Kamis, 26 Januari 2017

Masakan Rumah, the Silent Killer?

Teman-teman, boleh dong saya kepo. Apa alasan kalian melarang anak-anak jajan di luar? Alasannya mesti masalah higienitas dan bahan tambahan makanan, kan? Yap, itu alasan saya juga. Kita khawatir gorengan di kaki lima terpapar debu. Kita khawatir bakso yang dijual babang-babang di simpang jalan dicampur formalin a.k.a pengawet mayat hiii. Namun, pernahkah terpikir oleh kita kalau masakan rumah pun bisa berbahaya jika kita salah mengolahnya? :(

Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional (25/1), saya dan teman-teman blogger diundang menghadiri talk show di auditorium Rumah Sakit Pertamina (RSPP), Jakarta, untuk membahas lebih jauh soal ini. Masakan rumah, the silent killer? Benar enggak, sih? 

Ki-ka: moderator, Pak Entos Zainal, Ibu Theresia Irawati, Ibu Tirta Prawita Sari, Ibu Mulina Wijaya, dan Christian Sugiono

Saya pernah menyebutkan beberapa kali di postingan blog saya yang berlabel Kesehatan bahwa penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab 71% jumlah kematian di Indonesia. Sekadar contoh, beberapa dekade lalu, penyakit jantung hanya diidap orang kaya dan orang yang sudah tua. What happened now? Penduduk ekolem alias ekonomi lemah dan masih muda bisa mengidap penyakit jantung yang berujung pada kematian. :(

Berikut penyebab meningkatnya PTM menurut Ibu Theresia Irawati, SKM., M.Kes.

- Kurang gerak
            Nenek moyang kita dijamin hari-harinya banyak gerak. Betul? Pekerjaannya bertani, berkebun, melaut, dsb. Kita kini kebanyakan berkutat di belakang meja. Butuh info tinggal googling. Jadi ingat waktu saya kuliah. Saya harus jalan kaki ke perpus kampus untuk cari info ini itu. Gimana enggak langsing. :p Fyi, rata-rata penduduk Indonesia menghabiskan waktunya 19 jam untuk duduk nonton televisi dalam seminggu.

- Merokok dan minum alkohol
            Indonesia menduduki urutan keempat di dunia untuk kategori jumlah perokok dewasa dan smoka baby (balita merokok).
Miris. :( Aturannya duit bisa dipakai buat beli buah dan sayur, eh, ini malah dibakar. Dan tadi siang kebetulan saya membaca profil Elizabeth Peña, aktris Hollywood yang wafat pada usia 55 tahun, karena penyakit sirosis hati. Penyebabnya kecanduan alkohol. So, mending jauh-jauh deh sama dua benda ini, Teman-teman.

- Pola makan yang tidak sehat
          Guess what, hanya sekitar 6,5% penduduk Indonesia yang mengonsumsi sayur dan buah. Padahal negeri kita ini begitu suburnya. Bayam aja bisa tumbuh di tepi jalan. Biji pepaya asal dilempar ke tanah pun bisa tumbuh jadi pohon pepaya. Lantas, apa alasan pada tidak makan sayur dan buah? >.<
            Batasi penambahan gula, garam, dan minyak sayur dalam makanan. Ingat, rumusnya 4-1-5, artinya 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan sayur per hari untuk 1 orang.
Ibu Mulina Wijaya, Deputy Marketing Manager Sunco, menjelaskan bahwa memilih minyak sayur atau minyak goreng pun harus hati-hati. Beliau berbagi beberapa tip, termasuk soal penggunaan minyak goreng yang benar.

Ciri-ciri minyak goreng baik
- Warna bening
- Kandungan lemak jenuh lebih sedikit
- Tampak encer 
- Tidak gampang beku
- Sedikit menempel pada makanan
- Tidak serik di tenggorokan

Penggunaan minyak goreng yang benar
- Tidak dipakai berulang-ulang
- Jika berubah warna setelah dipakai, ganti dengan yang baru
- Hindari suhu yang terlalu panas saat memasak

Ibu Mulina Wijaya

Teman-teman pernah tidak beli tahu goreng di jalanan dan membungkusnya pakai tisu? Lalu minyak dari tahu goreng tadi bikin tisu sobek saking banyaknya. Hidih ... tahu gorengnya 10 biji pula. Kebayang segayung lemak trans dari minyak jelantah masuk ke perut kita. Glek glek glek. Orang minum air, kita minum minyak. >.< Nah, minyak goreng Sunco lain. Sunco termasuk minyak goreng baik yang dikit nempel di makanan.  

 Terus, siapa bilang kita tidak butuh lemak? Kita butuh lemak, tapi bukan lemak trans. “Salah satu manfaat lemak dalam tubuh adalah melarutkan vitamin A, D, E, dan K,” kata Pak Dr. Entos Zainal, DCN., SP., MPHM.

Apa itu lemak trans? Lemak trans (lemak jahat) merupakan lemak yang sudah terhidrogenasi dari bentuk likuid ke bentuk beku. Kalau lagi belanja ke supermarket, perhatikan kemasan makanan. Saran dari dr. Tirta Prawita Sari, Sp. GK., M.Sc, hindari makanan yang di kemasannya tercantum ingredients “partially hydrogenated fats” atau “hydrogenated fats”. Catet!    

Akhirnyaaaa sampai juga giliran sharing dari mantan saya, eh, dari brand ambassador Sunco yang gantengnya sama sekali enggak sante, yakni Christian Sugiono. Kalau melihat fisiknya, sih, udah dijamin Christian sehat bin kekar sekaleee. Poin plus waktu kami-kami mendengar doi ngomong. Kalimatnya santun dan suaranya lembut. *dibahas*

“Sejak umur 30-an, saya benar-benar memperhatikan pola hidup. Beda waktu masih umur 20-an,” kata Christian. Pengin tahu kan tip sehat ala suami Titi Kamal ini? Yuk, cus!

Tip sehat ala Christian Sugiono

- Istirahat cukup
            Bagi Christian, yang paling penting itu istirahat yang cukup! Sebisa mungkin tidak kurang tidur atau kurang istirahat.

- Makan makanan sehat
            Christian merasa beruntung memiliki istri seperti Titi yang sangat memperhatikan kesehatan keluarga. Mereka membatasi penambahan gula dan garam pada makanan. “Ibu-ibu yang memperkerjakan ART atau baby sitter di rumah, jelaskan penyebab kita membatasi gula dan garam.  Jangan sampai mereka mengira karena harga gula dan garam mahal. Padahal alasan sebenarnya karena kesehatan,” imbuh Christian. 

- Olahraga teratur
            Zaman dulu gampang cari teman buat bikin tim sepak bola atau basket, misalnya. Kapan pun mau olahraga ya hayuk. Beda sama sekarang. Semua udah pada punya kesibukan masing-masing. Jadi, olahraga rutin Christian lari dan renang aja. *wah, itu udah mantap banget kok, Saaay* *ditabok bolak-balik sama Titi* Dalam seminggu Christian menyempatkan lari dan renang 2–3 kali. Selain bikin badan sehat, olahraga bisa bikin happy mood, lho.

Pemberian kenang-kenangan untuk narsum

Acara diakhiri dengan demo masak oleh Chef Nanda yang enggak kalah gantengnya sama Christian Sugiono. *sekali-sekali nyenengin Chef Nanda hihihi* Semoga ilmu yang disampaikan narsum tadi bisa kami praktikkan, yaaa. Semoga infonya bermanfaat juga buat teman-teman di rumaaah. Silakan like fanpage Facebook Sunco Indonesia dan intip website Sunco Indonesia untuk mendapatkan info memasak yang cihuy. Sreng ... sreng ... sreng ... selamat memasak secara sehat! :) [] Haya Aliya Zaki

7 komentar:

  1. Aku kalo sekali goreng minyak udah berubah biasanya langsung dibuang dan ganti baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Han. Aku juga. Katanya minyak goreng yang berubah warna bersifat karsinogenik (pencetus kanker).

      Hapus
  2. Iya jadi inget dulu berangkat sekolah pylang pergi jalan kaki dijabanin, gk pake jaket pulak. Sekarang? Bisa gosong song kena panas matahari dan debu polusi :(

    Zaman emang berubah ya, pola hidup sehat perlu banget diterapkan. Karna cepat banget yang namanya penyakit menghampiri kalo imun tubuhnya gk fit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak aku juga baru kejadian, nih. Bergadang 3 malem, eh, demam, deh. Bergadang bikin tubuh gak fit. Kita jadi gampang sakit. Tapi teteup aja bandel kadang-kadang masih aja bergadang lagi. >.<

      Hapus
  3. sejak simbah kena stroke, di rumah sudah waspada banget soal minyak goreng. tapi,, garem masih ga terkontrol. dilema orang pantura

    BalasHapus
  4. Tian ganteng banget ya mbaaa, beruntunglah Tikam :))

    Iya mba, semenjak ibundaku meninggal gegara sakit kanker, aku juga makin hati2 kalau pilih makanan.

    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan