Senin, 21 Mei 2018

Mari Dukung Peran Forum Anak sebagai PELOPOR dan PELAPOR


Ada yang lain di Lapangan Astrid Kebun Raya Bogor pada hari Minggu (13/5) lalu. Anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia ramai memenuhi lokasi. Bukan, anak-anak tersebut bukan diajak orangtuanya untuk sekadar berekreasi, bukaaan. Hm, ada apakah gerangan?
Rupanya, oh, rupanya ada Festival Inovasi dan Kreativitas Forum Anak (FIKFA) 2018. Festival ini adalah festival pertama yang diadakan di Indonesia. Tujuannya sebagai ajang promosi dan bertukar informasi tentang ragam prestasi, program, kegiatan yang telah dilakukan pemerintah daerah provinsi di seluruh Indonesia terkait pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di wilayah masing-masing.

Kalau lebih spesifik lagi, tujuan FIKFA 2018 ini sebenarnya untuk memperkenalkan, memberikan motivasi, dan memberikan ruang partisipasi kepada seluruh Forum Anak di Indonesia.
Wah, pantaslah saya melihat banyak stand Forum Anak di sana, tepatnya Forum Anak dari 13 provinsi di Indonesia. Stand yang paling menarik bagi saya adalah stand Forum Anak Jawa Tengah (FAN Jateng) yang datang jauh-jauh dari Semarang. Mbak Kristina Setianingrum, Ketua FAN Jateng, menjelaskan bahwa mereka membawa misi memberikan edukasi demi mencegah terjadinya kekerasan kepada anak. Teman-teman mungkin masih ingat kasus bayi Calista di Karawang, anak Angeline di Bali, remaja Yuyun di Bengkulu, dan masih banyak lagi. Duh, menuliskannya aja saya sampai gemetar. :(( Mereka semua anak-anak korban kekerasan. Pelakunya bahkan anggota keluarga mereka sendiri. Miris, semestinya perlindungan anak justru dimulai dari keluarga. 

Stand Forum Anak Jawa Tengah

FIKFA 2018 dihadiri oleh Prof. DR. Yohana Susana Yembisa (Mama Yo), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Yay, anak-anak senang banget bisa ketemu ibu menteri! Mereka mengajukan pertanyaan ini itu. Mama Yo tampak sabar menjawab. Beliau mendukung peran Forum Anak sebagai PELOPOR dan PELAPOR. Forum Anak harus berani berbicara dan kritis terhadap masalah-masalah di lingkungannya.
Anak merupakan kelompok yang sangat rentan, namun di sisi lain merekalah aset bagi masa depan bangsa.
Semua pihak harus bersinergi mewujudkan pemenuhan hak dan kewajiban anak. Keluarga, sekolah, lingkungan sekitar, dst butuh pemahaman akan hak-hak anak dan harus berani bertindak bila mengetahui pelanggaran terjadi kepada anak. Surprisingly, berdasarkan data IRCW 2015, sekitar 48% anak mengalami kekerasan di sekolah dan 50% anak mengalami bullying di sekolah.
Ada 5 kluster hak anak, yakni hak kebebasan + hak sipil, lingkungan keluarga + pengasuhan alternatif, kesehatan + kesejahteraan dasar, pendidikan rekreasi budaya, dan perlindungan khusus (anak berkebutuhan khusus). Jadi, kalau kalian melihat anak tetangga sering dipukuli oleh orangtuanya, misalnya, kalian bisa mendatangi dan menegur langsung orangtua anak tersebut. Jika tidak ada perubahan, kalian bisa lanjut melapor kepada pihak berwajib. Pepatah di ujung rotan ada emas sudah tidak berlaku lagi.   
Dalam kesempatan ini Mama Yo sempat menyinggung tentang hukuman untuk anak dan hukuman untuk pelaku kekerasan kepada anak. Hukuman untuk anak maksimal masa tahanan itu 10 tahun. Selama ditahan, anak tetap bisa bersekolah dan mendapatkan ijazah. Sementara itu, hukuman untuk pelaku kekerasan anak yang mengakibatkan anak trauma, cacat, atau wafat, bisa berupa hukuman mati. Bukan hal mudah kalau udah bicara soal kekerasan kepada anak, tapi kita harus tetap optimistis. Semoga Forum Anak dapat membantu memutus mata rantai kekerasan kepada anak. Semoga Indonesia layak anak tahun 2030 dapat tercapai. Aamiin!     

Mama Yo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (duduk)

Lomba mewarnai anak TK dan SD

Tekun mewarnai

Bisa konsultasi

Harapan untuk anak-anak Indonesia

Satu lagi stand yang menarik bagi saya, yakni stand Komunitas Kriya Mata Kucing dari Bandung. Mereka ingin menyuarakan bahwa anak-anak penyandang sindrom autisme juga bisa berkarya. Autisme bukanlah penyakit kejiwaan, melainkan suatu gangguan yang terjadi di otak. Anak-anak dilatih membuat bando, tas, kain ikat celup, dll. Hasilnya bagus-bagus, lho!
Ibu Tetty TL, pengurus Komunitas Kriya Mata Kucing, berkata, "Komunitas kami berusaha membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan agar mereka dapat mandiri kelak." Nama Mata Kucing memberi harapan agar anak-anak berkebutuhan khusus ini mampu menjadi cahaya bagi para orangtua dan keluarga. Teman-teman bisa cek fanpage Komunitas Kriya Mata Kucing untuk info lengkap komunitasnya.        

Saya, ibu-ibu pengurus Komunitas Kriya Mata Kucing, dan Raka (anak penyandang sindrom autisme)

Bando karya anak-anak Komunitas Kriya Mata Kucing

Tas karya anak-anak Komunitas Kriya Mata Kucing

Kain ikat celup karya anak-anak Komunitas Kriya Mata Kucing

Kain ikat celup karya anak-anak Komunitas Kriya Mata Kucing

FIKFA 2018 dimeriahkan lomba mewarnai untuk TK dan SD, mendongeng bersama Kak Wahyu, dan aksi Forum Anak dari masing-masing provinsi. Aksi yang ditampilkan antara lain tentang adaptasi perubahan iklim, setop pernikahan anak, dan cegah bullying anak. Teman-teman bisa mengakses info Forum Anak di media sosial Instagram forumanakid. Salut dengan program-program Forum Anak dari berbagai provinsi. Mereka juga komit melaksanakannya. Kami menunggu acara FIKFA tahun depan! [] Haya Aliya Zaki

2 komentar:

  1. Menurut saya juga autisme bukan gangguan kejiwaan. Mereka cuma butuh penanganan ekstra untuk mengasah kemampuan mereka (yang mana sebenarnya yang tidak punya gejala autisme pun demikian, kan?). Saya kenal beberapa anak dari keluarga saya yang terus digali kemampuannya dan akhirnya bisa lebih fokus dan serius mendalami kemampuannya itu. Keren lah.

    Omong-omong, acaranya bagus sekali.

    BalasHapus
  2. Bagus ini programnya untuk anak-anak...
    suka...

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan