Jumat, 19 Februari 2021

Dukung Anak Generasi Maju, Sarihusada Luncurkan SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC

 

Beberapa waktu lalu si bungsu mengeluh sakit perut berhari-hari. Ternyata, dia terkena asam lambung. Lo kok bisa? Bingung dong saya. Perasaan, makannya tidak pernah telat dan perutnya selalu kenyang. Setelah konsultasi dengan dokter, saya pun ngeh kelalaian saya. Si bungsu jarang banget makan sayur dan buah. Itulah kenapa lambungnya bermasalah. Jadi, makan tidak asal makan ya, Teman-teman. Gizi harus terpenuhi, terutama pada tahapan tumbuh kembang anak.

 

Gizi yang lengkap

Hari Kamis kemarin (18/2) saya diundang menghadiri konferensi pers virtual peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC. Di acara ini saya mendapat wawasan seputar gizi dari Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS., SpGK. (President of Indonesia Nutrition Association). Dr. Luciana berprofesi sebagai dokter spesialis gizi klinis. 

 

Launching SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC


Narasumber


Menurut Dr. Luciana, porsi makanan yang ideal untuk anak adalah nasi atau karbohidrat lain 35%, lauk pauk 35%, dan sayuran 30%. Jadi, makanan anak berbeda dengan makanan orang dewasa. Lebih jelasnya bisa dilihat di gambar berikut. Menu dibuat bervariasi supaya anak tidak bosan. 

 



 

Makanan yang dikonsumsi anak berfungsi untuk metabolisme basal, pertumbuhan, aktivitas fisik, dll. Kalau gizi anak tidak terpenuhi, metabolismenya, pertumbuhannya, aktivitas fisiknya, dll itu bisa terganggu. Nah, seperti si bungsu saya, nih. Gara-gara kurang makan sayur dan buah, metabolisme tubuhnya terganggu. Tip dari Dr. Luciana, waktu pertama kali memperkenalkan sayur kepada anak, sebaiknya kasih sayur yang manis dan empuk. Jangan langsung kasih sayur yang pahit dan alot (kurang matang). Terus, yang paling penting, orangtua harus memberi contoh makan sayur kepada anak-anak. Catet!       

 Bicara soal gizi, tempo hari saya membahas tentang zat besi di postingan Dampak kekurangan Zat Besi pada Tumbuh Kembang Anak. Kali ini saya kembali mengulas tentang kebutuhan zat besi untuk anak. Faktanya, 1 dari 3 anak di Indonesia kekurangan zat besi (Riskesdas 2007, 2012, dan 2018). Kian tahun jumlahnya kian meningkat. Kalau tubuh kekurangan zat besi, sel darah merah akan menjadi kecil dan pucat. Pemeriksaan sel darah merah dilakukan di laboratorium, ya. Kondisi seperti ini disebut anemia. Anemia tidak selalu disebabkan oleh kekurangan zat besi, tapi kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia. Berikut dampak anemia jangka pendek dan jangka panjang pada anak. Jika tidak ditangani, dampak anemia bisa permanen, lo.  

 


Makanya, penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Biar makin oke, jangan lupa vitamin C buat anak. Tahukah teman-teman, vitamin C membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh? Makanan yang mengandung vitamin C antara lain pepaya, nenas, bayam, dll.

 

SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC

            Oiya, tadi saya menyebutkan produk SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC, inovasi Sarihusada yang hadir atas dasar concern terhadap jumlah anak-anak yang kekurangan zat besi di Indonesia. Susu SGM Eksplor  ini merupakan susu formula kaya zat besi, di mana terdapat IronC vitamin zat besi anak kombinasi antara zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan untuk memberikan asupan zat besi kepada anak dan memastikan asupan tersebut terserap secara optimal. Manfaat minum susu bantu lengkapi kebutuhan gizi anak.

“Selain IronC, SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC ini juga dilengkapi nutrisi penting lainnya seperti minyak ikan, omega 3 & 6, tinggi protein, kalsium, vitamin D, serat pangan, dan zinc,” jelas Mbak Astrid Prasetyo (Marketing Manager SGM Eksplor). Manfaat minyak ikan sangat baik untuk pertumbuhan otak dan sistem imun tubuh anak.

 

Stimulasi yang tepat

            Gizi lengkap sudah, terus apa lagi? Stimulasi! Anak juga butuh stimulasi yang tepat. Nah, topik yang ini paling cocok dibahas oleh Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. (Psikolog Anak dan Keluarga) atau akrab dipanggil Mbak Nina. Menurut Mbak Nina, aspek tumbuh kembang anak terbagi 3, yakni fisik–motorik (kemampuan anggota tubuh tumbuh tinggi dan bergerak lincah), kognitif–bahasa (kemampuan berpikir dan berbicara), dan sosioemosional (kemampuan mengenali dan mengendalikan emosi serta berinteraksi dengan orang lain). 

 




            Tiga aspek tumbuh kembang anak mempengaruhi 5 potensi prestasi anak yang dibutuhkan untuk menjadi Generasi Maju. Mestinya 5 potensi prestasi ini tumbuh dan berkembang secara setara, tidak ada yang terlambat. Indonesia punya mimpi menjadi negara maju ada perayaan 100 tahunnya di 2045.  

Bagaimana cara menstimulasi anak?

1. Tumbuh tinggi

- penuhi kebutuhan gizi, termasuk zat besi dan vitamin C

- ajari aktivitas mandiri

- libatkan dalam aktivitas rumah tangga

- perbanyak aktivitas fisik

- beri ruang aman untuk bergerak

2. Berpikir cepat

- ajari bicara

- ajak ngobrol

- bermain teka teki

- bacakan buku

- mengamati lingkungan

3. Percaya diri

- buat relasi hangat

- beri kesempatan memilih

- puji perilakunya (spesifik)

- dorong untuk hadapi kesulitan

- kurangi celaan dan marah berlebihan

4. Aktif bersosialisasi

- rajin lakukan kontak mata

- ajak anak ngobrol dengan bahasa utama

- beri respons positif saat anak bergaul

- ajari menebak emosi orang lain

- lakukan foreplay (bermain peran)

5. Tangguh

- jadi teladan pribadi tangguh

- tingkatkan target kemampuan bertahap, beri apresiasi

- bersabar menunggu anak berproses

- beri konsekuensi perbuatan

- ajari kelola stres

 

            Acara ini juga dihadiri oleh Alyssa Soebandono, selebritas dan ibu dari 2 anak. Alyssa mengaku hingga sekarang dia masih terus belajar mengasuh dan mendidik buah hatinya, Malik dan Rendra. Baginya, orangtua harus banyak membaca dan mencari info, tidak boleh malas. Belajar bisa dari mana saja. Alyssa selalu memantau info-info dari akun Instagram @akuanaksgm dan web situs Generasi Maju

 

Soal kekurangan zat besi, Alyssa memastikan anak-anak tercukupi kebutuhannya. Jika anak sampai mengidap anemia, kita tidak boleh menunda-nunda untuk mengobati. Rutin cek grafik tahapan perkembangan anak menurut umur. Demikian pula soal stimulasi. Alyssa dan suami tidak ragu membelikan mainan atau apa pun itu jika dirasa bermanfaat menstimulasi anak.

 

Teman-teman yuk kunjungi platform Sekolah Generasi Maju. Isinya bukan cuma tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, melainkan masih ada seabrek info lainnya. Konten-kontennya sudah dikurasi oleh para ahli. Tinggal masukkan keyword, nanti semua info yang kita butuhkan akan keluar. Klak klik beres. 

 

Lalu, melalui Aplikasi Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, kita dapat memantau tumbuh kembang anak dalam mencapai potensi prestasinya melalui serangkaian pertanyaan. Semua bisa diakses gratis di web situs www.generasimaju.co.id. Satu lagi, Online Festival Generasi Maju, rangkaian acara di platform digital yang membahas topik-topik tentang tumbuh kembang anak bersama para ahli. Kegiatan ini dimulai April 2021. SGM Eksplor komit kepada orangtua Indonesia untuk memberikan yang terbaik demi membantu mewujudkan Generasi Emas 2045. Cuss! [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Senin, 15 Februari 2021

Kulit Tetap Terhidrasi Berkat Aqua Reflections

 

Kita sudah tiba di tahun 2021. Orang-orang bilang, tahun 2020 hanya terdiri atas 3 bulan, yakni Januari, Februari, dan Maret. Selebihnya kita tidur ha-ha-ha. Ini cuma jokes, ya. Setelah bulan Maret 2020 virus korona masuk ke Indonesia, kita harus melakukan segala sesuatunya dari rumah. Pfiuh ... bukan hal yang mudah terus-menerus bertahan di rumah dan melakukan adaptasi digital hampir di semua sektor.

Beberapa bulan pertama pandemi saya sempat stres. Alhamdulilah, seiring berjalannya waktu, saya menemukan aktivitas yang mencerahkan seperti belajar investasi saham, rajin olahraga (cieee rajin), dan ... lebih intens merawat kulit! Ya, siapa yang tidak pengin punya glass skin ala ala cewek Korea Selatan? Glass skin ini istilah untuk kulit yang mulus, lembap, dan bercahaya. Beniiing seperti gelas kaca gitulah. See, 2020 it’s not all bad. Kalau bukan karena pandemi Covid-19, mungkin saya tidak yakin akan tertarik melakukan aktivitas-aktivitas tadi. Jadwal meliput berbagai event lumayan padat sebelum pandemi. Uhuk.

Kolaborasi AQUA Reflections x Sociolla

Salah satu cara untuk mendapatkan glass skin adalah dengan memakai skincare. Saya googling review produk skincare di SOCO ID dan pilah-pilih mana yang cocok. Lalu, saya sadar, glass skin tidak semata-mata terwujud berkat skincare, melainkan juga berkat perawatan dari dalam, yakni minum air. Glass skin pastinya kulit yang terhidrasi. Ini cocok banget dengan tema kampanye Hydrate to Radiate kolaborasi Sociolla dan Aqua Reflections.

Sociolla dengan ratusan produk skincare membantu menghidrasi kulit dari luar, sementara Aqua Reflections membantu menghidrasi kulit dari dalam.

Kadang kita lupa, kita sibuk pakai skincare ini itu, tapi urusan minum air selalu ditunda-tunda. Minum air 2 liter sehari membantu menghidrasi kulit yang kering dan kasar.

            Aqua Reflections adalah air minum yang berasal dari sumber mata air terlindungi dan dikemas dalam botol kaca. Alhamdulillah, saya mendapatkan Hydration Box dari Sociolla yang berisi Aqua Reflections dan beberapa produk skincare. Saya suka botol Aqua Reflections yang cantik! Bisa banget dijadikan hadiah, lo.

 



Hydration Box

Bentuk botol Aqua Reflections ramping dan desainnya dibuat oleh Sociolla. Ada gambar XOXO berwarna pink khas Sociolla. Kalau teman-teman belum tahu, sebenarnya gambar XOXO terinspirasi dari motif Batik Kawung yang memiliki makna Hati yang Murni. Nama Kawung diambil dari buah kawung atau lebih dikenal dengan buah kolang kaling. Isi buah berwarna putih dan kulit buah keras. Inilah filosofi hati yang murni tadi.    

Review produk skincare

Tadi saya sudah menyebutkan, selain Aqua Reflections, saya juga mendapatkan beberapa produk skincare dari Sociolla. Ini dia produknya dan review singkatnya.

1. Ariul Micellar Water

            Formulanya ringan dan aman bagi kulit. Jadi, bisa dipakai untuk sehari-hari. pH 5,6 membantu menormalkan kondisi kulit. Micellar Plus Solution melindungi kulit dengan cara melembapkan. Saya memakai Ariul Micellar Water untuk membersihkan debu dan make up di wajah, termasuk area mata. Tidak pedih sama sekali. Oiya, setelah memakai micellar water ini, wajah tidak perlu dibilas. Hemat air hi-hi.   

 

 

2. Fleur de Cupuacu Ultra Noruishing Body Lotion

Kali pertama saya memakai body lotion ini. Khusus untuk kulit kering dan sangat kering. Cocok untuk kaki saya yang kulitnya paling kering dibandingkan kulit tubuh lainnya. Tekstur agak encer, tapi cepat menyerap di kulit dan tidak lengket. Setelah dipakai, sekilas kulit tampak shiny. Kandungan utama body lotion ini adalah ekstrak Cupuacu yang diproses secara organik. Cupuacu masih satu famili dengan kakao. Paraben free dan alcohol free.    

 


3. AHC Hyaluronic Cleansing Foam

Cleansing foam untuk kulit kering dan kasar. Teksturnya gel, tapi kalau diusapkan ke wajah akan keluar foam lembut. Harumnya enak banget!

 


 

4. Sukin Signature Original Hydrating Mist Toner

Toner untuk semua jenis kulit. Cara pakainya gampang tinggal disemprot saja, terus wajah ditepuk-tepuk sedikit. Bikin kulit segar dan lebih relaks. Alcohol free

 


 

5. Mediheal N.M.F Aquaring Ampoule Mask EX

Masker asal Korea yang berfungsi melembapkan, mengontrol sebum, dan merawat pori-pori wajah. Sistem air dari N.M.F (Natural Misture Factor) inilah yang memberikan kelembapan pada kulit wajah. Cuci wajah terlebih dahulu, lalu pakai masker selama 10 menit sampai essence menyerap. 

 

 

Di mana beli Aqua Reflections?

Kembali ke Aqua Reflections. Teman-teman bisa membeli Aqua Reflections di Sociolla Offline Store. Nanti kalian scan QR code yang ada di botol. Dari QR tersebut, kalian bisa langsung log in atau sign up SOCO ID dan dapatkan kejutan spesial e-voucher senilai Rp25 ribu yang berlaku sampai 31 Desember 2021. Yaaay ... belanja!

            Oiya, AQUAxSociolla bikin kompetisi. Kalian harus ikutan! Persyaratannya sbb.

1. beli Aqua Reflections di Sociolla Offline Store

2. minum Aqua Reflections dan tunjukkan melalui Instagram story dengan menggunakan filter Instagram AQUAxSociolla. Kalian bisa cek filternya di Instagram @sociolla atau di highlight Instagram saya juga ada

3. simpan postingan kalian di highlight dan kasih title AQUAxSociolla

4. Komen “DONE” di postingan giveaway AQUAxSociolla di Instagram @beautyjournal

5. pemenang akan mendapatkan hadiah Hydration Box dan hadiah menarik lainnya

7. periode kompetisi sampai Februari 2021 buruan ikut!

8. follow Instagram @sociolla, @beautyjournal, dan @aqua_reflections, ya!

Kulit adalah organ tubuh yang paling luas. Kulit yang sehat menunjukkan bahwa keseluruhan tubuh kita juga sehat. Hayuk, jangan malas minum air, ya. Setiap hari kulit kita terpapar radikal bebas soalnya. Kasihan, kan. Selain bikin cantik, minum air yang cukup juga bisa bikin awet muda, lo. Siapa yang nolak dikata-katain “vampir” alias awet muda? Hi-hi-hi. [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Kamis, 31 Desember 2020

Anugerah Bunda Teladan 2020, Kasih Ibu Membuka Akses Pangan Bangsa

 

Tahun baru 2021 tinggal hitungan jam. Apa yang kalian lakukan jelang tahun baru? Saya lagi-lagi diundang oleh Foodbank of Indonesia (FOI) untuk menghadiri webinar mereka pada tanggal 29 Desember 2020 lalu. FOI adalah organisasi nirlaba yang berdiri pada tanggal 21 Mei 2015 di bawah Yayasan Lumbung Pangan Indonesia.

Webinar FOI kali ini istimewa, yakni acara Anugerah Bunda Teladan 2020, acara untuk mengapresiasi bunda, yanda, dan relawan yang berdedikasi di FOI serta dalam rangka memperingati Hari Ibu juga. Betapa penting posisi ibu dalam ketahanan pangan keluarga. Ibulah pemegang keputusan pangan, produksi pangan, dan penentu pola konsumsi pangan. Oiya, acara Anugerah Bunda Teladan 2020 sekaligus jadi acara penutup kampanye Aksi 1000 Bunda dari FOI. 

 




Salut buat FOI yang konsisten mengangkat isu pangan dan kelaparan anak dalam kehidupan sehari-hari. Hingga saat ini berbagai isu pangan dan kelaparan masih terjadi khususnya pada balita Indonesia.

Sedih, 3 dari 10 balita Indonesia disebutkan menderita stunting. Berdasarkan hasil survei FOI pada Agustus 2020 di 14 titik, sekitar 27% balita berada di sekolah dalam perut kosong karena tidak makan dari pagi hingga siang hari. Di daerah lainnya bahkan mencapai 40-50%. Jajan sembarangan jadi gaya hidup. Pandemi Covid-19 pula semakin menyulitkan kondisi.   

So, bisa dipastikan bahwa peran bunda, yanda, dan relawan FOI sangat besar. Keberadaan mereka sangat berharga karena mereka terlibat langsung dalam pergerakan. Menurut Ibu Lenny Rosalin (Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak), usaha FOI dan tim mungkin belum memperlihatkan sesuatu yang signifikan sekarang. Namun, insya Allah beberapa tahun lagi semua akan membuahkan hasil nyata. 

Dalam kata sambutannya, Pak Hendro Utomo (Founder FOI), bercerita tentang teladan dari keluarga Rasulullah. Rasulullah menjadi yatim piatu pada usia 6 tahun, tapi beliau tetap mendapatkan gizi yang baik berupa ASI dari ibu susu Halimah Sa’diyah. Zaman dahulu perempuan mencari rezeki dengan cara menyusui bayi-bayi. Awalnya Halimah enggan menyusui Rasulullah karena keluarga Rasulullah miskin. Alhamdulillah, atas izin Allah, berkat menyusui Rasulullah, ASI Halimah menderas, demikian pula rezekinya. Masya Allah Rasulullah memang sebaik-baiknya teladan, ya.    

 

Kategori Anugerah Bunda Teladan 2020

1. Bunda Menginspirasi

a. Bunda Menginspirasi (PAUD)

Para bunda dan yanda dapat mencalonkan dirinya sendiri untuk masuk jadi nominee dengan mengirimkan konten atau tulisan yang menceritakan pengalaman, motivasi, dan harapan dalam upaya membuka akses pangan.

b. Bunda Menginspirasi (SADARI)

            Relawan yang memiliki kontribusi besar dalam menyukseskan program Sayap dari Ibu (harapan untuk anak negeri, asa untuk selambai, dan asa untuk anak bahari).

Pemenang

Juara 1 Sri Utami S

Juara 2 Nurhayati

Juara 3 Rini Agustiani

2. Bunda Teladan Relawan

Para bunda yang dianggap memiliki dedikasi tinggi dan kinerja terbaik pada setiap pergerakan yang FOI lakukan.

Pemenang

Juara 1 Srinatin

Juara 2 Evi Hanafiah

Juara 3 Meiki Mulyani

3. Lembaga Teraktif

            Lembaga yang tergabung dalam aksi FOI dan memiliki kinerja yang baik seperti dalam hal pelaporan administrasi dan dokumentasi.

Pemenang

Juara 1 PAUD Taman Firdaus Tebet Jakarta Selatan

Juara 2 TK Iftikhori Huntara Sumur Pandeglang

Juara 3 TPA Baitul Afif Bantul

 

Acara dimeriahkan oleh artis remaja Tanah Air, Danes Rabani. Danes menyanyi dan bermain piano secara live lagu Seperti Dirimu dan Ibu. Mbak Vonny Anggraeni membacakan puisi tentang ibu. Terharu dengan penampilan mereka berdua. 

Pandemi tahun ini memang menyisakan pedih. Namun, FOI dan tim terus berupaya melakukan hal baik. Mereka tim hebat. Di sela-sela kesibukan domestik dan tugas yang bejibun, mereka semua masih menyempatkan diri mengemban misi mulia. Sejak awal komitmennya luar biasa.

Semoga tahun depan diadakan acara Anugerah Bunda Teladan lagi, ya. Semoga acara ini menginspirasi pihak lain untuk ikut membantu membuka akses pangan di Indonesia. Selamat kepada para pemenang Anugerah Bunda Teladan 2020! Semangat terus berjuang bersama FOI. Semangat untuk masa depan merah putih. [] Haya Aliya Zaki

 

 

Selanjutnya ...

Sabtu, 19 Desember 2020

Dampak Kekurangan Zat Besi pada Tumbuh Kembang Anak

 

Sejak pandemi Covid-19, kita mendengar banyak slogan soal pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan anak. Pasalnya, anak termasuk kelompok yang rentan penyakit. Kabar terbaru, vaksin yang akan didistribusikan nanti cuma boleh diberikan kepada orang-orang yang berusia minimal 18 tahun. Hm, berarti anak-anak tidak termasuk yang divaksin dong, ya. So, selain menjaga kebersihan, cara terbaik supaya anak-anak terhindar dari sakit adalah dengan menjaga kesehatan.

Anak tumbuh sehat mestinya karena memiliki sistem imun yang baik. Sistem imun yang baik terbentuk karena asupan nutrisi yang cukup. “Sayangnya, 1 dari 3 balita Indonesia mengalami anemia (Riskesdas, 2018). Sekitar 50-60% anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Jika dibiarkan, generasi emas Indonesia 2045 tidak akan tumbuh secara optimal, bahkan bisa saja kita kehilangan generasi ini,” kata Pak Arif Mujahidin (Corporate Communication Director Danone Indonesia). Jadi catatan serius bagi tim Danone Specialized Nutrition (Danone SN) Indonesia, nih. Maka, pada tanggal 17 Desember 2020, Danone SN berinisiatif mengadakan webinar Kekurangan Zat Besi sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya terhadap Kemajuan Anak. Senangnya saya diundang untuk menghadiri webinar ini.  

 




  

Ibu hamil dan anemia

Di Indonesia, ibu hamil yang anemia berjumlah sekitar 48%. Lebih tinggi 10% dari jumlah globalnya, Teman-teman. Kebanyakan berusia muda, yakni 15-24 tahun. Berikut dampak anemia pada ibu hamil:

- mudah lelah, letih, dan lesu

- keluhan pada jantung (palpitasi atau berdebar)

- pembesaran otot jantung

- tensi turun

- komplikasi pendarahan saat persalinan

- kelahiran prematur

- berat badan lahir anak rendah. 

 

Anemia pada anak

Menurut dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi., SpGK. (Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Ketua Departemen Ilmu Gizi Klinik FK-UI), ibu hamil yang anemia, kemungkinan besar anak yang dilahirkan juga akan anemia. Padahal, anak usia 6 bulan hingga 3 tahun masa pertumbuhannya cepat (pembentukan sel-sel saraf otak) dan kebutuhannya terhadap zat besi pula besar. Ternyata, oh, ternyata, kekurangan zat besi bukan hanya berpengaruh pada perkembangan fisik dan kognitif anak, melainkan pada perilaku sosial juga, lo. 

 



 

Kenapa ya zat besi sangat dibutuhkan tubuh? Zat besi bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh kita. Jadi, tanpa zat besi, organ-organ tubuh kita tidak akan bisa menjalankan fungsinya. Inilah yang menyebabkan terganggunya perkembangan fisik, kognitif, dan perilaku sosial anak. 

Tip supaya anak terhindar dari anemia

Gejala utama anemia pastinya keluhan cepat lelah dan pusing. Selain itu, anak yang anemia juga mengalami pica. Saya baru tahu istilah pica ini. Pica adalah masalah psikologis di mana anak senang mengunyah benda yang bukan makanan, seperti es batu, tisu, sabun, dll. Bahaya, kan. Kalau diperiksa di lab, ukuran sel darah anak yang anemia lebih kecil daripada ukuran sel darah normal.

Apa saja yang harus dilakukan supaya anak terhindar dari anemia? Periksa  kadar hemoglobin di lab terlebih dahulu. Konsumsi makanan yang kaya akan zat besi. Contohnya, ati sapi, ati ayam, daging merah, daging ayam, kuning telur, dan seafood. Konsumsi juga makanan-makanan yang difortifikasi zat besi. Berikan suplemen zat besi untuk anak yang sesuai dan patuhi aturan pakainya, ya.  

Vitamin C untuk anak sangat membantu penyerapan zat besi. Sebaliknya, setop mengonsumi minuman yang mengandung tanin (teh atau kopi) setelah makan. Tanin dapat menghambat penyerapan zat besi. Jadi, apa pun makanannya, minumnya jangan teh atau kopi!
   

Optimalkan tumbuh kembang anak

Meski nutrisi anak sudah tercukupi, orangtua bukan langsung santai kayak di pantai, dong. Anak masih membutuhkan stimulasi supaya tumbuh kembangnya optimal. Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. (Psikolog Anak dan Keluarga) atau sering dipanggil Mbak Nina ini, ada 3 aspek besar tumbuh kembang anak, yakni aspek kognitif bahasa (kemampuan berpikir dan berbicara), aspek emosi sosial (kemampuan mengenali dan mengendalikan emosi serta berinteraksi dengan orang lain), dan aspek fisik motorik (kemampuan anggota tubuh tumbuh tinggi dan bergerak lincah). Berikut dampak kekurangan zat besi pada psikologis anak.          

 


Dampak kekurangan zat besi ini bisa jangka panjang dan permanen. Awalnya anak lemas, pecah konsentrasi, daya ingat menurun, kualitas tidur bermasalah, dll. Ketika memasuki usia sekolah, anak kepayahan mengikuti pelajaran. Kelak anak sulit bersaing dan tersendat-sendat di dunia kerja. Hambatan-hambatan ini akan membuat anak murung, tidak percaya diri, dan enggan bersosialisasi. Kasihan, kan.  

 

Stimulasi untuk tumbuh kembang anak

            Referensi dari Mbak Nina, anak memiliki 5 potensi prestasi. Ada beberapa stimulasi yang bisa kita lakukan kepada anak seperti stimulasi untuk berpikir cepat, stimulasi untuk aktif bersosialisasi, stimulasi untuk tumbuh tinggi, stimulasi untuk tangguh, dan stimulasi untuk percaya diri. Penjelasannya sbb.   

Stimulasi untuk berpikir cepat

Ajak anak bicara dengan jelas, bukan pura-pura cadel. Perbanyak kosakata dengan membaca buku dan mengobrol. Cermati lingkungan sekeliling untuk mempraktikkan hasil membaca dan mengobrol tadi. Oiya, bermain teka-teki atau menyembunyikan barang juga seru, lo.

Stimulasi untuk aktif bersosialisasi 

Gunakan bahasa utama dalam keseharian supaya anak terbiasa memahami bagaimana dia berinteraksi dengan orang lain nantinya. Bagi respons positif ketika anak berinteraksi dengan orang lain. Ajak anak bermain role and play.  

Stimulasi untuk tumbuh tinggi

First, nutrisi anak kudu tercukupi, termasuk zat besi. Jangan gampang menuruti keinginan anak yang tidak mau makan daging atau sayur, misalnya. Berikan ruang aman untuk bergerak. Ujung meja tidak runcing, lantai tidak licin, barang-barang tajam tidak berserakan. Anak bebas bereksplorasi. Meski sedang tidak boleh keluar rumah, kita bisa menciptakan macam-macam permainan sederhana bersama anak, kok.      

Stimulasi untuk tangguh

Beri kepercayaan kepada anak untuk berusaha, terutama ketika dia menghadapi situasi yang menantang. Jangan sedikit-sedikit membantu. Ketangguhannya sedang distimulasi di sini. Tidak perlu menunggu dia berhasil untuk mengapresiasi. Dia mau berusaha, itu adalah hal yang baik.   

Stimulasi untuk percaya diri

Lakukan stimulasi supaya anak percaya diri. Contoh, biarkan anak memilih baju yang akan mereka pakai, bukan memaksakan baju pilihan kita. Beri pujian yang spesifik ketika anak bersikap baik. Contoh, “Ummi senang, nih, kamu mewarnainya enggak keluar garis!” Kasih kesempatan kepada anak untuk merawat dirinya sendiri. Contoh, makan sendiri, mandi sendiri, atau memakai sepatu sendiri.    

   

Webinar kali ini menghadirkan dua mamah muda seleb nan cantik jelitah kembaran saya, yakni Alyssa Soebandono dan Tya Ariestya. Alyssa mengungkapkan kekhawatirannya saat dua buah hatinya, Rendra dan Malik, berada dalam situasi PJJ. Anak-anak berjuang untuk fokus belajar full di rumah. Alyssa sebagai ibu pun butuh effort lebih mendampingi anak-anak. Karena itu, nutrisi wajib diperhatikan. “Rendra termasuk anak yang picky eater. Saya mencari berbagai cara supaya nutrisinya tetap terpenuhi, misalnya mencincang ikan untuk menghilangkan bau yang Rendra tidak suka. Intinya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak,” kata Alyssa tersenyum.       

Tya turut sharing pengalaman mengasuh anak-anaknya, Kanaka dan Kalundra, di mana latar belakangnya sebagai mantan atlet taekwondo memberi wawasan plus seputar nutrisi dan stimulasi. Orangtua dituntut untuk kreatif supaya nutrisi anak tercukupi. Tya mengolah sayur dan buah menjadi es krim favorit untuk anak-anaknya. Tya juga mengamini penjelasan Mbak Nina soal kebutuhan ruang aman untuk anak, terutama di saat pandemi seperti ini. “Aku sampai menyulap beberapa ruangan di rumah aku supaya jadi tempat bermain yang nyaman anak-anak,” kata Tya tertawa.       

 

Saya yakin, semua poin di atas memang tidak mudah diaplikasikan. Setiap orangtua pasti punya customized strategy masing-masing. Semangaaattt! Nah, Danone SN Indonesia menyediakan platform daring www.generasimaju.co.id untuk membantu teman-teman melakukan tes risiko kekurangan zat besi pada si kecil. Kalian bisa menemukan artikel-artikel terkait topik nutrisi, termasuk artikel tentang kekurangan zat besi dan cara mengatasinya. Ada juga artikel tentang tip-tip mendukung anak menjadi Anak Generasi Maju. Yuk, coba main-main ke situsnya. Semoga bermanfaat, ya. [] Haya Aliya Zaki

 

 

Selanjutnya ...