Sabtu, 12 Mei 2018

Yuk, Sebarkan Berita Baik di Media Sosial!


Beberapa hari yang lalu saya membaca status Facebook teman saya, Mbak Srijembarrahayu Suwanto (Rahayu), tentang broadcast WhatsApp yang beliau terima. Sebuah broadcast berisi info promo tiket maskapai dalam rangka ulang tahun maskapai tersebut. Mbak Rahayu diminta menjawab 4 pertanyaan, kemudian lanjut broadcast WhatsApp kepada 20 orang. Hmmm, sounds weird, ya? Setelah cek dan ricek, Mbak Rahayu memastikan bahwa broadcast promo itu hoax. Beliau share di Facebook supaya teman-teman tidak tertipu. Good job, Mbak!    
Menurut Oxford English Dictionary, hoax (dibaca: hoks, bukan ho-aks) adalah kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat. 
Sebagian orang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan berita hoax. Masyarakat jadi saling membenci, apalagi kalau sudah dikait-kaitkan dengan politik. Kadang nyawa jadi taruhan. Parahnya, berita hoax lama bisa terangkat lagi dan lagi terutama via broadcast WhatsApp atau Line. Jelas ini meresahkan banget!  
Bukan cuma saya yang resah. Beberapa hari lalu Polda Metro Jaya mengundang blogger untuk menghadiri acara Coffee Morning Kapolda Metro Jaya Bersama Netizen di Gedung Promoter, Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman Jakarta (9/5). Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Metro Jaya Kombes Komarul Zaman mewakili Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz, mengatakan bahwa kita dikepung berita hoax dan hate speech dari berbagai penjuru. Beliau mengajak netizen yang aktif di media sosial untuk bersama-sama menyebarkan berita baik. Ramaikan media sosial dengan konten positif.  




Kombes Komarul Zaman


Btw, bertahun lalu, saya pernah ikut menyebarkan berita hoax. Untungnya, seorang teman keras mengingatkan. Saya kapok. Berikut beberapa hal yang saya lakukan dalam menyikapi sebuah berita.
1. Tidak mudah dikompori oleh judul berita
Judul jebakan betmen dibuat dengan tujuan menarik minat (dan menyulut emosi pastinya bwekekek) netizen untuk klik. Maklumlah hari gini media online cari duwid dengan berlomba-lomba mendapatkan views. Judul jebakan betmen biasanya menyudutkan pihak tertentu, entah itu menyudutkan kubu A, kubu B, atau kubu-kubu yang lucu (eh, itu mah kupu-kupu, ya).
Please, jangan langsung berkomentar marah memaki, lalu share berita dengan nafsu menggebu. Malu Pak, Bu, kalau sampai kelakuan kita dilihat anak. Baca teliti isi artikel! Perhatikan, sering kali maksud dari judul jebakan betmen berbeda dengan maksud isi artikelnya.    
2. Gimana gaya bahasa media yang menyebarkan berita?
            Waspada sama media yang gaya bahasanya melodramatis, bombastis, fantastis, dan tis-tis-tis lainnya. Semacam gaya bahasa berlebihan ala koran lampu merah, kuning, ijo gitu.
3. Baca komentar!
            Teman-teman sayang kuota untuk klik berita? Coba, deh, baca komen-komennya dulu. Kalau sebagian besar netizen komen ngamuk-ngamuk protes bahwa berita itu jebakan betmen atau hoax, bisa jadi memang iya.  
4. Cari info situs
            Seandainya kurang familiar dengan sebuah media yang menyebarkan berita, biasanya saya mencoba mencari tahu jajaran redaksi dan laman About Us media tersebut. Redakturnya siapa aja? Mereka punya profesi dan skill apa? Tercatat baikkah profil mereka di dunia maya? Apa visi dan misi media mereka?  
5. Cek dan ricek
            Cek dan ricek seperti yang dilakukan Mbak Rahayu di atas. Mbak Rahayu googling apakah benar maskapai tersebut ulang tahun pada bulan Mei? Ternyata, tidak. Maskapai tersebut ulang tahun pada bulan Januari. Situs resmi maskapai juga berbeda dengan yang disebarkan via WhatsApp.
            Terus, foto juga sering disalahgunakan untuk berita hoax. Ada orang-orang yang tidak datang ke TKP dan melakukan wawancara langsung, seenaknya aja mencomot foto antah berantah untuk dimasukkan ke artikel mereka demi misi tertentu. Kalian bisa cek dan ricek dengan cara klik kanan atas search Google image. Kalau foto tersebut muncul dalam berita dengan topik berbeda, kemungkinan berita yang sedang kalian cek kebenarannya adalah hoax.
            Satu lagi, saya urung share berita yang tidak mencantumkan nama penulisnya. Sering saya dapat berita broadcast dari grup sebelah, copas dari tetangga sebelah, dst. Kalau ternyata beritanya hoax, saya yang share bisa ikut menanggung dosa. Berat ini.       
Kalau dulu ada pepatah Mulutmu harimau, sekarang yang berlaku Jarimu harimaumu.   
            Dalam rangka menyejukkan media sosial, Polda Metro Jaya menggelar lomba blog dan lomba vlog #SebarkanBeritaBaik dengan tema Mari Bersatu Menjaga NKRI. Hadiahnya sepeda motor, laptop, kamera, laptop, dan ponsel. Periode lomba 9 Mei–22 Juni 2018. Pengumuman pemenang dilakukan tepat pada HUT Bhayangkara, yakni 1 Juli 2018.







Sebagai ibu, saya merasa perlu cermat dalam menyikapi sebuah berita. Jangan sampai kelak generasi saya jadi pelahap dan penyebar berita hoax. Selain itu, sia-sia banget rasanya jika energi kita hari-hari dipakai nyetatus konspirasi. Ngamuk-ngamuk di media sosial itu pakai energi, lho. Mending energinya saya pakai untuk masak, menyikat kamar mandi, mencuci piring, kelarin deadline, dll. 
Teman-teman punya tip lain dalam menyikapi sebuah berita? Boleh info di sini, yuk. Jangan lupa ikutan lomba blog dan lomba vlog #SebarkanBeritaBaik. Oiya, pemenang utama juga berkesempatan meliput kegiatan Kapolda patroli udara naik helikopter. Wuih, naik helikopter? Kayak apa rasanya, ya? Bakal jadi pengalaman perdana yang luar biasa! Ayo, siapa mau? :) [] Haya Aliya Zaki

15 komentar:

  1. Kalo saya pribadi, lebih menjaga jempol agar tidak mudah share sebelum crosscheck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, mending tahan jempol kalau ragu sama kebenaran sebuah berita, Mbak.

      Hapus
  2. Mempermainkan judul itu sangat penting. Dan saya sering bermain disitu ,dan pengunjungnya pun membludak. Karena sudah naluri, jika manusia itu lebih suka dengan berita yang kontra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting gak melakukan segala cara demi views. Bikin judul jebakan betmen itu sama dengan menipu dan gak ada orang yang suka ditipu. Bakal jadi apa hidup kita kalo diumpat dan disumpahin orang terus ya kan. :)

      Hapus
  3. Kebetulan, beberapa orang di keluarga saya ada yang seperti itu Bunda. Pernah sih ada yang mengingatkan. Tapi ya, entahlah Bun. Mungkin masih belum ngeh fitur googling atau keterbatasan waktu untuk mencari lebih dalam lagi. Jadinya harus selalu diingatkan. Terima kasih Bunda atas pengingatnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya tantangan yang paling berat soal share dan broadcast berita ini adalah dari grup chat keluarga, Nadia. :)))) Sepertinya pengguna internet zaman old masih minim edukasi. Kalau Nadia mau sabar, mungkin bisa coba diingatkan terus merekanya. :)

      Hapus
    2. Betul banget Bunda. Grup chat keluarga itu bener-bener tumpah melimpah deh jarkoman seperti itu. Harus sabar-sabar :')

      Hapus
    3. Yes, Nadia. Kayak bendungan jebol. :))))

      Hapus
  4. crosscheck kebenaran berita sangatlah penting,, karena broadcast itu penyebarannya massive sekali karena kemudahannya utk forward dan copy paste

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. Gampang banget berita hoax viral, ya. Serem.

      Hapus
  5. betul mbak, aku saja jd kebiasaan mmebuat status yang bermanfaat agar siswaku juga mengikuti jejakku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren, Mbak. Semoga siswa-siswi kita bisa mencontohnya.

      Hapus
  6. Maraknya berita yang mengadu domba masing-masing agama akhir-akhir ini bikin sedih banget buat ku mbak. Kenapa sih sebagian orang masih saja termakan berita yang asal usulnya belum jelas? Padahal sekarang sudah banyak informasi yang jelas yang bisa kita percaya tanpa harus mendengar hanya dari satu sebelah pihak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada gampang banget panas di medsos ya, Mal. Akhirnya kecepatan jempol lebih tinggi daripada kecepatan pikiran. Aku pun sedih baca status dan komentar negatif, termasuk yang milik teman-teman yang kuanggap dekat.

      Hapus
  7. Emang banyak banget berita hoax yang bertebaran di medsos atau jejaring chat ini. Kalau gak kita pinter-pinter milih berita, kita bisa jadi umpan manis dari si pembuat hoax untuk menyebarkan beritanya. So lebih bijak dalam bermedsos.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan