Jumat, 15 September 2017

Sehari Bersama Skin Dewi

Hari gini orang-orang pada ramai berslogan pengin kembali ke alam. Demikian pula saat menggunakan produk, terutama produk skin care. Mereka berbondong-bondong memilih produk yang katanya, katanya yaaa, berbahan baku organik dan chemical free. Perlu dicermati, slogan “chemical free” ini sebenarnya marketing gimmick belaka. Kenapa, eh, kenapa? Jangankan bahan-bahan lain, wong air bening biasa aja punya unsur kimia H2O kok. :)

Bicara soal bahan baku organik, saya bersyukur mendapat kesempatan menimba ilmu tentang skin care organik dari Mbak Dewi Kauw di rumahnya di daerah Pantai Indah Kapuk, Jakarta (11/3). Sebut aja workshop mini-lah, ya. Mbak Dewi lulusan Teknik Kimia University of Washington di Amerika dan lulusan diploma beberapa kelas pengetahuan skin care di Jerman serta Perancis. Pertama kali bertemu Mbak Dewi, saya terkesan dengan sikapnya yang ramah. Kulitnya tampak sehat dan bercahaya. Saya jadi semakin semangat belajar, Teman-teman! Konon pula dikabari bahwa kami akan bereksperimen membuat face scrub dan body scrub sendiri. Sontak saya ingat zaman kuliah farmasi so sooo many years ago. :))




Awal Mbak Dewi terjun ke dunia skin care organik
Mbak Dewi ini ibu dari 3 anak yang lucu-lucu. Pada tahun 2014, anak kedua lahir dengan kondisi alergi tingkat tinggi dan kulit yang bermasalah (atopic dermatitis). Kulit gampang sekali perih, merah, dan gatal. Krim steroid yang dipakai hanya meredam gejala sementara, tidak bisa menyembuhkan. Kasihan banget soalnya kebayang, kan, masih bayi. Lebih sedih lagi ketika Mbak Dewi harus menghadapi komentar orang-orang sekitar yang menghakimi. Beliau disangka ibu yang tidak becus mengurus anak, tidak optimal memberikan perawatan, dll. Hayati lelaaah ya Allah Yang Maha Esa.


Mbak Dewi Kauw

Berawal dari sana, Mbak Dewi bertekad mencari solusi penyakit anaknya. Suatu ketika Mbak Dewi mengunjungi teman yang tinggal di Jerman. Beliau takjub melihat rak obat yang tertata rapi di supermarket di sana. Semua obat dari bahan natural. Mbak Dewi berpikir, jika saja ia tahu komposisi bahan di dalam sebuah produk, ia bisa membantu mencegah anaknya terpapar macam-macam zat yang membuat penyakit anaknya kambuh. Perempuan berwajah oriental ini memutuskan menempuh pendidikan secara formal dan menjadi formulator.

Formula untuk si kecil
Finally, Mbak Dewi berhasil menemukan formulasi yang aman dan cocok untuk anaknya. “Anak saya alergi dengan banyak sekali zat dan bahan makanan, bahkan ayam, soya, jagung, dan macam-macam minyak sayur, dia juga alergi. Berbekal ilmu yang saya pelajari, saya berusaha meracik sendiri produk untuk kulit dan produk rumah tangga untuk dipakai anak saya. Soal makanan betul-betul dipilih makanan yang tidak membuatnya alergi dan pastinya harus selalu fresh,” cerita Mbak Dewi. No wonder saya memperhatikan dari sabun pencuci tangan sampai sabun mandi di rumah Mbak Dewi pun merupakan hasil racikan Mbak Dewi sendiri.

Tak cukup sampai di sini. Mbak Dewi juga ingin berbagi ilmu kepada orang lain especially kaum ibu yang mengalami nasib sama dengannya, melalui workshop. Beliau mengajak peserta workshop-nya untuk “mengenali diri sendiri”. Maksudnya? Cari tahu kulit kita sensitif terhadap zat apa aja dan nanti belajar sedikit demi sedikit meracik skin care berdasarkan bimbingan dari Mbak Dewi.

Mbak Dewi menjual skin care racikan yang diberi merek Skin Dewi. Bahan baku berkualitas diimpor langsung dari negara penghasilnya dari seluruh dunia. Contoh, shea butter dari Afrika, tree tea dari Australia, argan dari Maroko, dst. Kita bisa membeli bahan bakunya aja dan meracik sendiri sesuai kebutuhan.


Beberapa produk Skin Dewi

Kenapa harga bahan baku mahal? Bayangkan, untuk menghasilkan satu tetes rose essential oil, misalnya, kita membutuhkan berkilogram-kilogram bunga rose. Rose yang dipilih adalah rose kualitas terbaik yang dipanen setahun sekali pada waktu tertentu. Cara memetik rose ini pun ada prosedurnya khusus. Salah prosedur, minyak yang diharapkan akan menguap. Belum lagi kalau tumbuhannya termasuk yang langka didapat.

Produk Skin Dewi sedang dalam proses sertifikasi BPOM dan halal MUI. Insya Allah aman dan halal karena hanya mengandung bahan organik tumbuh-tumbuhan. Bahan yang dari hewan palingan beeswax (lilin lebah).

Bikin body scrub sendiri
            Ta-daaa! Saatnya bereksperimen haha. Kami diberi pilihan apakah pengin meracik face scrub atau body scrub. Saya memilih meracik body scrub dengan bahan kopi. Kopinya bukan sembarang kopi, lho. Jangan pakai kopi sasetan. Pakailah biji kopi yang warnanya tidak terlalu gelap dan tumbuk sampai halus. Fungsinya untuk menghilangkan selulit. Bahan tambahan bebas. Saya memilih geranium essential oil, sweet orange essential oil, dan lavender essential oil. Siap-siap suami di rumah jadi kelinci percobaan haha. Oiya, kalau suka, kita bisa menambahkan kunyit atau bumbu dapur lain yang berkhasiat.     


Bahan dasar (olive oil, bunga telang, dan bahan lain)

Biji kopi ditumbuk halus

Essential oil

Praktik sederhana bikin skin care

Body scrub buatan saya haha

Berikut beberapa poin penting yang saya coba simpulkan dari workshop mini dengan Mbak Dewi hari Senin lalu.

Kulit kita unik. Bahan A cocok sama kita, tapi belum tentu cocok sama orang lain. Kalau tidak cocok bukan berarti bahan A tidak bagus. Masing-masing kebutuhan dan sensitivitas kulit manusia berbeda. Bahasa awamnya: cocok-cocokan.
Hidup harus balance. Tidak selamanya yang sintetis itu buruk dan yang natural itu bagus. Ada juga bahan natural yang beracun. Sintetis dan natural bisa dipakai sesuai keperluan.
Apakah yang membedakan suatu bahan mampu memberikan efek terapetik (penyembuhan) atau malah bersifat toksik (racun)? Jawabannya: DOSIS. Kurang dosis, penyakit tidak sembuh. Kelebihan dosis, keracunan. Ini persis seperti ilmu yang saya pelajari di kuliah farmasi.
Teliti membaca kemasan sebelum membeli. Essential oil BERBEDA sekali sama absolute oil. Essential oil disuling dengan air, sedangkan absolute oil disuling dengan pelarut heksan. Hasil ekstraksinya berbeda dan wanginya pun berbeda. Mbak Dewi lebih menyarankan kita membeli essential oil daripada absolute oil.
Hati-hati jika ingin mengonsumsi essential oil. Konsultasi dengan aromaterapis bersertifikat. Dosis dan cara minumnya berbeda-beda tergantung banyak faktor. Kebayang enggak, essential oil kalau ditaruh di plastik aja, plastiknya bisa lebur, apalagi sampai masuk ke pencernaan dan dipakai jangka panjang.
Semua bahan yang mengandung peppermint, rosemary, eucalyptus, dan semua bahan 1,8-cineole tidak boleh dipakai untuk bayi dan anak-anak.
Say NO to gula atau garam untuk dibikin jadi bahan scrub tubuh maupun muka. Jika dilihat di bawah mikroskop, bentuk kristal gula tajam (meskipun katanya gula halus, yaaa) dan bisa menyayat kulit. Garam? Garam sangat rentan untuk mata. Mata aja pedih kalau kita kelamaan berenang di laut kan.

Saya dan teman-teman blogger peserta workshop

            Teman-teman terutama yang punya kulit sensitif atau masalah kulit yang lain, mungkin bisa join workshop Mbak Dewi Kauw. Harga workshop sih relatif karena kita investasi untuk ilmu kece di sini dan bahan baku yang dipakai adalah bahan baku organik impor yang berkualitas tadi. Seru, teman-teman sesama peserta workshop bisa saling sharing pengalaman berharga dengan Mbak Dewi. Langsung aja main ke website Skin Dewi. Saya yakin banyak hal yang bisa dipelajari untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi. Ciaooo. :) [] Haya Aliya Zaki


14 komentar:

  1. asik ya ada produk seperti ini, karena kulit saya termasuk sensitif dan dulu gampang banget alergi. Semoga proses BPOM dan halalanya lancar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Isinya sih tumbuhan organik pilihan yang insya Allah aman dan halal.

      Hapus
  2. Setuju, Mbak. Penting banget cari tau produk dan bahan apa yang cocok buat kulit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, kalau kita tahu mana yang gak cocok, kita bisa berusaha menghindari. Kalau kambuh gak enak banget soalnya.

      Hapus
  3. Keren banget yah, kulit aku juga termasuk yang sensitif dan gampang teriritasi sama bahan perawatan yang mengandung detergent, kayaknya pas banget kalau pakai yang alami kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang skin care organik juga ada kemungkinan gak cocok sih, Mbak. Nanti konsul dengan Mbak Dewi dulu kira-kira skin care organik apa yang cocok.

      Hapus
  4. Workshop nya asik banget mbak, jadi ngerti bikin bodyscrub sendiri.. Hebat mbak Dewi ini, mjdkan peluang bisnis skincare spt itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan bisnis yang gimana-gimana sih, Mbak. Mbak Dewi lebih ke niat dan komit untuk membantu memberikan solusi kepada teman-teman yang punya masalah yang sama dengan beliau.

      Hapus
  5. lebah memang banyak manfaatnya ya, Mba Haya.

    Kalau produk udah lulus bpom dan ada halal mui nya, bawaannya nyaman deh buat make. Apalagi bahan2nya bermutu kaya gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah berkualitas bahan bakunya, Mbak.

      Hapus
  6. Seperti kulit saya yang juga sensitif.
    Dosis yang tepat itu seperti apa ya, bayangan saya seperti trial and error. Jadi pengen konsul ama mba Dewi, tapi saya di luar kota

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masing-masing bahan baku berbeda dosisnya, Mbak. Bahkan rose essential oil juga ada dosisnya. Kalau mau tanya-tanya, bisa hubungi via email dewi.kauw@skindewi.com atau via WhatsApp atau telepon 0811 811 1852.

      Hapus
  7. Wow,bener2 perjuangan ya cari obat alergi untuk anaknya.
    Seru banget,dapet ilmu bikin body scrub..^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dengar cerita Mbak Dewi itu sampai merinding. Perjuangan orangtua, ya.

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan