Kamis, 12 April 2018

Demo Masak Makanan Sehat Bersama Philips Indonesia dan Chef Fey



Ikutan demo masak bersama chef? Mungkin sudah biasa. Kalau ikutan demo masak makanan sehat bersama chef yang juga seorang penyintas kanker? Bagi saya, ini luar biasa.  
Intro dulu (kayak lagu aja halah). Saya pengin sharing tentang salah satu brand produk yang saya pakai di dapur, yakni Philips. Sebagai ibuk-ibuk pejuang dapur, produk Philips sangat membantu. Baru-baru ini saya membeli Philips Viva Collection Masticating Juicer (slow juicer). Juicer yang dilengkapi dengan tabung XL ini menggiling buah dan sayur secara utuh. Kita akan mendapatkan sari buah dan sari sayur asli tanpa perlu menambahkan air dan gula. Meski tidak mempunyai pisau tajam seperti blender, slow juicer mampu menggiling buah dan sayur yang cukup keras seperti salak (sebelumnya bijinya dibuang, ya) dan wortel. Kita tidak repot memotong-motong buah dan sayur seperti jika kita ngejus memakai blender biasa. Lebih sehat dan hemat waktu, kan? 

Philips slow juicer punya saya di rumah

Jadi, waktu Philips mengundang saya ke acara demo masak di Philips Consumer Experience Center di kawasan Pondok Indah, Jakarta (21/3), saya senang bangetlah. Selain pengin tahu resep makanan yang enak dan sehat, saya juga pengin tahu lebih dalam info produk Philips yang lain.
Btw, saya pemakai produk Philips, tapi saya baru tahu lho tentang Philips Consumer Experience Center (Philips CEC) ini. Lokasinya agak nyempil. Saya sampai kelewat sekali haha. Philips CEC terdiri atas 2 lantai. Lantai satu untuk transaksi pembelian dan layanan purnajual produk-produk Philips. Lantai dua untuk demo masak bersama komunitas. Kali ini saya dan Mbak Zata Ligouw (fitzata.blogspot.co.id) menemani komunitas ibuk-ibuk dari sebuah sekolah di Jakarta.  Jadi, Philips CEC semacam one-stop shopping store gitu, deh. Buka Senin–Sabtu pukul 10.00–17.00 wib. Kalau membeli produk Philips di Philips CEC, kita akan mendapatkan diskon khusus yang tidak kita didapatkan jika membeli di toko elektronik lain. :)  

Philips Consumer Experience Center

Sarapan dulu, yuuuk ....

Ok, back to demo masak. Seperti yang saya sebutkan di atas, chef acara demo masak kami kali ini istimewa karena beliau seorang penyintas kanker. Chef Haryati “Fey” Lawidjaja didiagnosis mengidap kanker rahim stadium 4B pada Oktober 2016. Gara-gara mengidap penyakit mematikan ini, Chef Fey putar haluan 180 derajat mengubah gaya hidupnya. Dia bertekad mempelajari diet raw food dan ayurvedic cooking saat menjalani kemoterapi. Cita-citanya adalah menciptakan aneka kreasi plant-based food bernutrisi tinggi. Diet seperti ini katanya dapat meningkatkan metabolisme pencernaan dan menjauhkan kita dari macam-macam penyakit kronis.    
“Waktu sesi kemoterapi, saya merasakan efek samping terapi berupa nyeri yang teramat sangat. Alih-alih minum pain killer, saya lebih memilih terus mengonsumi makanan sehat,” cerita Chef Fey.  
Chef Fey dinyatakan bersih dari kanker pada Juni 2017. Perempuan berwajah oriental ini tidak pernah berhenti berterima kasih kepada Tuhan atas mukjizat dan kesempatan kedua yang dianugerahkan kepadanya. Coba kalau kita mungkin sudah pesimistis duluan ketahuan mengidap kanker stadium tinggi begitu. Naudzubillah min dzalik. Chef Fey hebat. :)

Mbak Zata Ligouw, Chef Fey, dan saya

Resep dari Chef Fey cukup mudah, namun ada beberapa bahan yang baru bagi saya seperti Himalayan salt. Himalayan salt digunakan untuk mengganti garam dapur. Rasa gurihnya pas dan pastinya lebih sehat. Seru, Chef Fey juga menggunakan bahan bunga! Bunganya bukan bunga biasa. Ada bunga cosmos, marigold, geranium, petunia, dianthus, dll. Selain untuk mempercantik hidangan, bunganya beneran bisa dimakan. Ini sekali-sekalinya saya makan bunga haha. Rasanya ada yang tawar dan ada yang pedas-pedas dikit seperti mint.
Saya sudah mencoba resep Nut Milk di rumah. Berikut saya share resep-resepnya mungkin Teman-teman mau mencoba juga.

1. Nut Milk
Bahan-bahan:
- 1 cangkir almond yang dibuang kulitnya
- 4 cangkir air putih
- 4 butir kurma (buang biji) atau 2 sdt sirup maple
- 1 sdt vanila
- Himalayan salt
Cara membuat:
Campur almond dan air putih dengan menggunakan blender Philips Duravita Tritan Jar HR 2157. Blender ini mampu menghancurkan es batu 20% lebih cepat dibandingkan blender Philips lain. Kebayang dong almond langsung halus dan berubah menjadi susu. Setelah almond halus, tambahkan kurma atau sirup maple, vanila, dan Himalayan salt secukupnya. Perlu diingat, untuk menghasilkan susu almond, kita tidak perlu mencampurnya dengan susu lagi, cukup air putih aja (sesuai dengan bahan yang tertera di atas).
Hasil:
1000 ml susu almond yang yummy dan tidak terlalu manis. 
 
2. Vanilla Chia Pudding
Bahan-bahan:
 - 2 cangkir susu almond
- 4 sdm chia seeds
- ½ sdt ekstrak vanila
- 2 butir kurma (buang biji) atau 2 sdm sirup maple
- Himalayan salt
Cara membuat:
Campur semua bahan dan diamkan minimal 4 jam. Simpan di kulkas. Hidangkan dingin.
Hasil:
2 jar vanilla chia pudding yang nikmat.  
 
3. Choco Berries Bliss Balls
Bahan-bahan:
- 2 cangkir susu almond
- 4 sdm raw cocoa powder
- 1 cangkir kurma
- 1 sdt bubuk acai berry (antioksidan tinggi)
- ½ cangkir cranberry kering
- ¼ cangkir goji berry
- ¼ sdt Himalayan salt
1 sdt virgin coconut oil
Cara membuat:
Semua bahan dicampur di dalam Philips Daily Collection Food Processor HR7627. Food processor ini memiliki teknologi PowerChop untuk kinerja memotong yang unggul. Kita bisa menghemat waktu memotong-motong makanan. Beda bahannya, beda pula kekuatan memotongnya. Setelah tercampur, bulat-bulatkan bahan seperti bola. Simpan di kulkas. Choco Berries Bliss Balls awet sampai 2 minggu.
Hasil:
14 bliss balls. 

Philips Food Processor

Himalayan salt

Vanilla Chia Puding

Vanilla Chia Puding dan Nut Milk

Choco Berries Bliss Balls

4. Vegan Balinese Nasi Campur
Bahan-bahan pembuatan Basa Gede (basic sauce Balinese dishes):
- 4 sdm lengkuas
- 8 sdm bawang merah
- 10 butir bawang putih
- 4 sdm coconut oil
- 4 cabe merah
- 20 butir kemiri
- 1 sdm kencur
- 3 sdm white miso
- 1 sdm bubuk bawang
- 1 sdt lada hitam
- 2 sdm bubuk ketumbar
- ½ sdt bubuk cengkih
- 1 sdt Himalayan salt
Cara membuat:
Campur semua bahan dengan menggunakan blender. Simpan di dalam kulkas. Basa Gede awet sampai 1 bulan.
Hasil: 1¼ cangkir Basa Gede.

Bunga jadi bahan masakan Chef Fey

Bumbu Basa Gede untuk bumbu basic masakan khas Bali

5. Tempe Crackers
Bahan-bahan:
- 2 papan tempe iris tipis, rendam dalam 2 sdt Gede Basa, 1 sdt tamarin, ½ sdm jus jeruk nipis, ½ sdm sirup maple.
Cara membuat:
Masukkan semua bahan ke Philips Viva Collection Airfryer HD9623 selama 10 menit suhu 180oC. Berkat teknologi TurboStar dari Philips, kita dapat menggoreng makanan TANPA MINYAK dan matangnya merata. Memasak dalam jumlah banyak, bukan masalah. Tidak ada lagi yang namanya bibir mengilap waktu makan tempe goreng. Kolesterol? Jauuuh!
Hasil:
2 papan tempe crackers.



Tempe Crackers

            Pesan Chef Fey, kalau lagi masak, sebaiknya mood kita dalam keadaan baik. Nanti berpengaruh ke hasil masakan, lho. Kalau mood baik, hasil masakan insya Allah enak dan membawa energi positif. Gimana, Teman-teman? Semoga resep-resep di atas bisa menambah variasi menu makanan di rumah kita. Pastinya menu makanan yang enak dan sehat. Produk Philips memudahkan semuanya. Kita ibuk-ibuk pejuang dapur tidak perlu repot dan mikir sampai pusyiiing lagi hoho. [] Haya Aliya Zaki

12 komentar:

  1. Wah resepnya boleh di coba nih mbak dirumah. Pas banget bahan-bahannya beberapa ada di kulkas. Sekalian buat nyuguhin suami pas smpe rumah nih. Biar segar lgi setelah kerja seharian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resepnya gak begitu sulit ya, Amal. Kalau ada bahan yang gak Amal punya, bisa coba ganti dengan bahan lain yang mirip. :)

      Hapus
  2. Dan saya masih penasaran dgn bunga2nya..hehe.. Bunga cosmos yg di tengah kan mba? Saya ada tapi yg kuning..bisa dimakan juga g ya? Hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sepertinya bunga cosmos yang ungu itu, Mbak. *lihat sontekan dari Chef Fey haha* Kalau sama-sama cosmos mestinya bisa dimakan. :D

      Hapus
  3. Waah, baca postingan ini ada yang harus dilaporin ke anak Bunda supaya di dapurnya juga ada tuh yang namanya Philips Viva Collection Masticating Juicer (slow juicer). Maksudnya supaya Sang Bunda gak repot-repot harus ngupas dulu buah-buahan sebelum dijadiin juice. Praktis banget. Eeeh...tapi harganya pastilah selangit, ya. Kalo gitu dia pasti harus nabung dulu dooonk...Makasih infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini anggap aja investasi buat kesehatan, Bunda. Bunda gak perlu repot motong buah dan sari buah hasil perasan Philips slow juicer ini mantap banget. Gak rugi belinya karena aku udah membuktikannya sendiri di rumah hehehe.

      Hapus
  4. Hehe...iya Mbak Mechta, Bunda pernah nyobain bunga melati sekali-kalinya, mau ikut-ikutan Suzanna, hehe... tapi emang sih sih gak ada rasa apa-apa. Mungkin begitu juga dengan bunga-bunga yang disebut dalam postingan Cikgu Haya ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah belum pernah makan melati haha. Bokiiirrr.

      Hapus
  5. Duh itu pudingnya menggoda kali kak, wajib coba nih buat buka puasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. Segar kali itu buat buka puasa. :D

      Hapus
  6. Hay, itu bunganya sebagai garnish yang bisa dimakan gitu ya? Si bunga nggak perlu dimasak/diblender dulu? Hehe...penasaran dengan bunga apa aja yang bisa dimakan langsung. Selain bunga melati seperti eung...Suzanna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bunganya gak perlu dimasak atau diblender, Mbak. Langsung disematkan di hidangan utama (lihat foto sate lilit) dan dimakan, deh. :D

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan