Senin, 17 Juli 2017

50 Tahun Bina Swadaya Berkarya untuk Bangsa

          “Woooi, aku pulang dulu! Soalnya nanti ada pemotretan. Maklum, cover girl!” canda saya ke teman-teman di pintu gerbang sekolah.

“Yeee … cover majalah Trubus, ya?” Mereka balas bercanda.

Waktu masih sekolah, Teman-teman juga pernah becandaan seperti ini, kan? Ngaku, deh. Kalau ya, berarti kita seumuran haha. Semua orang tahu bahwa majalah Trubus adalah majalah tentang pertanian, bukan majalah yang memuat foto model remaja yang cantik-cantik itu. Lama banget rasanya saya tidak pernah membaca majalah Trubus lagi hingga hari Minggu lalu saya diundang ke acara Hajat Setengah Abad Bina Swadaya di Hotel Bidakara, Jakarta (14/7). Di antara sekian banyak media cetak yang kolaps, ternyata majalah Trubus masih eksis!

Lalu, apa hubungannya Bina Swadaya dengan majalah Trubus?


Majalah Trubus masih eksis

Bina Swadaya merupakan lembaga pemberdayaan masyarakat yang didirikan pada tanggal 24 Mei. Kegiatannya dari mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sampai menerbitkan media informasi majalah Trubus dan buku-buku. Jujur aja selama ini saya tidak tahu Bina Swadaya, yang saya tahu cuma majalah Trubus. Dan, tahun ini Bina Swadaya resmi 50 tahun berkarya untuk bangsa. Mantap bah!

Demi merangkul anak muda, majalah Trubus melahirkan media digital trubus.id. Meski udah eksis sejak dahulu kala, konten dalam format digitalnya dijamin kekinian, kok. Teman-teman bisa menjadi member untuk membaca lebih dalam konten di sana. Tujuannya tetap, yakni mengajak masyarakat untuk menjaga alam agar tetap hijau dan lestari. Nama kerennya The Green Digital.

Trubus.id

Di acara saya bertemu sosok perempuan hebat asal NTT bernama Bernadete Deram. Kak Bernedete tampil sederhana, namun cantik dalam balutan kain tenun khas dari daerahnya. Beliau diundang oleh Bina Swadaya karena menjadi nomine penghargaan Trubus Kusala Swadaya yang dianugerahkan pada puncak acara. Penghargaan Trubus Kusala Swadaya diberikan kepada pelaku kewirausahaan sosial yang merintis pemberdayaan masyarakat. Sejak tahun 2007, Bina Swadaya sudah 4 kali memberikan penghargaan ini. Fyi, Kak Bernadete merupakan fasilitator lapangan PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) di Flores.

Sekilas tentang perjuangan Kak Bernadete. Beliau membimbing janda dan single parent di Flores supaya mandiri (termasuk mandiri ekonomi), melek hukum, dan berkegiatan positif. Alhamdulillah sekarang anggota PEKKA mampu bertenun, membuat arisan bangunan rumah, dan mendirikan swalayan Pekka Mart. Padahal, padahaaal, Kak Bernadete sendiri belum menikah lho, tapi beliau concern betul dengan para perempuan kepala keluarga ini. Pernah diancam akan dibunuh segala, Kak Bernadete tidak gentar. Budaya patriarki memang kental sekali di sana. Salut sama keberanian Kak Bernadete!

Bernadete Deram, fasilitator lapangan PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) di Flores, NTT

Cakep yah tenun Lodan Doe NTT 

Kak Bernadete berhasil meraih penghargaan Trubus Kusala Swadaya kategori Khusus. Selain Kak Bernadete, berikut nomine lainnya.

1. Hysteria
Komunitas anak muda Semarang yang menginisiasi program “merawat kampung” dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas seperti melukis kampung dan mengenal sejarah kampung. Hysteria berhasil meraih penghargaan kategori Kelompok.

2. Virage Awie (Indonesian Bamboo Community)
Komunitas ini berusaha memopulerkan bambu menjadi alat musik dengan memberdayakan anak-anak muda di sekitar yang tidak memiliki pekerjaan. Di TKP saya tertarik mencoba biola dari bambu. Guess what, biola tersebut bentuknya mulus tanpa potongan. Bambu asli dipipihkan sedemikian rupa sampai berbentuk biola. Kebayang bagaimana caranya itu. Patutlah kalau harganya lebih tinggi dibandingkan biola biasa. Istilahnya kita bukan sekadar membeli biola, melainkan juga membeli kreativitas anak-anak muda tadi. Indonesian Bamboo Community berhasil meraih penghargaan kategori Kelompok.  


Ecek-eceknya saya mencoba biola buatan Indonesian Bamboo Community (credit: heiupito.com)

3. Reka Agni
Reka Agni memberdayakan perempuan untuk menghasilkan berbagai produk pertanian dan menerapkan agroekologi di Sukabumi dengan konservasi tanah dan kultur yang disesuaikan sama kondisi lingkungan. Reka Agni berhasil meraih penghargaan kategori Individu.

            Acara ini pula dimeriahkan oleh peluncuran buku PALUGADA (APA LU MAU GUA ADA) karya Eka Budianta. Menurut Pak Paulus Wirutomo, Ketua Pengurus Yayasan Bina Swadaya, mereka mempersilakan Pak Eka Budianta untuk menengok rekam jejak Bina Swadaya, mewawancarai mitra-mitra Bina Swadaya, memancing opini teman-teman generasi muda melalui tulisan, presentasi, dan diskusi. Dari penelusuran tersebut, hadirlah buku PALUGADA. Malam itu Pak Harry Hikmat, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (mewakili Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa), turut memberikan kata sambutan. Semoga PALUGADA menjadi pengingat bahwa jalan pengabdian belumlah selesai.  


Potong tumpeng ulang tahun Bina Swadaya

Eka Budianta dan karyanya PALUGADA

Bloggers dan Kak Bernadete Deram dari NTT

            Acara yang dimeriahkan oleh atraksi tarian dan nyanyian dari Indonesian Bamboo Community ini berakhir pukul 21.00 wib. Selamat ulang tahun, Bina Swadaya! Raih mimpi, semangat berkontribusi untuk negeri, dan setia melayani sesuai dengan perkembangan zaman terkini. Teman-teman jangan lupa baca tulisan-tulisan di website trubus.id, yaaa. Beli majalahnya juga hayuk. :) [] Haya Aliya Zaki


11 komentar:

  1. Ecek-eceknyo sayo nak ngasih komentar ni. Hihihi, masih lidah Jambi nih efek mudik.

    Trubus ini malah majalah pertama yang kukenal di masa remaja. Bacaan yang mau nggak mau dibaca karena waktu itu cuma ada itu. Di lingkungan petani dan pekebun, di desa transmigrasi yang baru dibentuk, majalah seputar agribisnis seperti Trubus inilah bacaan utama penduduknya. Yah meskipun beli yang bendelan dan bekas pakai.

    Gegara sering baca Trubus juga sempat punya niatan jadi petani, atau pekebun. Berkebun buah-buahan kan asyik. Apalagi di tempatku tanah masih murah banget. Cuma ya setelah kuliah niatan itu berganti. Hehehhe.

    Btw, selamat ulang tahun ke-50 untuk Bina Swadaya.

    BalasHapus
  2. Para pemenang penghargaan benar2 inspiratif. Apa yang mereka lakukan benar2 turun langsung ke lapangan dan tidak ada pencitraan palsu.
    Keren ini Bina Swadaya.
    Keterlaluan aku baru tau juga BS wkwkwkwk

    BalasHapus
  3. Syukurlah Trubus tetap eksis. Prihatin lihat media cetak bertumbangan.
    Btw, Bernadette dkk keren!

    BalasHapus
  4. Dulu suka ada balasannya tuh. Masih mending jadi model cover majalah trubus, dari pada elu jadi model uang 500 an. :D

    BalasHapus
  5. trubus itu dulu sering aku baca jaamn masih sekolah, eh waniat2 keren yang memberdayakan masarakat itu mantap ya

    BalasHapus
  6. Wah baru tau ada Trubus digital. Dulu suami sering beli Trubus, aku ikutan baca. Senang juga baca artikel2nya, senang liat gambarnya juga :D

    BalasHapus
  7. Keren kali foto mamak pegang biola tu :D
    Para nominasi pemenang penghargaan Trubus Kusala Swadaya ini produk kreasi dan inovasinya emang keren-keren <3 Love it!

    BalasHapus
  8. wah memang benar inspiratif ya, para juaranya itu lho

    BalasHapus
  9. Oh ....oh....Trubus...Jadi ingat almarhum bokap, yang penyuluh pertanian. Setiap bulan bawa Majalah Trubus pulang, dan itu jadi oleh-oleh paling ditunggu olehku. Aku baca Trubus sejak aku mulai bisa membaca (5 tahunan). Jadi Trubus berjasa banget dalam "membentuk" aku yang sekarang ini. Senang sekali melihat majalah ini masih eksis, Mbak. Dan... iya bener candaannya soal Majalah Trubus. Wkwkwk

    BalasHapus
  10. inspiratif banget ya kak Bernadete ini..

    Btw, Trubus deket rumahku lhooo.. (penting ya?) :D

    BalasHapus
  11. Aaaakkk, Trubus keren bangeeettt! Semoga makin inovatif dan selalu beradaptasi dengan perubahan zaman yak
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan