mata terlalu berat. Mata jadi lelah. Dalam satu seminarnya, Dr. H. Raman R. Saman dari RS  Mata Prof. Dr. Isak Salin Aini, Jakarta, menyarankan untuk menggunakan penerangan bola lampu susu 40 watt. “Bola lampu susu tidak silau karena ada filternya. Lampu neon tidak dianjurkan karena sinarnya berupa getaran,” kata dr. Saman. Sinar lampu juga harus dipusatkan pada objek bacaan atau kegiatan yang sedang dilakukan. Biar mata tidak pedas, sesekali arahkan pandangan ke tempat yang jangkauannya jauh dan banyak pepohonan hijau. 

5. tubuh bersih
Bangkitkan perasaan saat menulis melalui aroma. Eits, tapi bukan aroma keti hihi. Aroma keti, sih, bukannya  bikin semangat, yang ada kita malah sekarat! Sebelum menulis, mandilah dulu haaai. Badan segar. Pikiran  jernih. Bila perlu, semprotkan parfum untuk membangkitkan suasana sesuai dengan karya yang sedang kita tulis. Misalnya, lagi menulis cerpen romantis, coba pakai parfum yang aromanya manis-romantis-tis-tiiis. 

6. rileks
Usahakan pikiran dan tubuh sedang rileks sehingga kita bisa menata rasa dan berkonsentrasi penuh.  Syedaaaph. Mood biasanya mempengaruhi isi cerita yang ditulis. Tapi, ada juga penulis yang bisa menulis dalam kondisi  tertekan. Contohnya ... saya haha! Menulis jadi salah satu cara paling ampuh untuk melampiaskan rasa marah dan kecewa. Kalau lagi rileks, saya malah produktif makan.  

7. siapkan data-data pendukung
Kekayaan cara pengungkapan ide atau gagasan muncul karena kecerdasan kita yang terus-menerus diasah melalui pembelajaran secara sengaja. Jadi, menulis bukanlah sekadar bermain kata-kata. Sedahsyat apa pun imajinasi, tapi kitanya minim pengetahuan tentang apa yang akan kita tulis, sama juga bohong namanya. Sebelum nongkrong di depan laptop, siapkan data-data (kepustakaan dan atau responden) yang mendukung materi tulisan.

8. harus tahan kesepian
Lagi asyik-asyiknya menulis, kadang adaaa … saja gangguan. Entah itu temen yang ngajakin nonton atau di teve kabel filmnya lagi bagus. Bunyi notif WA sering bikin tangan gatel untuk ambil ponsel dan ngecek. Kalah deh, tuh, draf tulisan! Sekali-sekali bolehlah untuk selingan supaya tidak jenuh. Cuma, kalau keseringan, kapan selesainya?  


Aplikasi Halodoc

Teman-teman percaya kan, kesehatan jadi salah satu faktor penting supaya kita bisa produktif menulis? Cek info kesehatan lainnya di aplikasi Halodoc. Aplikasi Halodoc adalah salah satu aplikasi kesehatan berbasis online terbaik di Indonesia. Tersedia info medis dari gejala penyakit, penyebab, sampai pengobatan. Chat GRATIS dengan dokter ahli. Ada layanan pengiriman obat dari RS. Masih banyak lagi fasilitasnya. Buruan instal! Btw, kalian punya jurus lain supaya produktif menulis? Yuk, share di sini! [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Senin, 11 Maret 2019

Audrey Hepburn, Ikon Kecantikan Dunia yang Tak Lekang oleh Waktu


Apa yang Teman-teman lakukan untuk memberantas (((MEMBERANTAS))) kebosanan jika sedang berada di dalam pesawat untuk perjalanan jauh, Teman-teman? Saya menonton film, membaca buku, atau tidooorrr. Hayooo, pasti banyak yang kayak saya, kan? Ya iyalah masa mau main bola? Dalam perjalanan dari Hong Kong ke Paris bulan Januari lalu, salah satu film yang saya tonton di pesawat adalah film klasik Breakfast at Tiffany’s. Saya suka pemeran utamanya Audrey Hepburn dan kebetulan ada tokoh penulis Paul Varjak (George Peppard) di situ.
Jujur, karakter Holly Golightly yang diperankan Audrey di film Breakfast at Tifanny’s bukanlah karakter yang saya suka. Semacam karakter wanita panggilan gitu. Oke, saya tidak akan membahas review filmnya di sini, melainkan sosok Audrey-nya sendiri. Audrey yang cantik, punya bakat akting keren, dan aktif di kegiatan kemanusiaan, membuat saya tergugah untuk mencari tahu lebih jauh. Pulang dari Eropa, saya hunting novel Breakfast at Tiffany’s (yap, filmnya memang diangkat dari novel karya Truman Capote dengan judul yang sama) dan komik Why? People – Audrey Hepburn! Seusia saya ada yang masih suka baca komik juga? Yuk, ngacung haha!

Why! People – Audrey Hepburn

Penulis: Okran JEON
Ilustrator: Gangho KIM
Alih bahasa: Diya M
Tebal: 176 halaman full color
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo (grup Gramedia)
Terbit: 2016 (di Indonesia)
Kenapa memilih komik untuk membaca biografi Audrey Hepburn? Yaaa ... kenapa tidak? Toh komik bukan hanya untuk anak-anak. Saya suka perpaduan dua elemen utama di dalamnya, yakni gambar (apalagi kalau full color) dan tulisan. Jangan salah, komik bisa digunakan untuk menyampaikan pesan moral, menyebarkan isu politik, memperkenalkan sejarah, dll. Selain dapat wawasan, membaca komik sangatlah menghibur.
Actually, bukan perkara mudah membuat komik. Saya pernah mengedit naskah buku komik. Jadi tantangan tersendiri ketika kita kudu memikirkan ilustrasi yang ciamik sekaligus mengolah kalimat yang efektif untuk dimasukkan ke balon kata dan teks. Konon pula yang namanya komik biografi. Penulis cerita harus pandai-pandai menyeleksi momen penting mana dari kehidupan tokoh yang akan dimasukkan ke buku dan mana yang tidak.       

komik-audrey-hepburn

komik-audrey-hepburn
Komik Why? People - Audrey Hepburn

Back to the story of Audrey Hepburn. Audrey lahir di Belgia, 4 Mei 1929 dengan nama Edda Hepburn Ruston. Audrey merupakan nama Inggris dari Edda (mereka pindah ke Inggris beberapa tahun kemudian). Audrey kecil tumbuh dalam suasana ketakutan akibat Perang Dunia ke-2. Dia mengalami kekurangan gizi karena sulitnya mendapatkan makanan saat perang. Hidupnya kerap berpindah-pindah. Belum cukup, ayah Audrey pergi meninggalkan rumah. Disebutkan di buku bahwa Audrey kecil tak henti-hentinya menangis. Dia selalu iri melihat teman-temannya yang memiliki ayah.     
Sejak kecil, Audrey senang membaca, terutama membaca buku dongeng. Fyi, ketika sudah dewasa, dia tetap membaca buku dongeng, lho! Buku-buku itu jadi pelipur lara yang paling ampuh.
Semua peristiwa pahit di dalam hidupnya, tidak membuat Audrey patah arang. Dia menabur mimpi menjadi balerina seperti Anna Pavlova dan Margot Fonteyn, balerina terkenal dunia. Sayangnya, pada tahun 1947, sekolah balet ditutup.
  Audrey mulai merajut mimpi baru. Di London, dia bekerja serabutan supaya punya uang. Jadi penjual bunga, model, bintang iklan, dll, semua dijabani. Hebatnya Audrey seorang poliglot yang menguasai bahasa Belanda, Perancis, Inggris, Italia, Jerman, dan Spanyol. Keahliannya ini menguntungkan dirinya pada setiap audisi. Suatu hari, Audrey mengikuti audisi drama musikal High Button Shoes dan terpilih. Selanjutnya, dia tampil berturut-turut dalam beberapa drama musikal.

Bakat akting Audrey Hepburn yang luar biasa

Pada tahun 1951, lagi-lagi Audrey mengikuti audisi. Kali ini audisi film Secret People. Dia lolos! Artis pendatang baru yang bertubuh langsing dan bermata rusa, demikian julukan orang-orang kepadanya. Tapi, tentu, Audrey bukan modal jual tampang doang. Bakat aktingnya luar biasa. Film Roman Holiday menjadi gebrakan pertama di mana Audrey mendapatkan peran utama sebagai Tuan Putri. Tidak main-main, Audrey diganjar Oscar untuk kategori Artis Terbaik! Imagine, dia baru 25 tahun saat itu! Psssttt ... awalnya, Elizabeth Taylor (Liz) yang dijadikan kandidat pemeran utama Roman Holiday, tapi rupanya Liz sudah terikat kontrak dengan perusahaan film lain. Namanya rezeki insya Allah enggak ke mana, yeee. Memang rezeki Audrey mendapatkan peran besar ini.    
Sejak film Roman Holiday rilis, Audrey jadi populer. Gaya berpakaiannya yang sederhana tapi menawan, banyak ditiru kaum hawa di seluruh dunia. Teman-teman ingat little black dress Audrey di film Breakfast at Tiffany’s? Itu ikonik banget!  

Jadi Tuan Putri di film Roman Holiday (credit: IG @audreyhepburn.jp)


Gaun hitam yang ikonik (credit: IG @audreyhepburn.jp)

Audrey dikenal sebagai sosok yang cerdas dan menyenangkan di kalangan teman-temannya. Dia kerap memberi masukan kepada sutradara untuk keperluan akting, kostum, make up, dll.
Hidup Audrey sangat disiplin dan menjunjung etika. Dua karakter yang jadi koentji sukses. Mungkin ini hasil didikan ibunya yang keturunan bangsawan Belanda. Satu lagi, Audrey juga aktris yang berprinsip kuat.
Dia menolak ketika sutradara meminta rambutnya dicat pirang seperti Marilyn Monroe. Bagi Audrey, rambut pirang bukanlah ciri khas dirinya. Alasan sutradara, warna rambut itu sedang tren dan mendukung peran Audrey sebagai peri di sebuah drama musikal. Audrey menolak mengecat rambut, tapi dia mengusulkan ide lain yang lebih cetar ke sutradara sehingga pertunjukan pun sukses. Apakah gerangan ide tersebut? Baca sendiri bukunya hihi. 
Boleh dikata tidak pernah ada kasus selama Audrey berkarier sebagai aktris. Sayangnya, kisah percintaan Audrey tidaklah semulus kariernya. Dua kali menikah, dua kali pula gagal.

Tugas kemanusiaan Audrey Hepburn

Audrey, aktris bertalenta yang lahir di Belgia, memiliki darah Irlandia (ayah) - Belanda (ibu), dan di akhir hayatnya jatuh cinta pada Swiss. Masa-masa sulit yang dia alami dulu, menempanya jadi pribadi berempati tinggi.    
Ditemani teman dekatnya, Robert Wolders, Audrey menjalankan misi sebagai duta UNICEF. Popularitas dan keahliannya berbicara di muka umum dimanfaatkan untuk menarik perhatian dunia supaya mau membantu anak-anak kekurangan gizi di daerah tertinggal. Inilah cara Audrey membalas kasih sayang penggemarnya. Sedihnya, jadwal yang padat membuat Audrey mengabaikan kesehatan. Pada tahun 1992, Audrey divonis mengidap penyakit kanker usus dan tidak disangka jatah hidupnya tinggal beberapa bulan saja. :((

Audrey Hepburn dalam misinya untuk kemanusiaan (credit: IG @anything.audrey)

“As you grow older, you will discover that you have two hands, one for helping yourself, the other for helping others.” – Audrey Hepburn
Di atas itu semua, saya paling tersentuh dengan dedikasi Audrey sebagai ibu. Ya, menjadi ibu adalah keinginan luhurnya. Berkali-kali keguguran, akhirnya Audrey dianugerahi dua putra. Dia sungguh-sungguh menikmati perannya mengasuh anak-anaknya sendiri.
Audrey wafat di sebuah desa kecil nan damai di Swiss pada usia 63 tahun. Dunia berduka. Selamat jalan, Audrey Hepburn, aktris yang cantik fisik dan hati. Kecantikanmu tidak akan pernah lekang oleh waktu. Dirimu hampir 26 tahun tiada, namun namamu tetap bersemayam di sanubari.   

Beli buku Why? People lawas di mana?

Cerita yang saya sampaikan di atas cuma sekelumit kisah hidup seorang Audrey Hepburn. Masih banyak episode yang menarik untuk dibaca di buku. Tidak mungkin saya tulis semuanya di sini. Beli bukunya di mana? Pastinya di Tokopedia, dong. Komik Why? People – Audrey Hepburn ini seri lawas yang terbit tahun 2016. Di toko buku kayaknya udah enggak ada. Saya beli di Tokopedia seharga Rp78 ribu aja. Buku ori lho, bukan buku replika atau KW! Harga normal di toko Rp93 ribu. Selisih hampir 20 ribu perak kan lumayan buat belanja telur. Yang bikin lebih senang lagi, saya bisa mendapatkan novel langka Breakfast at Tiffany’s di Tokopedia juga. Kapan-kapan saya tulis review buku dan filmnya sekaligus.   
Terus, saya baru tahu nih, ternyata Tokopedia punya yang namanya Tokopedia Gift Card atau OVO Gift Card yang merupakan sistem dompet digital Tokopedia yang memudahkan kita memberikan hadiah digital untuk membeli semua produk yang ada di Tokopedia, termasuk ... BUKU! Cocok buat dikasih ke teman atau kasih ke diri sendiri juga boleh hihi. Tertarik? Mumpung lagi ada program Promo Maret Mantap Tokopedia. Ikuti juga keseruan Tap-Tap Mantap Tokopedia. Banyak promo cashback dan gratis ongkir sepanjang bulan. Cek kalender promo Tokopedia sekarang!

 
Komik adalah bacaan yang tidak mengenal usia. Semua orang bisa membaca komik Why? People. Bahasanya simpel dan aman untuk anak-anak. Saya suka komik edukatif terutama karena membawa saya terbang menelusuri kisah hidup para tokoh dahsyat pengubah dunia. Kisah hidup mereka membuka mata kita dan generasi penerus bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita gigih berjuang dan berdoa. Seperti kata Audrey, “Nothing is impossible. The word itself says ‘I’m possible’!” Oiya, komik ini dilengkapi list semua penghargaan yang pernah diterima Audrey dan glosarium di bidang perfilman. Nah, siapa tokoh dunia favorit kalian? Apakah Audrey Hepburn salah satunya? Yuk, share di sini! [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Senin, 04 Maret 2019

Waspadai Kanker Darah!


          Pada penasaran enggak sih waktu tahu berita Ibu Ani Yudhoyono, Ibu Negara keenam Republik Indonesia, dirawat di National University Hospital di Singapura? Satu per satu pejabat negara dikabarkan membesuk secara tertutup. Kesannya penyakit Ibu Ani bukan penyakit umum. Berhari-hari info tentang penyakit beliau menjadi teka-teki.
Setelah Pak SBY konferensi pers, publik pun terenyak dan berduka, termasuk saya. Ibu Ani divonis mengidap kanker darah! Kondisi Ibu Ani merajai pemberitaan nasional selama beberapa minggu. Sebelumnya, kondisi Shakira Aurum, putri semata wayang Denada dan Jerry Aurum, juga sempat jadi pemberitaan nasional karena terkena kanker darah leukemia.      
            Actually, penyakit kanker darah bukanlah sesuatu yang asing di telinga saya. Anak teman saya yang berusia 16 tahun (you know who you are, you are a supermom!), wafat karena leukemia. Anak tetangga yang berusia 12 tahun, wafat karena leukemia juga. Setahu saya, leukemia lebih sering menimpa anak-anak. Kasus Ibu Ani membuat saya dibelit rasa penasaran. Apa sebenarnya penyebab kanker darah? Siapa saja yang mungkin terkena? Kanker darah bisa sembuhkah?  
            Seminggu yang lalu, saya tidak sengaja membuka channel CNN Indonesia di teve, Teman-teman. Presenter top Mbak Desi Anwar tampak sedang serius mewawancarai narsum Andika Rachman (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM) dan Lydia Dumaiyanti (pasien leukemia kronis dan pengurus komunitas ELGEKA) dalam tayangan Insight with Desi Anwar topik Waspada Kanker Darah. Waaa ... just what I need! Langsung deh saya merekam wawancara Mbak Desi Anwar, lalu mencoba mengolahnya, dan menuliskannya di blog.

Kanker darah

            Menurut dr. Andika, kanker terbagi dua. Pertama, kanker padat, contohnya kanker payudara, kanker paru, dll. Kedua, kanker yang menyerang saluran dan sistem darah (kanker darah), contohnya leukemia.
“Pertumbuhan kanker darah sangat agresif. Sel kanker menyedot energi, oksigen, dan nutrisi dari tubuh. Sel kanker juga bersifat mendesak (mendorong) dan mengambil ruang di sekitarnya,” jelas dr. Andika Rachman.

            That’s why para pasien kanker mudah lelah dan berat badan mereka turun drastis, ya. Segala energi, oksigen, dan nutrisi diambil dari tubuh dengan semena-mena. Pada kanker darah, sel kanker mengganggu produksi dan fungsi sel darah normal. Kemampuan tubuh bertahan dari infeksi pun ikut menurun. Ok, here we go. Kanker darah terbagi atas tiga jenis, yakni sbb.

Macam-macam kanker darah


1. Leukemia

            Leukemia (kanker sel darah putih). Leu pada leukemia berasal dari kata leukosit (sel darah putih) dan mia adalah darah. Harfiahnya, leukemia berarti kebanyakan sel darah putih, sementara eritrosit (sel darah merah) dan trombosit (sel yang berperan dalam pembekuan darah) jumlahnya rendah.
Gejalanya demam, flu, mimisan, bercak-bercak merah di kulit, nafsu maka berkurang, dan berat badan drop tanpa alasan yang jelas. Leukemia sendiri terbagi lagi atas dua jenis, yakni leukemia akut dan leukemia kronis.

wikihow-hayaaliyazaki.com
Sering mimisan, salah satu gejala leukemia

- Leukemia akut
            Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akut artinya timbul secara mendadak dan cepat memburuk (tentang penyakit). So, sesuai artinya, leukemia akut ini prosesnya cepat banget! Jika tidak segera diobati, masa survive pasien rata-rata hanya 6 bulan dari gejala pertama muncul. Biasanya pasien leukemia akut adalah anak-anak dan dewasa muda.
Terapi untuk pasien leukemia akut berupa kemoterapi kurang lebih 2 tahun. Setelah sumsum tulang bersih dari sel darah putih, dilakukanlah transplantasi sumsum tulang. Donor transplantasi bisa dari keluarga atau kerabat terdekat, yang utama memiliki golongan darah yang sama dengan pasien.     

- Leukemia kronis
            Kronis kebalikan dari akut. Akut = cepat. Kronis = lama. Berdasarkan KBBI, kronis artinya berjangkit terus dalam waktu yang lama atau menahun (tentang penyakit) yang tidak sembuh-sembuh.
Mbak Lydia didiagnosis mengidap leukemia kronis pada tahun 2007. Alhamdulillah, atas izin Allah, beliau masih survive sampai sekarang. Kira-kira sudah lebih dari 10 tahun. “Saya survive, tapi sehatnya bersyarat,” kata Mbak Lydia tersenyum.
Ya, syaratnya MINUM OBAT TERUS. Pasien leukemia kronis harus minum obat seumur hidupnya. Terapi untuk pasien ini berbeda dengan pasien leukemia akut. Terapinya hanya obat minum, tidak ada kemoterapi, dll. Harga obatnya termasuk mihil sekitar Rp250 ribu per butir. Untungnya biaya terapi ditanggung BPJS sampai Rp30 juta per bulan. So, tidak ada alasan tidak berobat! Meski sudah merasa sehat, obat harus tetap diminum. Disiplin jadi harga mati. Sebagian besar pasien leukemia kronis gagal survive karena mereka berhenti minum obat. Catet! 

Pasien leukemia kronis harus minum obat seumur hidup

Btw, Teman-teman pengin tahu enggak, apa gejala awal yang dialami Mbak Lydia? Sejak remaja, beliau sering pingsan karena anemia. Setelah menikah pada tahun 2006, Mbak Lydia mengalami demam. Hampir setahun bolak balik ke RS karena demam kerap hilang dan muncul. Kadang disertai mimisan. Berat badan Mbak Lydia drop sampai 10 kg.   
Pada tahun 2007, Mbak Lydia berobat ke RS di kota. Beliau bertemu dokter ahli dan check up dengan peralatan medis yang lebih canggih. Barulah penyakit leukemia kronis ini terdeteksi. Sejak itu Mbak Lydia rutin minum obat. Salah satu teman Mbak Lydia, juga mengidap leukemia kronis tahun 1989, masih survive sampai sekarang. Kuncinya, selalu minum obat.   

    

2. Limfoma

Limfoma (kanker kelenjar getah bening). Limfosit bermutasi dan berkembang di luar kendali. Fyi, limfosit adalah sejenis sel darah putih yang menjadi bagian dari daya tahan tubuh. Gejalanya terdapat benjolan di beberapa bagian tubuh seperti ketiak, leher, dan selangkangan. Weleh, weleh, saya baru tahu lho ternyata limfoma masuk golongan kanker darah. 
wikihow-hayaaliyazaki.com
Periksa benjolan

Limfoma terdiri atas dua jenis, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Pasien limfoma Hodgkin biasanya anak-anak. Prognosis (angka harapan hidup) pasien limfoma dipengaruhi antara lain oleh usia dan stadium kanker, tapi katanya prognosis pasien limfoma Hodgkin jauh lebih baik daripada pasien limfoma non-Hodgkin. Menurut dr. Andika, terapi untuk pasien limfoma lebih sederhana dibandingkan terapi untuk pasien leukemia.

3. Myeloma

            Myeloma (kanker sel plasma). Jangan salah sebut, sekali lagi, namanya myeloma, bukan milea. Halah. Sel plasma tugasnya memproduksi imunoglobulin (antibodi), tapi pada myeloma yang diproduksi itu sel-sel ganas. Myeloma sering diidap oleh orang dewasa di atas usia 60 tahun dan biasanya adalah PRIA.    
            Gejalanya, pasien myeloma akan merasakan nyeri tulang yang hebat. Sel-sel kanker ini memang menyerang tulang. Jika dirontgen, struktur tulang pasien myeloma tampak rusak (bahkan patah-patah) seperti struktur tulang pasien osteoporosis. Selain tulang, ginjal pun bermasalah. Kenapa? Pada pasien myeloma, jumlah produksi protein sangat berlebih. Protein berlebih inilah yang membuat ginjal rusak dan sering berakhir di cuci darah. Jadi, nanti pasien myeloma berobatnya kudu ke dokter darah, dokter tulang, dan dokter ginjal. 

wikihow-hayaaliyazaki.com
Nyeri tulang pada pasien myeloma


Kanker darah bisa dicegah?

            Hingga kini penyebab kanker darah masih menjadi misteri. Tip mencegahnya standar saja sama seperti mencegah penyakit lainnya; menjaga makanan (hindari pewarna, pengawet makanan, dll), rajin olahraga, tidur cukup, dan jauhi stres.
Perlu diingat, biasanya tidak ada faktor genetik (keturunan) dalam kanker darah, berbanding terbalik dengan kanker payudara yang sangat ditentukan oleh faktor genetik. Perempuan yang terkena kanker payudara, besar kemungkinan anaknya juga terkena kanker payudara. Ini jadi jawaban dari pertanyaan Ibu Ani di Instagram beliau ketika beliau mempertanyakan kenapa bisa terkena kanker darah, padahal beliau tidak memiliki riwayat keluarga yang terkena penyakit ini.  
  
“Lebih baik masyarakat belajar mengenali gejala kanker darah daripada mencari biang keladinya,” tegas dr. Andika.
            Terapi kanker darah bisa dilakukan di RSCM, RS Dharmais, dan RS swasta lainnya. Lalu, kenapa sebagian pasien lebih memilih berobat ke luar negeri? Mungkin, moonmaap nih yeee, mungkiiin ... karena dokter kita kurang komunikatif kepada pasien, begitu perkiraan dr. Andika. Omong-omong, saya jadi inget salah satu dokter yang menangani almarhumah ibu mertua saya ketika sakit kanker otak. Duh, dokternya minta ampun susahnya dihubungi. Kesannya enggak mau diganggu bangetlah. Kalau ketemu, bicaranya irit bin pelit. Hmmm, mudah-mudahan dokter seperti ini cuma segelintir saja. Kebetulan pengalaman saya klop dengan alasan dr. Andika.   

wikihow-hayaaliyazaki.com
Cek darah untuk mendeteksi kanker darah

Saya setuju dengan kalimat pamungkas Desi Anwar, meski disebut-sebut sebagai salah satu penyakit paling mematikan, kanker darah bisa diobati. Cepat-cepatlah ke dokter. Dukungan keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat, sangat penting-ting-ting-ting. Saya pernah menulis tentang tip mendampingi pasien kanker di postingan Tip Mendampingi Pasien Kanker berdasarkan pengalaman saya membantu merawat ibu mertua baik di RS maupun di rumah.
Gimana, Teman-teman? Mudah-mudahan sudah agak tercerahkan, ya. Selama ini kita mengira kanker darah hanyalah leukemia, padahal selain leukemia, ada limfoma dan myeloma juga. Jadi, kanker darah tidak selalu leukemia. Soal jenis yang mana penyakit kanker darah Ibu Ani, saya kurang tahu. Saya sudah browsing, tapi belum ketemu. Doa yang terbaik saja. Semoga Ibu Ani lekas sembuh. Aamiin. Yuk, monggo komen-komen manjah kalau ada info tambahan. Insya Allah bermanfaat buat pembaca. Thank you for reading! [] Haya Aliya Zaki

Foto-foto: wikiHow
Selanjutnya ...

Iklan