Selasa, 28 November 2017

Ternyata Darah Tali Pusat Bayi Kita Luar Biasa Berharga

            Hampir dua tahun belakangan ini Abah (73 tahun) mengidap penyakit ginjal. Fungsi ginjalnya tinggal belasan persen aja. Cari info sana-sini, akhirnya kami sepakat membawa Abah berobat stem cell (sel punca) ke Tiongkok. Jauh yaaa hehe. Alhamdulillah, sekarang fungsi ginjal beliau meningkat kira-kira lebih dari 20%. Selain terapi sel punca, tentunya keberhasilan ini didukung oleh pola hidup sehat dan cukup istirahat.    

            Terkait terapi sel punca, kebetulan saya mendapat undangan menghadiri acara Cordlife AWESOME dalam rangka merayakan World Cord Blood Day di Hongkong Café, Jakarta (15/11). Undangan yang cukup spesial karena ini kali pertama World Cord Blood Day dirayakan.

PT Cordlife Persada merupakan anak perusahaan Cordlife Group Ltd. Singapore yang fokus pada penyedia layanan kesehatan ibu dan anak. Cordlife hadir di Indonesia pada tahun 2001 dan telah memiliki izin operasional dari Kemenkes RI.



AWESOME sendiri merupakan akronim dari Awareness for Some People yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dari media, calon orangtua, sampai praktisi kesehatan, mengenai pentingnya menyimpan darah tali pusat sesaat setelah proses kelahiran. Sel punca di dalam darah tali pusat ini nantilah yang sangat berharga. Saya jadi saksi manfaat terapi sel punca pada penyakit ginjal Abah. 

Apa itu tali pusat?
            Sebelum lebih jauh membahas sel punca, saya mau kulik-kulik tentang tali pusat dulu, ah. Tali pusat atau ari-ari merupakan “jembatan” antara bayi dan ibu semasa dalam kandungan. Bayi mendapatkan makanan dari ibu melalui tali pusat dan hasil metabolismenya disalurkan lagi melalui tali pusat, lalu dikeluarkan ibu bersama BAK dan BAB.

Apa itu sel punca?
            Sel punca adalah sel-sel baru yang dapat berkembang di dalam tubuh. Sel punca ditanam ke dalam tubuh pasien demi menggantikan sel-sel yang rusak oleh penyakit atau kemoterapi. Sel punca bisa memperbanyak diri berkali-kali lipat atau menjadi jenis sel yang lain.

Teman-teman pernah menonton film Deadpool? Tangan Deadpool yang putus bisa tumbuh seketika menjadi ukuran normal. Deadpool memiliki kekuatan super bernama regenerasi sel. Naaah, kira-kira sistem kerja sel punca mirip-mirip begitu meskipun tidak ekstrem kayak Deadpool.

Dr. Ardiansjah Dara, SpOG (dr. Dara) menjelaskan 2 jenis sel punca, yakni autologous dan allogenic. Autologous itu donor dan penerima sel punca adalah orang yang sama. Allogenic itu donor dan penerima sel punca adalah orang yang berbeda. Saran dr. Dara, setidaknya di dalam 1 keluarga ada 1 orang yang disimpan darah tali pusatnya. Sel punca dari darah tali pusat dari 1 orang bisa dipakai untuk dirinya sendiri dan keluarga.

Ada 3 sumber utama sel punca, yakni sumsum tulang, darah perifer (darah tepi), dan darah tali pusat.  Kabarnya sel punca terbaik itu dari darah tali pusat. Di tali pusat ada 3 lagi sumber sel punca. Yang paling banyak digunakan untuk terapi adalah hematopoetik sel punca, di mana ia dapat menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Sel punca pada darah tali pusat sudah diakui dunia digunakan untuk terapi berbagai macam penyakit berat seperti leukemia (kanker darah), thalassemia (kelainan darah nonkanker), dan limfoma (kanker kelenjar getah bening). Ada sekitar 85 lebih jenis penyakit yang bisa diobati. Wah, padahal selama ini kita berpikir bahwa tali pusat bayi setelah proses kelahiran itu tidak berguna. Tali pusat bayi-bayi kami langsung ditanam di halaman depan rumah. Well, siapa sangka darah di dalam tali pusat menawarkan harapan baru di dunia kedokteran.  

Terapi sel punca
            Terapi sel punca sebenarnya bukanlah metode pengobatan yang baru banget di Indonesia. Belakangan aja mulai menjadi tren. Terapi sel punca ditujukan untuk penyakit-penyakit yang sulit diobati. “Ada anak berusia 3 tahun di Singapura yang mengidap leukemia. Anak ini berhasil diobati dengan sel punca dari darah tali pusat milik adiknya,” cerita dr. Dara.

Fyi, tidak semua RS boleh memberikan pelayanan terapi sel punca, lho. RS yang menangani terapi ini harus memiliki izin dari Kemenkes RI. Simak baik-baik, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan no. 32 tahun 2014, hanya 11 RS yang boleh memberikan pelayanan terapi sel punca. Sebelas RS itu antara lain, RSCM Jakarta, RS Jantung Harapan Kita, RSUP Hasan Sadikin Bandung, RSUP Dr Kariadi di Semarang, RSUP Sardjito di Yogyakarta, dan RSUP Sanglah di Denpasar.

            Jangan termakan bujuk rayu mereka yang menawarkan terapi sel punca dengan harga tinggi, tapi mutu tidak sesuai standar yang ditetapkan. Saya pernah melihat macam-macam penawaran terapi sel punca berbentuk balsam di dunia maya. Lhaaa, memangnya kita lagi masuk angin makanya dikasih balsam segala untuk kerokan? Hati-hati, Teman-teman.

Kapan darah tali pusat diambil?
            Seperti yang udah saya sebutkan di atas, darah tali pusat diambil sekali seumur hidup SESAAT setelah proses kelahiran, bisa lahiran normal atau caesar. Jadi, penting memutuskan menyimpan darah tali pusat SEBELUM tiba tanggal persalinan supaya tim Cordlife bisa menyiapkan semua prosedur dengan baik. Kalau persalinan udah lewat berjam-jam, yaaa, enggak bisalah, yaaa.




Credit: cordlife.co.id

Proses pengambilan darah tali pusat ini painless. Ibu dan bayi tidak merasakan sakit sama sekali. Soalnya tali pusatnya kan udah terlepas dari ibu dan bayi. Yang diberikan ke bank darah adalah darah tali pusat dan tali pusatnya. Nanti darah tali pusat diskrining lagi. Kalau terinfeksi penyakit (dari dalam kandungan), tentu tidak akan disimpan. Kalau baik, sesegera mungkin disimpan beku pada suhu 195oC. Prosesnya bisa kalian lihat di video animasi Cordlife di bawah ini.




Apa kelebihan Cordlife dibandingkan bank darah tali pusat yang lain?
Darah tali pusat yang mengandung sel punca bakal disimpan dalam jangka waktu yang lama. Maka, mencari bank darah tali pusat yang tepat itu urusan yang maha-penting. Kita harus bisa memastikan sel punca masih dalam keadaan baik ketika akan dipakai nanti.

1. Izin operasional dari Kemenkes RI
Sekali lagi, Cordlife memiliki izin operasional dari Kemenkes RI. Semua prosedur dijalankan sesuai aturan yang berlaku.

2. Berpengalaman
Cordlife Group telah berpengalaman selama lebih dari 16 tahun. Ada 8 cabang Cordlife, termasuk di Indonesia. Hingga kini lebih dari 300 ribu keluarga telah menyimpan darah tali pusat di Cordlife di seluruh Asia.

3. Fasilitas mumpuni
Proses darah tali pusat menggunakan mesin Sepax®2 yang mampu menghasilkan hingga 99% sel berinti di laboratorium. Cordlife dilengkapi sistem cadangan berlapis untuk menyediakan tenaga listrik 24/7 yang tak terputus. Tahan terhadap banjir dan api. “Yang paling utama, kami bisa menyimpan 3 jenis sel punca, yakni hematopoietik sel punca, mesenchymal sel punca, dan epithelial sel punca. Tidak semua bank darah punya fasilitas ini,” jelas dr. Meriana Virtin. Catet!

4. Garansi
            Jika pada saat akan digunakan ternyata sel punca dari darah tali pusat yang disimpan itu rusak atau mati, Cordlife akan betul-betul berusaha mencari sel punca dengan karakteristik yang serupa dengan yang disimpan. Jika tidak ditemukan juga, Cordlife bersedia memberikan ganti rugi.

5. Cordlife Transplant Care
            Ini semacam asuransi gitu yang diberikan Cordlife kepada keluarga yang hendak menggunakan darah tali pusat yang mereka simpan khusus untuk wilayah Indonesia, Malaysia, atau Singapura.

 6. Cordlife Guarantee
            Ibu yang bergabung dengan Cordlife pada usia kehamilan 20 minggu (bukan jelang persalinan) akan diberikan perlindungan terhadap macam-macam komplikasi kehamilan seperti eklampsia, pendarahan, dll. Bayi yang mengalami kelainan bawaan seperti down syndrome, bibir sumbing, dll juga akan diberikan perlindungan.

Oiya, di acara ini hadir Mbak Fanny Novia, klien Cordlife. Anak pertama Mbak Fanny hanya bertahan hidup selama 29 hari karena kelainan bawaan trisomy 18. Sedih euy mendengar kisah pemilik usaha TinyToes ini. Naudzubillah min dzalik jangan sampai, deh. Ketika mengandung anak kedua, Mbak Fanny direkomendasikan oleh dokter kandungannya untuk mengecek indikasi kelainan kromosom di laboratorium Cordlife. Mbak Fanny pun sekalian memilih Cordlife untuk menyimpan darah tali pusat anak keduanya kelak. Baginya, biaya tidak masalah karena ini untuk investasi kesehatan jangka panjang.


Narsum dan Mbak Fanny Novia (kanan)

Btw, bicara soal biaya, apakah biaya menyimpan darah tali pusat di Cordlife mahal? Ratusan juta rupiahkah? Waduh, jangan langsung parno! Saya kasih tahu, nih, biayanya tidak lebih dari harga secangkir kopi pagi kita per minggu atau sekitar Rp1.650.000,00 (satu juta enam ratus lima puluh ribu rupiah) per tahun selama 21 tahun. Bisa diperpanjang sampai seumur hidup.   

Terima kasih kepada Mustela Indonesia, TinyToes, Mothercare Indonesia, dan HydroMamma yang telah mendukung acara ini. Intinya, menyimpan darah tali pusat di Cordlife itu bukan sekadar menyimpan. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat. Tagline One Chance, One Choice memang pas sekali disandang.  


Pwetty goodies yay!

Sponsor acara

Saya pribadi tidak punya rencana melahirkan lagi karena faktor usia huhu. Tapi, tapiii, dengan senang hati saya mengajak mamah-mamah muda untuk menyimpan darah tali pusat bayi kalian di bank darah yang tepat, yakni Cordlife. Semua fasilitas komplet ada di sini. Kalian tidak perlu jauh-jauh keluar negeri seperti Abah. Cordlife mengkaver seluruh wilayah Indonesia. Masing-masing daerah ada kantor perwakilannya. So, Teman-teman yang tinggal di luar Jakarta jangan khawatir. Pengin tahu lebih lanjut tentang Cordlife? Sila hubungi (021) 8379 7464 atau 0813 8060 5508. Konsultan Cordlife dengan senang hati menjawab pertanyaan kalian. [] Haya Aliya Zaki

Referensi tambahan

1. Cordlife. 2017. Tambahan Perlindungan untuk Bayi Anda. Diakses tanggal 27 November 2017. http://www.cordlife.co.id/in/cordlife-care360.

2. NN. 2017. Sel Punca, Layanan Berbasis Riset Melibatkan Swasta. Jakarta: Kompas.

3. NN. 2015. Mengenal Sel Punca Darah Tali Pusat. ayahbunda. Diakses tanggal 27 November 2017. https://www.ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/mengenal-sel-punca-darah-tali-pusat.

26 komentar:

  1. Hihihi mba Haya, aku malahan rencana ingin simpan darah Tali Pusat nih klo nanti hamil lagi. Secara anaknya baru 1 hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo Mbak aku dukung mumpung nanti mau hamil lagi. 😁 Sel punca dari darah tali pusat 1 orang bisa dipakai untuk seluruh keluarga.

      Hapus
  2. Wah aku baru tahu kalau penyakit ginjal bisa diterapi dengan sel punca.
    Dulu Alm daddyku (ayahku) juga punya penyakit ginjal. Kalau aja dulu sudah ada ya mungkin bisa diterapi dengan itu.
    Ternyata banyak manfaatnya ya si sel punca ini.
    Sehat selalu buat Abah ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, Oline. Untuk penyakit jantung dan stroke juga bisa. Prinsip kerja sel punca kan mengganti sel-sel lama yang udah rusak. Al fatihah untuk alm Daddy. Makasih doanya untuk Abah.

      Hapus
  3. Baru tahu tentang sel punca dan nyimpen tali pusat ini mesti diskusi dulu nih ke misua hehehe makasi infonya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan, Say. Info lebih lanjut langsung hubungi Cordlife ya. 😊

      Hapus
  4. ini apa tali pusat yg biasa dikubur itu ya? atau sebagian aja yg diambil? *mengingat2 lagi waktu lahiran dulu*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Darah tali pusat dan tali pusatnya, Mbak. Lebih jelasnya boleh tonton video yang saya embed di atas, Mbak.

      Hapus
  5. dulu aku pernah baca cordlife ini di majalah mbak sekitar tahun 2006 tapi masih sedikit informasinya. Ternyata harganya masih terjangkau ya mbak. Bayangkan aja kita beli gadget lebih dari itu tapi kekuatannya ga bisa bertahun-tahun. Sel punca ini malah bisa berguna banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Lid banyak yang mengira mahal, padahal cukup affordable ya. Kayak ikut asuransi gitu. Investasi jangka panjang. 😁

      Hapus
  6. waahhh, aku baru tauu mbak kalo darah tali pusat itu ada manfaatnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Hebat ya teknologi kedokteran ini. 😊

      Hapus
  7. Aku pernah nonton katanya ari2nya yang dipakai buat kecantikan. Tapi yg lebih berguna itu darahnya yah
    Kalau buat orang kampung, harga segitu pertahun ya mikir juga. Tapi kalau ada rejeki, boleh juga darahnya disimpan untuk pengobatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Yuk yuk nabung buat investasi jangka panjang. 👍

      Hapus
  8. Umi, abah treatmentnya kaya gimana wkt ke tiongkok utk terapi sel punca? Aku tertarik dengam kehebatan sel punca atau sel induk ini deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sel punca ditanamkan ke tubuh dan nanti berkembang biak jadi sel baru. Gak usah jauh-jauh ke Tiongkok. Di sini pun ada, Mak. Sebelas RS di sini bisa melayani terapi sel punca. Dulu kami kurang informasi, kirain di sini gak ada.

      Hapus
  9. Wah bermanfaat banget mbak Haya postingan ini, nanti ah aku usulkan ke anak saya yg sudah menikah untuk menyimpan darah tali pusar cucu. Thank you mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan, Mak Sumi. Senang kalau postingan ini bermanfaat. 😊

      Hapus
  10. Abah mbak Haya berarti sudah sehatan ya berkat terapi stem cell? Berarti bukan omong kosong belaka menyimpan sel punca ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok omong kosong, Nurul? Ini kan memang ada penelitian medisnya, bukan terapi sulap atau sihir. 😁 Kecuali kalau ada hal-hal di luar dugaan yang terjadi, makanya terapi sel punca harus dilakukan di 11 RS yang punya izin dari Kemenkes RI. Penyimpanan darah tali pusatnya juga harus di tempat yang baik seperti Cordlife. 😁

      Hapus
  11. Ooh..ternyata gak terlalu mahal ya mba haya dibanding dengan manfaatnya. Etapi udah telat juga 😂 nanti lah kalau menantu-menantuku melahirkan *masih lama banget wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha boleh kabari info ini ke teman-teman yang calon bumil atau bumil, Ndri. Mudah-mudahan bermanfaat, yaaa. 😃

      Hapus
  12. abis baca ini saya nyesel waktu hamil anak ketiga kemarin tidak mencari tahu lebih lanjut soal penyimpanan tali pusat ini.. saya pikir mahal ternyata ngga terlalu mahal ya.. btw makasih sharingnya ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun juga gak begitu ngeh waktu hamil si bungsu, Mbak. Nyesel juga, tapi minimal udah menyampaikan info ini ke para bumil lain ya udah senanglah ya hehehe.

      Hapus
  13. semakin berkembang ilmu pengetahuan..
    yang dulu dibuang percuma punya banyak manfaat..
    alhamdulillah sudah bisa diaplikasikan di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, praktik medis di sini semakin maju, Kak.

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan