Jumat, 23 Juni 2017

Coral Triangle Day 2017: Selamatkan Laut Kita Setop Sampah Plastikmu!

            “Sampun, Bu, enggak usah pakai plastik. Sini saya masukkan ke tas aja,” cegah saya ketika ibu warung hendak mengambil plastik untuk membungkus camilan yang baru saya beli.

“Lho ndak pakai plastik? Ndak sopan toh saya masa mbaknya belanja ndak diplastikin,” sahut ibu warung heran.

Setengah tertawa saya mendengar kalimat polos ibu warung. Sopan atau tidaknya dia bukan ditentukan oleh plastik juga kali. Saya pun menjelaskan maksud saya mengurangi sampah plastik. Dialog ini masih saya ingat meski sudah bertahun berlalu. Ketika itu saya baru aja memulai mengurangi sampah plastik step by step dalam kehidupan sehari-hari. Ke mana-mana saya membawa tas kain (walau kadang-kadang masih lupa juga duh!). Jadi kalau belanja ini itu tidak perlu lagi minta jatah plastik ke pramuniaga. Belanjaan banyak? Manfaatkan kardus bekas, beres! Inilah sebabnya saya antusias ketika mendapat undangan menghadiri acara Coral Triangle Day 2017 di Goethe-Institut Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat (16/6). Tema kampanyenya kali ini adalah “Selamatkan Laut Kita Setop Sampah Plastikmu!”.

Coral Triangle Day dirayakan setiap tanggal 9 Juni demi meningkatkan kesadaran akan konservasi laut terutama di kawasan Coral Triangle atau di Segitiga Terumbu Karang.

Coral Triangle merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia yang menjadi tempat tinggal 76% spesies terumbu karang, 37% spesies ikan, memiliki luas mangrove terbesar, dan sumber penghidupan lebih dari 300 juta orang di dunia. Ada 6 negara kawasan Coral Triangle, yakni Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Indonesia.




Bentuknya di peta seperti segitiga. Bangga, Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang termasuk dalam kawasan Coral Triangle. Acara Coral Triangle Day 2017 terselenggara berkat kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, CTI-CFF Regional Secretariat, Change.org, dan Coral Triangle Center. Teman-teman di berbagai daerah di Indonesia yakni Lombok, Bali, Makassar, Kalimantan juga merayakan Coral Triangle Day 2017 dengan berbagai aktivitas seperti menanam mangrove, melepas penyu, bersih pantai, dll.  

Lalu, kenapa PLASTIK?

Saya pernah menjelaskan di postingan-postingan sebelumnya (label Lingkungan) tentang bahaya plastik. Sehari-hari kita sulit lepas dari plastik. Walhasil sekitar 60% sampah di laut bebas adalah plastik. Yang paling banyak itu botol plastik, kantong kresek, dan wadah makanan. Bad news, Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terajib nomor 2 di dunia. Mbok ya prestasinya apa gitu ini kok prestasinya menyumbang sampah plastik. :(

Sekadar info, penyu laut tidak bisa membedakan yang mana ubur ubur yang mana sampah plastik. Diperkirakan ikan-ikan di laut sekarang ini lebih senang makan plastik daripada plankton. Paus dan lumba-lumba, misalnya, bakal mengalami gangguan reproduksi bahkan kematian. Lama-lama mereka terancam punah. Daaan, speaking of fish prefer eat plastic than plankton, kita bisa bayangkan nasib manusia sebagai rantai makanan terakhir. If you eat seafood, that means you eat thousand pieces of plastic too! Bahaya betul, apalagi untuk efek jangka panjang! Ragam penyakit siap-siap mengintai.

Btw, tiga figur publik yang hadir di sini membuat acara Coral Triangle Day 2017 semakin menarik. Mereka adalah Hamish Daud (artis dan aktivis lingkungan) *aw aw aw mimpi apa bisa ketemu babang Hamish*, Trinity Traveler (penulis buku bestseller seri The Naked Traveler), dan Dayu Hatmanti (Duta Lingkungan Hidup, terutama biota laut). Dayu ini yang menjadi MC acara. Gimana? Gimana? Semuanya kompeten dengan topik yang dibicarakan, yaaa. :)

Narsum acara Coral Triangle Day 2017 Jakarta


Pertunjukan musik pakai drum dan panci bekas

Pembacaan puisi

Siap-siap flash mob dance

So, apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga keselamatan laut?

1. Tidak membuang sampah sembarangan
Iyes, ini berlaku di darat juga, bukan cuma di laut. Toh sampah-sampah di darat akan berakhir di laut. Pilah-pilih mana sampah yang bisa didaur ulang mana yang tidak. Kalau biasanya kita ngecek harga sebelum membeli barang, sekarang coba deh kita ngecek di kemasan apakah barang yang akan kita beli termasuk barang yang bisa didaur ulang atau tidak.   

2. Bawa tas kain ke mana-mana
Gunakan tas kain sebagai pengganti plastik. Banjarmasin salah satu kota yang sukses menerapkan sistem ini. Toko-toko di sana tidak melayani pembelian barang dengan penggunaan kantong plastik lagi. Kita bisa mencegah plastik menjadi sampah! Sekitar 11 juta lembar plastik diproduksi setiap tahun dan hampir 100% berakhir sebagai sampah.

3. Hentikan illegal fishing
Hamish mengatakan sebaiknya kita tidak melakukan illegal fishing. Jangan berpikir pendek. Ikan yang didapat saat itu memang bejibun, tapi setelahnya? Kita merusak ekosistem biota laut. Sementara konsumsi ikan terus meningkat karena populasi manusia di bumi terus meningkat. Btw, foto-foto di Instagram @hamishdw itu bukan sekadar pencitraan. Hamish memang lahir dan tumbuh di daerah laut (di Sumba kalau tidak salah). Sejak kecil pria keturunan Australia ini telah diajak ayahnya mengeksplorasi laut. “Waktu saya kecil, laut masih banyak ikan. Sekarang udah berkurang. Tahun 2020 diperkirakan sampah plastik di laut lebih banyak jumlahnya daripada ikan. Lihatlah, laut dan seisinya itu indah sekali. Jaga mereka baik-baik,” kata Hamish sambil memamerkan lesung pipinya yang menawan. Uhuk. Ampon, Bang.

Hamish Daud, wawasannya luas + gantengnya enggak sante

4. Jadilah responsible traveller!
Sedihnya jika pas jalan-jalan maksud hati pengin melihat laut yang indah, tapi ternyata lautnya penuh sampah plastik! Inilah yang dialami Trinity. Miris, industri pariwisata termasuk penyumbang sampah plastik. Trinity beberapa kali mengamati penumpang kapal dengan seenaknya membuang bertong-tong sampah plastik ke laut. “Yuk, jadi responsible traveller! Take nothing but picture. Leave nothing but footprints,” ajak penulis yang telah menjelajahi lebih dari 80 negara di dunia ini.

Trinity Traveler

5. Edukasi lingkungan sekitar
Menurut Trinity, edukasi kepada masyarakat dari yang muda sampai yang tua perlu lebih digencarkan.

Trinity pernah mengisi acara bincang-bincang di daerah Banda. Anak-anak di sana hanya mengangkat bahu waktu ditanya apa bahaya plastik terhadap terumbu karang. Mereka tidak tahu bahwa plastik yang menutupi terumbu karang dapat menyebabkan terumbu karang tidak bisa bernapas. Fatal, kan?

Yuk, beri edukasi kepada siapa aja di mana aja. Tidak mesti bikin pelatihan dan kelas yang gimana gitu. Kasih info dan kasih contoh kepada anak-anak tetangga atau ibu warung kayak yang saya lakukan juga boleh. 


Bloggers di acara Coral Triangle Day 2017 Jakarta (credit: @makeupdhe)

            Sumber oksigen di muka bumi ini bukan cuma dari pohon, melainkan juga dari laut. Bayangkan, 70% oksigen kita dari laut, lho. Laut adalah sumber daya terbesar bumi. Apa jadinya jika laut kita sekarat. Teman-teman sepakat kan mau mengurangi sampah plastik mulai sekarang? Hamish Daud aja ke mana-mana pakai backpack untuk tempat belanjaannya, masa kita masih pakai plastik? Hehe. Semua tak lain dan tak bukan demi generasi penerus kita nanti. Peer kita memang banyak, tapi saya yakin, gerakan kecil yang dimulai dari rumah kita sendiri itu pun sangat berarti. Mari! :) [] Haya Aliya Zaki

10 komentar:

  1. Aku masih sering lupa bawa tas kain atau kardus bekas buat tempat belanjaan. Malah enjoy aja dikasi tas plastik. Sampah plastik di rumah jadi banyak deh. Hiks

    BalasHapus
  2. Aku pun masih sering lupa bawa tas kain. Tapi kalo belanjaan kecil-kecil biasanya langsung masuk tas bawaanku aja. 😁

    BalasHapus
  3. Aku nerima pake kantong plastik cuma untuk belanjaan tertentu. Biasanya sih bawa tas kain.

    "Lucu"nya tentang kantong plastik, beberapa waktu lalu kan sempet ada kebijakan kantong plastik berbayar ya kalo belanja di toko. Sekarang udah banyak yang ngegratisin lagi. Dan kalo aku nolak oake kantong plastik, kasirnya malah bilang gini, "Lho, kenapa Teh? Sekarang udah gratis lagi kok."

    Euh...bukan soal gratisnyaaahhh.... -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, Mbak. Aku pun pernah beberapa kali dikasih tahu mbak kasir kayak gitu. Sepertinya sharing wawasan ttg plastik ini harus terus digalakkan. Dikira kita gak mau pake plastik karena bayar, padahal bukan. -_-

      Hapus
  4. Alhamdulillah nonamelinda udah mulai diet kantong plastik hehe, udah hampir satu tahun lebih walaupun kadang masih suka lupa jadi sekarang nyelipin tas kain/tas hasil goodie bag di semua tas yang kupakai sama di mobil juga tas kerja suami :)

    Sekarang suami juga mulai aware setelah di cerewetin istrinya masalah diet kantong plastik hehe, selalu percaya akan hal hal kecil yang baik yang kita lakukan juga akan berdampak baik buat lingkungan sekitar :)

    Yuk bergandengan tangan mengkampanyekan ini hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun kadang-kadang lupa, Mel. Sekarang kantong kain aku gantung di dekat pintu. Jadi pas mau keluar rumah mau belanja, tinggal angkut. Aku juga cerewetin suami, nih. Beli barang kecil-kecil gak usah pakai plastiklah. Tinggal pegang dan taruh di mobil nanti.

      Hapus
  5. Perlu juga nambah jumlah tempat sampah di pantai-pantai wisata ya, mba. Pemerintah juga harus ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan.

    BalasHapus
  6. Menurut saya fenomena ini sudah menjadi tuntutan dunia... Selama produksi plastik masih berjalan dan kesadaran orang-orangnya kurang tentu sampah plastik tidak akan terhindari.... Tapi artikel sangat bagus, karena bisa membantu meningkatkan kesadaran pembaca... Salam kenal

    BalasHapus
  7. Saya pernah ikut acara lingkungan hidup seperti ini. Acara tersebut di adakan di sekitar pantai. Jadi bukan hanya kami yang mendapat materi tentang lingkungan hiudp, para wisata yang juga mendapat sedikit pengetahuan.
    Diakhir acara kami melakukan baksos di pinggir pantai. mungkin bisa menjadi masukan. terima kasih.(bukan bermaksud menggurui, hanya sharing)

    BalasHapus
  8. Duh...jadi ngerasa ketoyor. AKhir-akhir ini sering lupa bawa tas kain, akibat sibukkk. Maapken neng ya babang Hamish...eh!?

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan