Kamis, 01 Maret 2018

Susu UHT, Susu Bergizi dalam Kemasan Aman dan Praktis

            Zaman kecil tuh kalau ditanya mau minum susu apa, saya pasti dengan lantang menjawab: SUSU KOTAK! Yap, maksudnya susu UHT (ultra-high temperature) dalam kemasan kotak berlogo Tetra Pak yang populer itu, lho. Rasa plain atau cokelat, dua-duanya hayuk. Konon pula minumnya waktu cuaca panas. Setiap tetes susunya mengalir nyeeesss banget di tenggorokan. Satu kotak enggak akan pernah cukup! Kebayang dulu mama merepet kalau saya minta tambo susu UHT lagi, lagi, dan lagi haha.

            Hingga kini susu UHT masih menjadi minuman favorit keluarga kami, terutama anak-anak. Di rumah, saya nyetok susu UHT 1L rasa plain untuk campuran sereal dan susu UHT mini aneka rasa untuk bekal sekolah anak-anak.

Prinsip saya, lebih baik anak-anak mengonsumsi susu UHT daripada minuman bersoda, sirop, atau minuman berperisa yang mengandung pewarna, pengawet, dan gula berlebihan. Serem, ih.

Susu UHT 1L rasa plain cocok untuk diminum atau dicampur sereal cokelat

Susu UHT aneka rasa untuk bekal sekolah

Rasa susu UHT enak dan kandungannya jelas mampu memenuhi kebutuhan gizi harian anak. Kemasan praktis, saya tidak repot mengulek, eh, mengaduk susu. Anak-anak bisa minum susu secara mandiri (tidak perlu dibuatkan ortu) di mana saja kapan saja.

Sayangnya, yang terjadi di negeri kita, semakin dewasa seseorang, konsumsi susunya malah semakin berkurang. “Indonesia menduduki urutan ke-4 di dunia untuk urusan jumlah penduduk, tapi urutan terakhir untuk urusan konsumsi susu dibandingkan negara ASEAN lainnya. Konsumsi susu di Singapura 44 liter per kapita per tahun, Malaysia 36,2 liter, Vietnam 14,3 liter, dan Indonesia 12,1 liter,” jelas Bu Gabrielle Angriani (Communication Manager Tetra Pak Indonesia) di acara blogger gathering Susu Bergizi Kesukaan Anak bersama Tetra Pak Indonesia di Blue Jasmine Restaurant, Jakarta (24/2). Duh, jadi ingat teman saya yang divonis mengidap osteoporosis (keropos tulang) pada usia 40-an karena beliau sama sekali tidak mau minum susu.



            Bu Gaby menambahkan, susu mengandung 9 nutrisi vital yang dibutuhkan anak, yakni kalsium, protein, vit D, vit B3, vit A, vit B5, vit B12, vit B2, dan fosfor. Wow, kombinasi nutrisi yang sempurna dalam segelas susu. Btw, adakah Teman-teman yang kepo kenapa susu UHT tidak perlu dimasukkan ke kulkas seperti susu pasteurisasi? Bagaimana mungkin susu UHT bisa awet selama 9–12 bulan (kecuali kalau sudah dibuka) tanpa ditambahkan pengawet apa pun? 

Sebelumnya kita cari tahu yuk macam-macam pengawetan makanan, yakni pengeringan, pengasapan, pengasinan, dan pengalengan. “Pengawetan makanan dengan cara seperti ini biasanya membuat tampilan makanan berubah (makanan jadi tidak segar) dan rasanya juga ikut berubah,” papar Bu Lisa Suhanda (Food Technologist Tetra Pak Indonesia). Ada pengawetan makanan dengan cara pendinginan, tapi butuh biaya besar.  


Bu Lisa Suhanda (Food Technologist Tetra Pak Indonesia)

Susu termasuk bahan pangan yang mudah terkontaminasi bakteri patogen dan bisa menyebabkan macam-macam penyakit seperti tipus, TBC, dll. Akhirnya ditemukan cara kekinian mengawetkan susu, yakni dengan pemanasan tinggi di dalam kemasan aseptik. Inovasi kemasan aseptik mendapat penghargaan dari Institute of Technology di dunia pada tahun 1989 sebagai penemuan penting dalam bidang pangan. Fyi, tidak ada kontak tangan manusia dalam proses aseptik ini.  

Susu UHT adalah susu segar asli yang disterilisasi pada suhu sekitar 135oC dalam waktu 2–4 detik dan langsung didinginkan. Tujuannya untuk memusnahkan semua bakteri buruk di dalam susu. Pemanasan tinggi dalam waktu yang super-singkat ini mampu mengawetkan susu secara alami tanpa merusak rasa dan nutrisi susu.
Kemasan susu UHT dari perusahaan Tetra Pak terdiri atas 6 lapisan. Bahannya 74% kertas, 21% polietilen, dan 5% aluminium foil. Keenam lapisan berfungsi mencegah kelembapan, melindungi dari cahaya, dan mencegah masuknya oksigen. Kemasan Tetra Pak sudah teruji mutunya secara internasional dan HALAL.

Hal yang harus diperhatikan saat membeli susu UHT adalah JANGAN membeli susu UHT yang lewat tanggal kedaluwarsa, yang kemasannya kembung, atau bocor (kalau penyok sedikit, tidak apa-apa), dan yang kemasannya terpapar sinar matahari.     

Oiya, saya dapat pengetahuan baru dari Bu Lisa. Kalian pernah memperhatikan tidak kalau kemasan Tetra Pak yogurt GREEK sedikit kembung? Tenang, kembungnya bukan kembung rusak kok. Bentuk kemasan Tetra Prisma Aseptic memang seperti itu. Mantap digenggam.



Kemasan Tetra Prisma Aseptic yang sedikit kembung

Anak-anak saya kenalkan pada susu UHT saat berumur 2 tahun. Waktu awal dulu saya kasih yang plain. Beranjak gede, saya bebaskan mereka memilih rasa yang mereka suka dan biasanya sekali minum langsung habis. Sebaiknya memang langsung habis karena susu UHT yang sudah terbuka jika dibiarkan akan berasa asam. Ini berarti susu terkontaminasi bakteri dari udara. Hati-hati jika anak hendak meminum kembali susunya yang belum habis. Cek apakah susu masih bagus atau tidak. 

Sekarang anak-anak tambah senang mengonsumsi susu UHT karena varian rasanya tambah banyak, ada stroberi, moka, rock melon, pisang, dll. Tempo hari saya icip-icip yang rasa rock melon, alamak enak banget! Bisa-bisa jatah anak-anak saya embat juga nih haha. Dasar gembul.

Susu bukan lagi minuman mewah berharga mahal. Dengan modal duwid beberapa ribu rupiah, kita bisa membeli susu UHT, susu bergizi kesukaan anak. So, jangan ragu memasukkan susu UHT ke keranjang belanja kalian, ya! :) [] Haya Aliya Zaki

5 komentar:

  1. keluar modal sedikit di awal untuk sehat daripada sakit ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya gak keluar modal banget sih Lid karena harga susu UHT kan gak mahal. :D

      Hapus
  2. Saya pernah coba yogurt Greek. Enak banget entah kenapa :)) Sayangnya, kurang disematkan sedotan layaknya susu. Pasti kalo ada sedotan, bakal ketagihan minum yogurt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yogurt Greek memang enak. Kami suka. :D Sedotannya ada kok, tapi bukan kayak sedotan susu biasa. Sedotannya pendek, kalau ditarik bisa jadi panjang. :D

      Hapus
    2. Ohhh ada sedotannya toh. Duh, waktu saya beli nggak ada, bunda :')) Next time dibeli lagi deh yang banyak, biar sehat seperti bunda dan putranya :D

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan