Sabtu, 29 Desember 2018

Penyandang Disabilitas Perlu Diberi Ruang untuk Berkarya dan Berprestasi


Sekian tahun lalu waktu memenuhi undangan meliput rumah sakit di Singapura, saya dkk blogger diajak makan siang di sebuah resto oleh panitia. Sebenarnya menu makanannya biasa aja, bahkan cenderung kurang cocok di lidah saya. Akan tetapi, satu pemandangan membuat semuanya jadi luar biasa. Di resto Singapura kami dilayani oleh karyawan penyandang disabilitas rungu. Ini kali pertama saya melihat penyandang disabilitas bekerja berbaur dengan karyawan biasa. Masya Allah!
Gimana di negeri sendiri? Alhamdulillah, hari gini di Indonesia, penyandang disabilitas semakin banyak yang berdaya. Terbukti beberapa kali saya mendapati mereka bekerja di berbagai perusahaan.
Daaan, kabar gembira untuk kita semua! Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Sosial RI sepakat berkolaborasi demi meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas di aneka sektor industri formal maupun informal. Saya dkk blogger diundang menghadiri acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas antara Bapak Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian RI) dan Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Sosial RI) di Ruang Garuda, Gedung Kementerian Perindustrian RI, Jakarta (27/12). Harapannya, penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama menikmati pertumbuhan ekonomi dan mengakses kesejahteraan sosial.    

Penandatanganan Nota Kesepahaman

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2015, diperkirakan 8,56% atau 22 juta jiwa penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Data lebih lanjut, 24% dari mereka yang menganggur, berstatus kepala rumah tangga. Rantai kemiskinan merupakan masalah yang cukup krusial bagi penyandang disabilitas. Prioritas pemerintahan kita, memutuskan rantai kemiskinan ini dengan membuat macam-macam program yang membangun penyandang disabilitas menjadi sosok mandiri secara sosial dan ekonomi. What a wonderful new year gift tho! 
Pada acara puncak Hari Disabilitas Internasional tanggal 3 Desember 2015 di Istana Negara, Bapak Presiden Joko Widodo menyampaikan, negara harus adil menegakkan hak-hak penyandang disabilitas. Maka, lahirlah UU no. 8 tahun 2016.
Payung hukum tersebut berguna mengakui, melindungi, dan melindungi hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia. Selain itu, disebutkan bahwa perusahaan swasta wajib memperkerjakan sedikitnya 1% penyandang disabilitas dari jumlah seluruh karyawannya. – UU no. 8 tahun 2016

Komitmen diperkuat pada perayaan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Bekasi. “Pemerintah berjanji menyediakan ruang untuk penyandang disabilitas memberi manfaat, berkarya, dan berprestasi. Kementerian Sosial RI sedang membuat konsep industri yang sepenuhnya untuk penyandang disabilitas,” kata Pak Agus. Perkara industri, mestinya paling klop tek-tokan dengan Kementerian Perindustrian RI. Nah, demikian asal muasal kolaborasi ini, Teman-teman.  
Ruang lingkup Nota Kesepahaman meliputi pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penempatan kerja di perusahaan industri, serta pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas masing-masing pihak.
Berdasarkan isi Nota Kesepahaman, tugas dan tanggung jawab Kementerian Perindustrian RI adalah menentukan jenis pendidikan dan pelatihan untuk penyandang disabilitas, melaksanakan pendidikan dan pelatihan, melakukan sertifikasi kompetensi, dan memfasilitasi penempatan kerja di perusahaan industri.
Sementara itu, tugas dan tanggung jawab Kementerian Sosial RI adalah menyediakan data potensi penyandang disabilitas, melaksanakan rekrutmen, serta memfasilitasi sarana prasarana termasuk operasionalisasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.



Di acara, hadir perusahaan-perusahaan yang bersedia menerima tenaga kerja penyandang disabilitas, yakni PT. Wangta Agung, PT. Ecco Indonesia, PT. Young Tree Industries, PT. Widaya Inti Plasma, PT. Inti Dragon Suryatama, PT. Bintang Indokarya Gemilang, dan PT. Aggio Multimax. Tidak lupa industri garmen, yakni Intima Globalindo, Mataram Tunggal Garmen, Pan Brothers Group, Ungaran Sari Garments, dan Srite Group. Menurut Pak Airlangga, industri makanan, pakaian jadi, dan alas kaki merupakan industri yang punya potensi paling besar untuk menyerap tenaga kerja penyandang disabilitas. Insya Allah Januari tahun depan bisa terlaksana, ya.    
Hal yang paling istimewa buat saya di acara adalah saya bisa bertemu dengan adik-adik dari BRSPDSRW Melati Jakarta (penyandang disabilitas rungu wicara). Saat menyampaikan kata sambutan, Pak Menteri didampingi penerjemah bahasa isyarat supaya adik-adik ini mengerti. Guess what ... mereka jago main angklung! Mereka bisa memainkan lagu Tanah Airku dan Selendang Sutra yang begitu indah yang bahkan mereka sendiri tidak bisa mendengarnya! :( 
Saya jadi penasaran, gimana cara mereka berlatih? Saya pun mewawancara Pak Burhan, pelatih angklung adik-adik BRSPDSRW Melati Jakarta. Pak Burhan pensiunan yang mengabdikan dirinya untuk dunia kesenian. Usianya udah 76 tahun, lho. Beliau bukan penyandang disabilitas, tapi beliau bisa bahasa isyarat sehari-hari dan bahasa isyarat khusus not musik. Sepertinya kami luput melihat tangan Pak Burhan yang memberi isyarat not-not musik tersebut saat di panggung. Bagi saya, Pak Burhan sama hebatnya! Semoga selalu dianugerahi kesehatan ya, Pak! Kalian tertarik belajar bahasa isyarat? Silakan intip akun Instagram @pusbisindo.
Selesai acara, saya mengunjungi bazaar yang menjual hasil karya penyandang disabilitas. Ada tempat tisu, boneka, gantungan kunci, dompet, dll. Bagus-bagus, deh. Saya membeli tempat tisu batik berbentuk baju yang imut. Mereka bilang, mereka belajar membuat kerajinan seperti itu justru dari orang bule. Lumayan bisa dijadikan sumber pendapatan. 

Saya dan adik-adik BRSPDSRW Melati Jakarta


Mereka jago main angklung!


Saya dan Pak Burhan




Hasil karya penyandang disabilitas

Back to Nota Kesepahaman. Semoga Nota Kesepahaman ini menjadi pendorong munculnya upaya-upaya lain dari pemerintah untuk menegakkan hak-hak penyandang disabilitas. Semoga ke depannya terwujud masyarakat penyandang disabilitas yang impulsif dan aktif. Aamiin! [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Jumat, 21 Desember 2018

Waktunya Hijrah Bersama Sasha Halal Toothpaste


           Bagi saya, rezeki bukan cuma materi. Bisa bersua dengan seseorang yang menginspirasi, itu juga rezeki. Beberapa tahun lalu masjid sekolah anak saya mengadakan pengajian dengan ustazah Peggy Melati Sukma. Wow, rasanya tidak sabar pengin hadir dan mendengarkan langsung kisah hijrahnya! Peggy adalah artis pemeran sinetron Gerhana pada tahun 90-an. Dia kerap berpakaian seksi dan bersikap centil. Bicaranya cepat seperti kereta peluru shinkansen. Peggy mengakui, dulu hidupnya bukan hanya bergelimang harta, melainkan juga bergelimang maksiat. Lalu, kini?
            Kini Peggy telah berhijab rapat dan memutuskan meninggalkan atribut duniawi. Dia disibukkan dengan aktivitas dakwah dari pelosok daerah hingga keluar negeri. Apa yang membuat Peggy merasa inilah #WaktunyaHijrah? Jawabannya, ketika dia mengenal Alquran. Peggy berusaha betul memahami ayat-ayat Alquran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nikmat sekali. Tak pernah sehari pun dia pengin jauh dari kalam Ilahi. Masya Allah.
            Bicara soal hijrah, hari Minggu lalu saya diundang Hijab Influencers Network untuk menghadiri launching produk Sasha Halal Toothpaste (PT. Kino Indonesia) di The Hook Restaurant, Jakarta Selatan (2/12). Sukaaa, narsumnya idola semua Lulu Elhasbu (fashion blogger & designer) dan Ummu Balqis (parenting & marriage influencer). Saya dkk blogger terlibat dalam diskusi tentang hijrah yang sangat menarik! 

pasta-gigi-siwak
Launching Sasha Halal Toothpaste (credit: @hijabinfluencersnetwork)


            Bagi Lulu, hijrah adalah proses yang terus-menerus kita upayakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik sampai akhirnya kita menutup mata dan saat itulah upaya kita selesai. Setuju banget! Sejak kecil, Lulu menempuh pendidikan di sekolah Islam, bahkan pernah mencicipi pendidikan pesantren juga. Akan tetapi, masa itu, Lulu berhijab masih sekadar berhijab, belum tahu apa sesungguhnya maknanya berhijab. Saat kuliah, Lulu malah membuka hijabnya.
            Lulu kembali berhijab setelah pulang umroh dan mulai merintis karier menjadi model muslimah. Sedikit demi sedikit cara berhijabnya diperbaiki dari yang sedikit terbuka menjadi full tertutup, dari yang pendek menjadi panjang, dan dari yang ketat menjadi longgar. “Dalam proses hijrah itu kita butuh terus mencari dan menggali ilmu. Ikut pengajian, hadir di majelis taklim, membaca Alquran, dll. Ya, berhijab juga butuh ilmu, bukan cuma ikut-ikutan tren,” tegas Lulu.
            Pada tahun 2010, bersama beberapa temannya, Lulu mendirikan Zaura Models, manajemen model muslimah pertama di Indonesia. Lulu menekankan pentingnya inner beauty atau akhlak kepada model-modelnya. Secantik apa pun model tersebut, tapi kalau akhlak nol, so sorry they have to say goodbye. Nama baik muslimah dipertaruhkan di sini. Maka, wajar jika pelajaran pertama di Zaura Models adalah soal akhlak, selanjutnya barulah belajar cara berjalan di catwalk. 

Bersiwak untuk kesehatan gigi dan mulut    

            Selain memperbaiki penampilan, Lulu sangat memperhatikan produk yang dikonsumsinya apakah produk tersebut halal atau tidak. Jangan sampai dalam darah kita mengalir sesuatu yang haram. Jangan sampai berkahnya hilang. Naudzubillahi min dzalik. Jadi, untuk pasta gigi, Lulu mantap hijrah ke Sasha Halal Toothpaste karena 100% halal.
            Lebih kerennya lagi, Sasha Halal Toothpaste mengandung serpihan siwak asli (bukan essence) yay! Produk yang mengandung siwak asli, di kemasannya tertulis “Salvadora perisica extract”. Sementara itu, produk yang mengandung siwak essence, di kemasannya hanya tertulis siwak (tanpa nama ilmiah atau kata ekstrak).  Ini yang saya pelajari di kuliah Farmasi dan saya sudah konfirmasi kebenarannya dengan Mbak Danti Nastiti (Assistant Brand Manager Sasha Halal Toothpaste) setelah selesai acara.
            Bersama Annisa Rizki Amalia, drg., Sp.KGA, kami membahas lebih dalam tentang manfaat siwak. Siwak (Salvadora persica) adalah tangkai kayu berwarna putih, berserat lembut, dan wangi. Biasanya siwak tumbuh di Timur Tengah dan Afrika. Kadang siwak disebut juga tongkat kunyah.

Sejak zaman Rasulullah, siwak dipakai untuk membersihkan gigi dan mulut. Berdasarkan penelitian, siwak memang mengandung aneka zat yang memberi perlindungan pada gigi seperti fluoride, antimikroba, flavonoid, astringen, macam-macam mineral, dll.
Perbedaan siwak dengan sikat gigi: dipakai segahar apa pun (((GAHAR))), siwak tetap aman untuk gigi dan mulut karena teksturnya begitu lembut. Kalau sikat gigi, kita harus hati-hati seandainya salah sikat bisa melukai gusi dan dinding mulut. So, tidak heran, World Health Organization (WHO) resmi merekomendasikan siwak sebagai pembersih alami gigi dan mulut. Sekarang Teman-teman percaya kan kenapa bersiwak itu sunnah? Pastinya karena ada begitu banyak kebaikan di dalamnya. Hebat, ya!

        “Bersiwak bagian dari kebersihan mulut dan dan keridhoan bagi Rabb.” (HR. Ahmad 66)
“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap hendak menunaikan shalat.” (HR. Bukhari 70)
            Ummu Balqis berkata, kebersihan mulut sangat penting dalam ajaran Islam. Jabir bin Abdullah meriwayatkan Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa memakan bawang merah atau bawang putih, hendaklah ia menjauhi kami atau masjid kami, serta hendaklah ia duduk di rumahnya saja.” See, Rasulullah sudah kasih warning, jangan sampai bau mulut mengganggu khusuknya jamaah shalat dan beribadah lain hehe. Sedemikian pentingnya soal kebersihan mulut ini di mata Rasulullah.  
            Kalau dalam berumah tangga gimana, Um? Wow, apalagi ini yekan. Pasangan suami istri sebaiknya jangan bau mulut, ah. Sungkan mengingatkan pasangan yang bau mulut? Coba cari waktu yang tepat misal, saat couple time. Ngobrol-ngobrol tentang kekurangan masing-masing yang harus diperbaiki. Manfaatkan kesempatan ini untuk memuji kelebihan pasangan terlebih dahulu, lalu lanjut mengkritik sayang (cieee) bau mulutnya sekaligus memberi saran. Suami istri saling terbuka insya Allah keluarga harmonis aman tenteram. Aamiin.   

pasta-gigi-siwak
Narasumber yang kece-kece

Review Sasha Halal Toothpaste

Hadirnya Sasha Halal Toothpaste jadi kabar gembira buat kita karena sekarang bersiwak lebih praktis. Seperti yang kita tahu, siwak sulit didapat di Indonesia. Sasha Halal Toothpaste punya dua varian, yakni Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial mengandung serpihan siwak asli dan ekstrak daun sirih (kemasan emas). Fungsinya membunuh bakteri penyebab plak dan membuat napas segar lebih lama. Sasha Toothpaste Whitening mengandung serpihan siwak asli, lemon, dan garam (kemasan putih). Fungsinya memberi perlindungan ganda dan membuat gigi tampak putih. Semingguan saya memakai Sasha Halal Toothpaste. Berikut reviewnya. 

Kemasan Sasha Halal Toothpaste

            Sudah saya sebutkan di atas, warna kemasan Sasha Halal Toothpaste ada dua sesuai variannya. Di kemasan banyak tulisan Arab gundul. Jangan khawatir, ini translate bahasa Arab untuk tulisan berbahasa Indonesia di kemasan,  bukan semacam tulisan doa yang dilarang dibawa ke kamar mandi. Tanggal kedaluwarsa (expired date) tercantum jelas. Ukuran dua macam; 65 gram dan 150 gram. 

pasta-gigi-siwak
Dua varian Sasha Halal Toothpaste

Kandungan siwak asli dan expired date tercantum jelas

 

Aman dan halal

            Tugas BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) adalah memastikan sebuah produk mengandung bahan berbahaya atau tidak. Contoh bahan-bahan berbahaya antara lain merkuri, formalin, dan rodamin B. Jika aman, BPOM memberikan nomor POM untuk produk tersebut.
            Gimana cara mengecek nomor POM palsu atau tidak? Sila ke web situs pom.go.id. Pilih Daftar Produk dan masukkan nomor POM yang tertera di kemasan. Saya memasukkan nomor POM Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial dan Sasha Toothpaste Whitening. Terbukti kedua produk ini tercatat aman di BPOM.   
Sasha Halal Toothpaste juga sudah mendapat sertifikat halal MUI. Pasta gigi ini tidak cuma mengandung bahan-bahan halal, tapi proses pembuatannya dari hulu ke hilir pula halal. Semua diperbolehkan dalam hukum Islam. Alhamdulillah. 

nomor-pom-aman
Nomor POM di kemasan

Kedua varian Sasha Halal Toothpaste tercatat aman di BPOM


halal-mui
HALAL!

Kesan

             Semingguan saya memakai Sasha Toothpaste Whitening. Gimana rasa siwaknya, saya kurang tahu. Soalnya saya belum pernah bersiwak. Pasta giginya warna putih dan beraroma mint. Tekstur ringan, tidak seperti pasta gigi lain yang berasa tebal/kaku, dan tidak banyak berbusa. Hemat air kumur haha. Lemon dan garam kolaborasi whitening alami. Hanya, hasil putihnya belum kelihatan dong secara baru seminggu. Nanti hasilnya tergantung kebiasaan juga apakah sering merokok, ngopi, dll. Saran drg. Annisa, wajib sikat gigi minimal sebelum tidur malam dan setelah sarapan.
Dulu pernah si bungsu (8 tahun) salah pakai pasta gigi, yang dipakai pasta gigi lama saya. Dia langsung jerit-jerit kepedasan. Kemarin saya minta si bungsu mencoba Sasha Toothpaste Whitening. Katanya, “Enggak pedas, Ummi!” Kadar mint-nya masih bisa ditolerir si bungsu ternyata. Oiya, saya juga mencoba Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial, tapi tidak setiap hari. Warna pasta giginya cokelat muda dan ada butiran sirih. Harum sirih memenuhi rongga hidung (tapi tidak menyengat) saat sikat gigi. Love it! Segaaar! Kalau mau keluar rumah, saya pasti pakai Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial haha. Siwaknya aja udah keren, ditambah lagi sirih. As we know, sirih juga bermanfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut.  So far cocok sama dua varian pasta gigi ini. Insya Allah saya mengikut jejak Lulu hijrah ke Sasha Halal Toothpaste. ^^  

Harga berapa beli di mana

            Harga Sasha Halal Toothpaste cukup terjangkau sekitar Rp12 ribuan. Bisa dibeli di minimarket dan supermarket terdekat. Info lebih lengkap bisa diintip di Facebook Sasha Pancaran Aura Islami dan Instagram Sasha Indonesia.
 Btw, nama Sasha identik dengan nama perempuan, tapi pasta gigi ini untuk semua jender, kok. Dengan segala kebaikannya, Sasha Halal Toothpaste oke banget dipakai oleh kalian yang nonmuslim juga. Saya sendiri sudah merasakan kebaikannya. Bersiwak bareng keluarga, why not?
Last but not least, cerita tentang hijrah memang selalu menarik minat karena banyak orang concerned di sini. Pesan Ummu Balqis, jangan pernah berhenti berproses. Mari berbagi dan dukung teman-teman kita yang pengin berhijrah. Gimana dengan kalian? Apakah punya kisah hijrah yang menyentuh hati? Yuk, share di sini. [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Kamis, 13 Desember 2018

Ketika Si Sulung Terkena Herpes Zoster


         Hari Senin pagi dua minggu lalu, Faruq (15 tahun), sulung saya, kirim WA dari asrama. “Mi, bokong kiri aku sakit banget! Duduk, tidur, berdiri semua serba-salah. Badan enggak enak. Awalnya kayak ada bisul kecil, lama-lama lukanya melebar terus, Mi.”
Wah, sakit apa itu, ya? Saya minta Faruq kirim foto. Olala, setelah saya perhatikan, lukanya kok kayak herpes? Somehow saya ingat luka seperti ini pernah dialami almarhumah ibu mertua. Luka kulit karena herpes zoster. Saya pun sibuk googling mencocokkan foto yang dikirim Faruq dengan foto di internet, juga membaca-baca info.
Tengah malam saya membalas WA Faruq, “Besok kita ke RS, Nak!” putus saya. Kebetulan suami lagi dinas di luar negeri. Saya kudu ambil keputusan cepat dan sepihak huhu. Tambahan pula Faruq lagi ujian akhir. Dia jadi susah konsen gara-gara sakitnya ini. Tanggung kalau minta izin libur. Ujian tinggal tiga hari lagi.
Besoknya saya membawa Faruq ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, rumah sakit dekat asrama Faruq. Benar dugaan saya, Faruq terkena herpes zoster! Teman-teman yang belum familiar apa itu herpes zoster, saya bahas singkat berdasarkan konsul dengan dokter dan info dari media online kesehatan yang tepercaya. 

Herpes Zoster

            Herpes umum yang saya tahu ada dua, yakni herpes simplex (herpes kelamin) dan herpes zoster (herpes kulit). Just fyi, herpes simplex menular melalui sentuhan bibir dan berhubungan intim. Berbeda dengan herpes zoster. 
Herpes zoster disebut juga herpes kulit/cacar api/cacar ular. Virus yang menyebabkannya sama dengan virus cacar air, namanya varicella zoster. Jadi, orang yang sudah pernah terkena cacar air dan sembuh, virusnya tidak kabur, tapi tidur di dalam sel-sel saraf tubuh. Kata dokter sih, herpes zoster semacam episode lanjutan dari cacar air. Orang yang daya tahan tubuhnya turun + stres, akan gampang kambuh. Virus yang tadinya tidur, jadi aktif kembali (reaktivasi). Asumsi kami, mungkin Faruq kepikiran lagi mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru (asrama) dan banyak bergadang karena tugas berjibun. Kondisi tubuh drop. So, bagi yang menyangka penyebab herpes zoster adalah masalah higienitas (kotor), itu MITOS.

Ciri-ciri herpes zoster

            Penampakan herpes zoster di kulit awalnya berupa bintik-bintik bisul, lalu melebar warna kemerahan kayak kulit melepuh. Rasanya nyeri nian bagai ditusuk-tusuk pisau. Badan meriang. Saat saya bawa ke dokter, luas kulit bokong Faruq yang terkena kira-kira selebar telapak tangan orang dewasa (empat hari sejak muncul di kulit). Biasanya yang terkena satu sisi tubuh aja kiri atau kanan, tidak pernah kanan dan kiri. Setelah sembuh, luka menyisakan koreng. Satu yang paling saya syukuri (tetap bersyukur) bahwa virus ini tidak muncul di wajah si sulung, tapi di bokong kiri. Ora kebayang kalau ada bekasnya di wajah. Ora kebayang kalau kena mata. Astagfirullah.    

Kulit luka berwarna kemerahan

Hati-hati terkena mata karena dapat menyebabkan kebutaan

Apa yang harus dilakukan?

            Sebaiknya segera bawa ke dokter jika anak terkena herpes zoster. Kasihan kan anak tersiksa banget. Obatnya antivirus asiklovir (obat minum + salep) dan pain killer. Istirahat yang cukup. Hindari stres. Pasien WAJIB MANDI! Kalau tidak mandi, virus dan bakteri semakin enjoy asoy geboy di tubuh yang kotor. Mandinya pakai sabun bayi yang lembut.

Siapa saja yang bisa terkena?

            Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, siapa saja yang sudah pernah terkena cacar air bisa terkena herpes zoster. Apa yang terjadi kalau orang yang belum pernah kena cacar air terinfeksi virus varicella zoster? Ya, orang tersebut akan mengalami cacar air dulu, dong. Setelah cacar airnya sembuh, kemungkinan terkena herpes zoster itu ada.
Jaga kondisi tubuh supaya tidak drop untuk mencegah reaktivasi virus di dalam tubuh. Semakin lanjut usia, peluang terkena penyakit herpes zoster semakin besar. Kata dokter, seandainya orang tua yang terkena, sembuhnya bakal lebih lama. Setelah sembuh, nyeri yang ditinggalkan bisa berasa sampai enam bulan. Berbeda dengan anak-anak dan remaja. Sembuhnya lebih cepat. Begitu kulit kering, nyeri pun hilang. 

Ayo berobat!

Alhamdulillah setelah dua minggu Faruq sembuh. Teorinya, proses sembuh itu sekitar dua sampai tiga minggu. Tempo hari kontrol ke RSPP Jaksel, luka sudah kering. Tinggal nyeri-nyeri sedikit. Biarkan bekas luka yang kering, luruh sendiri. Jangan dikopek-kopek. Alhamdulillah lagi, saya suami dan adik-adik Faruq tidak ketularan. Meski penyebab herpes zoster bukan lingkungan yang kotor, tetap, menjaga kebersihan itu penting. Seandainya terkena, jangan panik, ayo lekas berobat! Apakah teman-teman pernah terkena herpes zoster? Yuk, share pengalaman kalian di sini. Siapa tahu bisa membantu pembaca yang lain. [] Haya Aliya Zaki
Foto: wikihow.com/Recognize-Shingles-Symptoms-(Herpes-Zoster-Symptoms)
Selanjutnya ...

Kamis, 06 Desember 2018

Dianugerahi Anak Sindrom Down, Bukanlah Akhir Dunia


Ketika kita sedang berbahagia, biasanya kita tidak bertanya, “Kenapa saya?” Akan tetapi, ketika kita sedang bersedih, kenapa kita selalu bertanya, “Kenapa saya?”

Pada suatu masa, dua kalimat di atas diucapkan adik saya dan sukses membuat saya merenung. Kalimat itu kembali teringat pada hari Minggu lalu, hari ketiga IMBEX 2018. Begitu sampai, saya mampir ke booth PT. Cordlife Persada (Cordlife) sebentar. Rencananya jelang siang Cordlife mengadakan talkshow Deteksi Dini Kelainan Kromosom dan Pengasuhan Anak dengan Sindrom Down di panggung IMBEX hall B JCC Senayan Jakarta (2/12).
PT. Cordlife Persada merupakan anak perusahaan Cordlife Group Ltd. Singapore yang fokus pada penyedia layanan kesehatan ibu dan anak. Cordlife hadir di Indonesia pada tahun 2001.

Saya pribadi pernah mendengar tentang sindrom Down (Down syndrome) dan pastinya Teman-teman juga, ya. Hanya, lebih detail tentang sindrom Down, saya juga pengin tahu. Berbagai pertanyaan berkelebat di kepala. Apakah sindrom Down bersifat genetik? Siapa saja yang terkena? Adakah pencegahannya? Well, mungkin kita bisa mendapatkan infonya by googling, namun kali ini saya beruntung mendapatkannya langsung dari pakarnya, yakni Ibu dr. Meriana Virtin (Medical Advisor Cordlife). Kapan lagi yekan, alhamdulillah gratis pula.    
            Sebelumnya kita perlu tahu, apa sih kromosom itu? Kromosom semacam bank data dalam tubuh kita. Kita berambut hitam atau pirang, bermata cokelat atau biru, dan apakah fungsi tubuh berjalan sebagaimana mestinya, ini semua tergantung pada kromosom.
Lazimnya manusia memiliki total 46 kromosom, yakni 23 kromosom dari ayah dan 23 kromosom dari ibu. Anak-anak yang jumlah kromosomnya kurang atau lebih dari 46, atau jumlah kromosom mereka memang 46, tapi ada bagian dari kromosom tersebut yang hilang, disebut sebagai anak-anak yang terlahir memiliki kelainan kromosom atau sindrom Down. 

Anak sindrom Down

   Sayangnya tidak ada pencegahan untuk kasus sindrom Down. Tidak ada pantangan makanan, pantangan obat, ataupun pantangan aktivitas yang khusus bagi ibu hamil. Soalnya, penyebab sindrom Down sendiri belum diketahui. Penyakit ini bukan penyakit keturunan. Bukan salah ayah bukan pula salah ibu. Penelitian menyebutkan bahwa ibu hamil dengan risiko tinggi (berusia di atas 35 tahun) punya peluang lebih besar mengandung janin sindrom Down, yakni 1:350 bayi.     
Sindrom Down tidak diketahui penyebabnya dan tidak bisa dicegah, so, what should we do? Lakukan skrining Non Invasive Prenatal Testing (NIPT).

NIPT ini tes untuk mengetahui kelainan kromosom bawaan pada bayi (terutama kelainan kromosom trisomi 21, trisomi 18, dan trisomi 13) yang dilakukan sejak kehamilan berusia 10 minggu (trimester awal). Hasilnya sangat akurat 99%. NIPT bisa dilakukan di Cordlife.
Jadi, Cordlife bukan cuma menyediakan jasa penyimpanan darah tali pusat dan membran tali pusat, melainkan menyediakan tes untuk mengetahui kelainan kromosom bawaan pada bayi juga.
Btw, kenapa disebut NIPT disebut non invasive? Non invasive artinya tidak ada usaha ekstrem dari praktik NIPT untuk memasuki wilayah tubuh tertentu. Tidak ada cungkal cungkil atau suntak suntik gimana-gimana yang membahayakan ibu dan janin. Sampel yang diambil cuma satu tabung kecil darah ibu. Hasilnya bisa diketahui dalam 14 hari kerja.     
Tujuan utama melakukan NIPT adalah untuk memastikan apakah kehamilan aman. Jika hasil NIPT positif (janin sindrom Down), orangtua bisa mempersiapkan mental sejak dini. Persiapan mental ini penting banget untuk mengurangi rasa kepanikan dan ketakutan orangtua begitu melihat kondisi bayi mereka setelah lahir.

Selanjutnya, persiapan fasilitas kesehatan. Seperti yang kita tahu, anak sindrom Down memiliki masalah kesehatan karena kelainan kromosom mengganggu fungsi organ tubuh seperti jantung, ginjal, indra penglihat, dll. Kalau semua dipersiapkan, anak sindrom Down insya Allah berusia lebih panjang. Orangtua sila konsultasi intens dengan obgyn dan dokter anak.

Di acara juga hadir Ibu Maya Olivia S perwakilan dari Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (Potads). Komunitas ini lahir berkat rasa senasib seperjuangan orangtua dengan anak sindrom Down di seluruh Indonesia bahkan dunia. Pada tahun 2000-an info tentang sindrom Down masih sulit didapat. Di Potads, para orangtua saling menguatkan, saling berbagi, dan saling upgrade ilmu segala sesuatu tentang sindrom Down. Ibu Maya tergerak membantu mengurus Potads karena anak sulungnya yang berusia 19 tahun mengalami sindrom Down.

Talkshow tentang anak dengan kelainan kromosom bersama Cordlife

“Sembilan belas tahun yang lalu ketika anak saya lahir, saya sama sekali buta apa itu sindrom Down. Cari-cari di internet, infonya sangat rumit dicerna. Untuk alasan inilah Potads ada,” kata Ibu Maya. Pada tahun 2013 Ibu Maya menulis buku berjudul Cahaya Hidup, buku yang berkisah tentang pengalamannya mengasuh dan membimbing anak sindrom Down.  
Demi mendukung potensi anak-anak sindrom Down, Potads menciptakan Rumah Ceria. Aneka kegiatan positif diadakan di sana seperti kelas musik, kelas masak, kelas art & craft, kelas berenang, dll setiap hari Senin–Sabtu. Terbukti anak sindrom Down bisa mandiri dan berkarya jika mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan.      
Selain ibu Maya, ada Ibu Maylani Wiaji (klien Cordlife) yang sharing melalui videotron tentang memiliki anak sindrom Down. Ibu Maylani tidak menyangka hal ini terjadi padanya. Awalnya ada denial dan ketakutan tidak bisa mengasuh anak sindrom Down. Lambat laun Ibu Maylani menyadari tanggung jawabnya sebagai orangtua. Dia memulai rutinitas memeriksakan kesehatan dan terapi untuk anaknya. Dianugerahi anak sindrom Down, bukanlah akhir dunia. Anak sindrom Down adalah amanah spesial dari Tuhan. Jangan sampai disia-siakan. Pada akhirnya, anak kita bagaimana pun kondisinya akan menjadi berkah dalam kehidupan kita. 

talkshow-cordlife-down-syndrome
Ibu Meriana Virtin dari Cordlife (kiri) dan Ibu Maya Olivia S dari Potads

blogger-cordlife
Foto bersama sebelum pulang

Hari Minggu lalu saya belajar banyak dari ibu-ibu luar biasa. Saya pikir, saya cuma akan mendapat wawasan tentang sindrom Down di acara ini, tapi ternyata tidak. Sharing Ibu Maya dan Ibu Maylani sungguh menyentuh. Rasa haru, semangat, dan cinta kasih memeluk kami. Tanpa terasa, kristal bening jatuh di pelupuk mata. Kita sebagai orangtua sering merasa kitalah makhluk yang paling tahu dan pengin mengajari anak ini itu, namun sesungguhnya anak-anaklah guru kehidupan kita. Bersedih boleh, bangkit jangan lupa. Lebih baik memikirkan masa depan anak sindrom Down daripada terus-menerus menggugat keputusan Tuhan.
Bagi Teman-teman yang sedang hamil, yuk, lakukan skrining NIPT di Cordlife untuk memastikan kehamilan kalian aman. Satu lagi, jika kita gercep mengetahui janin sindrom Down, kita bisa mencari info cara mengoptimalkan potensi anak sindrom Down. Sila hubungi Cordlife untuk konsultasi soal skrining NIPT. Sehat dan lancar semua sampai persalinan kalian nanti, ya! :)  [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Sabtu, 01 Desember 2018

Cordlife Life Card, Tanda Cinta dari Cordlife Indonesia untuk Para Orangtua


       Kalau saya sebut tanda cinta, apa yang langsung terlintas di benak Teman-teman? Pastinya pemberian berharga, ya. Kali ini PT. Cordlife Persada (Cordlife) memberikan tanda cinta kepada para orangtua yang mempercayakan Cordlife untuk menyimpan darah tali pusat bayi mereka selama lebih dari 21 tahun. Sekitar 300 ribu pasangan orangtua telah menjadi klien Cordlife.
PT. Cordlife Persada merupakan anak perusahaan Cordlife Group Ltd. Singapore yang fokus pada penyedia layanan kesehatan ibu dan anak. Cordlife hadir di Indonesia pada tahun 2001.

Cordlife bukan cuma menyediakan jasa penyimpanan darah tali pusat dan membran tali pusat, melainkan juga pemeriksaan Non Invasive Prenatal Testing (NIPT) dan MetaScreen. NIPT adalah tes awal kehamilan untuk mengetahui kelainan kromosom bawaan pada bayi. MetaScreen adalah skrining kelainan metabolisme bawaan pada bayi baru lahir di mana skrining ini menggunakan urin bayi (bukan darah) sehingga tidak menyakiti bayi.  
Saya sudah beberapa kali menulis tentang Cordlife. Kalian bisa membacanya DI SINI dan SINI. So, tanda cinta apakah gerangan yang dipersembahkan Cordlife?
            Cordlife Life Card.
        Cordlife Life Card (Life Card) diluncurkan para hari pertama IMBEX (Indonesia Maternity Baby and Kids Expo) 2018 di booth Cordlife, D-1 hall B JCC Senayan, Jakarta (30/11). Bakal kalap kalau main ke sini haha. Saran saya, buibuk yang membawa anak sebaiknya ajak juga suami, asisten, atau teman untuk membantu supaya kita leluasa belanja belanji atau konsultasi di aneka booth di sana. Khusus bagi Teman-teman yang join Cordlife di IMBEX 2018, kalian akan mendapatkan diskon dan penawaran eksklusif yang menarik, lho.  

Cordlife-Indonesia

Cordlife-Indonesia

Cordlife-Indonesia
Jalan-jalan ke booth Cordlife di IMBEX 2018

Ok, back to Life Card. Life Card merupakan program loyalti untuk para orangtua klien Cordlife. Dalam kata sambutannya, Bu Retno Suprihatini (Country Director PT. Cordlife Persada) berkata bahwa Cordlife Life Card hadir untuk membangun keterikatan antara Cordlife dengan orangtua. Dengan memiliki kartu ini, Cordlife berharap, para orangtua bisa merasakan benefit sampai anak-anak mereka menjadi toodler.  
            Kapan Life Card ini diberikan?
            Menurut Bu Wita Pratiwi (Assistant Manager, Project) Life Card diberikan begitu orangtua menyimpan darah tali pusat bayi mereka di Cordlife untuk plan penyimpanan 10 tahun dan 21 tahun. Partner yang mendukung Life Card adalah Mothercare, TinyToes (rental perlengkapan ibu dan anak), Mums & Babes (tempat belanja perlengkapan ibu dan anak), Papermotion (jasa foto dan video), GoApotik (marketplace aman untuk membeli obat OTC dan resep), Babyology, dan Vitaflow Baby (botol penyimpanan ASI yang berkualitas dan multifungsi). Aaakkk ... brand keren semua! Klien Cordlife otomatis mendapatkan benefit dari brand-brand ini seperti diskon, produk gratis, dan macam-macam promosi lainnya.  

Ibu Wita Pratiwi (Asisten Manager, Project)

Cordlife-Indonesia
Cordlife Life Card


Cordlife-Indonesia
Ibu Retno Suprihatini (Country Director Cordlife) dan Ibu Wita Pratiwi

Fanny-Novia-TinyToes
Mbak Fanny Novia, owner TinyToes dan klien Cordlife

Selamat atas peluncuran Cordlife Life Card! Kalian para orangtua yang sedang menanti kelahiran buah hati, jangan sampai melewatkan kesempatan menyimpan darah dan membran tali pusat buah hati di Cordlife karena Safe the Cord Blood, Give Life Twice. Betapa 10 menit setelah proses persalinan sangat berharga. Waspada dengan penawaran terapi sel punca abal-abal. Pilih Cordlife yang sudah memiliki izin operasional resmi dari Kemenkes RI. Yuk, tunggu apa lagi? Kita bisa investasi jangka panjang untuk kesehatan seluruh keluarga melalui Cordlife. [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Iklan