Kamis, 02 Februari 2017

Citi Microentrepreneurship Awards, Ajang Penghargaan untuk Pengusaha Mikro Berprestasi

Pernah melihat anak-anak lari riang gembira menyambut babang-babang penjual tahu bulat keliling? Tanpa sadar mereka ikut nyanyi tahu tahu bulat digorengnya mendadak … satu lima ratus kalau duanya seribu …. Di komplek perumahan saya, dagangan tahu bulat termasuk laris. Tahunya enak, musiknya lucu. :)) Hm, kenapa selama ini kita tidak kepikiran berdagang tahu dengan cara unik begini? 

            Ngomong-ngomong soal wirausaha, saya jadi ingat. Kemarin (31/1) saya diundang menghadiri media briefing Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) di Financial Club, Senayan, Jakarta. CMA adalah ajang penghargaan untuk pengusaha mikro berprestasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Citi Indonesia (Citibank). CMA ini bagian dari payung program CSR Citibank bernama CitiPeka (Citi Peduli dan Berkarya) dan tahun ini masuk tahun ke-12, lho. CMA program yang sejalan dengan CSR Citibank, yakni inklusi keuangan, dan mendukung program pemerintah Strategi Nasional Keuangan Inklusif @ojkindonesia (Otoritas Jasa Keuangan).



Narsum acara

            Ibu Elvera N. Makki, Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia, dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa CMA tidak cuma memberikan hadiah berupa cash. Peserta dibekali ilmu penguatan daya saing ekonomi, workshop, pembinaan kredit usaha rakyat (KUR), dan kesempatan memperluas jaringan. Jadi nanti para finalis dikarantina kayak peserta Indonesian Idol gitu hihi. Selesai ajang CMA, hubungan peserta dengan penyelenggara tidak serta merta terputus alias tetap ada engagement. Kategori penghargaan untuk pengusaha mikro sbb: Green, Agriculture, Service, Fishery, dan Creative. Penghargaan khusus sbb: Young, Best Woman, dan Microentrepreneur of the Year. CMA diselenggarakan di 30 negara sebagai program unggulan Citibank.


Elvera N. Makki

Kenapa Citibank sangat concern dengan pengusaha mikro? Eits, jangan anggap remeh. Di Indonesia, tercatat 2,8 juta usaha mikro pada tahun 2013 dan meningkat jadi 3,3 juta pada tahun 2015. See, micro-enterprise is one of the pillars of the world economy! Pemenang CMA diharapkan menjadi teladan bagi pengusaha mikro lainnya. Mereka bisa menopang ekonomi mereka sendiri sekaligus membantu orang-orang di sekitar. Btw, saya senang sekali bisa ketemu Ibu Elvera. Indonesia patut bangga memiliki beliau. Ibu Elvera terpilih sebagai salah satu dari 50 Asia’s Woman Leader atas kiprahnya di dunia bisnis.

            Pada hari Rabu lalu hadir pula Pak Kusnodin. Pria kelahiran Magelang berusia 57 tahun ini pemenang CMA 2012 kategori Wirausaha Mikro Lingkungan sekaligus peraih gelar bergengsi Microentrepreneur of the Year. Teman-teman tahu usaha apa yang bisa mengantarkan Pak Kusnodin sebagai pemenang? Beliau memanfaatkan limbah kaleng menjadi kerajinan replika binatang yang indah, seperti burung merak, elang, ayam, dll. Yap, siapa sangka, semua berawal dari sekeping kaleng bekas! 

            Ceritanya tahun 1985 Pak Kusnodin kerja jadi sopir angkot. Suatu hari beliau melihat kotak peralatannya bolong akibat dikerat tikus. Kaleng bekas biskuit digunakan untuk menutup lobang di kotak peralatannya. Setelah itu, ide cemerlang pun muncul. Voila! Sisa kaleng bekas “disulap” menjadi replika burung merak dan langsung dibeli oleh teman Pak Kusnodin seharga Rp25 ribu.  

            Kini Pak Kusnodin bukan lagi sopir angkot. Berkat limbah kaleng, beliau memiliki toko kerajinan replika binatang bernama Karya Baru. Satu buah replika binatang dijual Rp100–500 ribu tergantung kerumitan dan ukuran replika. Semua dikerjakan pakai tangan, bukan mesin. Hasilnya rapi dan halus. Pembeli kebanyakan turis bule. Cocok buat souvenir. Seperti pada acara hari itu, souvenir untuk narsum dibeli dari Pak Kusnodin. Ini termasuk engagement yang disebutkan Ibu Elvera tadi. 

Pak Kusnodin tak hanya bisa menafkahi keluarganya secara berkesinambungan, melainkan juga membantu orang lain. Dulu pegawainya 5 orang. Sekarang? Sekitar 30 orang! Pak Kusnodin memberdayakan para ibu rumah tangga di lingkungan sekitarnya. Eh, saya kok terharu, ya. Insiden kotak peralatan yang bolong menjadi semacam “letikan” dari Sang Maha Pemberi Rezeki agar Pak Kusnodin mengubah jalan hidupnya ke arah yang lebih baik. :)   

            Pak Kusnodin datang jauh-jauh dari Magelang ke Jakarta untuk berbagi kiat memenangi CMA kepada khalayak. Soalnya ajang ini cukup kompetitif. Dari 400 pelamar, hanya akan dipilih 8–10 pemenang. Satu pesan penting dari Pak Kusnodin untuk teman-teman yang ingin mengikuti ajang CMA, “Peserta CMA jangan melihat hadiah dari CMA aja. Pikirkan juga bahwa ini ajang yang sangat tepat untuk mempromosikan usaha kita. Berkat ikut CMA, gaung usaha saya tambah luas. Bahkan bapak bupati ikut mengapresiasi dan memberikan bantuan.” Wah, tambah semangat pastinya, Pak!  


Pak Kusnodin

Cantiknyaaa replika binatang karya Pak Kusnodin

            Nah, Teman-teman memiliki usaha dan pengin mengikuti jejak Pak Kusnodin? Simak syarat mengikuti ajang CMA berikut.

1. WNI dan berusia di atas 18 tahun
2. nasabah atau anggota sebuah LKM (Lembaga Keuangan Mikro)
3. telah menjalankan usahanya minimal 2 tahun
4. usaha yang didaftarkan merupakan sumber pemasukan utama
5. nilai aset usaha maksimal Rp50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan)
6. total penjualan atau omset tahunan maksimal Rp300 juta
7. bukan finalis dari program CMA di tahun sebelumnya.

            Sila unduh formulir pendaftaran CMA di link yang terdapat di akun Twitter dan Instagram @CMA_Indonesia atau Facebook CMA.id. Kirim formulir ke email citipeka.indonesia@citi.com dan infocma2016@id.mercycorps.org. Yuk, ikuti ajang kompetisi bergengsi dan berkelas global ini. Ditunggu sampai tanggal 14 Februari 2017, ya! :) [] Haya Aliya Zaki


9 komentar:

  1. Waduh menarik euy baca syaratnya mah saya masuk kriteria 😀 kemaren yg wirausaha mandiri mau ikutan tapi masih maju mundur 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikutan atuh, Ulu. Waktunya seminggu lagi. :))

      Hapus
  2. Wah cakep ya Citi mendukung pengusaha mikro kita biar lebih oke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan dengan adanya CMA semangat para pengusaha mikro kita makin tinggi ya, Timo.

      Hapus
  3. menarik nih ulasannya.. saya juga masuk dalam kriteria tersebut...

    BalasHapus
  4. Keren ya mba Haya...ada yang mendukung UKM...semoga kedepannya makin maju

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, Mbak. Ayo ajak teman-temannya yang punya usaha untuk ikutan CMA. :D

      Hapus
  5. paling seneeeng banget kalau penghargaan diberikan untuk mereka yang bergerak di bidang UKM ya

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan