Rabu, 27 September 2017

Pelatihan CPR + AED Bersama Philips Indonesia, Semua Orang Bisa Bantu Selamatkan Nyawa

Teman-teman, apa yang kalian lakukan jika melihat seseorang tiba-tiba jatuh lemas dan tidak bernapas? Mungkin hampir semua menjawab: PANIK dan bingung harus bagaimana. Biasanya ini terjadi karena kita tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman melakukan first aid (pertolongan pertama). Lalu, apa yang dimaksud dengan pertolongan pertama?

Pertolongan pertama adalah pertolongan yang diberikan sebelum korban mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari tim medis terkait.

Penyakit jantung penyebab sepertiga dari jumlah kematian di dunia
            Wah, bad news, ya. Pada tahun 2014 Kementerian Kesehatan memperkirakan ada 10.000 orang per tahun atau 30 orang per hari mengalami henti jantung mendadak. Pada tahun 2016 data PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia) menunjukkan ada sekitar 300.000–350.000 insiden henti jantung mendadak setiap tahunnya. 

Well, the good news is, serangan jantung dapat dicegah! Kalimat ini disampaikan oleh dr. Jetty R. H. Sedyawan, Sp.JP (K), FIHA, FACC, dokter spesialis penyakit jantung dan Sekjen PERKI di acara talkshow memperingati Hari Jantung Sedunia bersama Philips Indonesia di XXI Club, Djakarta Theater, Jakarta (14/8). Talkshow ini pula dihadiri dr. Erizon Safari, MKK, Kepala Unit Ambulans Gawat Darurat, dan Suryo Suwignjo, Presiden Direktur Philips Indonesia. Asal tahu aja, alokasi dana kesehatan BPJS sebagian besar untuk pengobatan pasien penyakit jantung dan stroke.


Talkshow ki-ka: moderator, Suryo Suwignjo (Presdir Philips Indonesia), dr. Erizon Safari, MKK, dan dr. Jetty R. H. Sedyawan, Sp.JP (K), FIHA, FACC

 Sebelumnya Teman-teman pengin tahu, kan, perbedaan kematian akibat serangan jantung (heart attack) dengan kematian akibat henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest)? Kematian akibat serangan jantung adalah kematian seseorang yang sebelumnya udah mengalami gejala seperti nyeri di dada, sulit bernapas, lemas, dst. Sementara kematian akibat henti jantung mendadak adalah kematian seseorang yang 24 jam sebelumnya tidak mengalami gejala apa-apa. Jadi, jelas berbeda, ya?  

Menurut dr. Jetty, serangan jantung dapat dicegah dengan menganut gaya hidup sehat, yakni olahraga, makan makanan yang baik dan halal (makanan yang dibeli bukan dari menggarong atau mencuri, maksudnya), dan tidak merokok. “Kadang saya gemas sama perokok. Diminta istri berhenti merokok, enggak mau. Diminta anak berhenti merokok, enggak mau. Tolonglah, merokok itu bukan hanya menzalimi diri kalian sendiri, melainkan juga orang-orang yang kalian sayangi,” jelas dokter yang masih cantik meski telah berusia 65 tahun ini.

Penting untuk diketahui, penyakit jantung juga merupakan penyakit bawaan (hereditas). Saran dr. Jetty, jika kita memiliki silsilah keturunan berpenyakit jantung, sebaiknya kita lebih strict menjaga kesehatan. Olahraga boleh, tapi hindari olahraga yang berat-berat banget. Futsal dan sepak bola termasuk olahraga berat.



Suasana talkshow

Pertolongan pertama untuk pasien henti jantung mendadak
Oke, saya kembali ke soal pertolongan pertama tadi. Saya beruntung kali ini mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan CPR + AED yang diadakan oleh Philips Indonesia dan Medic One Training Centre.

CPR = Cardio Pulmonary Resuscitation. CPR merupakan rangkaian pertolongan pertama yang meliputi kompresi dada sedalam 5 cm sebanyak 30 kali tanpa jeda, lalu berikan bantuan napas 2 kali. Ini dihitung 1 siklus. Lakukan minimal 5 siklus. 
Kenapa harus melakukan CPR pada pasien henti jantung mendadak? Ketika jantung berhenti berdetak, kompresi dada dibutuhkan untuk merangsang sirkulasi darah yang membawa oksigen hingga ke otak. Golden period (periode emas) seorang pasien adalah 7–10 menit. Jika CPR dilakukan dalam jangka waktu ini, kemungkinan besar korban dapat bertahan hidup tanpa terjadi kerusakan pada otak. Lebih dari 10 menit, otak yang tak menerima asupan oksigen akan mengalami kerusakan permanen. Efeknya korban cacat bahkan meninggal. Duh, duh, kebayang apa yang terjadi kalau ambulans terlambat datang.
AED = Automated External Defibrillator. Alat yang digunakan untuk menganalisis irama jantung yang tidak teratur. Setiap kantor, sekolah, hotel, dan ruang publik lainnya harus punya AED dan minimal ada 1 orang terlatih untuk menggunakannya. AED diproduksi oleh Philips. Selama ini orang-orang mengira Philips hanya produsen lampu, padahal tidak. Philips juga memproduksi alat-alat kesehatan berkualitas.

Sumpah, praktik CPR tidak sesimpel seperti yang kita tonton di serial hits ER (Emergency Room) atau Grey’s Anatomy di televisi. Ada prosedur dan standar yang betul-betul harus dipatuhi. Bagian dada mana yang persisnya ditekan, berapa kedalaman penekanannya, bagaimana ritmenya, dst. Jika tidak tepat, tindakan kita bisa aja memperburuk kondisi pasien.

Actually, kekhawatiran akan situasi “menolong orang lain malah menjadi bumerang” itu ada tebersit di kepala saya, namun insyaallah tidak menyurutkan langkah saya untuk belajar. Setidaknya saya bisa mencoba membantu keluarga dan orang-orang terdekat andai musibah ini terjadi. Naudzubillah min dzalik.

Berikut tahapan yang harus diingat dalam menolong kondisi kegawatdaruratan.

1. DANGER (cek bahaya)
Sebelum menolong, pastikan lingkungan sekitar aman. Contoh lingkungan yang berbahaya itu misalnya, mobil terbakar, tiang listrik tumbang, tanah longsor, dll. Jangan mendekati korban jika lingkungan sekitar tidak aman. Jangan sampai kita menjadi korban berikutnya

Segera telepon ambulans dan pertolongan medis lainnya di 119 atau 112. Kalau ada kebakaran, telepon pemadam kebakaran di 113. SEGERA!

2. RESPONSE (cek respons)
Setelah lingkungan sekitar aman, cek respons (kesadaran) korban. Panggil nama korban, jika tidak bereaksi, tepuk keras kedua bahunya. Amati naik turun dada (pernapasan) korban, hitung selama 10 detik.

3. COMPRESSION (kompresi dada)
Jika korban tak bereaksi dan tak bernapas selama 10 detik, lekas berikan CPR. Harap diingat, posisi korban harus dalam posisi telentang di atas permukaan yang rata dan keras. Jangan lakukan CPR di atas sofa yang empuk. Itu sama aja bohong ya, Bok. 

Saya tidak menyangka, ternyata melakukan CPR (yang kelihatannya “cuma” menekan-nekan dada) itu, melelahkan! Bayangkan jika kita tidak menelepon tim medis dari awal. Kita kadung kelelahan, korban belum siuman juga. Wassalam.

Teman-teman yang terdesak memberikan CPR kepada keluarga atau orang lain yang mengalami henti jantung mendadak, bisa menghubungi tim medis atau tim Medic One untuk digaet secara langsung via telepon.

Kompresi dada

4. AIRWAY (jalan napas)
Selesai memberikan kompresi dada 30 kali, buka jalan napas (buka mulut korban). Angkat dagu korban, tarik dahi ke belakang, dan tiup mulutnya. 

5. BREATHING (bantuan napas)
Berikan bantuan napas normal. Sekali tiupan 1 detik. Tiup sambil melihat ke arah dada korban yang mengembang. Lakukan 2 kali tiupan.  Lanjutkan CPR 30 kali (siklus ke-2). Demikian seterusnya sampai 5 siklus.

Bantuan napas

Tata cara pelaporan
            Pada kasus kegawatdaruratan, kita perlu melaporkan secara verbal atau bahkan mengisi laporan tertulis. Ini salah satu bentuk tanggung jawab first aider kepada tim medis yang akan memberikan perawatan lanjutan. Info yang harus kita sampaikan adalah sbb: alamat atau lokasi terjadinya perkara, nomor telepon pelapor kejadian, nama korban, kronologis kejadian, jumlah korban, kondisi korban (tidak sadar, nyeri dada, pendarahan, dll), dan tindakan awal yang telah kita lakukan sebelum tim medis tiba.  

Nah, setelah mengikuti semua rangkaian pelatihan CPR + AED Competence, kami wajib menjalani tes tertulis dan tes praktik dari instruktur Medic One. Alhamdulillah, saya dinyatakan lulus dan berhak mendapat sertifikat bertaraf internasional. Ini artinya saya diperbolehkan menolong korban henti jantung mendadak kapan aja dan di mana saja, termasuk di luar negeri.

Menurut saya, pelatihan CPR + AED Competence bermanfaat sekali. Kenapa? Ketika terjadi musibah, kita tidak hanya duduk diam menunggu ambulans (yang entah kapan) datang. Tahu sendiri traffic kota besar zaman now, apalagi Kota Jakarta. Sulit diprediksi blas. Jika kita punya basic pengetahuan pertolongan pertama, level kepanikan berkurang (which means otak jadi bisa dipakai untuk berpikir) dan kita bisa melakukan sesuatu. Sebaiknya pelatihan seperti ini rutin diadakan, refresh ilmu supaya tidak lupa. Terima kasih kepada Philips Indonesia yang concern akan hal penting yang menyangkut keselamatan nyawa.




Oiya, Teman-teman punya pertanyaan atau tertarik mengikuti pelatihan? Sila menghubungi langsung kontak tim Medic One di bawah. Selain CPR, ada pelatihan Child Care juga, lho. Contoh, pertolongan pertama saat anak tersedak, digigit lebah, tersayat pisau, dll. Cocok buat buibuk seperti kita.

Medic One Training Centre
Jl. Benda Alam 1 no. 73 Cilandak Timur Jakarta 12560
Telp. (021) 72599111 (for first aid guidance)

Oke? Mudah-mudahan sekarang Teman-teman udah memahami betapa pentingnya pertolongan pertama kepada korban khususnya pada golden period-nya. Pertolongan pertama yang cepat dan tepat akan meningkatkan peluang bertahan hidup dan pemulihan.

So, don’t just stand there. Learn first aid! :)  [] Haya Aliya Zaki

7 komentar:

  1. info yang bermanfaat, mbak Haya

    kapan yaa ada pelatihan Child Care?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung hubungi Medic One aja, Mbak Tanti. Perusahaan, komunitas, dll bisa training minimal berapa orang gitu. Kalau dari jadwal Philips, belum tahu.

      Hapus
  2. Wah, ini pelatihannya menarik banget. Kalau tertarik ikutan, ini bayar berapa, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh langsung hubungi Medic One, Mbak. Minimal berapa orang gitu, bisa ajak teman-teman.

      Hapus
  3. aku berharap nanti yang kasih nafas bantuan itu dedek emesh :))

    BalasHapus
  4. Wah tehnik CPR ini perlu banget dikuasai oleh semua orang ya mba. Karena, kondisi emergency itu bisa terjadi tiba-tiba.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan