Senin, 12 Juni 2017

Bersyariah Bersama Bisnis MLM K-Link Indonesia

            Pada tanggal 6 Juni 2017 lalu saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan dari Komunitas Indoblognet untuk berkunjung ke K-Link Tower, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Bukan, kami bukan akan merayakan ulang tahun Raisa di sana. Jangan sebut-sebut nama Raisa, saya udah mengikhlaskan babang Hamish (mantan saya) jadian sama dia. LOL. Jadi, dalam rangka apa, dong? Jawabannya, dalam rangka menghadiri acara K-Link Ramadhan Festival 1438 H. :) Di sini ada bazaar, demo masak, tutorial hijab, office tour, dan talkshow.

            Asli, baru kali ini saya mendengar tentang bisnis K-Link. Ketika saya tanya ke teman, mereka menyahut, “Itu lhooo yang jualan klorofil!” Tambah bingung lagi deh saya. Kalau kata orang-orang, tak kenal maka ta’aruf. Well, dengan senang hati. Kebetulan tempo hari K-Link memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kami untuk menjajal wawasan tentang K-Link melalui office tour dan talkshow. Libaaasss bleh!

Kenalan dengan K-Link yuk!
K-Link ternyata perusahaan multilevel marketing (MLM) syariah yang hadir di Indonesia sejak tahun 2002. Awalnya berkantor 2 lantai di daerah Mangga Dua, Jakarta Utara. Berhubung bisnis semakin berkembang, K-Link pun pindah ke gedung K-Link Tower yang totalnya terdiri atas 25 lantai! Wow. Bayangkan, gedung ini milik K-Link lahir batin, bukan menyewa. (((LAHIR BATIN))) Hingga kini sebanyak 2 juta orang member K-Link tersebar di seluruh Indonesia. Serunya, di sana kami sempat bertemu member-member K-Link yang sedang training. Aura positif memenuhi ruangan. Semangat mereka luar biasa!    


Apa ya yang membedakan MLM syariah dengan MLM biasa? Dalam talkshow Bersyariah Bersama K-LINK, Bapak HM Sofwan Jauhari, Lc, MAg, ASPM. (Dewan Syariah Nasional MUI), mengatakan, “K-Link berbeda karena memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang kompeten, aktif, dan rutin berkantor. K-Link anti money game (semacam judi dkk). Semua produknya bermanfaat dan halal. Tidak ada produk rokok, miras, dll.” Tahun 2010, perusahaan yang dikomandani Dato’ DR. H. MD Radzi Saleh ini mendapatkan sertifikat syariah dari MUI. Per tahun 2017 K-Link terhitung tiga kali mendapatkan sertifikat tersebut (tahun 2010, tahun 2013, dan tahun 2017). Salut, K-Link diklaim sebagai MLM syariah yang paling lama bertahan, yakni sekitar 15 tahun.  




Produk-produk K-Link
            Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, K-Link komit menjual produk yang bermanfaat, berbahan alami, resmi terdaftar di BPOM, dan pastinya halal. Selama ini kita tahunya K-Link menjual produk K-Liquid Chlorophyll aja, padahal … padahaaal … K-Link menjual lebih dari 180 produk dari urusan dapur sampai kasur. Ada makanan, suplemen, perawatan kulit, matras, pupuk, sampai celana dalam berenergi. Ehm. Konsumennya tua, muda, dan anak-anak. K-Link mengakui bahwa produk K-Link Chlorophyll termasuk yang paling laku dan paling dicari konsumen. Mungkin itulah sebabnya 'branding klorofil’ ini begitu melekat pada mereka haha.

            Di antara sekian banyak produk, saya tertarik dengan produk Pat Pat K-Tupat Mini (ketupat mini). Entahlah, suasana Ramadhan begini, saya rindu ketupat/lontong sayur Medan. Saya lemaaahhh. Katanya, Pat Pat K-Tupat merupakan produk musiman yang dibikin hanya pada waktu Ramadhan dan Idulfitri. Teman-teman tidak perlu repot lagi membuat ketupat, tinggal rebus ketupat mini ini sama kuah sayurnya. Praktis, kan? Satu lagi, saya juga tertarik sama produk-produk skin care K-Link. Di lantai berapa ya lupa ada K-Link House of Beauty, semacam salon di mana semua treatment-nya memakai produk K-Link. Buka Senin–Sabtu untuk customer umum wanita dan pria. Nyaman tenan. Peralatannya pun mapan (lihat foto-foto di bawah). Pada hari-hari tertentu kita bisa tanya-tanya tentang produk kesehatan kepada dokter yang praktik di K-Link Tower. Bicara soal skin care, beberapa hari yang lalu saya mencoba K-Link Hand and Foot Cream di rumah. Wanginya enak, tidak lebay. Teksturnya lembut dan meresap, tidak lengket. Kulit berasa halus setelah pakai. Kandungan madu dan susu kambing membantu melembapkan dan mencerahkan kulit. Semoga saya bisa mencoba produk-produk skin care K-Link yang lain. :)








            Fyi, K-Link memfasilitasi wanita menjadi mitra mereka dengan membentuk Leader Beauty Club (LBC). Member diberi training dan diikutkan seminar mengenai gizi keluarga, kebugaran tubuh, perawatan kulit, pokoknya macam-macam, deh. Acaranya tersebar di seluruh Indonesia. K-Link juga menawarkan alternatif pekerjaan paruh waktu kepada member yang pelaksanaannya bisa kapan aja dan di mana aja. Fleksibel.     

Idealisme K-Link
“K-Link menganut teguh prinsip kekeluargaan,” demikian yang ditekankan Dato’ Radzi. Tidak ada ceritanya leader menjengkali junior. Tidak ada ceritanya leader ongkang-ongkang kaki dapat duit sementara junior kerja over-limit. There is no passive income here. Meskipun sudah berada si atas, leader tetap bekerja, memperhatikan dan membimbing juniornya.

            Setiap hari Rabu para member K-Link kumpul-kumpul produktif di lantai 7. Tempatnya asyik banget! Hejo hejo bikin betah. Di sini member junior bebas konsultasi bisnis K-Link ke leader mereka. Makanan dan minuman gratis! More than that, setiap bulan K-Link mengadakan 700 pertemuan di berbagai daerah. Semua fasilitas disediakan dari pemateri, tiket pesawat, gedung, konsumsi, sampai tempat menginap di hotel (minimal 2 malam). Berapa duit itu, Inaaang. Duit itu duiiit, bukan daon siriiih. :)) K-Link memang fokus pada edukasi dan pengembangan potensi member-membernya. Investasinya di manusia. Leader-leader K-Link bukan keturunan hartawan, mereka berjuang dari nol. Yang namanya menuntut ilmu tidak pernah rugi, yes. Ilmu pasti bermanfaat sampai kita wafat.   




            Kami diajak Pak Herman Oscar, Area Manager K-Link Kalimantan, jalan-jalan menyusuri lantai demi lantai (tidak semua lantai, sih) K-Link Tower. Hahaaay … mirip di Hollywood, rupanya K-Link punya tembok Hands of Fame yang memajang cetakan tangan member-member mereka yang telah berhasil. Kategori Platinum Leader Club (PLC) berpenghasilan minimal Rp50 juta per bulan. Kategori Executive Leader Club (ELC) berpenghasilan minimal Rp80 juta per bulan. Glek. Glek. Glek. Bisa buat beli sawah berapa hektar di kampung bah. Target K-Link tahun 2020 nanti adalah menghantarkan 100 orang lagi member-nya berpenghasilan minimal Rp50 juta per bulan. Aamiin!  


K-Link dan kegiatan sosial
            Kalau hidup cuma memikirkan untung, untung, dan untung apakah jiwa tidak terasa kering? Aktivitas membantu sesama membuat hidup kita lebih berwarna. Sebagai perusahaan, K-Link urung alpa soal ini. Kira-kira 6 tahun lalu mereka membangun panti asuhan di Yogya. Tahun ini mereka akan membangun panti resmi untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Sentul. Bukan cuma itu. Seluruh benefit penjualan dari Butik Shamil Collection milik K-Link akan disumbangkan ke anak-anak tidak mampu. Penggalangan dana ini merupakan salah satu program K-Link Care. Wah, mulia sekali, makin salut aja sayanyaaa. :)     

Gimana, Teman-teman? Keren banget bisnis K-Link ini, ya? Imej marketing yang jempol. Komplet dan sesuai syariah. Kita yang menjalankannya pun jadi lebih adem, gitu. Satu pesan Dato’ Radzi, “Jika ingin berbisnis, hilangkan rasa waswas. Rasa waswas itu ibarat pisau yang tumpul. Selembut apa pun daging kalau pisaunya tumpul tetap tak akan terpotong.” So, yakin dan percaya, insya Allah.

Sekali lagi, berbisnis bukan sekadar mengejar keuntungan di dunia, melainkan juga harus mempersiapkan ‘modal’ untuk ke akhirat. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah akan dikumpulkan bersama Nabi, orang-orang shiddiq, dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti.” Aamiin yaa Rabb. Nah, apakah Teman-teman, terutama yang ibuk-ibuk tertarik menambah penghasilan dari rumah bersama K-Link? Yuk, mariii main-main ke K-Link Tower atau ke website k-link.co.id! [] Haya Aliya Zaki


27 komentar:

  1. Weeh produknya juga keren ya mamak. Jadi tertarik buat ikutan bisnis syariah di K-Link ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak produknya, Lis. Tinggal pilih sesuai kebutuhan.

      Hapus
  2. Kalo saya udah lama denger tentang KLink, tapi baru sekali mampir ke Gedung KLink, dan ketemu langsung dengan Dato Radzi. Banyak moto hidup beliau yang patut ditiru, penuh semangat dan pantang menyerah. Jiwa sosial beliau juga patut diancungi jempol :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dato' Radzi orangnya sederhana ya. Mirip ilmu padi, Wi.

      Hapus
  3. Saya juga baru dengar Mba Haya tentang KLink ini, dan baru tahu juga kalo ada MLM Syariah *kudet saya hahahaha

    Keren juga ya Klink ini, tidak hanya mementingkan keuntungan semata, tapi tetap mengajak untuk berbagi dengan sesama. Salut!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Wan. Sesuai motonya: Islam is the Way of Life. Islam agama rahmatan lil alamin. :)

      Hapus
  4. waaaow terobosan baru bisnis syariah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan terobosan baru sebenernya, Inayah. Tapi memang K-Link ini MLM syariah yang paling lama bertahan.

      Hapus
  5. Kalau ingat K-Link, pasti ingat Klorofilnya :)
    Kebetulan tante distributor di area Kalimantan, jadi udah nggak asing sama produknya. Tapi baru tahu ternyata K-Link ini MLM syariah ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kenal dong sama Pak Herman Oscar ya, area manager Kalimantan. 😄

      Hapus
  6. Pas baca ini pas pulak la awak neguk klorofil dan madu nya..memang mantap la pulak K-Link, nggak cuma bisnis yang dipikirnya tapi memang sebat awak dibuatnya kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap kali, Kak. Awak belum pernah coba klorofilnya. Best seller katanya produk itu ya. 😁

      Hapus
  7. ngomongin tentang KLink jadi ingat mamak dulu jadi member KLink terus liza sering minum klorofil dan omeganya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti udah lama kenal K-Link ya, Liza. Aku kudet-det-det-det.

      Hapus
  8. Udah tau k-link sejak lama jaman masih lajang dulu temenku ada yang jadi member 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi sippo Rahmi. Sampai sekarang K-Link masih bertahan. Member-nya tambah banyak.

      Hapus
  9. banyak bgt info yg baru aku dpt soal mlm syariah ini kemaren mba Hay. Ternyata gak smua MLM praktekin money game ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baru tahu ada MLM syariah, Mbak Zata.

      Hapus
  10. Aku langganan yang clorophil mba Haya :-D
    udah coocok make tahunan. Klink emang bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum pernah coba yang Cholorophyll. Tempo hari dikasih sih produknya. Ini mau cobain. 😃

      Hapus
  11. Wah bener itu... saya selama ini cuma tahu produk klorofilnya aja. Ternyata banyak produk-produk lainnya ya,, baru tahu ane

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak. Hampir 200 macam produk hehehe.

      Hapus
  12. Yang bikin tenang itu memang produk-produk halal ya, Mbak. Saat promosiin pun rasanya enak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, Eva. Lempeng rasanya. :)

      Hapus
  13. wanh saya baru tahu kalao KLink itu mulai menjalani sistem syariah

    BalasHapus
  14. Mereka memang menjalani bisnis MLM syariah sejak dulu, bukan baru memulai.

    BalasHapus
  15. aku pernah konsumsi yang klorofilnya kak, segeeer badan dibuatnya dan kayak gak berasa minum jus bayam atau sawi gitu, tapi kayak minum air tawar, hehe, awalnya gilo sih ijo pekat Mak

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan