Rabu, 17 Juli 2019

3 Keuntungan Memilih Warna Pink untuk Hunian


Teman-teman yang follow Instagram saya mungkin sudah pada tahu ya kalau tempo hari saya baru selesai merenovasi rumah he-he. Boleh dong kali ini saya berbagi tip urusan dekor-mendekor. Nah, dalam mendekorasi hunian, pengecatan termasuk pekerjaan yang lumayan mudah. Kita tidak mesti menyewa jasa tukang, lo. Kita bisa melakukannya sendiri hanya dengan bermodalkan kuas dan tentunya … cat!
Di tengah-tengah simplisitas pengecatan, faktor penentuan warna cat sering jadi kendala. Jangan bingung memilih. Kita bisa mengadopsi warna-warna pastel yang populer belakangan ini. Merah muda atau pink merupakan warna pastel yang paling populer. Selain unik, warna ini digemari mayoritas wanita.
Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat jika kita memilih warna pink, dari membuat nuansa yang berbeda hingga membantu jika kalian berniat menjual rumah atau memasarkan rumah pada pasar jual rumah. Lebih lanjutnya, mari simak keuntungan memilih warna pink untuk hunian.

Cewek banget!

Seperti yang sudah disebutkan di atas, warna pink apa pun nada warnanya, selalu jadi warna yang mengidentikkan kesan feminin atau girly. Tidak heran jika warna ini ada pada produk pakaian atau barang-barang lain yang dikhususkan untuk wanita.
Bagi para wanita, memilih warna pink tentu akan semakin menonjolkan jati diri sebagai wanita yang cewek banget! Saya pribadi memilih cat warna pink untuk tembok kamar anak gadis saya. 




Menenangkan dan menceriakan

Warna pink dikatakan dapat memunculkan dua nuansa yang memang dibutuhkan oleh tempat bermukim yang baik. Aspek warna pink yang netral memberikan nuansa menenangkan dalam ruangan. Pas bagi kita yang kadang butuh waktu beristirahat dari kesibukan sehari-hari.
Selain itu, warna pink yang merupakan irisan dari warna merah dengan aspek keberanian dan energik, juga memunculkan nuansa ceria dalam ruangan. Nuansa ini tentu sangat dibutuhkan untuk menghidupkan mood positif para penghuni rumah supaya semangat beraktivitas.

Memikat orang yang melihat

Bagi Teman-teman yang saat ini sedang memasarkan rumah di pasar jual rumah, pengecatan warna pink bisa saja memberi nilai plus. Para pencari rumah akan sangat percaya diri bahwa hunian mereka kelak bakal jadi pusat perhatian di antara hunian-hunian lain yang berada di sekitarnya. Beberapa kafe dan restoran latah memilih warna pink untuk menarik calon pelanggan. Saat ini warna-warna pastel (terutama pink) menjadi background berfoto yang ngetren untuk kemudian diunggah di media sosial. Gimana dengan kalian? Apakah kalian memilih warna pink juga untuk mempercantik rumah? []
Selanjutnya ...

Jumat, 28 Juni 2019

Senangnya Menginap di Radisson Medan!


Lebaran kali ini kami tampil beda. Biasanya kami mudik dan menginap di rumah orangtua di Medan, tapi tempo hari kami mencoba mencari suasana baru dengan menginap di hotel bintang 4 Radisson Medan, Teman-teman. Kami memilih hotel ini karena dekat banget sama rumah orangtua saya ha-ha. Jaraknya cuma selemparan pisang. Pisangnya pisang emas pula. *halah*

Wajah baru Radisson Medan

Sebenarnya Radisson Medan termasuk hotel lama. Usianya sudah 25 tahun. Tuh, tua banget, kan? Dulu namanya Hotel ASEAN. Waktu mau berangkat mudik, saya baru tahu kalau Hotel ASEAN sudah berubah nama menjadi Radisson Medan. Lokasi Radisson Medan strategis di tengah-tengah kota. Sebelahnya persis POM bensin 24 jam dengan gerai aneka ATM. Ngesot kanan sikit sampai kita di Pajak Petisah Medan. Ngesot kiri sikit bertebaran restoran dan rumah makan seperti KFC, Pizza Hut, Rumah Makan Garuda, dll. Sepanjang jalan kenangan, penjual durian siap memanjakan lidah.
Begitu masuk ke lobi, kami terkagum-kagum. Wooow, ternyata Radisson Medan kinclong ting berkat renovasi 6 bulan lalu. Seisi kamar, termasuk furnitur, tampil gres! Fyi, Lebaran lalu, lantai yang bisa dipakai menginap itu lantai 2 dan 7 saja. Info terbaru, sekarang lantai 3 dan 6 bisa dipakai. Lainnya masih direnovasi. Ya, sampai sekarang renovasi masih lanjut, tapi tenang saja, urung mengganggu sama sekali karena renovasinya beda lantai. Tidak ada suara berisik atau apa pun. Radisson Medan memiliki total sekitar 200-an kamar di 8 lantai.     

Radisson Medan







 

Kamar

            Saya memesan 2 deluxe room karena anak-anak wis bujang dan gadis. Luasnya lumayan. Ada coffe/tea maker, kulkas, brankas, dan setrika komplet dengan mejanya. Masing-masing kamar dapat sandal hotel 2 pasang. Anak-anak langsung on point sama jam kekinian di samping tempat tidur. Soalnya jamnya bisa buat dengarin radio dan bluetooth musik dari ponsel.
Surprisingly, di kamar juga ada … TIMBANGAN BADAN digital! Baru kali ini saya menginap di hotel yang menyediakan timbangan badan. Mantap! Mungkin maksudnya supaya tamu hotel aware sama berat badan setelah melahap kuliner Medan. LOL. Tapi, beneran lo, setiap balik ke kamar setelah jalan-jalan, saya selalu menimbang badan dan dijamin terkejut sama hasilnya. >.<   







Timbangan badan digital di kamar ha-ha!

Kamar mandi

            Nah, untuk kamar mandi, saya fokus di toiletries. Selain dikasih sabun cair, sampo, dan kondisioner, tamu juga dikasih losion badan Rituals Mei Dao White Lotus & Yi Yi Ren 2 botol mungil. Harumnya segar seperti harum daun gitu. Di kulit juga langsung meresap. Kami menginap 3 malam dan setiap malam dikasih 2 botol losion badan yang baru terus. Asyik!  



SUKA!

 Restoran

            Sekali lagi, untuk sementara, restoran nangkring di lantai 7. Menunya banyak dan pastinya ada menu khas Medan seperti lontong Medan, mi sop Medan, dan mi gomak. Hari pertama Lebaran, setelah shalat Ied dan sungkem orangtua, kami ke hotel untuk sarapan. Suasana sepi, pengunjung restoran bisa dihitung dengan jari. Yaiyalah jarang-jarang Lebaran orang menginap di hotel. Biasanya pada di rumah orangtua atau saudara, kan.
Kami tidak menyangka, hari pertama Lebaran, semua tamu disuguhkan sarapan menu ala carte yang istimewa. Menunya satuan dengan harga tertera di masing-masing item makanan. Bedanya, kali ini kami boleh memilih semua makanan di daftar menu, tapi membayar seharga makanan prasmanan hotel! Saya selalu memesan kamar dengan sarapan, jadi tempo hari kami tinggal menikmati saja tanpa membayar apa-apa lagi. Sekadar info, anak usia di bawah 6 tahun gratis sarapan. Anak usia 6–15 tahun bayar Rp65 ribu. Dewasa di atas 15 tahun bayar Rp121 ribu.   
Staf restoran yang bernama Lia Sembiring superduper ramah. Dia sukses merayu anak-anak saya supaya memesan setiap menu sampai 2 kali! Sumpah. “Ayo, Dek, mau makan apa lagi? Kakak masih punya banyak ini. Pancake? Banana smoothie? Burger? Mau, ya? Ayo, apa lagi, Dek?” katanya sambil tersenyum manis. Sebetulnya anak-anak saya hobi makan semua, terutama Sulthan. Dia berasa di surgaaa ha-ha! Hari kedua dan ketiga Lebaran, tamu bertambah banyak, sarapan kembali prasmanan. 



Pancake favorit anak-anak, rasanya lebih enak daripada pancake biasa

Mauliate, Kak Lia!

Kolam renang

            Kolam renang adalah fasilitas hotel favorit anak-anak. Kolam renang di Radisson Medan bersih dan cukup luas. Ada 2 kolam renang; dalam dan dangkal. Hari pertama Lebaran puas-puasin kolam renang berasa jadi milik sendiri. Radisson Medan pula memiliki fasilitas wi-fi, gym, spa, dan musala. 


Kolam renang

Foto-foto cantik dekat kolam renang

Musala perempuan yang nyaman

Selain di Medan, Radisson juga hadir di Batam, Lampung, dan Bali. Semoga Jakarta segera menyusul! Teman-teman yang mau booking hotel di Medan, boleh intip aplikasi Pegipegi sebelum booking. Pegipegi adalah perusahaan yang melayani booking hotel, tiket pesawat, dan tiket kereta api melalui web situs. Tersedia pula aplikasi gratis di Android dan iOS.
Pegipegi terhubung langsung ke lebih dari 7.000 hotel di Indonesia, lebih dari 20.000 rute penerbangan, dan 1.600 rute perjalanan kereta api. Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini fokus mengelola kebutuhan liburan dan business trip menjadi fun travelling partner.
Booking hotel di Pegipegi mudah banget bisa kapan aja di mana saja. Pilihan harga, bintang hotel, lokasi, fasilitas, dll semua ada. Berbagai penawaran menarik akan kita dapat kalau menjadi member. Saran saya, meski sudah booking hotel via online, tetap telepon pihak hotel sebelum berangkat, ya. Just make sure nama kita sudah tercatat di sana. 
Jalan-jalan di Medan memang menyenangkan, apalagi kalau menginapnya di Radisson Medan! Terima kasih Radisson Medan! Jangan lupa di Medan kalian puas-puasinlah wisata kuliner. Banyak yang bilang, di Medan cuma ada 2 jenis makanan, yakni makanan enak dan makanan enak kaliiii. Psssttt … sampai sekarang suami masih terngiang-ngiang lomaknya mi rebus kuah kental Medan. “Duh, kapan kita ke Medan lagi?” tanyanya sambil nadahin air liur sendiri ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha. [] Haya Aliya Zaki

Radisson Medan
Jl. H. Adam Malik No. 5 Medan 20114 (seberang SMPN 7 Medan)
Telp. (061) 4575888
Selanjutnya ...

Kamis, 20 Juni 2019

Selayang Pandang Penjurian Lomba Blog Dompet Dhuafa #JanganTakutBerbagi


Alhamdulillah, berkah banget buat saya saat mendapat tawaran jadi salah satu juri lomba blog Dompet Dhuafa. Kabarnya, ini kali pertama Dompet Dhuafa memakai jasa juri dari luar. Biasanya semua juri dari tim intern Dompet Dhuafa.  

Dompet Dhuafa merupakan lembaga nonprofit milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat Infak Sedekah Wakaf). Lembaga ini bersifat independen untuk menjaga kepercayaan publik. Seluruh dana dikelola secara profesional. Halal, legal, dan masuk akal. Dompet Dhuafa mendapatkan penghargaan dari Baznas (Badan Zakat Nasional) kategori lembaga dengan administrasi dan pengoperasian dana terbaik.

Periode lomba blog Dompet Dhuafa Jangan Takut Berbagi yang digelar tanggal 19 Maret–20 April 2019 akhirnya selesai juga. Tim juri yang terdiri atas saya sendiri, Suci Nuzleni Qadarsih (Brand Activation Manager Dompet Dhuafa), dan Taufan Yusuf Nugroho (Associate Editor Dompet Dhuafa) selama dua minggu sibuk jambak rambot masing-masing (baca: mikir) menentukan nama pemenang. Mungkin karena tema lomba blognya cukup mudah dan disukai, pesertanya jadi membludak. Bayangkan, mata kami kudu sport membaca sekitar 250 submission! Satu submission dibaca minimal 3 kali. Sehaaattt sehaaattt. :)) Oiya, mohon maaf sebelumnya karena tempo hari pengumuman pemenang sempat diundur, Teman-teman.
Diskusi juri pada hari H yang dimoderatori Finastri Annisa (Digital Content Creative of Dompet Dhuafa) berjalan lancar aman terkendali. Berikut rangkuman diskusinya.   


Dari balik meja juri
 

1. tema

            Poin pertama penilaian adalah kesesuaian tema Jangan Takut Berbagi. Seperti yang saya sebutkan di atas, tema lomba blog cukup mudah dan disukai. Cerita berbagi bisa diulik dari berbagai sisi. Berbagi bukan cuma dari sisi materi yekan. Maka, konten yang melenceng dari tema pada lomba blog kali ini bisa dihitung dengan jari. Huhuy … senangnyaaa!        

2. story

             Story tentu jadi penilaian utama. Sayang, sebagian besar peserta membahas topik berbagi hanya secara global. Mereka sekadar memberi macam-macam contoh berbagi selain dengan materi. That’s it. Padahal, kami mencari story istimewa tentang berbagi yang FOKUS dibahas berdasarkan pengalaman pribadi atau orang lain. Lebih oke lagi jika pengalaman tersebut sudah lama dijadikan kebiasaan.
            Ada pula story yang menarik, tapi peserta kurang mampu mengeksplorasi. Juri sudah excited (saking excited-nya sampai nahan napas, lo) membaca, eh, tahu-tahu cerita kelar begitu saja. Ibarat kata kita masih ngarep masih cinta, tapi tiba-tiba diputusin sepihak itu rasanya gimana, sih? *halaaah*     

Baca: Selayang Pandang Penjurian Lomba Blog Emeron

3. khotbah, khotbah, dan khotbah

             Niat untuk menyampaikan kebaikan melalui cerita (di blog khususnya), lazimnya sukar diterima kalau cerita cenderung menggurui. Banyak peserta jatuh ke dalam situasi ini. Konten blog berubah jadi artikel khotbah yang kaku dan berat. Banyak paragraf diskip karena terasa membosankan dibaca. Tantangan tersendiri memang gimana caranya blogger membungkus sebuah cerita dengan sisipan ayat dan hadis, menjadi sebuah cerita yang lezat dilahap dari awal sampai akhir. Kuncinya tak lain dan tak bukan adalah rajin latihan demi mengasah naluri kepenulisan.   

Bahasa jadi salah satu senjata blogger dalam menyampaikan pesan kepada pembaca. Blogger bebas berekspresi mau pakai gaya bahasa sendiri, mau pakai bahasa gaul pun silakan berkreasi, asalkan tidak alay, typo, dst hal-hal yang membuat juri terserang sakit mata akut.    

4. faktor pendukung

            Juri amat sangat menghargai peserta yang menambahkan faktor pendukung seperti foto, infografis, tabel, maupun video. Faktor pendukung bisa menambah nilai. Hanya, jangan sampai yang terjadi sebaliknya. Bukannya menambah nilai, faktor pendukung malah jadi bumerang. Alih-alih menuliskan cerita yang enak dibaca, keseluruhan konten didominasi infografis dan tabel layaknya laporan saham untuk bos perusahaan.      

5. submit

            Ada beberapa peserta yang mengatakan ikut lomba blog, tapi setelah dicek, nama mereka tidak ada di list. Ternyata mereka lupa submit di form pendaftaran link lomba blog. Submit-nya cuma di form pendaftaran peserta. Mungkin lain kali peserta bisa lebih teliti dan hati-hati, ya. Kalau perlu, setelah submit, baca lagi dan baca lagi persyaratannya, apakah ada yang terlewat atau ada yang kurang.

Pembahasan singkat tentang juara utama

1. Yeni Endah Kusumaningtyas
            Kalau kita mendengar seseorang menjadi relawan mungkin sudah agak agak biasa. Tapi, gimana kalau relawan itu penyandang disabilitas? Yeni memiliki kelainan langka Friedreich’s Ataxia. Friedreich’s Ataxia adalah penyakit genetik yang menyebabkan kesulitan berjalan, kehilangan sensasi di lengan & kaki, dan gangguan bicara. Yeni blogger penyandang disabilitas yang senang berbagi. Keterbatasan tidak membuatnya lemah, sebaliknya malah memotivasinya menyebarkan semangat dan pengetahuan kepada orang lain. Luar biasa. Tulisannya komprehensif. Foto-fotonya bercerita. Penjelasan tentang Dompet Dhuafa ada, meski tidak banyak.       

2. Veronica Gabriella  
            Veronica satu-satunya peserta lomba blog yang fokus membahas berbagi kasih kepada hewan. Yes, she’s the one and only. Ketika peserta lain panjang lebar membahas tentang berbagi kasih kepada sesama manusia, Veronica tampil beda. Postingan ini jadi tampak istimewa di mata kami. Kalimatnya sederhana dan lugas. Foto-fotonya ikut melengkapi. Kebetulan saya juga pelaku animal street-feeding. So … KLOP!

3. Fery Aldina
            Kesan pertama, judul postingan menarik dan Dompet Dhuafa banget! Dari Mustahik Menjadi Muzaki. Fery mewawancarai perempuan inspiratif bernama Bu Asmawati. Bu Aswati ini pedagang di Pasar Candra Baga, Pondok Ungu, Bekasi. Jujur kami bingung gimana cara Fery menemukan sosok Bu Asmawati di antara sekian banyak pedagang di pasar tersebut. Salut sama usahanya. Tulisan Fery simpel dan mengalir. Foto-foto lengkap. Infografis apik. Penjelasan Dompet Dhuafa cukup komplet.
Tidak dimungkiri, selera juri turut berperan dalam penilaian. Di antara kami si Three Musketeers, eh, si tiga juri maksudnya, konten Fery paling mengena di hati Mbak Suci. Mungkin karena Mbak Suci mantan wartawan senior yang biasa melahirkan produk jurnalistik melalui fakta-fakta yang terjadi di masyarakat.    



Selamaaattt!

            Sementara itu, atas usul saya (ehm!), pemenang hiburan yang awalnya berjumlah 5 orang, ditambah jadi 7 orang. Kalau total pemenang genap 10 orang kan cakep toh yooo … haha! Gayung bersambut. Tim Dompet Dhuafa spontan mengiyakan. “Hayuk, siapa takut? Dompet Dhuafa tidak takut berbagi!” kata mereka tertawa. Alhamdulillah. Pemenang harapan tersebut adalah Steffi Fauziah, Triani Retno, Sri Alhidayati, Anggi Perdana, Meirida, Tauhidin Ananda, dan Arina Mabruroh. Sedikit catatan. Kami terkesan dengan ide berbagi yang unik (berbagi sarapan gratis) ala Sri Alhidayati. Kami juga senang membaca gaya bercerita Arina Mabruroh yang cantik menari-nari seperti cerpen.       
            Akhir kata, selamat untuk semuanya! Semoga kita bisa berjumpa lagi di lomba blog Dompet Dhuafa berikutnya, ya. Sesungguhnya kalian semua adalah pemenang. Terima kasih, terima kasih, terima kasih atas partisipasinya. Semoga torehan pena menjelma jadi amal jariah. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. Mari kembali bersibuk ria setelah libur panjang. Semangaaattt! [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Minggu, 26 Mei 2019

Nikmatnya Berzakat


Pada suatu masa, ada satu tausyiah Ustad yang membuat saya tertegun. Beliau bertanya, “Surat apa yang paling panjang di dalam Alquran?” Saya dan teman-teman bingung menjawab. Maklum, ilmu agama masih cetek sependek bulu ketek. Kami membayangkan, mungkin ayat yang membahas ibadah yang berat-berat seperti shalat sampai kaki bengkak atau perang di tengah padang tandus.
Ternyata, kami salah. Kata Ustad, surat yang paling panjang dalam Alquran adalah surat Al-Baqarah dan ayat yang paling panjang dalam surat Al-Baqarah adalah ayat 282. Silakan buka Alquran atau googling. Kalau saya copas di sini ya jelas kepanjangan taiye.
Bercerita tentang apakah ayat 282? Shalatkah? Puasakah? Ternyata tidak, Teman-teman. Ayat 282 bercerita tentang masalah muamalah (ekonomi). Begitu banyak manusia yang terperosok ke lembah nista terkait masalah HARTA. Lihatlah pembalakan liar yang menyebabkan banjir bah, satwa langka diperjualbelikan, korupsi merajalela, sesama saudara berebut warisan, gagal bayar utang nyawa melayang, dst. Duh, duh, duh, serem banget, ya? Semua karena harta.
Kata orang, harta tidak dibawa mati, tapi manusia butuh harta untuk membiayai hidup. Yaaa ... tapi enggak segitunya juga kaleee berburu harta sampai-sampai menghalalkan segala cara.  Alquran sudah memberi petunjuk. Semoga kita lebih wawas diri dari mana dan gimana harta kita hasilkan + untuk apa harta kita gunakan. Soal harta ini pun ada hisab (perhitungan) khusus di akhirat nanti.

Zakat

Terus, kalau bicara soal harta, kita tidak bisa jauh-jauh dari bahasan kewajiban berzakat. Zakat termasuk salah satu rukun Islam. Keimanan seseorang akan sempurna jika ia telah berzakat. Saking pentingnya, perintah berzakat disebutkan dalam ayat Alquran sampai 32 kali banyaknya. So, saya setuju dengan  pendapat salah satu pakar keuangan, Mbak Prita Ghozie. Kata beliau, berbagi (berzakat, bersedekah, dll) adalah hal pertama dan utama yang harus dipikirkan dan dilakukan ketika kita mendapatkan penghasilan. Semua bakal jadi investasi akhirat.  
Mumpung bulan Ramadhan, pas banget momennya buat kita-kita untuk menyucikan harta dengan cara berzakat. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” – QS. At Taubah: 103

Eits, menyucikan di sini bukan berarti harta nonhalal hasil dari korup maling rampok riba bisa berubah jadi harta halal, lho, melainkan menyisihkan sebagian harta halal kita untuk kaum yang membutuhkan. Jadi, sumbernya harus wajib kudu mesti harta yang halal dulu, Teman-teman.  


zakat-mudah-aman
Kini zakat semakin mudah dan aman melalui Dompet Dhuafa

Keutamaan berzakat

            Selain sempurnanya keimanan seorang muslim karena berzakat, berikut beberapa keutamaan berzakat.

1. mendatangkan keberkahan

            Harta melimpah, tapi hidup jauh dari takwa. Harta berjebah, tapi perasaan selalu gelisah. Harta berjibun, tapi pengeluaran jebol terus tanpa ampun. Inilah ciri-ciri harta yang tidak berkah.
Jangan takut berzakat. Saya pernah melihat orang jatuh miskin karena foya-foya atau tertimpa musibah, tapi saya belum pernah melihat orang jatuh miskin karena berzakat. Justru zakat bisa jadi pembuka pintu rezeki yang lain entah itu berupa materi, kesehatan, keselamatan, apa pun.
Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang mencintai sesama manusia. Dengan berzakat, kita telah membuktikan rasa cinta ini. Kita terhindar dari sifat bakhil kepada sesama, yang kaya menolong yang miskin. Semua seperti saudara. Adakah yang lebih nikmat dibandingkan melangitnya doa-doa bahagia dari kaum fakir, miskin, dan dhuafa?    

2. menolak bala

            Beberapa waktu, saya menonton liputan artis Armand Maulana di teve. Armand bercerita, bisnisnya pernah rugi sekian juta rupiah which is jumlahnya sama persis dengan zakat yang dia tunda-tunda keluarkan. Mungkin ini cara Allah untuk mengingatkan. Wallahu a’lam.
            Rasulullah Saw. memang menganjurkan kita menyegerakan bersedekah sebab tidak ada bala yang bisa mendahului sedekah. “Beli semua kesulitanmu dengan sedekah. Obati penyakitmu dengan sedekah,” demikian sabda Rasulullah Saw.

3. ganjarannya surga

             Allah mengampuni dosa-dosa orang yang berzakat dan menjanjikan pahala yang besar. Ganjarannya surga. Alamak, siapa yang tidak mau dihadiahi surga? Perihal ini tercantum jelas dalam Alquran dan hadis. Super!

Berzakat di mana?

            Pilihan saya tentu Dompet Dhuafa! Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat Infak Sedekah Wakaf). Sejak tahun 1993, Dompet Dhuafa membentang kebaikan zakat kita kepada lebih dari 19 juta penerima. Saya pilih Dompet Dhuafa karena lembaga ini bersifat independen. Seluruh dananya halal, legal, dan masuk akal. Pengelolaannya profesional. No tipu tipu. Dompet Dhuafa mendapatkan penghargaan dari Badan Zakat Nasional sebagai lembaga dengan administrasi dan pengoperasian dana terbaik.
Kewajiban zakat kita bukan cuma zakat fitrah, melainkan juga zakat maal (zakat harta) yang harus dihitung setiap tahunnya sesuai dengan ketentuan Islam.  
            Zakat fitrah berbeda dengan zakat maal. Zakat fitrah HANYA dikeluarkan saat bulan Ramadhan (sampai menjelang shalat Ied), sementara zakat maal bisa dikeluarkan kapan aja sepanjang tahun. Akan tetapi, saya pribadi memilih mengeluarkan zakat maal setiap bulan Ramadhan supaya lebih mudah mengingat. Zakat terbagi atas beberapa jenis sbb.

Jenis-jenis zakat


Kini berzakat lebih mudah dan aman melalui kanal donasi Dompet Dhuafa di donasi.dompetdhuafa.org/zakat. Dapatkan edukasi zakat di zakat.or.id. Dompet Dhuafa akan membantu kita menghitung zakat (kalkulator zakat), konsultasi zakat, mengelola zakat, dan menyalurkannya dengan tepat.    



Yay berhasil!

Jangan menunda-nunda mengeluarkan zakat please. Yakinlah, begitu zakat dikeluarkan, hati dan pikiran jadi lebih tenang. Selain untuk diri sendiri, zakat pula bermanfaat untuk perkembangan bangsa (ekonomi, sosial, pendidikan, dll). Pastinya semua perintah Allah Swt ditujukan untuk kebaikan umat-Nya. Tidak ada satu pun keraguan. Selamat berzakat, Teman-teman! Selamat berbagi cinta kepada kaum yang membutuhkan. [] Haya Aliya Zaki  
Selanjutnya ...

Sabtu, 25 Mei 2019

Bulan Madu Setelah Belasan Tahun Menikah, Kenapa Enggak?


Alhamdulillah, tidak terasa September tahun ini saya dan suami akan merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-17. What?! Tujuh belaaasss? Beneran, nih? *kucek-kucek mata* *halah* Ibarat anak manusia, usia 17 tahun atau sweet seventen katanya usia sakral, semacam pintu gerbang perpindahan fase kanak-kanak ke fase yang lebih matang dan bertanggung jawab. Kalau pernikahan gimana, Teman-teman? Yang pasti usia pernikahan 17 tahun jadi ajang muhasabah saya dan suami untuk terus memperbaiki diri lebih baik lagi dan lagi sebagai pasangan suami istri. 

tip-merencanakan-honeymoon
17 tahun bersama
 
Dipikir-pikir, kok, bisa ya saya dan suami hidup bareng 17 tahun mengingat kami punya sifat yang beda banget-nget-nget! Saya tipe night person, sementara suami morning person. Saya slow but sure, sementara suami penginnya cepat sigap beres. Soal makanan? Contoh kecil aja, saya suka kurma kering, sementara suami suka kurma basah. Dan, perbedaan yang paling mencolok, saya hobi mager baca buku di rumah, sementara suami hobi traveling! Ulala ....
Tapi, soal hobi tadi, setelah menuruti keinginan suami traveling ke mana-mana, lama-lama jadi seru juga! Bisa melihat dan merasakan langsung keindahan ciptaan Allah Swt di belahan bumi lain, itu luar biasa. Sensasinya jelas lain jika dibandingkan dengan sensasi membaca buku. Sekarang saya ikut-ikutan suka traveling. Guess what, kami bahkan berencana merayakan ulang tahun pernikahan dengan honeymoon (bulan madu)! Soalnya kami belum pernah honeymoon. *duh cucian* Setelah menikah, suami sibuk merintis karier dan saya ribet sama kerjaan di apotek. Well, tidak pernah ada kata terlambat untuk sebuah honeymoon bukan? Honeymoon bukan milik pasangan muda thok.
Seyogianya honeymoon bermanfaat mempererat hubungan dengan pasangan, refreshing pikiran + badan dari rutinitas sehari-hari, dan menambah rasa syukur kepada Allah Swt. Jangan sampai salah perencanaan. Nanti honeymoon jadi berantakan. Pulang honeymoon bukannya tambah mesra semelohai, yang ada malah jambak rambut stres.

Tip merencanakan honeymoon


1. waktu yang tepat

            Punya rencana honeymoon setelah punya 3 buntut, mau enggak mau kami kudu mikirin waktu terkait aktivitas anak-anak. Misal, tidak honeymoon saat anak-anak sedang ujian sekolah atau saat anak-anak punya aktivitas penting lainnya. Pada waktu-waktu tersebut, anak-anak butuh support orangtua, minimal saya ada di samping mereka.  
            Selain itu, kami menghindari honeymoon saat liburan massal seperti Lebaran, Tahun Baru, atau Natal. Kami khawatir jadi sulit menikmati momen karena lokasi tumpah ruah oleh manusia. Honeymoon juga tidak perlu lama-lama. Sekitar 3–7 hari cukuplah. Sisanya dilanjutkan di rumah ha-ha.

2. siapkan travel document

            Tidak boleh ada drama ketinggalan dokumen ina inu pokoknya. Siapkan travel document jauh-jauh hari. KTP, paspor, tiket pesawat, semua. Oiya, pastikan paspor belum kedaluwarsa. Ceritanya udah heboh kesenengan dapat tiket pesawat harga promo, eh, ternyata paspor kedaluwarsa. Kan kentaaang.  

3. tentukan bujet

            Bujet, bujet, bujet. Haram menyepelekan faktor yang satu ini, kecuali jumlah saldo rekening bank kalian fantastis bombastis sadis kayak punya Syahrini dan Reino Barack. Seperti yang saya tulis di atas, hindari honeymoon saat liburan massal karena harga hotel, akomodasi, dll bakal jadi lebih muahaaal, Saudara-saudara!
            Btw, saya sering menggunakan jasa Traveloka untuk booking tiket pesawat, hotel, dan macam-macam tiket aktivitas antara lain waktu ke Volendam Marken & Windmills (Belanda), Disneyland Jepang, dan Universal Studios Singapore. So far belum pernah kecewa. Semua mudah dan lancar.
Liburan edisi honeymoon sebaiknya booking hotel yang menawarkan paket hemat untuk pasangan, sekalian mungkin yang bisa menyediakan kamar romantis, couple spa, candle light dinner, dll. Nah, saya punya trik untuk mengirit bujet honeymoon, yakni dengan memilih paket Bulan Madu Traveloka. Wow, memangnya ada?
            ADA! Di paket Bulan Madu Traveloka, kita booking pesawat + hotel sekaligus. Harga hemat sampai 20% lho. Ratusan tawaran eksklusif boleh diubah kombinasinya sesuai keinginan. Ketuk tombol GANTI kalau booking melalui Traveloka apps atau klik Ganti Kamar dan Ganti Penerbangan kalau booking melalui web situs Traveloka. Terus, banyak pilihan pembayarannya, boleh transfer, kartu kredit, atau cicilan. Menarik, kan?    

4. seleksi lokasi

            Meski saya dan suami punya banyak perbedaan, kalau soal lokasi honeymoon, kami harus sepakat dong. Masa saya ngalor, suami ngidul. Nanti ketemunya di manaaa. Kami sangat suka negara Jepang. So, mungkin kami akan memilih honeymoon di sana. Googling destinasi wisata romantis Jepang, tengok-tengok mana yang paling oke. Tinggal mikirin ke Jepang pas musim apa. Suami senang lihat salju, sementara saya takut dingin huaaa. Alternatif lain, ke Jerman. Kebetulan suami akan business trip ke Frankfurt bulan November 2019 nanti. Saya diajak dan kami berencana extend beberapa hari untuk jalan-jalan.  


Next balik ke Jepang untuk honeymoon atau ke mana nih?

  

5. atur kegiatan

            Cari tahu ada aktivitas apa aja di sekitar tempat menginap. Mungkin kalian bisa memilih ikutan aktivitas yang betul-betul baru. Bakal jadi momen tidak terlupakan! Berhubung saya anaknya amat sangat tergantung review dan info, biasanya saya membaca review travel blogger dan komen-komen di TripAdvisor dulu sebelum mencoba sesuatu atau datang ke suatu tempat. Pernah kejadian kami pengin melihat Avenue of Stars di Tsim Sha Tsui dan Cinderella Castle di Disneyland Hong Kong, tapi terpaksa gigit jari karena kedua tempat tersebut sedang direnovasi. Kuciwa, deh. Intinya, rajin-rajin baca review dan info. 

            Itu diaaa tip merencanakan honeymoon ala ala dari saya. Adakah pasangan awet muda (jangan bilang pasangan tua ya ha-ha!) yang pengin honeymoon juga seperti saya dan suami? Kalian pengin honeymoon ke mana? Boleh berbagi tipsnya di sini? Yuk! [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Iklan