Kamis, 03 Agustus 2017

Hamil dan Menyusui, Perjalanan Luar Biasa Para Ibu

Kalau bicara soal hamil, kehamilan saya tidak pernah ada masalah. Alhamdulillah, semuanya baik-baik aja. Tapiii, kalau bicara tentang menyusui, waw wew wow banyak drama berseri, terutama saat menyusui anak pertama. Rasa sakit akibat melahirkan belum reda dan bayi kuning pula, saya harus menanggung stres karena ASI belum keluar sama sekali! Saya bertanya kepada mama dan ibu mertua, namun mereka kurang tahu kenapa. Kondisi mereka beda sama saya. Info dari buku, komunitas, dan internet belum sebanyak sekarang. Ya Allah, kalau bayi saya mati kelaparan gimanaaa?! Di tengah kepanikan ini, seorang oknum medis RS sekonyong-konyong menawarkan susu formula berharga selangit. :((

Kasus anak pertama saya jadikan pelajaran, Teman-teman. Saat hamil anak kedua dan ketiga, wawasan parenthood kami yaaah boleh dibilang lebih mapanlah daripada sebelumnya. Saya melahirkan di RS yang berbeda dengan RS yang pertama. Syukur, saya dipertemukan dengan tim medis yang tulus dan berdedikasi. Setelah melahirkan, saya terus disuport baik fisik maupun psikis sampai ASI benar-benar keluar. Kalau ingat peristiwa ini air mata saya pasti menetes. Hamil, melahirkan, dan menyusui. What an extraordinary journey for me! :)

Love this quote!

Well, ketika Anmum mengundang saya untuk hadir di acara kampanye Anmum #CelebratetheExtraordinary di Raffles Hotel, Jakarta (1/8), tentu saya antusias hadir. Anmum mengajak kami para mom blogger sama-sama merayakan Pekan ASI Sedunia. Padahal, saya bukan ibu hamil atau menyusui lagi hehehe. Kini si sulung telah beranjak remaja. Saya antusias hadir karena banyak pakar keren bakal sharing ilmu di acara ini, yakni Dr. dr. Ali Sungkar SPOG(K) (Ketua Perkumpulan Perinatologi Indonesia dan Anggota Dewan Penasihat Obstetri dan Ginekolog DKI Jakarta Indonesia), Rohini Behl (Marketing Teisor Fonterra Brands Indonesia), dan Ines Yumahana Gulardi, MSc. (Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia). Selain itu ada artis humble kesayangan Cynthia Lamusu dan ibu pejuang ASI Maria Wijaya. Saya pikir, postingan blog saya nanti insya Allah bermanfaat buat pembaca. Kini info parenthood tersebar luas di mana-mana, termasuk dari blog para kaum ibu seperti saya. Tinggal kita aja yang pintar-pintar memilah dan memilih info yang tepat dan sesuai.  

Beginilah hasilnya setiap lihat ada photo booth haha





Sebagian dari kita mungkin mengira bahwa nutrisi diberikan hanya ketika anak lahir. Nah, anggapan ini salah. Mari kita baca UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Di sana disebutkan defenisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Berarti? Sejak masih dalam kandunganlah semua kebutuhan anak, khususnya nutrisi, wajib kita penuhi.

Menurut Dr. Ali, 1000 hari pertama kehidupan sangat penting! Kenapa? Kualitas seorang anak terutama dibangun dari 1000 hari pertama kehidupannya, yakni 9 bulan 10 hari dalam kandungan (270 hari) dan 2 tahun (730 hari). Percaya tidak bahwa 1000 hari pertama kehidupan menjadi penentu masa depan bangsa? Pada masa janin sampai anak berusia 2 tahun inilah terjadi proses tumbuh kembang yang cepat nian, yang tidak terjadi pada kelompok usia lain. Contohnya, pertumbuhan otak. Sekitar 80% pertumbuhan otak anak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Bayangkan, kita akan melahirkan seorang khalifah atau pemimpin ke muka bumi. Pastinya kita ingin melahirkan khalifah terbaik. Sebaiknya ibu hamil tidak mengalami malanutrisi. Kalau iya, kemungkinan besar anak yang dilahirkan juga akan mengalami malanutrisi. Efeknya pada anak antara lain cacat batang selaput otak, bertubuh pendek (bukan karena keturunan), dan tubuh rentan infeksi. Mari kita putus rantai ini,” kata Dr. Ali. 
            Btw, saya baru tahu kalau cuti hamil dan menyusui adalah hak anak, bukan hak ibu. Hak ini harus diberikan perusahaan kepada pegawainya yang membutuhkan. Semua udah ada undang-undangnya. Catet!

Dr. dr. Ali Sungkar SPOG (K)

Rohini Behl

Selain nutrisi, suport sosial juga dibutuhkan kaum ibu. Jangan sekali-sekali menakut-nakuti ibu untuk berhenti menyusui supaya payudara tidak kendur atau alasan mitos lain. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar ibu hamil dan menyusui yang ditanyakan teman-teman blogger saat di acara. Saya rangkum jawaban dari narsumnya.

1. Ibu hamil tidak boleh makan makanan yang belum matang
Fakta. Ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang matang. Makanan seperti sate, sayuran mentah, dll dihindari karena bisa jadi mengandung bakteri. Kalau sayuran paling tidak direbus dulu.  

2. Ibu menyusui tidak boleh hamil lagi
Mitos. Ibu menyusui boleh aja hamil lagi. Selama hamil juga tetap boleh menyusui, asaaal nutrisi ibu cukup, ya. Lama-kelamaan ASI akan susut sendiri seiring kehamilan yang semakin besar.

3. Kebanyakan menyusui, payudara akan kendur
Mitos. Mungkin karena dikira payudara ditarik-tarik anak, terus payudara jadi kendur gitu. >.< Faktanya, semakin sering menyusui justru kulit sekitar dada akan semakin sehat. Banyak faktor yang menyebabkan payudara kendur, yakni aktivitas, lemak tubuh, merokok, dll.

4. ASI saya sedikit, pasti tidak cukup untuk bayi saya
Mitos. Kekhawatiran ini mungkin muncul ketika kita kelamaan mantengin status teman yang stok ASI-nya sampai bertumpuk-tumpuk di kulkas. Akhirnya, semua baper pada waktunya. *halah* Padahal, jumlah ASI sendiri menyesuaikan, lho. Belum tentu ASI kita yang jumlahnya lebih sedikit daripada teman, tidak cukup untuk bayi kita. Saya termasuk yang jumlah ASI-nya standar aja. Di kulkas saya yang itu yang berjejer stoples camilan, bukan stok botol ASI. LOL. Kuncinya, komit dan konsisten menyusui. Semakin sering bayi disusui, biasanya produksi ASI akan semakin cetaaarrr. Ituh!   

5. Kualitas ASI yang dipompa berbeda dengan kualitas ASI yang diberikan langsung
Mitos. Kualitas ASI-nya sama. Perbedaannya, kalau ASI diberikan secara langsung, kita bisa skin to skin contact dengan anak. Ada bonding yang tercipta saat proses menyusui. Entah kenapa, saya merasa proses menyusui merupakan momen romantis kita dengan anak. Cuma 2 tahun dan sudah berlalu hiks. *terus didorong-dorong bikin anak lagi* *huaaa*  

Sesi mengharukan sekaligus bikin kami tertawa tergelak-gelak adalah sesi sharing Mbak Cynthia Lamusu dan Mas Surya Saputra hahaha. Mungkin Teman-teman mengikuti cerita perjuangan mereka mendapatkan dua buah hati lucu Tatjana dan Bima melalui treatment bayi tabung. Setelah melahirkan, dilalah si kembar belum boleh dibawa pulang karena bobot kurang. Di sini perjuangan kembali dimulai. Mbak Cynthia tetap berusaha memberikan ASI eksklusif meskipun anak-anaknya masih menginap di inkubator NICU RS. Pernah hujan-hujan naik ojek sampai hampir selip segala demi memberikan ASI untuk anak-anak di RS. Mas Surya pun tidak pernah lepas tangan, dia selalu berusaha membantu sang istri. "Setiap saya pijit-pijit punggung Cynthia, ASI-nya pasti menderas," kata Mas Surya tertawa. Demikian pula ibunya Mbak Cynthia. Beliau gantian membantu mengasuh si kembar sementara Mbak Cynthia istirahat. 

         Saya melihat foto dan caption di Instagram personel AB Three ini sumpah jadi berkaca-kaca je. Mbak Cynthia dan Mas Surya kerap berdialog seolah-olah Tatjana dan Bima bisa mendengar kalimat penyemangat orangtua mereka. Actually, saya yakin anak-anak itu betulan bisa mendengar karena kuasa Allah. Sekarang alhamdulillah keduanya sehat dengan bobot badan normal.


Mbak Cynthia Lamusu dan Mas Surya Saputra with their angels (credit: IG @cynthia_lamusu)


See, betapa numero uno suport keluarga bagi ibu hamil dan menyusui. Hal ini juga diamini Mbak Maria Wijaya, pejuang ASI sekaligus pendonor ASI. Ibunya Mbak Maria yang dulu tidak mampu memberikan ASI eksklusif kepada Mbak Maria, kini menjadi suporter utama agar anaknya mampu memberikan ASI eksklusif kepada cucunya. Alhasil Mbak Maria mampu memproduksi berbotol-botol stok ASI di kulkas. Menyadari anugerah ini, Mbak Maria berinisiatif membantu ibu-ibu lain dengan menjadi pendonor ASI. Hebat, ya? Demikian pula suami dan keluarga besar Mbak Maria. Mereka full support.


Bersamaan acara ini, kami diperkenalkan dengan produk susu ibu hamil Anmum Materna. Anmum Materna yang berada di bawah naungan Fonterra Brands Indonesia ini mengandung nutrisi makro dan mikro dengan gangliosida dan DHA. Rasa cokelatnya enaaak! Berdasarkan survei, 8 dari 10 ibu lebih menyukai rasa baru Anmum Materna yang cokelat dibandingkan dengan produk susu ibu hamil lainnya.

Saya jadi mengenang masa-masa mengonsumsi produk susu hamil yang dikeluarkan oleh sebuah brand, Teman-teman. Eeewww ... rasa dan bau mineral besinya itu dominan banget! Aneh. Tahu sendiri kondisi ibu hamil yekan. Sebentar-sebentar pengin ho-ek. Ke mana-mana bawa kantong muntah. Saya yang selalu doyan makan nasi padang, selama hamil asli kurang belaian nasi padang. *penting enggak info ini?* Intinya, pengin makan dan minum normal aja kudu usaha, konon pula kalau disodori minuman yang rasanya tidak enak! Alamat langsung keluar utuh. :( Jadinya saya memilih minum susu biasa. Hmmm, coba kalau dulu pas saya hamil udah kenalan sama Anmum, ya. Saya bisa lebih nyaman mengonsumsi susu untuk ibu hamil. Untuk ibu menyusui, tersedia Anmum Lacta. Anmum Lacta mendukung segala kebutuhan nutrisi ibu menyusui.  

Bu Ines in action

Di akhir acara, saya bertanya secara privat kepada Ibu Ines tentang keluhan meminum susu ibu hamil yang pernah saya alami. “Kami paham kondisi ibu hamil yang gampang sekali mengalami mual dan muntah. Karena itu, kami memasukkan mineral besi secukupnya aja (sesuai kebutuhan ibu hamil) ke Anmum Materna. Kalau kandungan mineral besi terlalu tinggi, dikhawatirkan minuman ini malah tidak bisa masuk sama sekali,” jelas Bu Ines. Nah!

“Bagaimana dengan kandungan kalsiumnya, Bu? Dulu saya pernah dikasih tahu mbak mbak SPG bahwa susu yang kalsiumnya tinggi itu tidak enak rasanya. Seandainya enak, berarti kandungan kalsiumnya bohong, “ tanya saya lagi.

Lagi-lagi Bu Ines menjelaskan bahwa semua kandungan nutrisi dalam Anmum Materna dan Anmum Lacta udah disesuaikan sama kebutuhan. Hanya, kandungan lemak dan gulanya DIBATASI demi menjaga kondisi kesehatan ibu hamil dan menyusui. Fonterra Brands Indonesia strict sekali soal ini.

Dari penelitian yang shahih, duo Anum terbukti tidak bikin gemuk. Lagi pula, untuk memproduksi ASI dibutuhkan asupan energi 700 kkal. Banyak, kaaan? Setop diet sembarangan, atur pola makan sehat, minum susu bila perlu, kalau tidak nanti malah kurang nutrisi. Saya dan Bu Ines mengobrol sambil sama-sama menelaah kandungan nutrisi yang tertera di kemasan Anmum. Bu Ines menjelaskan poin per poinnya. So, nutrisi terpenuhi tanpa perlu worry. :)

Percaya ya kalau pengalaman hamil dan menyusui adalah extraordinary journey kita? Perjuangan dan tantangannya benar-benar sesuatu. Rasanya kayak join mission impossible. :)) Saya aja sampai sekarang masih amazed mampu melewati masa-masa itu. Secara dulu saya remaja yang manis manjah dikit-dikit merengek ke mama hapalah-hapalah. Yuk, beri dukungan kepada ibu hamil dan menyusui di sekitar kita, terutama buat bapak-bapaknya, nih. Kita bisa berbagi peran mengasuh anak, membiayai, mencarikan info, menyediakan makanan bergizi, atau minimal bantu-bantu pijitlah supaya produksi ASI lancar jaya kayak yang dilakuin Mas Surya Saputra ke Mbak Cynthia Lamusu ehm. Apa pun itu semua suport pasti amat berarti. :) [] Haya Aliya Zaki

36 komentar:

  1. Aku ngga pernah sih ditawari sufor di klinik, tapi pas anaknpertama malah akunya yg beli sndiri, saking oon nya. Huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah kita dulu yang kur-in ya alias kurang informasi. :D

      Hapus
  2. Anmum rasa baru lebih enak ya mba.. Aku suka banget hehehhe... Manisnya pas ga terlallu kental atau keenceran jg enggak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga suka. Cokelat favorit aku. Yang ini rasanya pas gak kemanisan. :)

      Hapus
  3. Jadi, kapan Haya mau kasih adik buat Uthon? :))
    Kemarin kaya banget deh ilmunya lengkap kap ada hasil penelitian, paparan ahli dan sharing pengalaman dari narsum lainnya. Kenyang deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Ani. Banyak ilmu tempo hari. Pengin nulis lagi, tapi ini aja dulu dah hahaha. *pura-pura gak baca kalimat pertama*

      Hapus
  4. Dulu pas pertama kali tau hamil buru-buru ke minimarket dan menjatuhkan pilihan susunya Anmum baca ulasan mba jadi merecall masa kehamilanku deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, konsumen Anmum ya, Mbak. Aku baru tahu ini dan suka rasanya. Ini barusan aku minum lagi walaupun udah gak hamil dan menyusui. :))

      Hapus
  5. Aku ngakak pas bagian kurang belaian nasi padang. Tapi emang gitu sih, aku dulu pas hamil juga nggak doyan apa-apa sampai disodor-sodorin makanan, padahal kalau pas biasa mah rakus-rakus juga. Jadi penting buat minum susu untuk menambah asupan nutrisi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha aku sebenarnya mikirin ngidam ini yang berat, Wi. Dulu ngidam pisang goreng Medan. Bukan sembarang pisang goreng Medan, tapi harus pisang goreng buatan kakak-kakak dekat rumah. Akhirnya mamaku datang dari Medan bawa pisang gorengnya. Susu aku suka buat nambah nutrisi. Yang utama tetap makanan. :)

      Hapus
  6. Waaah dapat ilmu bangat baca ini, karena menurut saya Laki-laki juga perlu tahu hal semacam ini sebagai bekal bagi para calon suami dan Bapak supaya kelak bisa menjadi suami dan Bapak siaga. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, penting ini, Dek. Calon suami juga kudu rajin cari info, ya. Biar nanti bisa bantu-bantu istri. :D

      Hapus
  7. Wuahhh aku pun br tau klo cuti hamil itu hak anak ya ternyataa... semua demi memberikan nutrisi yg terbaik untuk anak ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baru tahu, Yu. Ada undang-undangnya ternyata.

      Hapus
  8. Wauw~ Wauw~ ilmu banget nih Madam buat abegeh kayak aku. >_< (abegeh berumur)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat persiapan nanti, Prieee hahaha. Kalau udah sampai masanya, jangan lupa buka-buka blog Madam, yak.

      Hapus
  9. Hak anak yaa mbaak. Harusnya cuti sampai 2 tahun :D terus yaa beneran hamil dan menyusui itu nggak main2.. perjuangan ruar biasa. Omak, kece banget itu foto lg minum cucu 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penginnya sampai 2 tahun ya, Ci. :D Eh, emangnya kalau foto Omak yang lain gak kece? *ditimpuk gelas*

      Hapus
  10. ahahah iyaa banyak drama pas awal menyusui ya mba.. sampe senewen, Alhamdulillah Alula bisa merasakan ASI walau perjuangannya ampunn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdullah, semangat Uchy demi Alula. :D

      Hapus
  11. makasih artikelnya mba, sangat berguna untuk saya new mom yang lagi menyusui. Nambah ilmu banget ^^

    BalasHapus
  12. aku pun dulu merasa "dipaksa" minum susu hamil dan menyusui krn sepertinya harus, pdhl rasanya agak gimanaa gitu krn tinggi zat besi. Skrg ada Anmum rasanya lebih enak seperti es krim, gak merasa dipaksa lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama ya kayak aku dulu. Eneg minum susu hamil bau besi. Akhirnya minum susu biasa. Kalau Anmum Materna enak bingit.

      Hapus
  13. Kebayang awak bahagianya jadi ibu..mudah2an awak menyusul lah ya bisa jadi mommy secara ilmu dah banyak di dapat tinggal praktek nya ini yang belum kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Alhamdulillah sekarang info udah banyak ya, Kak. :)

      Hapus
  14. Penting itu ya mba, memasukkan lemak dan gula yang sesuai kebutuhan. Kalo kebanyakan subur bgt ya akuuh hahahaha

    BalasHapus
  15. Apikeeee mba liputane <3
    Makasih banyak dah datang <3

    BalasHapus
  16. waa...mitos-mitos yang selama ini kupercaya. makasih sharenya mba Haya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Inayah. Buat bekal nanti ya qiqiqi.

      Hapus
  17. mitos-mitos seputar ASI itu lho yang bikin down busui. Harusnya keluarga dan lingkungan mendukung suksesnya ASI, bukan menakut-nakuti.
    Btw, jilbabnya cakep deh Mbak.

    BalasHapus
  18. huhuhu,, yang point gak boleh makan makanan mentah itu duuluuu pas aku hamil hana suka banget makan sushi, tapi pas di trimester kedua dikasih tau bahwa konsumsi sushi mentah gak boleh yaudin. Alhamdulillah sih gak ada bakteri atau virus yang ikutan di tubuhnya hana chan karena aku konsumsi makanan mentah. dodol banget gak sihhh

    BalasHapus
  19. Satu mitos lagi,ibu kurus berdada kecil pasti ASI-nya dikit. :D
    Alhamdulillah, anak bungsu tetep bisa ASI eksklusif + ASI sampai 2 tahun meski waktu itu aku lagi stres :( sampai berat badan anjlok 10 kg di bawah normal.

    BalasHapus
  20. Makin cantiiiiik lah mba Haya iniiii
    Kalo baca artikel begini, daku pengin hamidun deh

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan