Selasa, 30 Januari 2018

7 Tip Mencegah dan Mengatasi Keputihan

Zaman masih hamil, saya cukup terganggu sama keputihan. Kata dokter, keputihan pada ibu hamil itu normal karena adanya perubahan hormon. Selain itu, keputihan merupakan reaksi alami tubuh yang terjadi saat membersihkan area V. Area V mengeluarkan lendir berwarna putih dan tidak berbau. Masya Allah, setiap detail tubuh kita udah diatur sedemikian baiknya oleh Allah Swt. Fabiayyi aala’i rabbikuma tukazziban.

Keputihan akan menjadi berbahaya jika lendirnya bukan lagi berwana putih, melainkan kuning, hijau, bahkan cokelat dan merah. Rasanya gatal, perih, panas seperti terbakar. Bau area V pun sengit sekali. Penyebabnya infeksi jamur. Duh, jangan sampai, deh! Berikut beberapa tip mencegah dan mengatasi keputihan berdasarkan pengalaman saya.

1. atur gaya hidup
            Gaya hidup di sini meliputi pola makan, aktivitas tubuh, dan kesehatan pikiran. Waktu masih kuliah Farmasi, saya ingat banget perkataan dosen tentang makanan yang baik dikonsumsi saat keputihan, yakni yogurt. Vitamin mineral dalam buah-buahan dan sayur-sayuran termasuk mikronutrien, tapi maha-penting untuk tubuh. Olahraga yang cukup supaya metabolisme tubuh tetap oke.

Hindari stres karena stres bisa memicu terjadinya keputihan.

2. minum air putih yang cukup
            Buat saya, air putih itu semacam “obat dewa”. Sekitar 80% tubuh kita terdiri atas air. Kita sering mendengar bahwa setiap hari kita harus minum 8 gelas air, padahal kebutuhan air setiap orang tidak sama. Orang yang berat badannya 50 kg tidak perlu meminum air sebanyak orang yang berat badannya 75 kg (seperti saya haha). Teman-teman yang pengin menghitung kebutuhan air di dalam tubuh, saya kasih rumusnya. Rumus ini saya dapat dari dr. Roslan Yusni Hasan, Sp.BS (dokter spesialis bedah syaraf) waktu ikutan di salah satu seminarnya.
1,5 cc x kg berat badan x 24 jam

Berat badan saya 75 kg berarti jumlah air yang saya butuhkan per hari sbb.
= 1,5 cc x 75 kg x 24 jam
= 2.700 cc (2.700 ml)

            Nah, berapa kebutuhan air, Teman-teman? Waspada jika BAK berwarna kuning keruh atau cokelat. Itu berarti kita kurang minum air putih.


3. jangan sering-sering memakai celana jeans ketat
            Kebayang zaman masih gadis, kalau belum punya celana jeans ketat rasanya kok belum keren. Celana jeans ketat memang tak nyaman dipakai, tapi demi bergaya apalah yang tak awak lakukan. LOL. Celana jeans ketat kurang cocok dipakai di iklim tropis karena akan memicu keluar keringat lebih banyak. Kondisi area V yang lembap menjadi tempat ideal tumbuhnya jamur.

4. pakai celana dalam berbahan katun
            Saya membiasakan memakai celana dalam berbahan katun, bukan sintetis. Seperti yang kita tahu, bahan katun mampu menyerap keringat dan mencegah lembap area V. Celana dalam berenda berbunga dan terawang apalah apalah bolehlah sekali-sekali dipakai di kondisi tertentu, yaaa. :))))

5. bawa celana dalam cadangan
            Hari gini jadi mom blogger aktivitasnya bukan cuma ngeblog di rumah, melainkan juga meliput aneka acara talkshow, launching produk, dll. Saya pernah meliput beberapa acara dalam sehari, dari pagi sampai malam. Kebayang pakai celana dalam yang sama seharian pasti risi. Saya berinisiatif membawa celana dalam cadangan di dalam tas. Hari menjelang sore, saya mengganti celana dalam dan lanjut ke aktivitas berikutnya.

6. jaga area V tetap kering
            Lap area V dengan tisu toilet setelah BAK. Hindari tisu toilet berparfum. Alih-alih memakai pantyliner setiap hari, saya lebih memilih mengganti celana dalam supaya area V tetap kering. Monggo yang mau memakai pantyliner, tapi ingat untuk mengganti setiap 4 jam sekali.

7. bersihkan area V dengan godokan sirih
            Di rumah, saya pernah menanam daun sirih. Daun sirih saya manfaatkan untuk membantu menghentikan mimisan Faruq, si sulung. Setiap kelelahan atau cuaca terlalu panas, Faruq bakal mimisan. Alhamdulillah beranjak gede, mimisannya tidak kumat-kumat lagi.  

Daun sirih juga saya manfaatkan untuk membersihkan area V, terutama ketika keputihan. Caranya, ambil beberapa lembar daun sirih dan rebus. Airnya yang dipakai untuk membersihkan area V. Rasanya hangat, nyaman, dan harum. Jangan salah, remaja sebelum pubertas juga bisa mengalami keputihan. Shafiyya beberapa kali keputihan dan saya pakai godokan sirih untuk mengatasinya.

Suatu hari, tanpa angin tanpa hujan, tetangga membantai habis daun sirih di rumah kami! Huhu alasannya daun sirih kami merambat sampai ke atap rumah mereka dan membuat talang rumah mereka tersumbat. Yaaah … kenapa enggak bilang dulu atuh nanya dulu kek diskusi dulu kek apa kek. Padahal, tidak berapa lama tetangga kami itu pindah rumah. Kabarnya, rumah mereka dijual demi menutupi utang. Lho, malah gosip. Eh. 

Alhamdulillah, 2 minggu yang lalu saya mendapat kiriman hampers Resik-V Godokan Sirih dari PT Kino Indonesia. Warna kemasannya hijau segeeer. Baru tahu ada produk godokan sirih dalam kemasan seperti ini.




Resik-V Godokan Sirih terbuat dari AIR GODOKAN SIRIH ASLI sebagai antiseptik alami yang diperkaya dengan ekstrak rumput fatimah. Proses pembuatannya higienis.

Berdasarkan tes mikrobiologi, produk ini diklaim mampu mengurangi jumlah Candida albicans, jamur penyebab keputihan abnormal. PH area V dipertahankan tetap asam. Pas untuk saya yang kadang-kadang area V-nya gatal dan berbau tak sedap karena keputihan. Umminya bersih dan sehat, keluarga pun senaaang. :)

Resik-V Godokan Sirih istimewa karena telah mendapat sertifikat HALAL dari MUI. Kita sebagai muslimah pun tenang memakainya.  

Hampir 2 minggu saya memakai Resik-V Godokan Sirih (enggak tiap hari, sih). Saya suka harumnya, bukan seperti harum parfum yang menusuk hidung. Harumnya harum khas sirih. Jadi ingat tanaman sirih saya dulu huhu (lagi). Warnanya kecokelatan, persis seperti warna air rebusan daun sirih. Cara pakainya, tuang secukupnya di telapak tangan dan gosok. Ada busa sedikit. Bersihkan area V, lalu bilas. Area V terasa kesat dan bersih.


Ummi bersih dan sehat, keluarga pun senang :))))

Kemasan Resik-V Godokan Sirih enak digenggam dan cocok dibawa travelling. Tahu sendiri, kita enggak selalu mujur bisa nemu toilet yang proper untuk buang air saat travelling. Pengin bersih-bersih area V, tapi di mana pula cari daun sirih? Rebus-rebus lagi? Sungguh tidak praktis, Saudara-saudara. Untung ada Resik-V Godokan Sirih yang tinggal tuang dan pakai. Bagi ibu hamil, harap konsul ke dokter sebelum memakai Resik-V Godokan Sirih. Soalnya ada kandungan rumput fatima itu tadi.

            Gimana, Teman-teman pernah keputihan? Punya tip lain mencegah dan mengatasi keputihan? Yuk, share di sini. Insya Allah bermanfaat buat saya dan pembaca lainnya. :) [] Haya Aliya Zaki


13 komentar:

  1. Poin 1-5 alhamdulillah sudah dijalani, poin 6 & 7 belum nih mba. Banyak juga ya blogger yang review godokah sirih resik-v ini. Saya mau coba juga deh, semoga suami jadi tambah syang hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh dicoba, Mbak. Yang utama untuk kebersihan dan kesehatan kita. Disayang suami insya allah aamiin. :)

      Hapus
  2. ada yg bilang pakai antiseptik bisa membunuh bakteri jahat. sebenarnya gimana yg betul ya mba? soalnya kan kadang kalau ga pakai antiseptik ga nyaman kalau lg keputihan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang aku pelajari itu waktu kuliah dulu, antiseptik adalah senyawa yang bersifat mencegah dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme (apa aja). Antiseptik hanya untuk pemakaian eksternal (luar). Senyawa yang khusus bisa membunuh bakteri adalah antibakteri atau antibiotik. Pemakaiannya bisa eksternal dan internal (diminum).

      Hapus
    2. Kalau Resik-V Godokan Sirih ini termasuk antiseptik, bukan antibakteri (antibiotik), Kania.

      Hapus
  3. Wah ga boleh stress ya.
    Pantesan saja hehehe
    Ntar tak minta paksu nambahin uang belanja buat beliin ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asal jangan suaminya gantian stres kalo dimintai tambahan uang belanja ya. :))))

      Hapus
  4. Sirih emang udah dipake sejak dalam baheula untuk membersihkan area V ya.
    Mama saya rajin minum air rebusan sirih dulu, dan mama kalo keringet nggak berbau lho! Beda ama saya yang pemalas inih *malu.
    Sekarang ada pembersih area V yang praktis begini, jadi lebih memudahkan ya Mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah berarti sirih juga bisa menghilangkan bau badan ya, Wi. Aku tahunya tawas, nih.

      Hapus
  5. Ukk bersih di ajak ke Jepang lagi :) btw mbak kalau pakai celana disposable itu aman ga sih dari keputihan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku gak menyarankan celana dalam disposable (celana dalam sekali pakai), Lid. Bahannya gak menyerap keringat. Area V bisa jadi lembap.

      Hapus
  6. Aku jg lg coba produk ini Kak, setelah pakai ini sih keputihan lumayan banget berkurang nya :)

    BalasHapus
  7. Keputihan ini masalah aku banget kak. Apalagi kalau habis haid, bisa banyak banget keluarnya. Sebel sendiri dan udah pernah ke dokter juga. Karena memang sudah sangat mengganggu dan warnanya pun udah ngga putih. Tapi kata dokter masih ngga kenapa-napa asal tetap jaga area V tetap kering aja. Alhamdulillah nih sekarang aku pakai produk ini juga, buat sekarang ini keputihannya udah mendingan. Semoga ngga datang-datang lagi dehh :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan