Selasa, 20 Desember 2016

KLASIO, Metode Belajar Asyik yang Kekinian


          Sekarang ini semakin banyak media untuk belajar, ya? Tidak seperti era saya dulu, alternatif belajar di luar sekolah cuma di bimbel atau kursus di ruko-ruko. *terus malah khilaf ngecengin kakak pengajar yang ganteng* Kalau Teman-teman pengin dapat ilmu, dunia maya menyediakan fasilitas yang cukup menjanjikan. Belajar tidak lagi terikat ruang dan waktu. KLASIO bisa jadi pilihan.
            Apa itu KLASIO? Kalian kepo, saya juga kepo haha. Makanya saya datang ke launching KLASIO yang diadakan di Gandaria City, Jakarta, bersamaan dengan event Qubeland (2/12). Salah satu narsumnya bikin saya semangat, yakni Rene Suhardono. Pengin ketemu euy! Tahu siapa beliau? Saya sering membaca tulisan-tulisan Rene di kolom Ultimate U, Kompas. Beliau juga Founder Limitless Campus. Selain Rene, ada Priyantono Rudito, Director of Human Capital Management Telkomsel. Acara ini dipandu oleh Sheila Purnama, presenter NET TV yang cantik.


            Di awal acara, Pri share soal perusahaan dan kondisi SDM kita. Selama ini mungkin competence menjadi satu-satunya pertimbangan perusahaan menerima karyawan. Well, not anymore now. Menurut Pri, ada 3 C yang menjadi pertimbangan Telkomsel menyeleksi calon karyawan mereka.
1. Character (karakter)
Yes, karakter itu nomor satu. Yang termasuk di dalam karakter adalah passion, integritas, totalitas, dan antusiasme. Nah, kalau Teman-teman pengin sukses, utamakan karakter. Bisa berasa, kan, tidak enaknya aura orang yang selalu ogah-ogahan, korup sana-sini (termasuk korup waktu), kerja seadanya, dan apa-apa tergantung mood? Saya jadi ingat quote Robert Kuok, orang terkaya di Malaysia, “When I hire people, I look for great attitude. I don’t look for MBA or PhD.” Tuh, ini menunjukkan betapa pentingnya karakter!
2. Competence (kompetensi)   
            Jelas, ya. Kita harus punya pengetahuan dan keterampilan terhadap bidang yang akan kita garap. Pengin jadi barista, tapi buta yang mana kopi espresso, moccacino, cappucino, dan arabika? Ah, macam mana pula baaah.
3. Collaborate (kolaborasi)          
            Berkolaborasilah dengan orang-orang juara. Jika kita individu-individu ini bersatu, kita bisa saling melengkapi demi mencapai tujuan bersama.
            Fakta, jumlah pengangguran lulusan sarjana lebih tinggi daripada jumlah pengangguran lulusan SD. Miris. Kenapa bisa terjadi? Ternyata kebanyakan lulusan sarjana sekarang tidak mampu mengenali potensi diri mereka sendiri. Nilai mereka di atas kertas mungkin bagus, tapi ketika terjun ke lapangan mereka seperti orang “asing” dan tidak mampu bersaing. Ke depannya Rene berharap sistem pendidikan kita tidak lagi dikelompokkan berdasarkan hal-hal yang mainstream, misalnya umur. Anak-anak bebas memilih belajar sesuai minat dan silakan serius ditekuni.   
            At least, seperti yang saya sebutkan di atas, KLASIO hadir memberikan pilihan. KLASIO merupakan platform edukasi digital. Kita saling belajar dan bertukar ilmu kapan pun dan di mana pun kita berada. Yang penting punya koneksi internet! Materinya berupa video-lecture berbayar. KLASIO komit menyajikan materi yang berkualitas dari mentor-mentor berpengalaman. 


Rene Suhardono in action!

Salah satu media partner KLASIO adalah NET TV yang menjadi kiblat tontonan epik para millenial. Guess what, NET TV juga bikin kelas, lho. Materinya berhubungan dengan industri televisi saat ini. Contoh, kelas Basic Audio Broadcast. Teman-teman yang tertarik dengan sound engineering di dunia teve akan mendapat wawasan langsung dari kelasnya.

Terus, apa perbedaan antara KLASIO dengan video-video tutorial gratisan yang ada di Youtube? Apa kelebihan KLASIO? Pasti pada bertanya-tanya, deh.

Begini, di KLASIO, kualitas videonya benar-benar terjaga. Bukan video asal shoot gitu. Kalau di Youtube kualitas videonya masih random. Video di KLASIO tidak cuma bersifat “how to”, tapi juga “why” dan “what”. Materinya terstruktur. Ora usah repot cari-cari lagi kayak di Youtube. Selesai belajar, kita boleh upload project pribadi kita dan berinteraksi dengan mentor. Nanti bakal ada materi-materi yang bersifat akademik juga.  

KLASIO

Satu kabar baik lagi. Selain bisa dapat ilmu di KLASIO, kita pun bisa berbagi ilmu. Kirimkan CV dan silabus materi kalian ke tim KLASIO. Caranya lihat di web KLASIO. Lumayan, kan, buat tambah-tambah penghasilan. Btw, doakan tahun depan KLASIO hadir dalam bentuk aplikasi. Aamiin!
            Pesan Rene buat generasi muda: amati, alami, dan asah. Pengin jadi public speaker andal? Amati, pelototin aksi para public speaker keren. Alami, terjun langsung praktik jadi public speaker. Asah, latih terus kemampuan kalian sebagai public speaker. Pegang tiga hal ini dan insya Allah kalian bisa sakseiiisss! :)


            Selain launching KLASIO, saya juga mengikuti kelas vokal yang diadakan guru vokal kesohor, Indra Aziz. Seru! Kami dikasih penjelasan tentang pitch, falset, dynamic, dll. Kami disuruh kumur-kumur, senam lidah, sampai meniru ban kempis haha. Kelas olah vokal bukan cuma untuk penyanyi. Public speaker, presenter, pengajar, juga perlu belajar olah vokal.
            Teman-teman pengin tahu lebih lanjut tentang KLASIO? Yuk, main ke web KLASIO. Siapa tahu ada materi yang cocok dengan minat kalian. Atau, pengin jadi mentor? Bisa! Yuk, semangaaattt! :) [] Haya Aliya Zaki

6 komentar:

  1. Mantap langsung cus ke web-nya :) revolusi media semakin bikin orang banyak berinovasi ^^

    BalasHapus
  2. jadi penasaran. meluncur ke Klasio ah...

    BalasHapus
  3. yeahhh pasti. aku mauuu main

    BalasHapus
  4. Langsung penasaraaaan. Mmmm, ada yang ngajarin jadi komentator bola handal nggak ya? Hahaha, nggak ding, mau jadi koki aja biar bisa kaya Chef Sarah Quinn, hihihihi.

    Anyway, entah berapa kali baca kalimat begini tapi tetap dibuat elus dada: jumlah pengangguran lulusan sarjana lebih tinggi daripada jumlah pengangguran lulusan SD. Faktanya memang begitu. Sebab kebanyakan sarjana juga suka pilih-pilih pekerjaan. Pengennya kerja kantoran di ruangan ber-AC dan nyaman, dapet fasilitas ini-itu, gaji sekarung, dandanan necis. Padahal jualan martabak kaya Kaesang aja bisa hidup enak. Atau jadi blogger, biarpun kata tetangga "gaweane dolanan laptop tok." Hahaha...

    Nice post, Kak.

    BalasHapus
  5. Triple A: amati, alami dan asah.

    #cussss ke KLASIO ahh

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan