Kamis, 16 November 2017

BCA Komit Wujudkan Indonesia Bebas Katarak

Pertama kali mendengar kata “katarak” itu waktu saya masih SD. Abah yang mengidap katarak dan harus segera dioperasi. Katarak adalah kekeruhan lensa mata pada salah satu mata atau dua mata sekaligus  yang biasanya terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun. Protein di mata mengumpul dan menghalangi lensa mengirim gambar ke retina.

Fyi, katarak penyebab tertinggi kebutaan di dunia. Gangguan penglihatan tidak drastis. Awalnya penglihatan terasa seperti dihalangi kabus tipis, lama-kelamaan menjadi kabut tebal, dan akhirnya tidak bisa melihat total. Bola mata tampak seperti tertutup selaput putih.  


Waspada katarak menyebabkan kebutaan

Kian tahun kasus buta karena katarak kian meningkat, yakni sekitar 0,1% dari jumlah penduduk atau sekitar 250 ribu orang per tahun. Berdasarkan hasil survei kebutaan di Indonesia pada tahun 2013–2014 dengan menggunakan metode Rapid Assesment of Avoidable Blindness (RAAB), 71% penyebab kebutaan adalah katarak. Padahaaal, padahal, survei ini baru dilakukan di NTB, Jabar, dan Sumsel aja, lho. Belum di daerah-daerah lain. Duh, kebayang banyaknya, ya! :((  

Penyebab katarak antara lain usia lanjut, radiasi UV, komplikasi penyakit (diabetes, hipertensi, obesitas), kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, dll. Jangan salah, katarak bukan cuma penyakit orang tua. Beberapa waktu lalu kita sempat terenyak mendengar berita anak aktris Asri Welas yang mengidap katarak sejak lahir.

Tidak ada yang dapat menyembuhkan penyakit katarak selain OPERASI. Obatnya belum ada. Catet! Jangan sembarangan mengonsumsi obat apalagi kalau bukan dari dokter.  

Sayang, akses masyarakat pada pelayanan kesehatan mata masih terbatas, terutama di daerah-daerah terpencil. SDM dan fasilitas kurang memadai. Kemampuan untuk melakukan operasi katarak diperkirakan baru mencapai 180 ribu orang per tahun.

Karena itu, diperlukan inisiatif dari berbagai pihak termasuk dari sektor swasta. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA kembali mewujudkan komitmennya kepada masyarakat dengan memberikan donasi kepada Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK – Perdami).

Presiden Direktur BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, menyerahkan secara simbolis 1 buah Phacoemulsification Cataract Machine Intuitiv AMO dan 3 set alat pendukung operasi katarak senilai Rp659.500.000,00 kepada Ketua Perdami DKI Jakarta, Dr. Elvioza SPM(K). Tahun-tahun sebelumnya BCA menyumbang 2 mikroskop, 13 alat bantu operasi, dan 2 alat biometri senilai ratusan juta rupiah. Jumlah donasi pastinya terus bertambah setiap tahun. Donasi akan digunakan untuk menyelenggarakan operasi katarak gratis di Jakarta.



BCA memberikan donasi kepada SPBK - PERDAMI

Menurut Dr. Elvioza, effort dan biaya untuk merawat orang buta lebih besar daripada mengatasi kebutaan itu sendiri. Bukan cuma orang butanya yang tidak produktif, orang-orang di sekitarnya juga menjadi tidak produktif. Kami para blogger berusaha membantu menggaungkan program ini lebih luas lagi. Semoga perusahaan-perusahaan lain ikut tergugah membantu pasien katarak yang kurang mampu di Indonesia. Aamiin. [] Haya Aliya Zaki

Referensi
1. Cecilia, Irna. 2017. Penyebab dan Gejala Penyakit Katarak. Alodokter. Diakses tanggal 16 November 2017. http://www.alodokter.com/komunitas/topic/gejala-katarak-pada-mata.

2. Wibawa, Shierine Wangsa. 2017. Mau Tidak Mau, Semua Orang Pasti Terkena Katarak. Kompas Sains. Diakses tanggal 16 November 2017. http://sains.kompas.com/read/2017/09/15/210539523/mau-tidak-mau-semua-orang-pasti-akan-terkena-katarak.

8 komentar:

  1. Nenek buyutku, ini nenekku juga kena katarak Mbak. Saat aku ajak operasi katarak di RS Tlogorejo Semarang program gratis, beliau menolak. Takut katanya dan memilih untuk alternatif. Aku sampe bingung mau membujuk gimana lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, padahal katarak gak ada obatnya, apalagi kalau pakai obat alternatif. Belum ada penelitian ilmiahnya juga. Mungkin bisa minta sharing dari pasien yang udah pernah operasi katarak supaya nenek gak takut.

      Hapus
  2. Mama ku udah operasi katarak 2 tahun lalu, hasilnya skrg udah sehat kembali, kak.

    Bener kak, katarak kt dokternya ga ada obatnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah moga sehat terus Mama, ya. Betul, Dek, penyakit katarak gak ada obatnya. Mau gak mau harus operasi.

      Hapus
  3. kerennya program bakti BCA concern buat penyembuhan katarak y mba, yang aku tahu juga katarak ga ada obatnya namun buat yg didesa2 kadang minim info yang pada akhirnya katarak tak terobati hingga kebutaan *miris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang ada fasilitas operasi katarak gratis, tapi mereka takut. Setuju, edukasi tentang penyakit katarak di daerah-daerah terpencil juga penting sih.

      Hapus
  4. Wah aku ikut bangga banget, karena dulu pernah kerja di Bakti BCA 2 tahun jadi teller. Kegiatan nya selalu positif, Alhamdulillah ternyata banyak juga kegiatan sosialnya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Iya Mbak. Program donasi bukunya juga aktif.

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan