Selasa, 06 Juni 2017

Tip Mudik Nyaman Buat Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak-anak


           Bicara soal mudik, saya jadi teringat peristiwa waktu hamil anak pertama. Usia kandungan 7 bulan, saya mudik ke Yogya (kampung halaman suami) naik kereta. Berjam-jam di perjalanan tanpa persiapan yang baik, sukses bikin tulang ekor saya berasa copot. Balik dari mudik, saya hampir tidak bisa jalan, Saudara-saudara! :( Tulang ekor sakitnya bukan main. Sejak itu, saya jadi lebih aware setiap mau mudik ke Yogya terutama dalam kondisi-kondisi khusus, seperti hamil, menyusui, dan membawa anak cilik.

            Meski udah beberapa kali mudik dalam kondisi tersebut, saya tetap merasa mendapat wawasan baru saat mengikuti talkshow TEMAN (Tempat Mudik Nyaman) SGM Bunda dan SGM Eksplor di Suasana Restaurant, Aston Kuningan Suites, Jakarta, Senin (5/6). Pematerinya jempol semua, yakni dokter spesialis gizi klinik dr. Dian Permatasari, M.Gizi., SpGK., dan psikolog kesayangan, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. (Nina). Tak pernah bosan bertemu beliau berdua ini di acara-acara talkshow bertema ibu dan anak.


Siap-siap mengikuti talkshow *narsis dulu ya *ampooon

            Dengar-dengar ‘mudik’ itu berasal dari kata ‘mulih’ dan ‘disik’ yang artinya pulang sebentar. Momen spesial ya bisa ketemu saudara-saudara di kampung halaman. Saya bisa melihat wajah semringah suami kala melepas kangen dengan keluarga besarnya. Saya jadi ikut bahagia. :)

            Sebelum mudik, ibu hamil dan menyusui harus konsultasi ke dokter. Salut kepada ibu hamil dan menyusui yang tetap puasa. Menurut dr. Dian, puasa tidak mengurangi kualitas dan kuantitas ASI. Meski begitu, ibu-ibu yang masih menyusui ASI eksklusif disarankan untuk tidak puasa. Perhatikan asupan nutrisi ibu saat mudik karena akan berpengaruh pada bayi.

Ibu hamil dan menyusui sebaiknya mengonsumsi banyak air putih, buah-buahan, sayur-sayuran, dan boleh ditambah susu. Sebaliknya, konsumsi sedikit aja gula, garam, dan minyak. Hindari makanan karbohidrat simplex seperti donat, cokelat, dll karena akan membuat kita cepat lapar. Selama mudik, jaga stamina. Jika lelah, pilih tempat beristirahat yang nyaman, misalnya di rest area.

dr. Dian Permatasari, MGizi., SpGK


Tip mudik

            Bagaimana nutrisi anak cilik (dan berpuasa pula) saat mudik? Kata dr. Dian, kita bisa membawakan bekal seperti sandwich, sushi (buatan sendiri), dan jus. Jangan jajan sembarangan dan hobi membeli junk food. Kalau ibu-ibu rajin, insya Allah anak-anak tetap bisa puasa, sehat, dan tidak rewel di perjalanan. Tuh, catet! Rajin, rajin, rajiiin, ya. *tepok jidat sendiri*

            Sesi sharing psikolog Nina lebih menarik. Menurut beliau, sebelum mudik, ibu hamil harus menyadari keterbatasan dirinya, yakni gampang lelah, tidak bisa membawa barang yang berat, dan sebentar-sebentar harus buang air kecil. Persiapan mental ini penting demi mengantisipasi segala risiko. Jangan sampai nanti menyalahkan pasangan, keluarga, atau orang lain.

Tip mudik untuk ibu hamil dari psikolog Nina sbb: pakai pakaian yang longgar dan menyerap keringat. Seandainya udara di perjalanan dingin, siapkan jaket. Taruh bantal untuk menyangga leher atau punggung yang pegal. Boleh bawa buku, iPod, foto-foto, dll untuk hiburan. Oiya, ibu hamil kayaknya lebih cocok kali ya duduk di pinggir karena akan bolak-balik ke toilet. Bekerja samalah dengan pasangan karena keterbatasan fisik kita. Teman-teman yang naik bus umum, coba tanyakan di mana aja tempat pemberhentian untuk beristirahat. Kalau semuanya oke, insya Allah tidak ada kejadian sakit tulang ekor seperti yang pernah saya alami dulu hiks. :(  

dr. Anna Surti Ariani, SPsi., M.Si., Psi (Nina) 

Sebenarnya mudik bermanfaat supaya anak-anak belajar bersosialisasi, mandiri, dan mengasah keterampilan emosi. Soalnya lingkungan di lokasi mudik nanti berbeda dengan lingkungan yang mereka temui sehari-hari. Selain nutrisi yang harus tercukupi, berikut tip mudik seru bersama anak dari psikolog Nina.

1. Kebiasaan sopan santun di rumah
            Adab sopan santun bukan sekadar diucapkan, melainkan dipraktikkan dan dibiasakan. Sungguh aneh jika kita menyuruh anak berlaku demikian di hadapan keluarga besar di kala mudik sementara di rumah kita tidak pernah memberi contoh. Sikap kita saat jalanan macet, antre, dst akan diperhatikan dan ditiru anak. Usahakan tidak mudah memaki, menyalip antrean, dst.  

2. Ceritakan tentang keluarga di tempat tujuan
            Kadang anak tidak mau diajak salim sama keluarga besar saat mudik. Betul? Ora usah dipaksa, dibujuk sih boleh. Coba cari akal, mungkin anak tidak mau salim, tapi maunya toss haha. Jangan terlalu kaku. Atau, ini mungkin karena anak merasa belum kenal betul siapa-siapa aja anggota keluarga besarnya. Maka, untuk mengantisipasi, beberapa hari sebelum berangkat kita bisa menceritakan seperti apa dan bagaimana om, tante, keponakan-keponakan dan asyiknya lokasi yang akan ditemui. Ceritanya yang positif dong, bukan yang negatif. Kalau yang diceritain, “Om itu galak, lho. Tante itu cerewet, lho. Sepupu-sepupumu jail, lho,” yang ada anak malah tambah keder. :))   

3. Biarkan anak membawa tas sendiri
            Siapa sangka dengan membawa tas sendiri anak-anak jadi belajar mandiri? Isi tas anak dengan mainan dan makanan kesukaannya. Tapi, jangan berat-berat. Ini tas anak cilik bukan tas anak kuliahan. LOL. Ketika butuh, anak akan mengeluarkan sendiri barang-barang tersebut dari tasnya. Dia juga berlatih bertanggung jawab menjaga tasnya jangan sampai isinya hilang di perjalanan.

4. Siapkan macam-macam permainan
            Please noted, permainan ya bukan mainan. Psikolog Nina punya beberapa ide untuk di perjalanan. Simak yuk! Pertama, dongeng berkelanjutan. Kita yang memulai mengarang dongeng, lalu minta anak-anak bergantian melanjutkan sesuai imajinasi mereka masing-masing. Biarkan imajinasi mereka terbang. Kedua, tebak-tebakan nama hewan atau tumbuhan. Buat anak yang udah ABG bisa diganti dengan tebak-tebakan nama tokoh idola. Ketiga, bermain teka-teki. Kumpulkan banyak teka-teki dan print di kertas. Lempar teka-teki tersebut di perjalanan mudik. Kami pribadi punya permainan lucu yang kami instal dari App Store, namanya aplikasi Tebak Gambar. Kami berusaha menggabungkan beberapa gambar untuk menemukan kosakata baru. Saya, suami, dan anak-anak ramai-ramai menebak. Semakin tinggi level permainan, semakin sulit tebak-tebakannya. Gregetan euy! :))

5. Jangan merasa rugi beristirahat
            Usahakan perjalanan nyaman untuk anak. Sensitif dengan kebutuhan mereka. Istirahatlah beberapa kali seandainya mudik perjalanan yang cukup jauh. Percayalah, dengan beristirahat, energi akan bertambah. Ini penting banget, apalagi kalau kita mengajak balita mudik.

Btw, tadi saya menyebutkan TEMAN (Tempat Mudik Nyaman) SGM Bunda dan SGM Eksplor. Pengin tahu maksudnya? TEMAN adalah program yang digelar SGM Bunda dan SGM Eksplor dalam memfasilitasi mudik yang yang menyenangkan bagi ibu dan anak. TEMAN hadir di 6 titik rest area di jalur Pantura pada periode arus mudik dan arus balik 19 Juni–2 Juli 2017. Di sini tersedia nursing room dan poster tip tentang nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui, playground untuk anak-anak, dan booth penjualan susu. Kalian tidak harus membeli susu jika ingin mampir ke TEMAN. Gratis! :)    

6 titik TEMAN di jalur Pantura

Dengan program TEMAN Bunda SGM dan Bunda Eksplor, ibu dan anak diharapkan dapat menikmati mudik yang menyenangkan. Pastikan nutrisi tetap terpenuhi. Rayakan momen istimewa Idulfitri dengan happy. Nah, Teman-teman punya persiapan apa saat mudik nanti? Boleh share, dong! [] Haya Aliya Zaki


9 komentar:

  1. Ihiks, jadi kepengen mudik. Udah gak punya kampung halaman lagi aku, Kak. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keluarga besar di Bandung semua ya, Nia?

      Hapus
  2. Kadang mikir biar cepet sampai lupa istirahat jadi keblinger bikin emosi kalau kecapean haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss, kami juga pernah kayak gitu. Kalau kata dr. Nina, itu mudik yang 'ambisius'. :)))) Sekarang udah tambah umur penginnya gak mau maksain diri lagi.

      Hapus
  3. makasih infonya kakak, mudik itu menyenangkan tapi klo tidak ada persiapan yang baik ya bisa repot ya kak, apalagi klo bawa batita dan balita.

    BalasHapus
  4. Mudik itu selalu menyenangkan :)) Tapi kalau persiapan gak betul-betul, memang suka ada aja masalahnya ya Mbak.
    Insya Allah nanti kami mudik juga ke Jawa.
    Btw, Titik TEMAN ada yang di jalur selatan (Bandung - Jogja) gak Mbak?

    BalasHapus
  5. Hahaha aku baru tau mudik singkatan dr mulih ndisik. Mudik emang selalu nyenengin apalagi kalo ada keluarga yg tinggal jauh, bisa kumpul sekeluarga besar silaturahim ke sodara lainnya bareng2 sungguh membahagiakan 😊

    BalasHapus
  6. Pengen mudik tapi udah di Bogor. Jadi ga bisa mudik lagi hihihi

    BalasHapus
  7. makasih informasi baru seputar tips mudik dan mengelola anak ketika mudik.

    tentu hal ini bagi seorang suami juga dibutuhkan, sehingga kalau istri belum tau informasi seperti ini bisa kita ajak sharing

    tanya

    Kalau rumah orang tua (pihak ayah dan pihak ibu) cuma satu kecamatan apa juga harus menerapkan tips mudik diatas? cuma 20 menit sampai tujuan

    Salam
    Mukhofas Al-Fikri

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan