Kamis, 15 Maret 2018

Pentingnya Sarapan Sebelum Anak Berangkat ke Sekolah


           Kalau ditanya kapan waktu yang paling hectic buat saya, jawabannya: PAGI HARI! Pagi hari saya harus menyiapkan sarapan terutama untuk anak-anak. Buat saya yang kurang lihai memasak (beda jauh sama mama saya yang jago banget memasak), ini bukan perkara mudah. Tip mengurangi kerempongan: sebagian lauk disiapkan sejak malam, kemudian simpan di kulkas.
Anak-anak harus sarapan karena sarapan penting bagi mereka. Manfaat sarapan antara lain, membantu anak berkonsentrasi di sekolah, memberi energi beraktivitas, dan mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Khusus si bungsu, Sulthan (7 tahun), saya perhatikan dia lebih gampang marah kalau tidak sarapan. Maklum, dia yang paling banyak makan di antara kakak-kakaknya. :))  
Bicara soal sarapan, tahukah Teman-teman bahwa berdasarkan data Riskesdak 2010 dari sekitar 66 juta anak di sekolah, 20–40% berangkat ke sekolah dalam keadaan perut lapar. Ini jadi salah satu penyebab siswa sulit menerima pelajaran dengan baik. 
Kali ini JNE menggandeng Foodbank of Indonesia (FOI) untuk mengatasi persoalan gizi di Indonesia. JNE dan FOI melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) disaksikan oleh Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Lenny N Rosalin, di SDN Gandaria Utara 11 Jakarta (8/3). 
Kalau JNE pasti kalian udah tahulah sepak terjangnya, yaaa. Sehari-hari saya memanfaatkan jasa JNE untuk mengirim surat atau paket. Sementara, FOI adalah lembaga nirlaba yang bergerak di bawah Yayasan Lumbung Pangan Indonesia dengan misi memerangi kelaparan dan meningkatkan gizi anak-anak. FOI berdiri pada tanggal 21 Mei 2015. 



Pendiri FOI dan Direktur Utama JNE
FOI fokus membantu dan mendampingi masyarakat yang kekurangan gizi melalui program Indonesia Ceria (Cerita Baik Kita). FOI berkolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat membantu permasalahan gizi dalam sebuah cerita baik bersama #SinergiuntukNegeri #CeritaBaikKita. Pak Hendro Utomo (Pendiri FOI) berkata, “Keberadaan FOI mungkin belum menyelesaikan semua persoalan, namun setidaknya membantu mengurangi persoalan yang ada.”
JNE merasa terpanggil untuk berkolaborasi dengan Foodbank of Indonesia (FOI). JNE dikenal sebagai salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Sesuai dengan tagline mereka Connecting Happines, JNE akan membantu FOI mendistribusikan makanan dari donatur dunia usaha di bidang pangan kepada anak-anak di sekolah-sekolah. Pak M. Feriadi (Direktur Utama JNE) berharap pendistribusian makanan jadi lebih efisien dan lebih luas jangkauannya.
Kita semua tahu, anak-anaklah yang menentukan masa depan negeri kita pada 15–20 tahun mendatang. Mereka tongkat estafet kita. Kemampuan anak-anak tentu berawal dari apa yang mereka makan bukan? Gimana mungkin anak-anak mampu membangun negeri kalau saat belajar aja mereka letoy?

            Kata Bu Lenny, ada sekitar 87 juta anak yang harus dipenuhi haknya dan dilindungi. Jumlah 87 juta anak ini tersebar di 34 provinsi, 516 kabupaten kota, dan hampir 80.000 kelurahan di Indonesia. Duh, jadi kebayang KLB anak-anak Papua yang terkena campak dan gizi buruk. :( Semoga kasus anak-anak gizi buruk, balita pendek, balita sangat kurus, dll di Indonesia semakin berkurang. Gerakan seperti ini butuh kolaborasi dari banyak pihak. Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah aja. 
Anak-anak SDN Gandaria Utara 11 Jakarta senang banget menerima pisang dan kue-kue untuk sarapan mereka. Jangankan mereka, kami aja doyan haha. Menu sarapannya cukup mengenyangkan dan pastinya bergizi. 



Selain penandatanganan MoU dan pembagian sarapan untuk anak-anak SDN Gandaria Utara 11 Jakarta, dilakukan juga serah terima kendaraan operasional dari JNE kepada FOI untuk program Indonesia Ceria.
Jadi, jangan lupa menyiapkan sarapan untuk anak-anak besok pagi, ya. Ribet, sih, tapi demi … kianlah adanya haha. Maksudnya, demi generasi penerus kita yang sehat dan hebat nanti. Ayo, jangan kasih kendor. Semangaaattt! *getok-getok panci pakai centong* [] Haya Aliya Zaki

7 komentar:

  1. Sama mbaa gedubrakan tiap pagi, nyiapin sarapan, nyiapin bekel. Pisang itu cukup mengenyangkan, apalagi kalo pisang ambon yang gede. Bergizi tinggi pulak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iyaaa bener! Nyiapin bekel juga. Sarapan dan bekel kudu beda menunya. 💪🏻

      Hapus
  2. duhh aku kalo gak sarapan pasti cranky mba, makanya anak2 jg wajib sarapan biar di sekolah lbh fokus. Btw, keren banget programnya JNE ini, semoga makin banyak anak Indonesia yang lebih sehat dan pintar karena sarapannya bagus ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Mbak. Gak sarapan pasti bikin anak-anak cranky dan gak fokus. Dukung terus program JNE dan FOI. :)

      Hapus
  3. Pagi hari adalah saat terheboh buat ibu ibu :D
    Anak-anak sudah kubiasakan sarapan dulu sebelum berangkat sekolah, meski kadang menu sarapan seadanya aja, cuma telur dadar, goreng nugget atau nasi goreng *emaknya males masak ini haha

    BalasHapus
  4. aaah aku pun selalu coba siapkan sarapan yang proper buat anak-anak

    BalasHapus
  5. Kudu dong sarapan apalagi kalo mo pergi. Biar kuat menghadapi kenyataan hidup. Halah

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan